Sabtu, 03 Februari 2018

Sekda: Perang Anti Narkoba Harus Didengungkan Mulai di Bangku Sekolah

BNN Provinsi Jawa Tengah menangkap kurir pembawa sabu dari
Malaysia yang ditangkap di Boyolali, belum lama ini. 
Semarang-Narkoba merupakan musuh bersama dan bisa merusak karakter bangsa, sehingga seluruh elemen harus diperangi.

Sekda Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan, seluruh elemen masyarakat harus menempatkan narkoba sebagai zat berbahaya yang wajib dihindari. Oleh karenanya, Pemprov Jateng sangat mendukung digelarnya audisi Duta Muda Antinarkoba Jawa Tengah yang rencananya akan dilakukan pada 11-14 Februari 2018 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Menurutnya, meski Jateng belum masuk provinsi darurat narkoba, namun perang terhadap narkotika tidak boleh dikendurkan.

"Pokoknya ada di situ main-main narkoba apalagi sampai menjadi pemakai atau pecandunya dikeluarkan. Kalau di lingkungan sekolah saya kira ada pelopor antinarkoba. Jadi, kita sudah buat kesepakatan ada rambu-rambunya. Di PNS juga sama, kita lakukan tes urine secara spontan tidak kita rencanakan. Jadi, mari kita gelorakan bahwa narkoba musuh kita bersama," kata sekda.

Lebih lanjut Sri Puryono menjelaskan, angka prevalensi pengguna narkoba di Jateng masih 1,96 persen. Apabila menembus dua persen, maka masuk kategori darurat narkoba.

"Jadi, untuk bersama memerangi narkoba kita tak perlu menunggu hingga menembus dua persen," pungkasnya. (K-08)

Izin Berlayar Keluar, Kapal Pertamina Berangkat ke Karimunjawa

Kapal Pertamina saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
sebelum berangkat ke Karimunjawa, Sabtu (3/2) dini hari tadi. 
Semarang-Kapal Pertamina yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) ke Karimunjawa, Kabupaten Jepara akhirnya berlayar, Sabtu (3/2) dini hari. Kapal berlayar setelah otoritas pelabuhan mengeluarkan izin. 

Unit Manager Communication and CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Andar Titi Lestari mengatakan kapal tersebut mengangkut BBM sebanyak 115 Kilo Liter (KL), dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang ke Karimunjawa. Kapal tersebut akan menempuh perjalanan kurang lebih 18 jam. 

Menurutnya, BBM yang dibawa terdiri dari BBM jenis Pertalite sebanyak 65 KL, Bio Solar 45 KL dan Dexlite 5 KL.

"Waktu tempuh sampai di sana sekira 18 jam. Kami lebih mengutamakan aspek kehati-hatian dan keselamatan produk yang dibawa," kata Andar dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com

Lebih lanjut Andar menjelaskan, selain mengirimkan BBM, pihaknya juga telah mengirimkan 1.500 tabung ukuran tiga kilogram dengan menggunakan Kapal Sumber Makmur dari Pelabuhan Jepara. 

"Kapal Sumber Makmur berkapasitas 14 GT dan mampu memuat 1.500 tabung elpiji tiga kilogram. Jumlah itu kami kira cukup untuk kebutuhan warga di sana," ujarnya. 

Nantinya, lanjut Andar, pihaknya akan mengoptimalkan tangki timbun yang ada di SPBU Kompak, sehingga mampu memenuhi untuk 7-10 hari. Di samping itu, kapal pengangkut BBM akan dijadikan floating storage untuk cadangan stok BBM dengan waktu yang lebih panjang lagi. 

"Pertamina tetap berkomitmen dalam upaya pemenuhan kebutuhan energi nasional khususnya BBM dan elpiji di daerah-daerah remote sekalipun, seperti Karimunjawa," pumgkasnya. (K-08) 

Polda Jateng Kirim Seorang Dokter Spesialis Anak ke Papua Untuk Terlibat di Operasi Tanggap Darurat

Dua petugas penerima pasien sedang melayani pendataan terhadap
keluarga pasien di RS Bhayangkara Semarang. 
Semarang-Jajaran Polda Papuan meminta Mabes Polri untuk mendatangkan bantuan tim medis, guna membantu menangani wabah campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat.

Salah satu polda yang mendapat perintah mengirimkan dokternya ke Asmat adalah Polda Jateng.

Anggota Biddokkes Polda Jateng AKBP Winres Sapto yang ditunjuk sebagai ketua rombongan angkatan ketiga yang dikirim ke Papua mengatakan selain Polda Jateng juga ada dari Polda Kalimantan Barat, Banten dan Maluku Utara.

Menurutnya, info yang diterima dari sejumlah rekan, memang menuju ke lokasi tidak mudah dijangkau. Salah satu alat transportasi yang bisa dipakai adalah perahu.

Winres menjelaskan, dirinya dan lima orang lainnya itu rencananya akan berangkat ke Papua pada Minggu (4/2) besok dan tiba di Timika, Senin (5/1).

"Terdiri atas enam orang dari berbagai polda se-Indonesia. Lima orang terdiri dari dokter spesialis anak dan umum ditambah seorang perawat. Kami cuma membawa peralatan medis pribadi meliputi masker, sarung tangan dan alat periksa," kata Winres, Sabtu (3/2).

Lebih lanjut Winres yang merupakan dokter spesialis anak itu menjelaskan, tugas utama yang dilakukan selama 10 hari di Asmat adalah penanganan gizi buruk dan campak. Mayoritas penderitanya adalah anak-anak.

Diwartakan sebelumnya, data pada akhir Januari 2018 kemarin menyebutkan jumlah balita dan anak yang meninggal dunia karena wabah campak dan gizi buruk di Asmat mencapai 67 anak. Sedangkan ratusan anak lainnya, harus mendapat perawatan khusus karena Asmat sudah ditetapkan sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB). (K-08)