Jumat, 23 Februari 2018

Menteri Desa: Dana Desa Selama 3 Tahun Mampu Bangun Ratusan Ribu Km Jalan Desa

Eko Putro Sandjojo
Menteri Desa dan PDT
Semarang-Dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat selama tiga tahun ini, jumlahnya terus mengalami peningkatan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan pada 2015 lalu, dana desa yang disalurkan mencapai Rp20,68 triliun dan terserap sebanyak 82 persen. Kemudian di tahun berikutnya, penyaluran dana desa dinaikkan menjadi Rp46,98 triliun dan terserap hampir 97 persen.

Pada 2017 kemarin, jelas Eko, penyaluran dana desa dari pemerintah pusat kembali ditambah menjadi Rp60 triliun dan mampu terserap mencapai 99 persen. Hal itu menunjukkan, jika dana desa yang disalurkan pemerintah pusat memang untuk upaya peningkatan wilayah perdesaan. Pernyataan itu dikatakan Eko Putro, di sela kunjungan ke Universitas Diponegoro, Kamis (22/2) kemarin.

Menurut Eko, dari peningkatan dana desa yang disalurkan itu bisa dimanfaatkan para perangkat desa sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. 

"Tiga tahun ini dana desa bisa menciptakan 120 ribu kilometer jalan desa, 1.900 kilometer jembatan dan puluhan ribu PAUD serta fasilitas publik desa lainnya. Selama tiga tahun ini, dana desa bekerjasama dengan program-program pemerintah lainnya dan berhasil menurunkan stunting hampir 10 persen dari tahun-tahun sebelumnya," kata Eko.

Lebih lanjut Eko Putro menjelaskan, melalui dana desa juga mampu menekan angka kemiskinan di wilayah perdesaan, lebih banyak dibanding wilayah perkotaan. Yakni mencapai 4,5 persen meskipun angka kemiskinan di desa masih tinggi.

"Kuncinya semua itu di pengawasan. Kalau pengawasannya efektif dan masyarakat ikut mengawasi, maka jika ada penyelewengan langsung dilaporkan ke pihak berwajib dan kita tindak tegas," pungkasnya. (K-08)

BNPB: 3 Provinsi Rawan Kejadian Tanah Longsor

Sejumlah warga membersihkan longsoran tanah yang terjadi di daerah
Kabupaten Magelang, belum lama ini. Foto: ISTIMEWA
Semarang-Kasus bencana tanah longsor merupakan kejadian yang kerap terjadi di musim hujan, selain banjir dan angin puting beliung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan, terhadap daerah-daerah di Indonesia yang rawan terjadi bencana tanah longsor.

Menurutnya, dari tahun ke tahun bencana tanah longsor terjadi wilayah-wilayah tersebut.

Dirinya menyebut, ada tiga provinsi yang rawan dan paling sering terjadi bencana tanah longsor. Sebab, wilayah tersebut seiring perjalanan waktu sudah berkembang menjadi kawasan budidaya dan permukiman padat penduduk.

"Kalau melihat sebaran bencana tanah longsor dari tahun ke tahun, sebenarnya daerah-daerah yang paling banyak kejadiannya ada di tiga provinsi. Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Memang secara alamiah, daerah-daerah itu berada di deretan gunung apin pegunungan maupun perbukitan," kata Sutopo, kemarin.

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, bencana tanah longsor merupakan kejadian paling mematikan dan menimbulkan banyak korban jiwa. Terlebih lagi, jika masyarakat yang menempati daerah rawan longsor minim pengetahuan akan mitigasi bencana.

"Upaya yang paling efektif adalah penataan ruang dalam rangka mitigasi penduduk dari bencana longsor. Penataan ruang dipandang efektif dalam upaya pencegahan longsor daripada pembangunan talud dan penguatan tebing," tandasnya. (K-08)

KPU Tunggu Revisi Desain APK Dari Tim Sukses Paslon

Semarang-Sampai dengan hari ini sejak batas waktu penyerahan desain untuk alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye, yakni 18 Februari 2018, tim sukses pasangan calon (paslon) belum menyerahkan revisi desainnya. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah akan melakukan pencetakan secara masal.

Komisioner KPU Jateng Diana Aryanti mengatakan pihaknya sudah mempunyai perusahaan percetakan yang sebelumnya memenangi tender, untuk melakukan pencetakan terhadap bahan kampanye berupa flayer, pamflet, poster dan leaflet masing-masing tiga juta lembar. Selain itu, pencetakan baliho dan umbul-umbul serta spanduk yang akan dipasang di seluruh desa dan kecamatan serta kabupaten/kota di Jateng.

Namun, jelas Diana, dari desain yang sebelumnya diterima masih harus direvisi dan dikembalikan ke KPU. Karena, dari desain sebelumnya masih banyak kesalahan atau larangan yang dilanggar. Sebab, desain dari APK dan bahan kampanye sudah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

"Dan masih ada beberapa revisi karena memang ada beberapa larangan-larangan di dalam alat peraga kampanye dan bahan kampanye. Misalnya tidak boleh memuat foto presiden, wakil presiden dan pihak lain yang bukan pengurus partai politik. Kami punya hak untuk merevisi desain alat peraga dan bahan kampanye yang disodorkan," kata Diana, Jumat (23/2).

Lebih lanjut Diana menjelaskan, apabila APK dan bahan kampanye selesai dicetak akan segera diserahkan ke tim sukses masing-masing paslon untuk ditempel. Paslon juga diberi kesempatan menambah jumlah sesuai desain yang sudah disetujui KPU maksimal 150 persen dari yang sudah disiapkan.

Sementara, dalam penentuan tempat pemasangan APK dan bahan kampanye yang tidak boleh ditempeli adalah tempat ibadah, tempat pendidikan dan fasilitas publik lainnya. (K-08)

BMKG Sebut Curah Hujan di Jateng Masih Tinggi, Warga Diminta Waspadai Tanah Longsor

Citra satelit dari Stasiun Klimatologi Semarang BMKG menunjukkan
jika wilayah Brebes sampai Batang akan diguyur hujan dengan intensitas
tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan warna hijau gelap. Foto: ISTIMEWA
Semarang-Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko meminta kepada masyarakat Jawa Tengah, agar mewaspadai hujan yang turun dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, hingga akhir pekan ini curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi. Sehingga, masyarakat diminta mewaspadai bencana tanah longsor di wilayahnya.

Iis menjelaskan, bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem Kabupaten Brebes itu bisa jadi karena memang curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari ini. Tidak hanya di wilayah Brebes yang intensitas curah hujannya cukup tinggi hingga mencapai 300 milimeter, tetapi juga di wilayah Banyumas dan Banjarnegara.

Oleh karena itu, ia meminta warga yang tinggal di dataran tinggi agar waspada dengan ancaman tanah longsor ketika hujan deras mulai mengguyur wilayahnya.

"Untuk daerah Brebes memang curah hujannya cukup tinggi, lebih dari 300 milimeter. Itu artinya, curah hhujan sangat tinggi sekali. Saat terjadi longsor di Brebes tentu masuk akal, sebab setiap hari curah hujannya sangat tinggi. Bisa jadi, penyebab longsor adalah curah hujan tinggi," kata Iis, Jumat (23/2).

Lebih lanjut Iis menjelaskan, dari pantauan citra satelit diketahui jika wilayah Brebes sampai Batang warnanya hijau. Artinya, kemungkinan di wilayah tersebut mengalami hujan paling lebat.

"Perkiraan hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin dan petir masih terjadi hingga hari ini. Brebes bagian selatan, Tegal bagian selatan, Banyumas bagian utara dan Banjarnegara bagian utara perlu waspada," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, terjadi bencana tanah longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Kamis (22/2) kemarin. Tim SAR gabungan masih mencari korban yang tertimbun tanah longsoran, atau hanyut di Sungai Cigunung. (K-08)

Sleding Kompetitor, Toyota Keluarkan New Yaris

Area General Manager PT TAM Diky Zulkarnaen (paling kanan) bersama
dengan jajaran Nasmoco Group mengenalkan New Yaris di Atrium Mal
Paragon Semarang, Kamis (22/2). 
Semarang-Belum puas dengan Yaris Heykers yang dipandang memberikan kemapanan dalam berkendara, awal tahun ini Toyota Astra Motor (TAM) mengeluarkan New Yaris yang mengedepankan semangat emotional design pada eksterior dan interior.

Kehadiran New Yaris dianggap untuk menghadang laju kompetitornya, yakni Honda Jazz di segmen hatchback. 

Area General Manager PT TAM Diky Zulkarnaen mengatakan New Yaris hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen di segmen medium hatchback, dan mewakili semangat sporty di kalangan yang berjiwa muda.

Seorang pengunjung sedang menjajal New Yaris di Atrium Mal Paragon
Semarang. 
Menurutnya, New Yaris hadir dengan top class safety yang menambahkan tujuh airbag, Vehicle Stability Control (VSC), Hill Start Assist (HSA) dan Emergency Brake Signal.

"Secara general ada beberapa point improvement, yang paling utama yaitu dari sisi desain yang lebih sporty. Kemudian mengedepankan konsep fun to drive dan kelengkapan fitur yang lebih komplit," kata Diky di sela perkenalan New Yaris di Atrium Mal Paragon, Kamis (22/2).

Sementara, Marketing Director Nasmoco Group Hartono Dinata menambahkan, sepanjang 2017 kemarin Yaris berada di peringkat kedua dengan penjualan sebanyak 10.750 unit dibanding Jazz yang membukukan 16.100 unit. Hal itu berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Menurutnya, angka penjualan Yaris pada 2017 kemarin mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya. Pada periode Januari-Oktober 2016, tercatat penjualan Yaris mencapai 13.005 unit. Sedangkan untuk wilayah Jateng-DIY, penjualan Yaris menyumbang 3,7 persen dari total penjualan.

Penampakan New Yaris saat dipamerkan di Mal Paragon
Semarang. 
"Kontribusi Yaris saat ini 3,7 persen dari total penjualan se-Jateng-DIY. Ya sekarang total penjualan Yaris kurang lebih 1.200 sampai 1.300 unit sampai Januari kemarin," kata Hartono.

Lebih lanjut Hartono menjelaskan, dengan kehadiran produk terbaru ini diharapkan bisa mencatat penjualan di angka seribuan unit per bulan. (K-08)

Sudirman: Keinginan Saya Bisa Menang Mutlak di Tanah Kelahiran

Cagub Sudirman Said mengajak ngobrol seorang tukang becak yang
sedang menunggu penumpang di pasar tradisional di Brebes. Foto:
ISTIMEWA
Brebes-Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said menemui ratusan warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Desa Slatri merupakan tanah kelahiran dari mantan menteri ESDM era Presiden Joko Widodo tersebut.

Sudirman Said mengatakan Brebes secara umum dan Desa Slatri memberinya kenangan manis di masa kecil, karena ia hidup di lahan pertanian dan ladang bawang merah.

Sebagai tanah kelahirannya, Sudirman berharap bisa menang mutlak di kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018. 

Apabila terpilih nanti, ia akan memberikan prioritas pada pembangunan desa-desa di Jateng. Sebab, desa merupakan penopang dari aktivitas masyarakat perkotaan.

Namun, lanjut Sudirman, untuk perolehan suara di Brebes nanti ia tidak mematok 100 persen.

"Saya tidak sampai menargetkan di Brebes bisa menang 100 persen, yang penting menang mutlak. Ini juga sudah dibantu kawan-kawan dari relawan dan partai politik, dan saya yakin cukup siap untuk memenangkan di Brebes. Yang penting, fokus kami selama kampanye adalah bagaimana upaya kami untuk mengatasi kemiskinan, fokus di kesehatan dan pendidikan serta penyediaan lapangan pekerjaan yang cukup," kata Sudirman, Jumat (23/2).

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, dirinya yang mengaku sudah mendedikasikan sebagai gubernurnya orang miskin dan orang desa, akan memerhatikan betul pembangunan di perdesaan. Sehingga, tidak hanya desanya saja tapi juga masyarakat dan perangkat desanya akan diberikan perhatian khusus.

"Saya bersama Bu Ida ada terobosan. Kami akan membangun akademi perangkat desa sebagai salah satu jalan untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia desa," tandasnya. (K-08)

Ganjar: Atasi Banjir di Sayung Dengan Pemasangan 4 Pompa Permanen

Cagub Ganjar Pranowo sambil naik perahu karet meninjau banjir di
Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kemarin. Foto: ISTIMEWA
Demak-Kecamatan Sayung di Kabupaten Demak sampai dengan saat ini masih terendam banjir.

Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo di sela kampanyenya menyempatkan meninjau ke lokasi banjir, dan menyapa warga sekitar. 

Informasi dengan perangkat desa setempat, jelas Ganjar, jika banjir yang menggenang di Kecamatan Sayung terutama di Desa Sayung dan Desa Tambakroto, terjadi hampir setiap tahun di musim hujan. Menurut warga, banjir semakin parah karena banyak sampah yang tersangkut di bawah jembatan penghubung antardesa.

Dari hasil dialog dengan warga, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, untuk mengatasi banjir dalam waktu dekat dibutuhkan adanya pompa penyedot. Setidaknya dibutuhkan empat pompa permanen, untuk mengatasi persoalan banjir di Kecamatan Sayung. 

"Jangka pendeknya mereka minta pompa. Kurang lebih ada empat pompa. Kalau harganya antara Rp400 jutaan sampai Rp500 jutaan, berarti hampir Rp2 miliaran. Saya akan coba dengan CSR, agar ditangani lebih cepat lagi. Tapi kita juga minta masyarakat tidak buang sampah sembarangan ke sungai, biar tidak menyebabkan banjir," kata Ganjar saat meninjau banjir di Kecamatan Sayung, Kamis (22/2).

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, jika dirinya kembali memimpin Jateng akan dicarikan solusi untuk jangka panjangnya. Salah satunya menggunakan dana bina lingkungan di dalam mengatasi persoalan banjir.

"Kalau pompa air memang perlu, tapi itu jangka pendeknya. Tentu butuh solusi jangka panjang, mengingat lokasi permukiman warga berada di tanah cekungan," ujarnya.

Usai meninjau lokasi banjir, Ganjar kemudian menyerahkan 200 paket sembako untuk korban banjir dan diserahkan kepada kepala desa setempat. (K-08)