Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Butuh Banyak Edukasi Arahkan Warga Tak Pakai Elpiji Bersubsidi

Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono (dua dari kiri) memaparkan tentang kuota elpiji bersubsidi di Jawa Tengah. Foto:K-08
Semarang, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan untuk bisa mengarahkan masyarakat beralih dari elpiji bersubsidi ke nonsubsidi, memang diperlukan kerja keras dan dukungan semua pihak. Karena, selama ini elpiji ukuran tiga kilogram masih bisa dinikmati semua orang. Baik kalangan masyarakat yang mampu dan masyarakat miskin.

Menurutnya, elpiji bersubsidi itu sebenarnya diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah dan juga pelaku usaha mikro beromzet kecil. Hal itu sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.

Selama ini, jelas Teguh, edukasi kepada masyarakat untuk tidak menggantungkan pemakaian elpiji bersubsidi terkesan masih tebang pilih. Misalnya, intervensi dari Pertamina kepada para pegawai negeri sipil (PNS) yang sebelumnya banyak menggunakan elpiji gas melon dialihkan ke tabung elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kilogram. Namun, karena langkah edukasi yang dilakukan tidak didukung semua pihak, akhirnya penggunaan elpiji bersubsidi masih banyak di tengah masyarakat.

"Selama itu memang distribusi terbuka ya seperti ini yang terjadi. Karena, semua orang bisa dan semua berhak. Cuma masalahnya adalah edukasi kepada orang-orang bahwa ini barang untuk rakyat miskin. Lha yang miskin siapa, seharusnya mereka (orang mampu) tahu," kata Teguh usai diskusi tentang "Mekanisme Distribusi Elpiji", kemarin.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, kuota elpiji bersubsidi tahun ini di Jawa Tengah sebesar 311 juta tabung lebih. Sampai saat ini, sudah terserap hampir 70 persen atau telah didistribusikan. 

"Jebolnya kuota itu ada pada saat distribusinya," tegasnya.

Guna mengantisipasi agar tidak jebol lagi kuota di Jawa Tengah, lanjut Teguh, pihaknya mengusulkan di satu desa ada satu pangkalan elpiji. Sehingga, bisa diketahui pemakai elpiji bersubsidi kategori warga miskin atau bukan. (K-08) 
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar