Minggu, 14 Januari 2018

Pembebasan Lahan Jalan Tol Semarang-Batang Belum Tuntas

Semarang-Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang, sampai dengan saat ini terus berjalan. Namun, proyek tersebut masih menyisakan persoalan dari proses pembebasan lahannya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang Sriyono mengatakan pembebasan lahan untuk jalan tol Semarang-Batang yang belum beres, yaitu lahan tanah wakaf. Yakni tanah wakaf yang digunakan untuk tempat ibadah atau sekolah keagamaan.

Selain tanah wakaf, juga ada lahan atau bangunan milik pemerintah. Hanya saja, untuk penggantian tanah atau bagunan milik pemerintah lebih mudah dibanding tanah wakaf.

Sriyono menjelaskan, hingga pekan pertama Januari 2018 ini pembebasan lahan proyek jalan tol Semarang-Batang di wilayah Kota Semarang sudah mendekati 100 persen pembebasannya.

Lahan untuk proyek jalan tol Semarang-Batang sampai dengan saat ini sudah mencapai 99 persen yang sudah terbebaskan.

"Karena wakaf itu prosesnya tidak sederhana, jadi harus kita inventarisasi. Kemudian nanti diaprasial dan dibangunkan di tempat yang lain. Harus ada persetujuan dari menteri juga. Itu yang membikin kami agak repot dan lama. Tapi tetep kita proses sesuai dengan prosedur," kata Sriyono.

Lebih lanjut Sriyono menjelaskan, masih ada lima bidang dari 14 bidang tanah wakaf di wilayah Kota Semarang belum terbebaskan. Sebelumnya, pada 2017 ada sembilan bidang tanah wakaf sudah terbebaskan dan diberikan tanah penggantinya.

"Akhir bulan ini mungkin kami bisa menuntaskan. Sehingga, pembangunan fisik jalan tol tidak terkendala dan tidak ada gangguan," jelasnya. 

Diketahui, jalan tol Semarang-Batang merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa. Tol Semarang-Batang dibagi menjadi lima seksi, terdiri dari seksi Batang-Batang Timur sepanjang 3,20 kilometer. Seksi Batang Timur-Weleri (36,35 km), seksi Weleri-Kendal (11,05 km), seksi Kendal-Kaliwungu (13,50 km) dan seksi Kaliwungu-Krapyak (10,10 km). (K-08)

Cegah Developer Liar, Sistem Registrasi Pengembang Mulai Diberlakukan

Semarang-Mulai tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerapkan sistem registrasi bagi para pengembang perumahan.

Sistem registrasi tersebut merupakan upaya pemerintah, untuk menata dan mengoordinasikan serta meminimalkan para pengembang perumahan melakukan tindakan merugikan masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Rumah Sederhana Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah Andi Kurniawan mengatakan aturan tersebut mulai efektif berlaku pada Januari 2018 ini, dan mengharuskan para developer berbadan hukum serta terdaftar di asosiasi pengembang perumahan.

Menurutnya, masih banyak ditemukan para pengembang liar yang merugikan masyarakat atau merusak lingkungan sekitar. Bahkan, demi mengejar keuntungan membuka lahan di daerah larangan permukiman. Dampaknya, pembeli perumahan mengalami kerugian. Terutama adalah kerugian material.

"Sistem ini akan membunuh dalam tanda kutip developer liar. Kita ucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR, karena dengan sistem ini developer yang teregistrasi saja bisa membuka permukiman. Bahkan, berhak melakukan akad kredit KPR di perbankan," kata Andi, Jumat (12/1).

Lebih lanjut Andi menjelaskan, sistem tersebut juga ternyata efektif untuk menekan jumlah developer perumahan liar di Jateng. Terbukti, di awal tahun ini saja sudah ada beberapa pengembang perumahan mendaftar ke REI.

"Dua minggu ini saja ada enam pengembang baru mendaftar jadi anggota REI. Ini artinya, aturan yang dibuat benar-benar efektif," ujarnya.

Diwartakan, Kementerian PUPR mulai meregistrasi pengembang perumahan untuk menghindari developer nakal. Dengan sistem itu, pengembang yang bisa membangun rumah bersubsidi atau rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayan Perumahan (FLPP) adalah yang terdaftar saja di Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan.

Sebagai tahap awal dan sosialisasi, akan dilakukan pada Januari-Maret 2018 kemudian lanjut tahapan seleksi asosiasi pengembang di April-Juni 2018. Sedangkan tahap sertifikasi asosiasi dan pengembang, akan dilakukan pada Juli-Desember 2018. (K-08)

Rumah Seharga Rp500 Juta ke Bawah Paling Diminati Masyarakat

Hari pertama pembukaan Property Expo Semarang di Mal Paragon
masih sepi pengunjung. 
Semarang-Para pengembang perumahan di Jawa Tengah terus mencoba mendongkrak pasar agar bisa bergairah pada tahun ini. Salah satunya, dengan menggenjot penjualan rumah dengan harga di bawah Rp500 juta.

Wakil Ketua Property Expo Semarang Wibowo Tedjo Sukmono mengatakan pada tahun ini pasar properti diharapkan bisa bergerak naik, sehingga menggairahkan para pengembang menjual produknya.

Sejumlah langkah untuk bisa mempromosikan atau menjual produk perumahan terus dilakukan, satu di antaranya dengan lebih mengedepankan produk rumah di harga di bawah Rp500 juta.

Menurut Bowo, sapaan akrab Wibowo, masyarakat kebanyakan mencari produk rumah dengan harga antara Rp300 juta sampai Rp500 juta. 

"Di bawah Rp500 juta itu sebetulnya masih cukup bagus segmen pasarnya. Yang di atas itu (lebih dari Rp500 juta) agak sedikit belum kelihatan banyak pergerakannya. Memang yang laku terjual ya pasti di bawah harga Rp500 juta," kata Bowo.

Bowo menjelaskan, rumah-rumah dengan harga di bawah Rp500 juta merupakan tipe menengah dan paling banyak dicari. Baik di sekitar pusat kota maupun pinggiran.

"Setiap tahun dan tahun kemarin saja rumah dengan harga Rp500 juta ke bawah paling besar. Kontribusinya 70 persen dari total seluruh penjualan rumah. Tahun ini kita harap bisa naik 5-10 persen dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Lebih lanjut Bowo menjelaskan, untuk memfasilitasi masyarakat mencari rumah idaman, pihaknya menggelar pameran di Mal Paragon mulai 10-21 Januari 2018. Setidaknya ada 11 pengembang perumahan ambil bagian, di Property Expo Semarang pertama awal tahun ini.

"Diharapkan awal tahun ada tren positif penjualan rumah selama pameran," pungkasnya. (K-08)

KPU Jateng Mulai Verifikasi Dokumen Persyaratan Calon

Staf KPU Jawa Tengah ketika melakukan verifikasi dokumen syarat
pencalonan dari partai politik mengusung pasangan calon. 
Semarang-Tahap pemeriksaan kesehatan para pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) sudah dilakukan pada 12-13 Januari 2018, dan dilaksanakan di RSUP dr Kariadi dengan penanganan 23 dokter spesialis.

Hasil dari pemeriksaan kesehatan para pasangan calon itu, akan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, 16 Januari 2018.

Komisioner KPU Jateng Ikhwanudin mengatakan hasil dari pemeriksaan kesehatan para pasangan calon itu, akan menjadi bahan masukan mengenai kondisi kesehatan dari masing-masing calon.

Saat ini, jelas Ikhwan, pihaknya langsung beralih ke tahapan berikutnya, yaitu pemeriksaan dokumen persyaratan calon. Sedangkan untuk proses persyaratan pencalonan sudah dilakukan verifikasi dan dinyatakan lengkap. Sebab, dokumen persyaratan pencalonan hanya meneliti surat rekomendasi dari partai politik (parpol) pendukung.

Menurutnya, yang cukup banyak berkasnya adalah dokumen persyaratan calon. Yaitu dokumen dari masing-masing calon, yang terdiri dari dokumen pribadi pendukung. Di antaranya adalah fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir, surat keterangan dari pengadilan negeri (PN) setempat tentang tidak sedang dicabut hak politiknya atau tidak pernah dipidana penjara. Termasuk, dokumen mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Tahapannya kita melakukan verifikasi administrasi dan ini sudah dilakukan. Kemudian, di 17-18 Januari akan kita sampaikan kepada masing-masing bakal pasangan calon, mana saja persyaratan yang harus diperbaiki. Tentunya hanya persyaratan calon saja, kalau persyaratan pencalonan kemarin sudah kita teliti dan verifikasi dinyatakan memenuhi syarat," kata Ikhwan, Minggu (14/1).

