Rabu, 21 Februari 2018

Smartfren Siap Dukung Kominfo Cegah Konten Hoax di Pilkada Serentak 2018

Deputy CEO Smartfen Djoko Tata Ibrahim (dua dari kanan) ketika me-
nunjukan kartu perdana baru dan voucher data, Selasa (20/2).
Semarang-Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 selain dimeriahkan dengan atribut kampanye di sepanjang jalan dan daerah, juga diramaikan dengan perang meme yang mengandung hoax atau ujaran kebencian.

Konten di media sosial (medsos) yang mengandung unsur hoax ataupun ujaran kebencian, beberapa di antaranya sudah dilakukan filter dari Kementerian Komunikasi dan informatika.

Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengatakan pihaknya sebagai salah satu penyelenggara jaringan komunikasi atau operator komunikasi, akan ikut memantau dan memfilter konten hoax di masa Pilkada sekarang ini. Pernyataan itu dikataka Djoko, di sela peluncuran kartu perdana baru dan voucher data Smartfren, Selasa (20/2).

Menurutnya, diakui atau tidak banyak konten hoax atau ujaran kebencian yang berseliweran di medsos selama Pilkada. Jika Kemenkominfo sudah melakukan pemblokiran, maka pihaknya juga langsung melakukan filterisasi.

"Kita tentunya mengikuti petunjuk-petunjuk ataupun yang dilakukan oleh Menkominfo dalam hal ini kebijakan-kebijakannya. Kami selalu patuh. Kalau memang dicegah, ya kita bantu mencegahnya," kata Djoko.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan, meski pihaknya ikut melakukan penyaringan terhadap medsos yang mengandung konten hoax, tetap saja masih ada upaya menjebolnya. Sebab, para pelaku penyebar konten hoax dipandang lebih unggul dengan menyiasati menggunakan alamat dari luar negeri. 

"Kadang mereka lebih pintar. Sudah diblokk, tapi masih bisa diakses," ujarnya.

Diketahui, konten hoax belakangan ini berpotensi menimbulkan perpecahan, instabilisasi politik dan gangguan keamanan. 

Berdasarkan data dari Tetra Pak Index 2017, sekira 123 juta warga Indonesia merupakan pengguna internet. Sedangkan sekira 40 persennya merupakan pengakses medsos. (K-08)

Ganjar: Dulur Ganjar Jadi Relawan Saya Yang Tidak Hanya Kampanye Tok Tapi Ada Tindakan Nyata

Cagub Ganjar Pranowo (dua dari kanan) ketika berkunjung ke Pati dan
menyapa masyarakat setempat. Foto: ISTIMEWA
Semarang-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo belum lama ini mengunjungi Dulur Ganjar yang ada di wilayah Kabupaten Pati.

Menurut Ganjar, Dulur Ganjar di Pati merupakan para pendukung setianya sejak Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 lalu dan sampai saat ini membentuk sebuah komunitas yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Misalnya pemanfaatan kotoran hewan ternak yang diolah menjadi sumber energi terbarukan, dan pembuatan traktor sederhana untuk mengatur sistem irigasi di lahan pertanian. 

"Karya Dulur Ganjar ini merupakan komunitas yang sudah lama. Dulu mereka relawan saya sejak 2013, terus mereka membuat aktivitas yang riil. Jadi, mereka tidak hanya kampanye-kampanye tok tapi juga ada tindakan konkritnya," kata Ganjar, Rabu (21/2).

Lebih lanjut politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, dengan adanya inovasi dan modernisasi pertanian akan diimplementasikan dalam program kerjanya di periode kedua kepemimpinannya nanti. Yakni, dengan menggerakan sentra-sentra usaha pertanian rakyat yang dipandang berhasil untuk dijadikan proyek percontohan.

"Untuk apa kita contoh dari luar kalau masyarakat bisa membuat atau berinovasi yang cukup bagus. Nanti akan saya kembangkan ke daerah lain," pungkasnya. (K-08)

Ida Akan Sambangi Wilayah Solo Raya Untuk Bersilaturahim

Cawagub Ida Fauziyah (kanan) akan bersilaturahim dengan warga dan
para kiai di wilayah Solo Raya. Foto: ISTIMEWA

Semarang-Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Ida Fauziyah mengatakan sejumlah wilayah di Jawa Tengah sudah disambanginya, dan yang akan digarap berikutnya wilayah Solo Raya.

Menurutnya, wilayah Jateng bagian utara, barat dan selatan di sekitar Cilacap serta Purwokerto sudah didatanginya. Hanya menyisakan wilayah Solo Raya belum didatanginya.

Dirinya tidak memersoalkan, jika wilayah Solo Raya dikenal merupakan basis merah. Sebab, yang dilakukannya hanya bersilaturahim sambil berkenalan dengan warga Solo Raya.

"Tinggal yang belum saya selesaikan wilayah Solo Raya, ini belum saya datangi. Meski Solo Raya terkenal basis merah, tapi apapun itu, saya harus silaturahim dengan masyarakat Jateng. Tentunya yang saya dekati adalah perempuan dan NU," kata Ida, Rabu (21/2).

Lebih lanjut mantan ketua umum Fatayat NU itu menjelaskan, dengan bersilaturahim kepada para kiai akan memberikan energi positif melalui doa yang dipanjatkan sejumlah kiai yang didatangi.

"Selain doa dan restu, mereka juga akan ngewangi," ujarnya. 

Sementara, khusus di wilayah Solo Raya, jelas mantan anggota DPR RI itu, dirinya tetap membidik kalangan perempuan atau ibu rumah tangga. Dirinya memang kebagian jatah menggarap kalangan perempuan yang merupakan pemilih paling banyak di Jateng, sehingga harapannya bisa mendulang suara untuk dirinya dan pasangannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. (K-08)

Pemprov Ancam Pecat PNS Yang Kedapatan Konsumsi Narkoba

Sri Puryono
Sekda Jawa Tengah
Semarang-Ancaman pemecatan terhadap para pegawai negeri sipil (PNS) yang terlibat jaringan atau kedapatan mengonsumsi narkoba, sudah dilontarkan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono.

Menurut Sri Puryono, pihaknya sudah mengeluarkan rambu-rambu yang secara tegas mengatur sanksi terhadap PNS tersangkut kasus narkoba.

Pemprov, jelas Sri, juga secara periodik terus menggelar tes urin kepada PNS tidak terjadwal. Hal itu dilakukan, untuk mewujudkan aparatur pemerintahan yang bersih dari peredaran narkotika.

"Pokoknya di situ ada main-main narkoba apalagi sampai menjadi pemakai atau pecandu, ya sudah dikeluarkan. Kita sudah membuat rambu-rambu. Di PNS sudah kita lakukan tes urin secara spontan tidak direncanakan, anggota dewan juga demikian," kata sekda, Rabu (21/2).

Lebih lanjut Sri Puryono menjelaskan, jajarannya siap untuk berperang melawan peredaran narkoba. Meski diakui, di Jateng angka prevalensi belum sampai dua persen, namun bisa dikategorikan darurat narkoba di provinsi ini.

"Mari kita gelorakann bahwa narkoba itu musuh kita bersama," tandasnya. (K-08)

Wuling Motors Bulan Depan Buka 2 Diler Baru di Jateng

Branch Manager Wuling Semarang Basuki Wibowo (kanan) ketika me-
luncurkan Wuling Cortez di Atrium Mal Paragon, belum lama ini. 
Semarang-PT Automobile Jaya Mandiri (AJM) sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) Wuling Motors terus memantapkan mengembangkan pasar di wilayah Jawa Tengah. Karena, dari enam diler yang sudah dibangun akan ada penambahan lagi di bulan depan.

Branch Manager Wuling Semarang Basuki Wibowo mengatakan penambahan diler baru di wilayah Jateng itu, sebagai respon pihaknya akan penetrasi pasar yang sudah dilakukan. Sehingga, penambahan diler baru di wilayah Jateng sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat akan produk otomotif asal Tiongkok tersebut.

"Maret nanti kita akan buka diler di Salatiga dan Pekalongan. Bulan berikutnya, kalau gak April-Mei akan buka lagi di Kudus. Kita akan membuka diler yang ada di kota-kota besar di Jawa Tengah," kata Basuki, Rabu (21/2).

Lebih lanjut Basuki menjelaskan, dengan adanya penambahan diler baru di Jateng, maka setiap kota-kota besar di provinsi ini sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat terhadap produk Wuling. "Kami yakin kalau Wuling akan menjadi salah satu pilihan masyarakat Jateng ke depan," ujarnya.

Pihaknya, lanjut Basuki, sesuai roadmap perusahaan, hingga semester pertama 2018 di wilayah Jateng-DIY akan ada 16 diler resmi Wuling. Sebab, secara nasional, wilayah Jateng-DIY ditarget bisa memberikan kontribusi sebesar 10 persen atau kurang lebih tiga ribu unit dari produk Confero dan Cortez terhadap penjualan nasional Wuling. (K-08)

Condro: Anggota Intel Tingkatkan Deteksi Dini Cegah Gangguan Kamtibmas Selama Pilkada

Irjen Pol Condro Kirono
Kapolda Jateng
Semarang-Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 di 171 daerah. Sedangkan bagi jajaran kepolisian daerah (polda), juga mendapat tugas prioritas pengamanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama berkaitan dengan persoalan keamanan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan pihaknya sudah memerintahkan kepada seluruh kapolres dan kapolsek jajaran, untuk ikut mengamankan wilayahnya masing-masing dari gangguan kamtibmas di samping mengedepankan anggota Intelkam.

"Jadi penekanan saya kepada jajaran intelejen di polda sampai dengan polres adalah bahwa harus memiliki kemampuan dan meningkatkan deteksi dini dan aksi untuk mereduksi gangguan kamtibmas yang akan terjadi. Terutama, gangguan pilkada dan kepada tokoh-tokoh agama serta ulama," kata Condro di sela rapat kerja teknis Direktorat Intelkam Polda Jateng, Rabu (21/2).

Lebih lanjut kapolda menjelaskan, upaya pencegahan gangguan kamtibmas juga bisa dilakukan dengan cara-cara persuasif untuk meredamnya. Salah satunya dengan mengutamakan silaturahim dan pendekatan kepada tokoh-tokoh agama serta ulama.

"Bisa dengan mengintensifkan patroli rutin setiap ada kegiatan keagamaan di hari Jumat dan Minggu. Saya berharap, dengan deteksi dini yang dilakukan anggota intel di lapangan tidak ada provokasi di ranah keagamaan dan Jateng tetap kondusif," tandasnya. (K-08)

Kapolda: Polisi Dan Dinsos Operasi Bersama Sisir Keberadaan Orang Gila Yang Berkeliaran di Jateng

Irjen Pol Condro Kirono
Kapolda Jawa Tengah
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memerintahkan kepada jajarannya, mulai dari polres sampai ke tingkat polsek untuk melakukan razia terhadap keberadaan orang gila yang ada di jalanan.

Condro mengatakan kegiatan operasi itu bekerjasama dengan Dinas Sosial setempat, dan menyisir sejumlah tempat yang disinyalir atau diketahui ada orang gila berada di jalanan.

Menurutnya, tujuan dari razia orang gila yang berkeliaran di jalanan itu untuk mencegah pemanfaatan orang-orang tidak bertanggungjawab terhadap keberadaan mereka (orang gila) di jalanan. Sehingga, jajarannya diperintahkan untuk membersihkan orang gila dan dikirim ke panti-panti milik Dinas Sosial.

"Saya minta anggota polisi bersama dengan Dinas Sosial setempat, untuk membersihkan orang gila di Jateng. Dari kegiatan awal di beberapa polres, sudah terjaring 20 orang gila dan kemudian diserahkan ke Dinas Sosial. Jadi, tidak ada lagi orang gila yang berkeliaran di jalan," kata Condro, Rabu (21/2).

Lebih lanjut kapolda menjelaskan, pihaknya juga tidak ingin kecolongan dengan kejadian yang mengganggu ketertiban umum karena dilakukan orang gila. 

"Kami intensifkan pengamanan di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Sebelumnya, sebuah Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri diteror orang gila yang diduga akan mencelakai pengasuh pondok. (K-08)