Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Pertamina Akui Pelaku Industri Pakai Elpiji Bersubsidi Beralasan Hemat Biaya Operasional

Tim Monitoring Elpiji mendata jumlah tabung gas elpiji tiga kilogram
yang dipakai salah satu pelaku usaha di Semarang, kemarin. 
Semarang-Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV bersama instansi terkait tidak pernah bosan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelaku usaha untuk menekan pemakaian tabung gas elpiji tiga kilogram. Sasarannya, para pemilik rumah makan atau restoran dan juga industri menengah.

Tim Monitoring Elpiji dari Polrestabes Semarang Iptu Priantino mengatakan dari hasil pemantauan bersama Pertamina, memang diketahui banyak pelaku usaha masih menggunakan tabung elpiji bersubsidi. Padahal, aturannya elpiji tiga kilogram hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, dari hasil monitoring yang dilakukan di empat rumah makan dan dua industri bersama Pertamina menunjukkan, jika para pelaku usaha memilih tetap menggunakan elpiji tiga kilogram dengan alasan lebih murah.

Oleh karena itu, jelas Priantino, diperlukan upaya yang lebih masif untuk mengarahkan pelaku usaha menengah beralih ke tabung gas elpiji nonsubsidi. 

"Dari industri dan restoran yang dikunjungi, semuanya masih menggunakan elpiji tiga kilogram. Alasannya, karena selisih harga yang tinggi antara elpiji bersubsidi dan nonsubsidi. Kalau dengan elpiji tiga kilogram, mereka bisa hemt biaya operasional. Para pelaku usaha itu ada yang mengaku sepekan menggunakan 135 tabung elpiji tiga kilogram," kata Priantino, kemarin.

Lebih lanjut Priantino menjelaskan, dari hasil monitoring dan pengakuan para pelaku bisnis itu, kebanyakan mendapatkan tabung elpiji tiga kilogram dari pengecer bukan agen atau pangkalan resmi milik Pertamina.

Sementara, Unit Region Manager Communication and CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari menambahkan, phaknya akan bersama dengan pemerintah daerah setempat berupaya mengawal pendistribusian elpiji tiga kilogram, agar bisa tepat sasaran.

"Kami memang tidak memiliki wewenang dalam menertibkan penyalahgunaan produk subsidi. Namun, upaya yang dilakukan merupakan bentuk dukungan atas program pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut Andar menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku, elpiji tiga kilogram hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro dengan omzet maksimal Rp1 juta per hari. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar