Jumat, 20 April 2018

Ganjar: Saya Pinjam Bukunya Kalau Ada Cara Pengentasan Kemiskinan Secara Instan

Cagub Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan wartawan sebelum me-
masuki ruang debat kandidat I Pilgub Jateng 2018 di Hotel Patra
Semarang. 
Semarang-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo mengatakan upaya mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat atau instan. Perlu ada sistem kerja atau program yang terukur secara sistematis dan akademik, untuk bisa mengurangi angka kemiskinan di provinsi ini. Pernyataan itu dikatakan Ganjar sebelum mengikuti debat kandidat pertama yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng di Hotel Patra Semarang, Jumat (20/4).

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, bila ada pihak-pihak yang mengklaim mampu menurunkan atau mengurangi angka kemiskinan secara instan, dirinya siap menimba ilmu kepada yang bersangkutan.

Ganjar menjelaskan, di dalam mengurangi angka kemiskinan di Jateng ada beberapa poin penting yang akan dikerjakan untuk percepatan pengurangan angka kemiskinan di provinsi ini.

Percepatan yang akan dilakukan itu, jelas Ganjar, pemerataan pembangunan, pembangunan yang inklusi dan pembangunan berkelanjutan atau berkualitas. Langkah-langkah tersebut yang akan dilakukan bersama pasangannya, Taj Yasin pada masa kepemimpinan periode berikutnya. 

"Untuk memercepat pengurangan kemiskinan, ada banyak hal yang bisa dikerjakan. Ada yang bisa kita kerjakan dan sudah diukur secara sistematis dan akademis, yaitu dua hal untuk percepatan penanggulangan kemiskinan. Yaitu pendidikan dan kesehatan. Penanggulangan kemiskinan tidak bisa instan, kalau memang ada cara instan saya pinjam bukunya," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, di dalam mengurangi angka kemiskinan tidak bisa dibebankan kepada provinsi saja tetapi harus ada kerja sama dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota.

"Untuk menanggulangi kemiskinan harus kroyokan antara pusat dan daerah," pungkasnya. (K-08) 

Sudirman-Ida Siap Sejahterakan Warga Jateng

Pasangan calon Sudirman-Ida sebelum mengikuti debat kandidat I
Pilgub Jateng 2018 yang diadakan di Hotel Patra Semarang. 
Semarang-Pasangan nomor urut dua, Sudirman Said-Ida Fauziyah siap menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah. Hal itu dikatakan keduanya, sebelum mengikuti debat kandidat I Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 di Hotel Patra Semarang, Jumat (20/4) malam.

Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said mengatakan pihaknya akan meneguhkan komitmennya, di dalam menyejahterakan masyarakat Jateng. 

Menurutnya, upaya menyejahterakan masyarakat Jateng sudah dijabarkan dalam 22 janji kerja yang disusun bersama pasangannya, Ida Fauziyah serta pimpinan partai politik (parpol) pengusung.

Beberapa hal yang akan dibenahi Sudirman di dalam menyejahterakan warga Jateng di antaranya adalah sektor pendidikan, kesehatan dan kependudukan.

"Debat pertama yang diadakan KPU kan bicara soal kesejahteraan sosial. Dalam 22 janji kerja saya sudah tercakup di sana, itu kan menyentuh semua sektor strategis. Ada petani, nelayan dan buruh sampai pada kesejahteraan kaum milenial," kata Sudirman.

Sementara, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Ida Fauziyah menambahkan, ada banyak hal yang harus dibenahi untuk menyejahterakan masyarakat Jateng. Yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).

Menurutnya, perlu pembenahan agar masyarakat Jateng dari sisi kualitas dan kesejahteraan bisa meningkat.

"IPM dan IPG kita masih rendah, di bawah rata-rata nasional. Mau tidak mau, pilihannya adalah meningkatkan IPM dan IPG Jawa Tengah," ujarnya.

Oleh karena itu, baik Sudirman maupun Ida bersepakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam lima tahun mendatang. (K-08) 

Saint Gobain Group Siap Bangun Pabrik Adukan Semen di Jateng Dukung Proyek Infrastruktur Daerah

Jajaran direksi PT Cipta Mortar Utama melakukan groundbreaking
pembangunan pabrik di kawasan industri Wijayakusuma Semarang,
Jumat (20/4).
Semarang-Saint Gobain Group, produsen material kontruksi adukan semen asal Perancis melakukan ekspansi pasar ke Jawa Tengah. Melalui PT Cipta Mortal Utama, pabrikan yang bergerak di bidang adukan semen instan membangun pabrik kelima di provinsi ini. Yakni di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang.

Direktur Utama PT Cipta Mortar Utama Jose Martos mengatakan dalam mendukung proyek infrastruktur nasional maupun daerah, pihaknya siap menyediakan bahan bangunan terutama adukan semen yang inovatif dan bermutu di Jateng.

Menurut Jose, pihaknya berkomitmen untuk berkontribusi menghadirkan produk material bangunan yang menunjang produktivitas pekerjaan dan lebih ramah lingkungan. 

Jose menjelaskan, dengan banyaknya proyek infrastruktur dari pemerintah yang sedang dikerjakan, dirinya yakin jika Jateng adalah pasar potensial untuk digarap.

"Saya pikir pembangunan di Jawa Tengah, terutama di Semarang adalh lokasi yang strategis dalam infrastruktur. Kita punya pelabuhan dan sarana lainnya. Jadi kami yakin, dengan pembangunan di Semarang akan memberi kontribusi terhadap infrastruktur di Jawa Tengah," kata Jose di sela peletakan batu pertama pembangunan pabrik kelima di Jateng, Jumat (20/4).

Sementara, Direktur Nasional Mortal Utama-Weber Anton Ginting menambahkan, untuk pabrik kelima di Jateng ini dibangun di lahan seluas kurang lebih dua hektare dengan nilai investasi Rp150 miliar.

Nantinya, pabrik kelima di Jateng akan mampu memproduksi adukan semen sebanyak 180 ribu ton per tahun dan aktivitas produksi dimulai awal tahun depan.

"Sekarang dengan adanya pabrik di Jawa Tengah intensitas untuk Jawa Tengah pasti lebih banyak lagi. Pabrik kelima di Jawa Tengah ini baru akan produksi awal tahun depan dengan kapasitas produksi 180 ribu ton per tahun. Kontribusi Jateng nanti kurang lebih 20 persen dari total kapasitas produksi nasional sebesar 800 ribu ton per tahun," ujarnya.

Anton menjelaskan, untuk sementara komposisi bahan baku masih disokong dari Jawa Barat dan Jawa Timur. (K-08)

Pemprov Akan Patenkan UKM Culinary Festival Jadi Agenda Wisata Tahunan di Jateng

Asisten Administrasi Setda Jateng Budi Wibowo mengibarkan bendera
start dimulainya konvoi food truck peserta UKM Culinary Festival. 
Semarang-Agenda UKM Culinary Festival yang diadakan mulai 20-22 April 2018 di kawasan Kota Lama Semarang, akan dijadikan agenda wisata rutin tahunan di Jawa Tengah. Terlebih lagi, jika kegiatan tersebut mampu menyedot dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Asisten Adminitrasi Pemprov Jateng Setda Jateng Budi Wibowo mengatakan bila pelaksanaan UKM Culinary Festival selama tiga hari membuahkan hasil yang positif, maka pemprov akan menjadikannya sebagai kegiatan kuliner wisata tahunan. Sehingga, akan memberikan dampak bagi perekonomian di Jateng.

Menurutnya, wisata kuliner di Jateng cukup beragam dan variatif dari satu daerah dengan daerah lainnya. Sehingga, jika wisata kuliner bisa dikelola dengan baik dan menjadi daya tarik maka akan menambah pendapatan bagi daerah setempat.

