Senin, 19 Maret 2018

Undang Artis Ibu Kota Sampai Posko di Desa Jadi Modal Pemenangan Sudirman-Ida

Cagub Sudirman Said menerima penghargaan dari rektor
Unissula, usai menyampaikan kuliah umum. 
Semarang-Partai politik (parpol) pendukung dan pengusung para pasangan calon (paslon) terus bekerja keras, untuk memenangkan calonnya. Parpol pengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah juga tidak mau ketinggalan, terus menjaring dan menggalang dukungan sampai ke wilayah perdesaan.

Ketua tim pemenangan Sudirman-Ida yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wachid mengatakan, untuk bisa memenangkan pasangannya tersebut bukan perkara mudah. Sebab, pihaknya bersama parpol pengusung lainnya harus mengenalkan pasangan Sudirman-Ida kepada masyarakat.

Menurutnya, upaya sosialisasi pengenalan secara masif sampai dengan saat ini bisa dikatakan berhasil. Karena, jika melihat tingkat elektabilitas Sudirman di Juli 2017 sampai sekarang terus meningkat. Jika sebelumnya hanya 1,7 persen elektabilitasnya, sekarang sudah mencapai double digit.

Namun demikian, lanjut Wachid, upaya lain yang bisa mendongkrak perolehan suara pasangan Sudirman-Ida dengan mendatangkan juru kampanye (jurkam) tingkat nasional ditambah artis-artis nasional.

"Jurkam kami yang jelas tokoh nasional, mulai dari Pak Prabowo, Pak Zulkifli Hasan dan juga Cak Imin. Ada juga artis ibu kota yang memang merupakan kader partai, kayak Primus, Arzetti dan Jamal Mirdad," kata Abdul Wachid di Semarang.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Jateng Sukirman menambahkan, tidak hanya kehadiran jurkam nasional ditambah artis ibu kota saja, tetapi penempatan posko kemenangan di tingkat desa juga bisa memberi pengaruh positif bagi pemenangan Sudirman-Ida.

"Kami tentu saja maksimalkan posko-posko yang ada sampai ke desa-desa. Bukan hanya posko milik kami, tapi ada juga posko milik partai pendukung lain," ujarnya.

Dirinya berharap, dengan upaya maksimal yang sudah dilakukan itu, pasangan Sudirman-Ida bisa memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. (K-08) 

4 Media Online Dilaporkan ke Polda Jateng Sebarkan Berita Hoax

Cagub Ganjar Pranowo ketika berorasi di hadapan para
pendukungnya. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Ketua Relawan Dulur Ganjar, Wisnu Brata melapor ke SPKT Polda Jawa Tengah terkait adanya pemberitaan negatif atau hoax terhadap Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo, belum lama ini.

Keempat media online yang dilaporkan tersebut adalah Pantau.com, Islamedia.Faith, Warta Riau, dan Tajuk.co.id. Keempatnya dianggap menyebarkan berita hoax, yang mencoba menggiring opini bahwa Ganjar Pranowo akan dijadikan tersangka kasus korupsi KTP elektronik.

Wisnu Brata mengatakan keempat media online tersebut menulis pemberitaan, yang isinya sama persis dan mengutip pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo beberapa waktu lalu tentang akan ada penetapan tersangka dari calon kepala daerah. Padahal, faktanya hingga saat ini KPK tidak menyebut dan mengumumkan nama-nama tersangka tersebut.

Menurutnya, keempat media online tersebut menulis judul yang sama persis. Yakni "Jumat Keramat, Hari Ini KPK Tetapkan Ganjar Pranowo Sebagai Tersangka?". Tidak hanya judul yang sama persis, namun seluruh kalimat pada isi berita bahkan tanda baca juga sama.

Wisnu menyebut, meski judul diakhiri dengan tanda tanya, namun tidak mengurangi indikasi bahwa tujuan pemberitaan itu untuk menggalang opini negatif terhadap Cagub Ganjar Pranowo sekaligus membingungkan masyarakat.

"Pemberitaan di media tersebut jelas merugikan Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur. Fakta adanya judul dan isi berita yang sama persis, bahkan di bagian akhir ada typo yang juga sama mengindikasikan media-media ini digerakkan oleh pihak tertentu," kata Wisnu.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, karena tulisan di empat media tersebut adalah hoax, maka dirinya menegaskan tidak perlu melakukan konfirmasi ke kantor berita yang menyebarkannya. Namun demikian, ada indikasi awal jika media tersebut sudah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik, sehingga diperlukan penyelesaian secara pidana.

"Kami berharap, kepolisian bisa bertindak cepat dan tegas menangani aduan kami. Jika terlalu lama hoax dibiarkan, maka bisa menyesatkan masyarakat," pungkasnya. (K-08) 

Polda Jateng Ungkap Jaringan Taksi Online "Tuyul"

Kasubdit III Ditreskrimsus AKBP Teddy Fanani (dua dari kanan) saat
menyampaikan rilis pengungkapan jaringan taksi online yang meng-
gunakan aplikasi "Fake GPS" atau aplikasi tuyul. 
Semarang-Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah dan Polres Pemalang mengungkap jaringan pengemudi taksi online, yang menggunakan aplikasi order fiktif atau biasa disebut "order tuyul" di wilayah Kabupaten Pemalang. Delapan pelaku diamankan polisi, berikut mobil dan sejumlah perangkat elektronik.

