Senin, 26 Februari 2018

Angkasa Pura Bagi 375 Sembako Untuk Warga Kurang Mampu Sekitar Bandara

GM Bandara Ahmad Yani Maryanto menyerahkan paket sembako ke
sejumlah pekerja keberaihan di sekitar bandara, kemarin.
Semarang-Memeringati Hari Ulang Tahun ke-54 PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang menyalurkan 375 paket sembako untuk warga di sekitar bandara. Yakni kepada warga Kelurahan Jembawan dan Tambak Harjo, kemarin. Selain itu, pembagian sembako juga diberikan kepada petugas kebersihan bandara, petani tambak dan juga sejumlah panti asuhan.

General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang Maryanto mengatakan setiap paket sembako yang diberikan itu berisi beras gula pasir, minyak goreng, teh dan susu. Total bantuan sebesar Rp58 jutaan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan itu untuk meringankan beban dan guna memenuhi kebutuhan warga yang membutuhkan.

"Kami ingin para penerima bantuan merasakan kebahagian ini. Semoga, paket sembko bisa bermanfaat," kata Maryanto, dikutip dari rilis yang diterima Kilas9.com.

Sementara itu, selain menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, Bandara Ahmad Yani juga menggelar khitanan masal gratis bekerjasama dengan Klinik medika Utama.

Maryanto menjelaskan, rangkaian kegiatan sosial dalam program corporate social responsibility (CSR) sudah menjadi agenda rutin tahunan. Untuk tahun ini, ada 50 anak yang mengikuti program khitanan masal.

"Acara khitanan masal ini gratis untuk anak dari masyarakat kurang mampu sebagai kontribusi kami terhadap kepedulian dengan sesama. Sehingga, kegiatan yang kami lakukan sesuai dengan tema HUT, yaitu Bangga Melayani Bangsa," pungkasnya. (K-08)

Sekda: Saya Minta Semua Pihak Bisa Sikapi Kasus SMA 1 Dengan Bijak

Sri Puryono
Sekda Jawa Tengah
Semarang-Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono mengaku sudah meminta kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, untuk menangani kasus yang terjadi di SMA Negeri 1 Semarang.

Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng sudah memfasilitasi memindahkan kedua siswa tersebut ke sekolah lain. Yakni ke SMA 11 dan SMA 13. Alasannya, agar siswa itu tetap bisa melanjutkan proses belajar dan menyiapkan diri menghadapi ujian akhir sekolah.

"Saya kira pertimbangan dari kepala sekolah sudah matang, jadi kita sikapilah. Kalau ada yang kurang pas atau keliru, bisa kita koreksi. Saya berharap pihak sekolah tidak gegabah untuk hal itu. Saya sudah perintahkan kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diberi alokasi pindah sekolah ke SMA 11 dan SMA 13," kata Sri Puryono, Senin (26/2).

Lebih lanjut sekda menjelaskan, pihaknya juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi persoalan tersebut. Harapannya, kasus tidak sampai meluas dan menimbulkan opini negatif.

Ia juga meminta pihak sekolah untuk lebih bijak lagi di dalam menerapkan aturan, sehingga tidak ada siswa atau orang tua siswa merasa dibebani.

Diwartakan, dua siswa di SMA Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah mereka karena tuduhan melakukan perundungan terhadap adik kelas saat kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK). Kegiatan tersebut dilakukan, untuk proses pembibitan pengurus OSIS. (K-08)

OJK: Masyarakat Bisa Lapor ke Jika Ada Pelanggaran di Perjanjian Pembiayaan

Bambang Kiswono
Kepala Kanreg 3 OJK Jateng-DIY
Semarang-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada masyarakat, untuk lebih memahami isi dari perjanjian sebelum menandatangani perjanjian kontrak dengan perusahaan pembiayaan. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Regional (Kanreg) 3 OJK Jawa Tengah-DIY Bambang Kiswono, menanggapi maraknya aksi para pekerja dari pihak ketiga yang merugikan masyarakat karena melakukan penarikan kendaraan tidak semestinya.

Menurutnya, pemahaman terhadap isi kontrak pembiayaan penting diketahui debitur, agar mengetahui informasi yang jelas mengenai klausul kesepakatan dalam perjanjian pembiayaan. 

"Kalau dalam perjalanannya ternyata ada tunggakan pembayaran, mestinya harus sesuai penagihannya. Yang menagih itu harus punya sertifikat selaku penagih, jadi gak boleh sembarangan," kata Bambang, kemarin.

Namun demikian, jelas Bambang, apabila masyarakat menjadi korban atau mendapat perlakuan kurang baik dari pegawai fidusia, bisa melaporkan ke pihak OJK.

"Kalau misal ada yang tidak sesuai ketentuan bisa diinfomasikan ke kami. Karena kan seharusnya penarikan agunan itu sesuai ketentuan," ujarnya. 


Diketahui, berdasarkan Peraturan OJK tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan, telah diatur mekanisme kerja sama antara perusahaan pembiayaa dengan pihak lain untuk melakukan fungsi penagihan kepada debitur. (K-08)

BI: Masyarakat Tahunya Uang Elektronik Cuma Buat Bayar Tol Saja

Beragam kartu uang elektronik yang dikeluarkan perbankan, ternyata
belum banyak dimanfaatkan masyarakat untuk bertransaksi. 
Semarang-Uang elektronik merupakan instrumen pembayaran elektronik menggunakan kartu, dan nilai uangnya tersimpan di media kartu tersebut. Untuk bisa menggunakan uang elektronik, maka penggunanya harus menyetorkan sejumlah uang kepada bank penerbit.

