Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Dinsos Jateng Ajak Warga Ikut Tangani Masalah Gangguan Kejiwaan

Kepala Dinsos Jateng Nur Hadi Amiyanto meminta partisipasi aktif
masyarakat ikut tangani masalah gangguan kejiwaan.
Semarang-Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Tengah, saat ini cukup kompleks. Tidak hanya soal gelandangan dan anak jalanan saja, tapi mengenai gangguan kejiwaan atau istilahnya orang gila.

Kepala Dinas Sosial Jateng Nur Hadi Amiyanto mengatakan per dua mil penduduk di provinsi ini, mengalami gangguan kejiwaan atau Skizofrenia. Artinya, dari seribu penduduk ada dua orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Menurutnya, jika penduduk Jateng mencapai 34 juta jiwa, maka jumlah orang gilanya mencapai 68 ribu orang.

Nur Hadi menjelaskan, ciri atau penyebab gangguan kejiwaan adalah tanpa sebab tidak bisa tidur, takut mandi, antisosial dan tidak sakit tapi kepala terasa pusing. Yang paling parah, tentu saja berbicara sendiri dan sudah tidak memakai pakaian keliling lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, lanjut Nur Hadi, orang yang mengalami gangguan kejiwaan harus dikawal dan diawasi jangan sampai telat minum obat dan diantar rutin kontrol ke dokter untuk berobat.

"Mereka itu bisa hidup normal dalam tanda kutip atau bisa sembuh, sepanjang pengobatnnya terus menerus dan perasaannya dibuat happy. Kalau di Jawa Tengah ini Alhamdulillah dalam segala keterbatasannya kita paling ramah PMKS," kata Nur Hadi, Kamis (15/11).

Lebih lanjut Nur Hadi menjelaskan, bagi yang mampu merawat orang dengan gangguan kejiwaan harus telaten dan membantu proses penyembuhannya. Namun, bagi yang tidak sanggup bisa merawatnya bisa dititpkan ke panti rehabilitasil milik pemerintah atau swasta.

"Yang orang kaya tentu sanggup membayar ke panti dengan fasilitas mewah. Kalau milik pemerintah, ada keterbatasan daya tampung," pungkasnya. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar