Selasa, 24 April 2018

Phapros Salurkan Rp1,4 Miliar CSR Untuk UMKM Tahap I Tahun Ini

Direktur Pemasaran PT Phapros Chairani Harahap menyerahkan dana
bantuan kepada salah satu calon mitra binaan, kemarin.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang- PT Phapros, Tbk menyalurkan dana kemitraan tahap pertama tahun ini, kepada para pelaku usaha kecil di Hotel Grasia Semarang, belum lama ini. 

Dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com Direktur Pemasaran PT Phapros Chairani Harahap mengatakan program penyaluran dana kemitraan tersebut, l merupakan bentuk komitmen pihaknya untuk mengembangkan kemampuan usaha kecil bisa mandiri. Sehingga, dana yang diberikan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pemerataan pembangunan serta perluasan lapangan kerja di daerah.

Dirinya berharap, dengan program ini para mitra binaan akan memeroleh peningkatan kemampuan dalam mengembangkan pasar dan mengakses perolehan modal.

"Total dana yang dikucurkan pada tahap I/2018 ini Rp1,4 miliar dan menjaring sejumlah calon penerima dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Jadi, total mitra yang akan mendapatkan pinjaman lunak ada 23 mitra dan berasal dari berbagai macam usaha. Mulai dari industri makanan, batik dan lainnya," kata Rani.

Lebih lanjut Rani menjelaskan, sejak 1997 hingga April 2018 total dana kemitraan yang audah disalurkan mencapai lebih dari Rp28 miliar dengan 187 mitra binaan aktif.

"Kami berharap program kemitraan ini bisa terus membantu pengusaha kecil dan menengah untuk lebih mandiri secara finansial dan membantu peningkatan ekonomi daerah masing-masing," ujarnya.

Rani menyebut, dengan adanya bantuan dana kepada pelaku usaha maka bisa membantu pengusaha dalam mengendalikan keuangan usaha yang ditekuninya. Termasuk, dengan meningkatkan kesadaran akan manajemen keuangan dan risiko dalam menjalankan bisnisnya. 

"Kami senantiasa memfasilitasi eksistensi para mitra, dengan ikut serta di berbagai ajang pameran UKM. Misalnya dengan ikut Inacraft yang rutin diadakan setiap setahun sekali," tandasnya. (K-08) 

Pemprov Minta Pemkot Semarang Hidupkan Kawasan Kota Lama Lewat Agenda Rutin

Dua unit food truck sedang menggelar lapak di depan salah satu
bangunan di kawasan Kota Lama. 
Semarang-Kawasan Kota Lama Semarang terus dilakukan pembenahan dan penataan, agar semakin menarik minat wisatawan datang berkunjung.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan penataan kawasan Kota Lama Semarang, selama ini mendapat bantuan keuangan dari pusat dan provinsi. Dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) digelontorkan dana sebesar Rp156 miliar, sedangkan dari pemprov sebanyak Rp10 miliar.

Cukup melimpahnya bantuan dana untuk penataan dan perbaikan di kawasan Kota Lama Semarang, jelas sekda, harus diimbangi dengan sejumlah agenda rutin yang bisa menarik wisatawan datang berkunjung. Baik wisatawan mancanegara maupun domestik.

Para pengunjung menikmati suasana Kota Lama dengan mengunjungi
sejumlah food truck di acara UKM Culinary Festival. 


Dengan semakin banyak kunjungan wisatawan ke Kota Lama, maka perekonomian di Kota Semarang akan ikut terdorong. Terutama adalah pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Kota Lama, mulai dari pedagang kuliner hingga kerajinan.

"Saya minta kepada bu wakil wali kota, agar event-event seperti ini teus dilakukan. Jangan sampai kota lama yang sudah kita bangun, kita rehab seperti ini mati. Saya juga minta Dinas Koperasi dan UKM Jateng, agar menjadikan event-event seperti ini jadi event tahunanm kota lama sudah mendunia, dan sebentar lagi Lebaran pasti ramai dikunjungi," kata Sri Puryono di sela mengunjungi UKM Culinary Festival di Kota Lama belum lama ini.

Lebih lanjut Sri Puryono menjelaskan, Pemkot Semarang dan jajarannya harus bisa berkreasi untuk membalut sejumlah event wisata di sekitar kawasan Kota Lama. (K-08)

Kartu Tani Disebut Gagal, Sudirman Ingin Buat Kartu Jateng Mukti Sebagai Penyempurnanya

Cagub Sudirman Said usai melakukan donor darah di UTD PMI Kota
Semarang. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Kartu tani yang merupakan program dari petahana dianggap Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said sudah gagal, sehingga dirinya tidak akan meneruskan jika kelak terpilih.

Menurutnya, ia akan membuat Kartu Mukti Jateng 22 sebagai penyempurna dari kartu tani.

Mantan menteri ESDM itu menjelaskan, meskipun sama-sama berbasis kartu, namun kartu miliknya disebut akan lebih sempurna. Sebab, tidak hanya menaungi petani saja tetapi rakyat Jateng yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Dengan kartu Mukti Jateng 22 itu, jelas Sudirman, setiap warga miskin akan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah daerah. Sehingga, upaya di dalam mengentaskan kemiskinan bisa tercapai dalam periode kepemimpinannya kelak.