Namun, belakangan ini uang elektronik hanya dikenal masyarakat sebagai pembayaran di gerbang tol saja. Padahal, uang elektronik bisa digunakan untuk pembayaran di pusat perbelanjaan atau pembayaran transaksi lainnya.

Asisten Direktur Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Bank Indonesia Jawa Tengah Novita Wulandari mengatakan hasil survei yang dilakukan pihaknya, uang elektronik paling laku dipakai masyarakat untuk bertransaksi di gerbang tol. Sedangkan untuk pembayaran transaksi lainnya, masyarakat masih mengandalkan menggunakan uang kartal.

Menurutnya, masyarakat masih belum teredukasi dengan manfaat dari uang elektronik tersebut. Sehingga, para perbankan diharapkan bisa terus aktif melakukan sosialisasi manfaat uang elektronik kepada masyarakat.

"Selama ini masyarakat belum banyak mengenal mengenai manfaat dari uang elektronik, bagaimana cara mendapatkannya atau bagaimana cara melakukan top up. Berdasarkan survei kami, masyarakat masih mengalami kesulitan dalam kedua hal itu. Selama ini masyarakat tahunya hanya uang elektronik itu untuk bayar tol saja," kata Novita, kemarin.

Lebih lanjut Novita berharap kepada masyarakat, agar bisa menjadikan uang elektronik sebagai alat pembayaran yang inovatif dan praktis. Sehingga, mampu memercepat pembayaran kegiatan ekonomi yang sifatnya masal. (K-08)

Pilgub Jateng, PSI Tak Condong ke Paslon Tertentu

Semarang-Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah diikuti dua pasangan calon (paslon), yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Keduanya sudah saling mengumpulkan kekuatan dan menggalang dukungan ke sejumlah pihak.

Namun, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai baru tidak akan ikut arus di kompetisi Pilgub Jateng. Hal itu ditegaskan Ketua Umum PSI Grace Natalie, saat kunjungan kerja ke Kota Semarang, Sabtu (24/2).

Menurut Grace, ia sudah meminta kepada pengurus PSI di Jateng tidak condong ke salah satu paslon. Sehingga, tudingan partainya mendukung salah satu paslon adalah tidak benar.

"Kami sedang fokus di Pemilu 2019, pencalegan. Karena, di situ adalah pertarungan kami yang sesungguhnya. Kami hanya minta temen-temen fokus pada Pileg 2019, kan di situ pertarungan kita sesungguhnya di mana kita menjadi pesertanya. Jadi, fokuskan ke situ saja karena pengalaman kita belum banyak," kata Grace, kemarin.

Lebih lanjut Grace menjelaskan, di dalam menentukan sikap dukungan kepada salah satu paslon, partainya menganut sistem buttom up. Yakni, tergantung pada kesiapan dari kader masing-masing di daerah.

"Kalau di Jabar temen-temen measa mampu dan mendukung salah satu paslon, silakan saja. Yang terpenting, fokus kami ada di Pileg 2019," ujarnya.

Sampai dengan saat ini, pihaknya masih mengadakan seleksi calon anggota legislatif untuk mengisi kantong di daerah pemilihan (Dapil) di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk level DPR RI, pihaknya akan menyiapkan 575 nama dan 800-an orang untuk mengisi di DPRD provinsi dan kabupaten/kota. (K-08)

KPU Ingatkan Paslon Utamakan Kampanye Visi Misi dan Program Kerja

Semarang-Waktu kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah sudah dimulai pada 15 Februari 2018 kemarin, dan masing-masing pasangan calon (paslon) serta tim suksesnya terus bergerilya menggalang dukungan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Joko Purnomo mengatakan selama penyelenggaraan kampanye, ia mengingatkan kepada para paslon dan tim suksesnya agar memerhatikan substansi kampanye. Sehingga, masyarakat sebagai pemilih bisa mengetahui visi misi dan program-program kerja dari para calon.

Menurutnya, kampanye yang efektif memang dengan model-model dialogis dan mendatangi komunitas masyarakat setempat. Sehingga, kelompok masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan calon yang akan dipilih nanti.

"Terhadap substansi kampanye perlu diperhatika, supaya apa, supaya kampanye tidak sekadar formalitas. Sehingga, masyarakat menerimanya kabur-kabur saja. Kemudian, hal lain yang harus diperhatikan adalah masih banyak kampanye yang melanggar ketentuan. Pelanggarannya seperti apa, macamnya banyak," kata Joko, kemarin.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, kegiatan kampanye juga harus dilakukan dalam konteks pendidikan politik kepada masyarakat. Idealnya, masyarakat semakin paham dengan pesta demokrasi melalui pendidikan politik yang dibangun para paslon dan tim suksesnya.

"Kampanye itu dilakukan dalam rangka menyampaikan visi misi program. Jangan sampai kegiatan kampanye merusak norma kehidupan," pungkasnya. (K-08)