Kasubdit III Ditreskrimsus AKBP Teddy Fanani mengatakan terungkapnya kasus tersebut, setelah pihaknya menerima laporan dari sebuah perusahaan penyedia aplikasi taksi online. Dalam laporan tersebut menyatakan, jika perusahaan tersebut mendeteksi sejumlah akun dari mitra pengemudinya yang mencoba mengakali orderan atau order fiktif.

Setelah berkoordinasi dengan Polres Pemalang, jelas Fanani, jajarannya mulai mengumpulkan bukti-bukti dan pelacakan ke sejumlah nomor yang diduga merupakan mitra taksi online dengan aplikasi "Fake GPS".

Menurutnya, dari hasil pelacakan dan pengembangan informasi tersebut ditangkap delapan orang, satu di antaranya berperan sebagai pengoprek aplikasi atau hackernya. Bahkan, tidak hanya menyediakan aplikasi oprekan tersebut, pelaku juga menjual handphone yang sudah berisi aplikasi oprekan kepada masyarakat bila akan bergabung menjadi pengemudi taksi online.

Sejumlah barang bukti berupa handphone berisi aplikasi oprekan disita
dari tangan para tersangka. 


"Modus yang digunakan, ketujuh orang itu berperan sebagai ghost driver. Kalau kita pelajari, mereka itu sudah terorganisir. Karena, dari identitas yang ada mereka bukan berasal dari Pemalang, melainkan dari Jakarta," kata Teddy saat gelar perkara, Senin (19/3).

Dijelaskan Fanani, jaringan tersebut diduga sudah beroperasi di banyak tempat dan dalam waktu cukup lama. Terlebih lagi, sebelum masuk ke Jawa Tengah sempat beroperasi di wilayah Yogyakarta selama dua bulan.

"Bisa jadi, masih ada banyak lagi yang seperti ini. Makanya, kita akan terus ungkap," ujarnya.

Selain mengamankan delapan tersangka, polisi juga menyita ratusan handphone yang diduga sudah berisi aplikasi oprekan dan tiga unit mobil sebagai sarana operasi. Atas perbuatan dari para tersangka, polisi mengenakan UU Nomor 9 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 378 KUHP. (K-08)

Angkasa Pura Lakukan Percepatan Pekerjaan 2 Paket Pembangunan Bandara Ahmad Yani

Sebuah pesawat mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang. 
Semarang-PT Angkasa Pura I terus melakukan percepatan pembangunan Bandara Ahmad Yani yang baru, terutama untuk paket ketiga dan keempat.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose mengatakan pihaknya sampai dengan saat ini, mengaku seluruh tahapan masih dalam koridor dan jadwal yang ditentukan.

Untuk paket ketiga, jelas Wendo, percepatan yang dilakukan pada pembangunan terminal. Terminal baru Bandara Ahmad Yani nantinya, akan memiliki luasan areal 58.652 meter persegi atau hampir sembilan kali lebih besar dibanding sebelumnya yang hanya 6.708 meter persegi.

Apabila terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang sudah selesai terbangun, maka akan menjadi terminal terapung pertama di Indonesia dan mengusung konsep eco-green airport.

Sedangkan untuk pekerjaan paket keempat yang dikerjaan bersamaan, lanjut Wendo, meliputi pembangunan gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

"Bandara Ahmad Yani kita bisa gunakan sebelum Lebaran. Jadi, sekarang kita sedang melakukan percepatan-percepatan untuk penyelesaian bandara kita di Ahmad Yani yang baru. Jadi, saat ini masih ada pengerjaan paket tiga, yaitu pembangunan terminal. Kemudian, paket empat pekerjaan infrastruktur penunjang. Misalnya gedung parkir, kargo dan sebagianya," kata Wendo di Semarang.

Lebih lanjut Wendo menjelaskan, bila paket tiga dan empat selesai sesuai jadwal, maka Bandara Ahmad Yani yang baru bisa melayani penumpang pada saat mudik Lebaran 2018. Atau, paling tidak direncanakan operasional pada bulan Mei 2018.

"Ini kami upayakan untuk memercepat dan komitmen sebelum Lebaran (bisa beroperasi)," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, proyek pengembangan Bandara Ahmad Yani bernilai Rp 2,07 triliun dan terdiri dari lima paket pekerjaan. Paket satu terdiri dari pekerjaan lahan dan jalan akses. Paket kedua terdiri dari pekerjaan apron dan taxiway.

