Selasa, 17 April 2018

Sudirman Sebut KUR Belum Bisa Dinikmati Pelaku Usaha Kecil

Cagub Sudirman Said menyebut jika program KUR belum bisa secara
utuh dirasakan pelaku usaha kecil. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) ternyata belum bisa dinikmati para pelaku usaha kecil, karena masih terjadi dikotomi antara pedagang besar dengan yang kecil. Pernyataan itu dikatakan Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said, ketika bertemu dengan asosiasi pedagang pasar Kota Semarang belum lama ini.

Menurut Sudirman, meskipun bunga KUR dibuat cukup terjangkau, namun nyatanya masih belum menyentuh pelaku usaha kecil di pasar.

Oleh karenanya, ia akan melakukan identifikasi dari pokok permasalahannya, agar pelaku usaha kecil tersebut bisa menikmati KURS sama dengan pedagang besar lainnya.

"KUR itu kan luar biasa, bunganya diturunkan begitu rupa tapi kenapa kok baru pada level dijadikan promosi politik, belum sampai pada pelaksanaan yang masif. Kita perlu dalami nanti, kenapa begitu. Mungkin saja mengidentifikasi sasarannya tidak tepat. Saya berhaap pada organisasi pedagang, karena mereka ini yang paling mengerti siapa anggotanya yang membutuhkan," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut mantan menteri ESDM itu menjelaskan, untuk membantu pelaku usaha kecil terutama pedagang pasar, pihaknya akan mengaplikasikan program OK OCE milik Anis-Sandi di Jakarta. Yakni dengan program Ayo Obah.

Sudirman menjelaskan, Ayo Obah akan memberikan pelatihan kewirausahaan sejenis ke seluruh kabupaten/kota di Jateng. Sehingga, akan menumbuhkan wirausaha baru di provinsi ini.

"Kami menyaksikan di mana-mana masyarakat menginginkan perubahan, menginginkan pemimpin baru," ujarnya.

Ayo obah, lanjut Sudirman, merupakan sarana melahirkan dan meningkatkan kualitas berwirausaha di Jateng. Bahkan, program lainnya juga akan disinergikan bersama Ayo Obah. Yakni program Setara, yang dikhususkan bagi perempuan di Jateng. (K-08) 

Ganjar Ucapkan Selamat Ulang Tahun Untuk Sudirman Said Lewat Akun Medsosnya

Cagub Ganjar Pranowo mengajak selfi sejumlah pendukungnya saat
mengunjungi daerah di Jateng. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Meskipun sedang bersaing dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018, namun Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo tidak lupa dengan ulang tahun koleganya, Sudirman Said.

Saat berada di Kabupaten Wonosobo, Ganjar mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sudirman lewat akun Twitter, Instagram dan Facebooknya. Ia mengunggah video ucapan dengan didampingi sejumlah tim Ganjar-Yasin di Desa Reco, Kecamatan Kertek.

Menurutnya, dengan keakraban yang dijalin ini akan membuat suasana pilgub lebih sejuk dan damai dibanding daerah lainnya.

Bersama timnya, Ganjar memberi ucapan selamat ulang tahun dan menitipkan pesan kepada Sudirman Said, agar selalu menjaga kesehatan selama pelaksanaan kampanye.

"Pak Sudirman Said, ini saya sedang bersama teman-teman tim Ganjar-Yasin di Wonosobo. Kami tahu dari banyak temen-temen media, bapak lagi berulang tahun. Saya sampaikan selamat ulang tahun, panjang umur sehat selalu dan mudah rezeki. Jaga kesehatan, pak, karena lagi musim kampanye. Mudah-mudahan bapak selalu diberikan kebahagiaan," kata Ganjar di Wonosobo.

Lebih lanjut politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, dengan aksi sederhana ini bersama koleganya, Sudirman Said, maka suasana pilgub bisa adem ayem dan berlangsung hingga 27 Juni 2018 mendatang.

Sementara itu, cuitan Ganjar di Twitter direspon akun Sudirman Said. Lewat akunnya di Twitter, Sudirman mengajak Ganjar dan Yasin memeringati hari ulang tahunnya ke-55 di sebuah angkringan di Jalan Pamularsih Semarang. Undangan makan malam tersebut akan dilangsungkan pada Kamis (19/4) malam. 

Dalam cuitan itu, Sudirman tak lupa mencolek pasangannya, Ida Fauziyah. (K-08) 

BNN Jateng Amankan 4 Kg Sabu Yang Akan Diedarkan di Wilayah Jateng-DIY

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru (kanan) menyampaikan
rilis terkait penangkapan kurir narkoba di wilayah Jateng-DIY, Selasa
(17/4).
Semarang-Tiga orang ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, karena diduga akan mengedarkan narkoba jenis sabu ke wilayah Jateng dan DIY. Petugas terpaksa menembak mati satu tersangka, sebab berusaha melawan ketika dilakukan penangkapan. Dari tangan tersangka yang ditangkap, petugas berhasil mengamankan kurang lebih empat kilogram sabu siap edar.

Kepala BNN Provinsi Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan dari tangan tersangka IM yang ditangkap di Stasiun Tawang Semarang, petugas menyita 12 bungkus plastik berisi sabu seberat kurang lebih 1,2 kilogram.

