Rabu, 28 Februari 2018

Dianggap Zero Accident, Bandara Ahmad Yani Raih SMK3 Dari Kemenaker

GM Bandara Ahmad Yani Semarang Maryanto (tiga dari kiri) menunjuk
kan sertifikat SMK3 yang baru saja diterima dari Kementerian Tenaga
Kerja. 
Semarang-Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menganugerasi Bandara Ahmad Yani Semarang sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan kategori bendera emas, dan menjadikan bandara pertama di Indonesia yang meraih sertifikat bendera emas lanjutan.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose mengatakan raihan ini merupakan satu capaian yang luar biasa untuk Angkasa Pura I, karena untuk kali pertama bandara di Indonesia menerima sertifikasi tersebut.

Menurutnya, sertifikat SMK3 yang berhasil diraih Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan komitmen program strategis dari PT Angkasa Pura I pada pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam menjalankan bisnis kebandarudaraan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.

Wendo menjelaskan, penerapan SMK3 merupakan komitmen setiap perusahaan untuk meminimalkan risiko dan mengurangi tingkat kecelakaan kerja. Di samping itu juga, untuk meningkatkan produktivitas perusahaan sesuai dengan tuntutan dan pesaingan bisnis global.

"Penerapan SMK3 ini memberikan gambaran tentang langkah-langkah dan hal-hal yang diperlukan dalam membuat perencanaan pelaksanaan SMK3 mulai dari perencanaan awal, proses pelaksanaan sampai dengan kegiatan yang akan dilakukan dalam pemantauan dan peninjauan kembali sistem yang telah dilaksanakan. Angkasa Pura I saat ini punya satu komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa," kata Wendo di sela penyerahan setifikat SMK3 kepada General Manager Bandara Ahmad Yani Maryanto di Crowne Plaza Hotel, Rabu (28/2).

Lebih lanjut Wendo menjelaskan, melalui SMK3 berisi pedoman pelaksanaan manajemen keselamatan dn kesehatan kerja. Penerapan tersebut perlu dilakukan, agar kenyamanan dan keamanan dan kepuasan pelanggan tetap diutamakan.

Sementara itu, Kemenaker juga memberikan sertifikat Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001:2007 kepada Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan Bandara Adi Soemarmo Solo. (K-08)

Sudirman: Pembangunan Daerah Harus Diikuti Dengan Ketaatan Warganya Bayar Pajak

Cagub Sudirman Said membubuhkan tanda tangan di deklarasi Jateng
Patuh Pajak yang diadakan Kanwil DJP Jateng I di Atrium Mal Paragon. 
Semarang-Kewajiban membayar pajak merupakan hal mutlak dari warga negara, untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan suatu bangsa. Hal itu ditegaskan Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said, di sela deklarasi Jateng Patuh Pajak yang diinisiasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I, di Atrium Mal Paragon, kemarin.

Menurut Sudirman, dengan deklarasi Jateng Patuh Pajak ini diharapkan bisa membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menyampaikan surat pemberitahuan pajak tahunan (SPT). Sehingga, untuk kemudian mengajak membayar pajak semakin mudah.

Mantan menteri ESDM itu menjelaskan, kepatuhan membayar pajak layaknya orang bertepuk tangan. Karena, kedua tangan saling bertemu dan menyambut. Artinya, baik dari masyarakat maupun dari lembaga perpajakannya saling bekerjasama.

"Kami mewakili masyarakat Jawa Tengah menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Pajak yang terus memerbaiki diri dan itu akan mendorong ketaatan kita semua. Sebagai calon kepala daerah, kami sangat berkepentingan untuk membuat warga Jateng taat pajak. Karena, tidak mungkin kita membangun tanpa iuran dari masyarakat berupa pajak. Baik pjak daerah maupun pajak pusat," kata Sudirman, kemarin.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, APBN yang diterima sebesar Rp2 triliun, 90 persennya berasal dari pajak. Sehingga, kontribusi warga negara dalam pembangunan negara besar.

"Masyarakat Jateng, mari kita taat membayar pajak. Karena, pajak penopang utama dana pembangunan," pungkasnya. (K-08)

Gus Yasin: Kepatuhan Membayar Pajak Bisa Dimulai Sejak Dini

Cawagub Taj Yasin menandatangani deklarasi Jateng Patuh Pajak yang
diadakan Kanwil DJP Jateng I di Atrium Mal Paragon, kemarin. 
Semarang-Pajak yang dibayarkan masyarakat bisa menjadi sumbangan bagi pembangunan daerah, sehingga ketaatan membayar pajak pelu dibangun sejak dini. 

Menurut Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Taj Yasin, pada zaman sekarang ini generasi muda sudah banyak yang bisa menghasilkan uang sendiri. Yakni, melalui jaringan bisnis yang dibangun secara online. Sehingga, sejak usia SMA sampai perguruan tinggi telah memiliki penghasilan.

Oleh karena itu, jelas Yasin, pendidikan akan perpajakan perlu disosialisasikan sejak dini.

Ia meminta kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I maupun II, untuk bisa secara masif melakukan edukasi perpajakan kepada generasi muda. Baik di sekolah maupun di peguruan tinggi.


"Kita berharap juga kepada masyarakat akan sadar betul tentang kewajiban warga untuk membayar pajak, karena dengan kesadaan kita semua untuk membayar pajak. Tentunya pajak memermudah untuk pembangunan daerah, terutama pendidikan," kata Yasin, kemarin.

Mantan anggota DPRD Jateng itu menjelaskan, melalui kegiatan yang digelar Kanwil DJP Jateng ini diharapkan bisa mengingatkan kepada masyarakat, agar segera menyampaikan surat pemberitahuan pajak tahunan (SPT)-nya. Sehingga, upaya menggandeng para pasangan calon (paslon) yang ikut berkompetisi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng bisa menggairahkan warga segera melaporkan SPT-nya. (K-08)

Liburan Musim Semi, Rute Perjalanan ke Jepang dan Korea Paling Diminati Masyarakat Semarang

GM Garuda Indonesia Branch Office Semarang Bobby Roesyandi (dua
dari) memberikan penjelasan tentang event GATF Fase pertama 2018
di Rooms Inn Hotel, kemarin. 
Semarang-Memasuki masa liburan pertengahan tahun atau liburan semesteran, menjadi momentum paling bagus yang ditunggu masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya untuk liburan ke luar negeri. Salah satunya adalah ke Jepang dan Korea Selatan.

Menurut General Manager Garuda Indonesia Branch Office Semarang Bobby Achmad Roesyandi, selama tiga tahun terakhir ini memang perjalanan wisata ke dua negara tersebut terus mengalami peningkatan. Misalnya tujuan ke Korea Selatan, okupansinya dari Semarang selalu di atas tujuh persen. 

Bobby menjelaskan, kondisi tersebut juga dipicu dengan gaya hidup masyarakat Semarang yang menyukai perjalanan wisata di waktu liburan musim semi.

Sedangkan untuk liburan ke Jepang, lanjut Bobby, masyarakat Semarang juga mulai menyukai di saat bunga Sakura mengembang. Sebab, hal itu merupakan momentum yang paling ditunggu.

"Mungkin yang paling banyak disasar oleh masyarakat di kwartal pertama tahun ini adalah rute ke Jepang dan Korea, karena bertepatan dengan acara cherry blossom atau saat musim semi. Pada saat itu momen-momen yang benar-benar sangat memberikan keindahan," kata Bobby, Rabu (28/2).

Lebih lanjut Bobby menjelaskan, guna memberikan kemudahan bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya merencanakan liburan di pertengahan tahun, pihaknya akan menggelar Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) Fase pertama tahun ini. GATF Fase pertama akan diselenggarakan di Atrium Mal Paragon pada 2-4 Maret 2018, dan ditargetkan bisa dikunjungi kurang lebih 20 ribu orang selamaa tiga hari. 

"Kami juga targetkan transaksi bisa tercapai Rp11,1 miliar, dan memberika harga tiket kompetitif kepada masyarakat," pungkasnya. (K-08)

Pengembang Sebut Karena Sering Turun Hujan, Akibatkan Penjualan Rumah Saat Pameran Anjlok

Seorang pengunjung Mal Ciputra bertanya kepada penjaga stan rumah
tentang produk yang ditawarkan. 
Semarang-Pameran perumahan yang digelar Property Expo Semarang (PES) kedua tahun ini di Atrium Mal Ciputra sejak 15-26 Februari 2018, hanya mampu membukukan transaksi penjualan rumah sebanyak 22 unit saja. Padahal, pihak penyelenggara menargetkan mampu menjual 70 unit rumah selama pameran.