"Sebenarnya ini merupakan upaya kita untuk memberdayakan para masyarakat kuliner, para UMKM supaya nanti bergerak tumbuh ke depan. Kalau nanti kita evaluasi prospektif dan menunjukkan hasil yang memadai, nanti akan kita laksanakan setiap tahun," kata Budi, kemarin.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati menambahkan, melalui UKM Culinary Festival pihaknya mencoba menghadirkan berbagai macam sajian kuliner tidak hanya di provinsi ini tetapi juga dari daerah lain di seluruh Indonesia.

Bahkan, karena mampu menghadirkan 50 food truck untuk mendukung kegiatan UKM Culinary Festival tersebut, jelas Ema, pihaknya mencatatkan agenda itu ke Museum Rekor Indonesia (MURI).

"Dicatatkan dalam rekor MURI dengan jumlah food truck terbanyak yang pernah ada," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, lanjut Ema, ditargetkan setiap hari dikunjungi 2.500 orang per harinya. (K-08)

Pascagempa, PLN Terjunkan Personel Amankan Listrik di Banjarnegara

Para personel PLN Tanggap Bencana Area Purwokerto sedang memerbaiki tiang
listrik yang nyaris roboh karena hempa yang terjadi di Banjarnegara.
Foto: ISTIMEWA
Banjarnegara-Gempa berkekuatan 4,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Banjarnegara, menyebabkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Salah satunya infrastruktur jaringan listrik. 

PLN Area Purwokerto pascagempa terjadi langsung melakukan respon cepat, untuk mengamankan jaringan listrik di wilayah Banjarnegara. 

Dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com, Manajer PLN Area Purwokerto Armunanto mengatakab pihaknya langsung menerjunkan sejumlah personel, untuk menyisir kerusakan jaringan kelistrikan. 

PLN Area Purwokerto, jelas Armunanto, sampai dengan saat ini masih siaga selama 24 jam untuk mengamankan jaringan.

Pascagempa, PLN telah menyiagakan 26 personel yang terdiri dari tim teknik rayon, tim posko jaga Kalibening, tim pelayanan teknik dan tim pemeliharaan 24 jam. Tim tersebut memfokuskan pekerjaan, untuk pengamanan sambungan rumah dan pemulihan jaringan yang masih padam. 

"Dari tinjauan tim kami, di Desa Kertosari ditemukan satu tiang miring dan kabel tegangan rendah di dua titik lepas. Akibatnya, 65 pelanggan mengalami pemadaman aliran listrik. Kami langsung terjun ke lokasi untuk bersiaga dan memerbaiki jaringan," kata Armunanto.

Sampai dengan saat ini, lanjut Armunanto, PLN berhasil mengamankan seluruh kWh meter dan kabel sambungan rumah pada bangunan yang roboh. Yakni di sejumlah dusun dan desa di Banjarnegara. 

Meskipun dari segi kerusakan aset tidak terlalu parah, lanjutnya, pemulihan aliran listrik sempat terkendala akibat keadaan tanah yang masih labil. 

"Kendalanya pada saat penyalaan sempat terganggu akibat kondisi tanah yang belum stabil. Tapi semua sudah bisa diatasi secara keseluruhan, listrik telah berhasil dipulihkan," ujarnya. 

Diwartakan sebelumnya, gempa terjadi di wilayah Banjarnegara dan sekitarnya, Rabu (18/4) kemarin. Gempa berkekuatan 4,4 SR itu, berpusat di sebelah utara Kebumen dengan kedalaman empat kilometer.

Tercatat, beberapa desa yang terdampak adalah Desa Kertosari dengan jumlah kerusakan 62 rumah dan desa Kasinoman (217 rumah). (K-08) 

Premium Langka di Jamali, Jonan: Kita Ubah Perpresnya Untuk Pertamina

Ignatius Jonan, Menteri ESDM
Ungaran-Saat ini, pemerintah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri ESDM Ignatius Jonan mengatakan revisi itu terkait dengan penugasan dari pemerintah kepada Pertamina, untuk kembali menjual Premium di wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

Menurutnya, saat ini Kementerian ESDM sudah mengajukan ke Pertamina untuk menyiapkan pasokan Premium di wilayah Jamali. Tujuannya, untuk menjaga ketersediaan Premium di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan revisi perpres tersebut, lanjut Jonan, maka penugasan Premium berlaku tidak hanya untuk luar Jamali. 