Dari hasil pemeriksaan sementara, jelas Tri Agus, tersangka IM merupakan kurir narkoba dengan upah Rp7 jutaa sekali jalan. 

Dalam setiap aksinya itu, tersangka IM dipandu seorang warga Binaan di LP Pekalongan bernama Mochi.

Lebih lanjut Tri Agus menjelaskan, di tempat terpisah pihaknya juga menangkap TY di sekitar Terminal Prembun Kebumen. Dari tangan tersangka, diamankan dua bungkus kemasan teh hijau berisi paket sabu masing-masing satu dan dua kilogram.

"Petugas bergerak setelah mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di Stasiun Tawang akan ada seorang penumpang kereta api turun dan membawa narkoba. Saat kami coba menangkapnya, tersangka akan melarikan diri dan terpaksa ditembak kakinya setelah petugas memberikan tembakan peringatan," kata Tri Agus dalam gelar perkara di kantornya, Selasa (17/4).

Tri Agus menjelaskan, sampai dengan saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran dan pengembangan dari kasus penangkapan terakhir. 

Saat ini, para tersangka ditahan di rutan BNN Provinsi Jateng untuk memertanggungjawabkan perbuatannya. (K-08) 

DJP Jateng I dan Bea Cukai Bersinergi Amankan Penerimaan Negara Dari Aktivitas Exim

Irawan
Kepala Kanwil DJP Jateng I
Semarang-Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng I Irawan bersama dengan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY bersepakat, untuk memanfaatkan data di kedua instansi tersebut untuk mengamankan penerimaan negara dari aktivitas ekspor dan impor.

Menurut Irawan, data keduanya itu diperlukan untuk menguji nilai ekspor atau impor perusahaan ada penyimpangan atau tidak. Sehingga, bila dilakukan secara bersama akan mencegah celah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan wajib pajak.

Irawan menjelaskan, dengan adanya sinergitas dari Kanwil DJP Jateng I dan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, maka kebijakan yang diterapkan pemerintah lewat APBN 2018 bisa dicapai.

"Nah, untuk di April ini SPT PPh Badan kan ada pembelian impor, ada ekspor dan pembelian bahan baku serta sebagainya. Nanti akan kita uji data dari Bea Cukai. Kalau kita lakukan secara bersama-sama, kita harapkan tidak ada celah bagi wajib pajak untuk melaporkan yang tidak sebenarnya," kata Irawan.

Lebih lanjut Irawan menjelaskan, sinergi dari kedua lembaga di bawah Kementerian Keuangan itu juga akan meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang perpajakan, kepabean dan cukai.

"Populasi importir dan eksportir di Jateng-DIY mencapai 4.500 wajib pajak. Kami berharap, target bea masuk, keluar dan cukai tahun ini bisa tercapai," ujarnya.

Sementara, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Jateng-DIY Parjiya menambahkan, sinergi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dan mengamankannya.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan penerimaan negara, karena kami sendiri di Jateng-DIY dibebani target sebesar Rp44,89 triliun. Kemudian juga kami menjamin pengamanan penerimaan negara," ujarnya.

Pajiya menjelaskan, ruang lingkup kerja sama itu meliputi joint analysis. Yakni, melakukan pertukaran informasi dan analisis bersama atas potensi penerimaan pajak, bea masuk, bea keluar dan cukai. (K-08)

Pemprov Minta Warga Jateng Ikut Jaga Iklim Kondusif Selama Pilgub 2018

Semarang-Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jawa Tengah Heru
Heru Sudjatmoko
Plt Gubernur Jateng
Sudjatmoko mengatakan saat ini, masyarakat sedang menghadapi tahun politik atau tahun pemilihan kepala daerah (pilkada). Baik pemilihan gubernur (pilgub), maupun pemilihan bupati/wali kota di Jateng.

Menurutnya, meskipun akan berbeda dalam pilihan, namun diharapkan tidak sampai menimbulkan perpecahan. Sebab, dalam pesta demokrasi berbeda pilihan adalah hal yang bisa.

Oleh karena itu, jelas Heru, masyarakat Jateng diharapkan bisa menjaga iklim kondusif di provinsi ini hingga selesai proses pilkada.

"Jawa Tengah insyaallah akan damai, walaupun dalam proses pilkada. Suasana yang kondusif yang damai penuh persaudaraan ini, juga tidak lepas dari kontribusi seluruh warga Jawa Tengah," kata Heru.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, Jateng memiliki pengalaman dalam berdemokrasi yang dianggap sudah cukup matang. Sehingga, setiap pelaksanaan pilkada tidak menimbulkan perpecahan dan mengkotak-kotakan masyarakat.

"Berbeda pilihan boleh saja dan itu wajar, yang terpenting tidak sampai menimbulkan perpecahan," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Pilgub Jateng diikuti dua pasangan calon (paslon) berdasarkan hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Paslon nomor urut Ganjar Pranowo-Taj Yasin diusung partai politik (parpol) koalisi, yaitu PDI Perjuangan, Partai Demokrat, NasDem dan PPP serta didukung Partai Golkar.

Sedang paslon nomor urut dua adalah Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Partai Gerindra, PAN, PKS dan PKB. (K-08)