"Kartu ini yang akan kita berlakukan bagi 4,5 juta rakyat miskin yang akan mendapatkan bantuan berbagai macam. Baik guru swasta, guru madrasah, petani, nelayan dan ibu-ibu yang ingin berusaha. Ini akan kita kembangkan," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, kartu Mukti Jateng 22 akan menjadi jawaban dalam menyejahterakan masyarakat Jateng. Sebab, di dalam kartu tersebut ada dukungan permodalan yang bisa dimanfaatkan bagi warga untuk membuka usaha.

"Hulu dai semua masalah itu adalah kemiskinan. Jadi, fokus kerja kita ke depan adalah mengurangi kemiskinan dengan segala cara," tandasnya. (K-08)

Ganjar: Dengan Kartu Tani Kita Ajak Petani Tak Bergantung Pada Pupuk Kimia

Cagub Ganjar Pranowo bermain kuda lumping yang terbuat dari pelepah
pisang saat berkunjung ke Banyumas. Foto: ISTIMEWA 
Grobogan-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo mengajak kepada para petani di Jawa Tengah, untuk tidak banyak bergantung pada pupuk kimia. Sehingga, ia akan mendorong pergeseran pola tanam dengan pupuk organik lewat program Jateng Go Organik.

Menurutnya, dengan mengubah pola ketergantungan dari pupuk kimia itu akan membuat pertanian di Jateng bisa lebih maju.

Guna program Jateng Go Organik bisa berjalan, jelas Ganjar, setiap petani yang mau beralih akan diberi stimulan dan pelatihan secara intensif. 

Namun demikian, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, petani yang masih mengandalkan pupuk kimia tetap akan didampingi dan diperhatikan. Salah satunya melalui pendataan lewat kartu tani.

Ganjar menyebut, kartu tani akan memudahkan dan mengukur kebutuhan pupuk petani di provinsi ini yang diajukan melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Karena, di dalam kartu tani itu memuat identitas dan alokasi pupuk kimia setiap petani. 

"Justru sebenarnya dengan kartu tani itu menjamin setiap petani mendapatkan alokasi pupuknya. Problemnya adalah hari ini alokasi pupuk dari pusat itu kurang, tapi saya sudah telepon pak menteri untuk ditambah alokasi pupuknya. Sehingga, kebutuhan pupuk petani terpenuhi yang didasarkan pada RDKK," kata Ganjar di Grobogan.

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, untuk saat ini Jaten menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memberi jatah 100 persen RDKK kepada petani. Hal itu tidak lepas, karena adanya pendataan dri kartu tani di provinsi ini.

"Saat ini, dari 2,5 juta petani yang terdata, 86 persennya sudah dapat kartu tani. Sisanya nanti kita berikan satu per satu," pungkasnya. (K-08)

Sedot Wisatawan, Pemkab Kudus Tata Ulang 2 Destinasi Wisata Religi

Sekda Kudus Sudjatmiko (kanan) menyerahkan cinderamata kepada
Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Hamid Ponco Wibowo, kemarin. 
Kudus-Pemkab Kudus sudah memberi prioitas terhadap dua destinasi wisata religi di Kota Kretek itu untuk ditata ulang. Tujuannya, agar wisatawan semakin banyak yang berkunjung.

Sekda Kudus Sudjatmiko mengatakan kedua destinasi wisata religi yang ditata ulang itu adalah Masjid Menara Sunan Kudus dan Kawasan Wisata Sunan Muria. Keduanya merupakan tempat peninggalan dari Wali Songo.

Menurutnya, untuk di kompleks Masjid Menara yang saat ini dilakukan adalah penambahan fasilitas umum dan penataan lingkungan. Salah satunya dengan memasang lantai batu di sepanjang jalan menuju masjid.

Hal yang sama, jelas Sudjatmiko juga dilakukan di kompleks makam Sunan Muria. Harapannya, pengunjung yang datang tidak sekadar berziarah saja tetapi bisa menikmati kekayaan budaya di Kudus.

Oleh karena itu, lanjut Sudjatmiko, pihaknya mengapresiasi upaya dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng yang akan menggiatkan wisata religi di wiilayah Kudus. 

"Kekayaan yang paling berharga di Kabupaten Kudus adalah nilai-nilai budaya Kudus sangat luar biasa. Oleh karena itu, kegiatan yang diadakan BI untuk meningkatkan potensi wisata di Kudus dan menyatukan kultur budaya Kudus," sekda Kudus.

Lebih lanjut Sudjatmiko menjelaskan, apabila upaya menggiatkan wisata religi di Kudus bisa berhasil dan tidak hanya sekadar ritual atau ziarah saja, maka akan memberikan nilai tambah bagi wilayahnya.

"Nantinya bisa dikembangkan dan menemukan titik-titik mana saja yang sekiranya bisa dikembangkan dan memiliki nilai kultur Kudusnya lebih mendalam," pungkasnya. (K-08)