Panitia PES Juremi mengatakan dirinya mengaku terkejut, dengan perolehan penjualan rumah yang masih belum mengalami pertumbuhan di awal tahun ini. 

Menurutnya, di awal tahun memang diakuinya masyarakat masih belum terlalu memikirkan untuk membeli rumah. Namun, penurunan penjualannya tidak sampai drastis dibanding pameran sebelumnya. 

Pada pameran perumahan yang digelar di bulan sebelumnya, jelas Juremi, mampu membukukan transaksi penjualan rumah sebanyak 30 unit. Dan perolehan tersebut dianggap hampir sama dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dirinya justru menyebut, jika anjloknya penjualan rumah di pameran periode kedua itu karena faktor cuaca. Sebab, sejak digelar di hari pertama hingga menjelang penutupan, kondisi cuaca di Semarang terus turun hujan.

"Faktor cuaca yang sering hujan saat pameran, menjadi kendala masyarakat enggan datang dan melihat pameran perumahan kedua yang digelar. Akibatnya, penjualan rumah saat pameran turun dan hanya terjadi 22 transaksi. Di samping itu, faktor cuaca juga membuat developer mengalami keterlambatan dalam pembangunan rumah," kata Juremi.

Lebih lanjut Juremi menjelaskan, turunnya penjuala rumah hampir terjadi di semua segmen di Jawa Tengah. Baik rumah murah maupun rumah komersial. Namun, untuk rumah komersial masih tertolong meski tidak ada pameran.

"Biasanya, transaksi terjadi setelah adanya pameran," pungkasnya. (K-08)

Polri dan AFP Kerja Sama Cegah Kejahatan Eksploitasi Seksual Anak di Tingkat Asia Pasifik

Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kiri) memberi penjelasan
tentang kerja sama dengan APF mengenai pencegahan eksploitasi ter-
hadap anak di JCLEC, kemarin. 
Semarang-Saat ini, tren predator seksual anak-anak dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Sehingga, perlu ada upaya masif dan tindakan nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Oleh karenanya, Polri dengan Kepolisian Australia (AFP) memutuskan untuk menjalin dan meningkatkan upaya pencegahan terhadap eksploitasi anak dalam rangka mewujudkan perlindungan anak di Indonesia.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan di kawasan Asia Pasifik, kejahatan yang mendapat perhatian serius adalah eksploitasi seksual terhadap anak.

Menurutnya, kasus kekerasan ataupun eksploitasi seksual terhadap anak sangat meresahkan. Setidaknya, data yang diungkap Interpol menyebutkan, jika dalam sehari ada lima anak menjadi korban eksploitasi. Baik eksploitasi kerja maupun seksual.  

Sehingga, jelas Ari, kepolisian Indonesia dan Australia berkomitmen untuk mengatasi persoalan tersebut melalui kerja sama yang dilakukan di Jakarta Center fo Law Enforcement Cooperation (JCLEC).

"Bahwa salah satu ancaman yang paling serius terkait dengan munculnya kejahatan lintas negara di kawasan Asia Pasifik adalah masalah eksploitasi seksual terhadap anak. Baik dari lingkungan dalam jaringan online, maupun melalui tourisme seksual anak. Pihak interpol mencatat, di Indonesia ada 4,2 juta anak terlibat pekerjaan berbahaya dan berisiko tinggi," kata kabareskrim, kemarin.

Lebih lanjut kabareskrim menjelaskan, kedua negara bersepakat untuk memberikan perlindungan kepada anak dari bahaya eksploitasi. Bahkan, jika di Australia ada seseorang yang diduga atau pernah menjalani hukuman atas kasus eksploitasi seksual anak, maka kepolisian negeri Kanguru itu akan memberikan informasi kepada kepolisian Indonesia. Apabila dianggap membahayakan, maka di Australia akan dilakukan pencekalan. (K-08)