Kemudian paket tiga terdiri dari pekerjaan pembangunan terminal, paket empat pekerjaan pembangunan bangunan penunjang dan lanskap serta paket lima terdiri dari pekerjaan water management. (K-08)

BPS Sebut Februari 2018 Nilai Ekspor Jateng Turun 5,7 Persen

Semarang-Selama periode Februari 2018, nilai ekspor Jawa Tengah mengalami penurunan sebesar 5,7 persen bila dibandingkan dengan periode Januari 2018. Penurunan tersebut merupakan tren tahunan, dan pada awal tahun memang biasanya angka ekspor selalu fluktuatif dengan ketersediaan bahan baku.

Kepala Bidang Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Sri Herawati mengatakan nilai ekspor pada Januari kemarin mencapai US$539,86 juta.

Menurutnya, sampai dengan saat inj pangsa pasar utama ekspor wilayah ini masih pada tiga negara besar. Yakni Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok.

Dirinya menjelaskan, hampir separuh dari barang ekspor Jateng yang dikirim ke Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok itu diakui ada penurunan permintaan. Sehingga, imbasnya nilai ekspor Jateng Februari kemarin mengalami penurunan.

"Untuk nilai ekspor Februari 2018 itu mencapai US$509,11 juta. Kalau dibandingkan dengan Januari kemarin turun 5,7 persen. Turunnya nilai ekspor Jawa Tengah itu karena ada penurunan nilak ekspor migas maupun nonmigas. Migas turun 1,47 persen dan nonmigas turun 5,83 persen," kata Sri di Semarang.

Lebih lanjut Sri menjelaskan, peranan ketiga negara itu memberi pengaruh besar kepada nilai ekspor Jateng. Dengan penurunan nilai ekspor Jateng pada Februari 2018 yang mencapai 5,7 persen tersebut, menyebabkan turunnya pendapatan sejumlah industri unggulan di provinsi ini. Misalnya kayu dan bahan dari kayu serta tekstil.

"Sejauh ini, tekstil dan barang tekstil, kayu dan berbagai macam barang hasil pabrik masih menjadi tiga kelompok komoditas utama dari Jateng. Ketiganya mempunyai nilai ekspor cukup tinggi, yakni 62,66 persen. Tekstil dan barang tekstil memiliki peran 43,75 persen, kemudian kayu dan barang dari kayu berkontribusi 15,61 persen, disusul barang hasil pabrik sebesar 11,86 persen," ujarnya.

Namun, lanjut Sri, meski nilai ekspor Jateng turun pada Februari 2018, tidak demikian dengan nilai impor provinsi ini. Nilai impor provinsi ini justru naik 11,89 persen, dari US$1.033,73 juta di Januari 2018 menjadi US$1.156,66 juta di Februari 2018.

Sementara, untuk negara pemasok barang impor ke Jateng terbesar adalah Tiongkok, Arab Saudi dan Nigeria. (K-08)

KPU Jateng Prioritaskan Kualitas Angka Partisipasi Pemilih di Pilgub 2018

Semarang-Sebelum hari pemungutan suara, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di masing-masing kelurahan atau desa di Jawa Tengah, akan menyebarkan surat undangan pencoblosan atau C-6 kepada pemilih. Surat undangan tersebut diberikan, agar warga bisa menggunakan hak pilihnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Joko Purnomo mengatakan melalui surat undangan atau C-6 tersebut, akan menjadi dasar dalam penghitungan angka partisipasi pemilih.

Menurutnya, jika warga pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya, maka akan dihitung sebagai partisipan. Namun, jika surat undangan atau C-6 tidak diterima pemilih harus ditarik ke KPU kabupaten/kota dengan sejumlah catatan. Misalnya alamat tidak jelas atau sedang merantau ke luar daerah dan tidak pulang ketika hari pemungutan suara.

Surat undangan yang ditarik tersebut, nantinya tidak akan dihitung dan tidak masuk dalam bilangan pembagi angka partisipasi pemilih. Sebab, pihaknya hanya akan menghitung angka partisipasi pemilih berdasarkan kualitas bukan kuantitasnya.

"Kita ingin melihat riilnya di lapangan itu seberapa besar partisipasi pemilih. Contoh di 2017 di tujuh kabupaten/kota sudah kita buktikan, dan partisipasi riil di lapangan 88,8 persen. Artinya, di luar yang secara teknis tidak bisa menggunakan hak pilih karena merantau dan sebagainya itu yang berada di tempat rata-rata mencapai 90 persen menggunakan hal pilihnya. Ada nol koma sekian tidak bisa menggunakan hak pilih karena sakit dan benar-benar tidak bisa menggunakannya," kata Joko di Semarang.

Oleh karena itu, lanjut mantan ketua KPU Wonogiri tersebut, pihaknya terus gencar meningkatkan pendidikan politik bagi calon pemilih melalui sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya, agar masyarakat bisa memahami proses pilkada.

"Sosialisasi kepada pemilih perlu diedukasi lebih terstruktur, masif dan sistematis. Tujuannya, agar pemilih lebih cerdas memilih calon pemimpin yang berkualitas," tandasnya. (K-08)