Lebih lanjut Ikhwan menjelaskan, apabila saat dilakukan verifikasi dokumen persyaratan calon dan ditemukan dokumen tidak lengkap atau kurang, maka akan disampaikan kepada masing-masing calon. KPU akan memberikan waktu pembenaran atau pelengkapan dokumen persyaratan calon selama tiga hari, dan harus diserahkan kembali.

"Penyerahan perbaikan syarat calon paling lambat pada 20 Januari dan akan kami teliti kembali," pungkasnya. (K-08)

Serunya Geber All New Rush di Tol Semarang-Bawen

Sejumlah media di Semarang saat mengikuti Jurnalis Test Drive yang diadakan Nasmoco Group berpose di depan empat unit All New Rush, belum lama ini. 

Semarang-Akhirnya, Toyota All New Rush resmi mengaspal di jalanan Jawa Tengah-Yogyakarta.

Sebelum diboyong calon pembelinya, Nasmoco Group mengajak media menjajal medium sport utility vehicle (SUV) tersebut, Rabu (10/1).

Kilas9.com mencoba All New Rush manual tipe TRD Sportivo.

Kali pertama tombol start engine ditekan, suara mesin langsung menderu. Tidak terlalu lama menunggu, langsung masuk gigi satu dan keluar dari diler Nasmoco Kaligawe.

Mobil penggerak belakang dijajal berjalan santai menuju tol Muktiharjo. Usai membayar di gerbang tol, kaki sudah tidak mau diajak komprosi langsung bejek pegal gas dalam-dalam. Alhasil, mobil dengan mesin baru berteknologi Dual VVT-i (2NR) langsung meraung meninggalkan Gerbang Tol Muktiharjo.

Dua unit All New Rush ketika melintasi ruas jalan tol Semarang-Ungaran.
Jalur yang mulus dengan tanjakan ringan dilahap dengan enteng menuju ke Gerbang Tol Tembalang, dan tak terasa jarum speedometer menunjuk angka 140 kilometer per jam. Tanpa terasa dan tidak menyulitkan All New Rush.

Saat memasuki lintasan jalan tol Semarang-Solo mulai dari Gerbang Tol Banyumanik, All New Rush kembali dipaksa melahap medan menanjak menuju wilayah Ungaran. Lagi-lagi, mobil dengan harga terendah Rp249 jutaan itu mampu mengatasinya dan tidak limbung sedikit pun. Bahkan, ketika bermanuver dengan kecepatan di atas rerata ketika berbelok pun, penumpang di baris kedua dan ketiga tidak merasa dibanting.

Overall, mobil All New Rush ini sangat nyaman dikendarai meski membawa penumpang lima orang dewasa. Saat menanjak tidak ada masalah dan ketika melewati jalanan tidak rata juga aman saja. 

Oya, ruang kabin lebih luas dengan dimensi lebar 1.685 milimeter, tinggi 1.705 milimeter dan jarak antar-roda 2.685 milimeter serta jarak dengan permukaan tanah 220 milimeter.

Apabila membutuhkan ruang bagasi lebih luas, maka bisa melipat kursi baris ketiga. Sehingga, mampu menampung lebih banyak barang bawaan.

Empat jurnalis bergaya di depan All New Rush yang baru
saja dikendarai. 
Managing Director Nasmoco Group Fatrijanto mengatakan sebelum serah terima unit ke konsumen, pihaknya memberikan kepada awak media untuk menjajal kehebatan All New Rush.

Menurutnya, kehadiran All New Rush yang dikenalkan di akhir 2017 kemarin mampu menarik hati masyarakat Jateng-DIY. Setidaknya ada 350 surat pemesan kendaraan (SPK) hingga Januari 2018.

"Secara garis besar saya sampaikan bahwa Rush ini ternyata peminatnya cukup banyak. SPK yang belum bisa kita suplai sekitar 350 unit. Di Januari ini kita disuplai 200 unit, jadi masih ada 150 unit yang belum bisa disuplai ke konsumen," kata Fatrijanto.

Lebih lanjut Fatrijanto menjelaskan, All New Rush hadir dengan tiga varian. Yakni G, S TRD Sportivo dan S TRD Sportivo Ultimo. Masing-masing tersedia dengan transmisi manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan. (K-08)