"Arahan bapak presiden oke, kita ubah menyesuaikan perpresnya, Premium juga diwajibkan di areal Jawa, Madura dan Bali supaya pasokannya tidak berkurang. Kan sebenarnya begini, harga Pertalite bedanya besar dengan Premium. Kalau bedanya sedikit, mungkin tidak masalah. Jadi ini kita sekarang wajibkan lagi untuk disalukan di seluruh Jawa, Madura dan Bali," kata Jonan di Ungaran.

Lebih lanjut mantan direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu menjelaskan, untuk bisa segera diterapkan masih membutuhkan waktu pelaksanaannya.

"Mungkin 2-4 pekan lagi Premium sudah dijual kembali di SPBU di wilayah Jamali," ujarnya.

Diketahui, penyediaan Premium dan Solar yang saat ini hanya ditugaskan pemerintah ke Pertamina saja. Yakni untuk wilayah di luar Jamali. Sedangkan Pertamina hanya menyalurkan BBM bersubsidi jenis Solar untuk kalangan pengusaha.

Kementerian ESDM sudah berkirim surat ke Pertamina, untuk memasok kembali BBM jenis Premium di wilayah Jamali. Dengan demikian, salah satu indikator terjadinya inflasi karena harga BBM sudah bisa teratasi. (K-08)

Jonan: Kita Tunggu Hasil Investigasi Soal Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Menteri ESDM Ignatius Jonan (kiri) bersama Direktur
Bisnis PLN Area Jawa Bagian Tengah Amir Rosyidin
saat berada di kompleks PLN Area Pengatur Beban di
Ungaran. 
Ungaran-Hingga saat ini, Kementerian ESDM masih menunggu hasil investigasi final yang dilakukan kepolisian setempat bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). 

Menteri ESDM Ignatius Jonan mengatakan pihaknya belum bisa mengambil tindakan, karena masih menunggu penyebab pasti terjadinya tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Sabtu (31/3).

Menurutnya, penyebab tumpahan minyak di perairan Balikpapan itu bisa karena berbagai hal. Mulai dari pipa pecah sendiri, pipa sudah tua atau adanya gangguan lain. Namun demikian, pihaknya tetap menunggu hasil akhir dari investigasi yang dilakukan instansi terkait.

Apabila hasil investigas dari kepolisian dan Kementerian LHK sudah keluar, jelas Jonan, maka akan diambil tindakan sesuai dengan penyebab pasti terjadinya kasus tumpahan minyak di perairan Balikpapan tersebut.

"Kementerian ESDM menunggu hasil investigasi final yang dilakukan kepolisia bersama Kementerian LHK. Jadi, yang mesti dicari itu penyebab sampai ada tumpahan minyak itu apa. Pasti, tumpahan minyak itu karena pipa pecah. Pipa yang di bawah laut pecah, pecahnya kenapa, lha ini yang pengen kita lihat dulu," kata Jonan di Ungaran.

Lebih lanjut mantan menteri perhubungan itu menjelaskan, pihaknya tidak ingin berasumsi yang bisa memengaruhi investigasi. Sehingga, sanksi akan diberikan kepada pihak yang bertanggungjawab setelah investigasi selesai dilakukan.

"Lha itu sampai sekarang hasil investigasinya belum ada. Kalau nanti hasil investigasi keluar, kita ambil tindakan sesuai dengan penyebabnya itu apa,"ujarnya.

Diketahui, tumpahan minyak mentah terjadi di perairan Teluk Balikpapan akhir Maret kemarin. Kebocoran itu terjadi, diduga akibat patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke kilang Balikpapan.

Pipa yang terpasang pada 1998 itu putus, dan bergeser sekira 120 meter dari posisi semula. (K-08)