Senin, 07 Mei 2018

Kapolrestabes Ajak Masyarakat Semarang Jaga Situasi Kondusif Menjelang Pilgub Jateng 2018

Sejumlah orang memakai kaos dengan tulisan "2019 Ganti Presiden" di
Kompleks GOR Tri Lomba Juang saat pelaksanaan CFD, Minggu (6/5).
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada 27 Juni 2018 mendatang, ia mengajak masyarakat Kota Semarang bisa menjaga iklim kondusif yang sudah terbangun. Hal itu ditegaskannya, menyikapi ada sekelompok masyarakat menggunakan kaos bertulis "2019 Ganti Presiden" di arena car free day (CFD) Simpang Lima Semarang, Minggu (6/5) kemarin.

Menurutnya, tidak masalah dan tidak ada yang salah jika ada orang memakai kaos bertulis "2019 Ganti Presiden" atau kaos partai politik dan sebagainya. Sebab, CFD adalah ruang yang diberikan untuk masyarakat berolahraga. Hanya saja, arena CFD yang sebagai ruang publik itu justru digunakan sebagai tempat berunjuk rasa, kegiatan politik dan sebagainya yang berujung pada tidak aman dan tidak tertib.

Abi menjelaskan, setiap orang yang datang ke arena CFD mau mengenakan kaos apapun tidak masalah dan tidak dilarang. Karena, tujuan datang ke CFD untuk berolahraga atau refresing dan bukan untuk mengolok-olok atau persekusi.

"Situasi kamtibmas yang ada di Kota Semarang ini sudah terwujud aman, damai, tertib dan kondusif. Terutama untuk situasi menjelang pilkada di Jawa Tengah ini terus kita jaga. Mari, elemen masyarakat saya ajak untuk memelihara situasi dengan baik. Saya tidak mengharapkan ada pihak-pihak yang menginginkan Semarang ini tidak aman," kata kapolrestabes.

Lebih lanjut Abi menjelaskan, yang terpenting saat ini upaya masyarakat di dalam ikut menjaga ketertiban dan keamanan selama masa menjelang dan setelah Pilgub Jateng 2018.

Terpisah, Wali Kota Hendrar Prihadi menyatakan, sesuai dengan peraturan wali kota bahwa CFD melarang adanya kegiatan politik di lokasi ruang publik. Baik di kawasan Simpang Lima, Jalan Pahlawan dan sekitarnya.

"Di dalam perwal ketentuan CFD sudah jelas. Ini event unntuk masyarakat umum, olahraga dan happy semua. Jadi, CFD tidak boleh untuk kegiatan berpolitik," ujarnya. (K-08)

23,4 Triliun Disiapkan BI Jateng Untuk Penuhi Kebutuhan Uang Masyarakat Saat Ramadan dan Lebaran

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Hamid Ponco
Wibowo menyebutkan, pihaknya menyediakan Rp23,4 triliun pada saat
Lebaran nanti. 
Semarang-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo memerkirakan, kebutuhan uang selama Ramadan dan menyambut Lebaran tahun ini akan ada peningkatan. 

Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi sebesar 14 persen dari tahun sebelumnya. Terutama untuk penukaran uang baru.

Ponco menjelaskan, peningkatan kebutuhan penukaran uang baru pada periode Lebaran tahun ini juga berkaitan dengan adanya penambahan hari libur Lebaran dari pemerintah. Yakni, total libur Lebaran sebanyak 12 hari.

Biasanya, lanjut Ponco, tradisi masyarakat memberikan salam tempel di hari raya menjadi alasan naiknya permintaan penukaran uang baru.

"Jadi, kebutuhan uang selama Ramadan dan Lebaran kita sudah siapkan untuk Semarang saja sekitar Rp9,7 triliun. Kalau untuk Jawa Tengah ada sekitar Rp23,4 triliun. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu ada peningkatan sebenarnya. Jadi, kalau normalnya itu per bulan sekitar Rp5 triliun sampai Rp6 triliun. Tapi, sebenarnya karakteristik Jawa Tengah itu kan inflow ya," kata Ponco.

Lebih lanjut Ponco menjelaskan, pecahan uang baru yang paling dibutuhkan masyarakat adalah pecahan Rp100 ribuan, diikuti Rp50 ribuan dan paling banyak adalah pecahan Rp20 ribuan.

"Di Jateng ini tradisi memberi salam tempel kepada anggota keluarga paling muda masih dipegang sampai sekarang. Jadi, saya sudah minta perbankan untuk ikut menyiapkan uang tunai dalam jumlah cukup di mesia ATM," ujarnya.

Biasanya, lanjut Ponco, BI akan membuka pelayanan penukaran uang baru pada 14 Mei sampai 16 Juni 2018. (K-08)

Satu Garbarata Disiapkan Untuk Penerbangan Internasional Saat Lebaran Nanti

Pintu masuk ke bandara baru Bandara Ahmad Yani Semarang setelah
dipindah ke sisi barat. 
Semarang-Direktur Teknik PT Angkasa Pura I Cabang Ahmad Yani Semarang I Ketut Aryana mengatakan untuk terminal baru Bandara Ahmad Yani nanti, pihaknya sudah menyiapkan desain baru tempat naik dan turun penumpang. Yakni melalui garbarata.

Para penumpang, jelas Ketut, akan merasa lebih aman dan nyaman saat memasuki atau keluar dari pesawat dibanding terminal sebelumnya.

Untuk sementara, lanjut Ketut, jembatan garbarata yang menghubungkan antara terminal dengan pesawat itu baru satu unit yang disiapkan. Yakni, khusus untuk penumpang penerbangan internasional. Pemasangannya, baru akan dilakukan pada Juni 2018 sebelum Lebaran.

Sedangkan untuk penumpang domestik, masih harus naik tangga saat masuk atau keluar dari pesawat dan berjalan kaki di apron. 

"Garbarata sementara ini untuk di Juni nanti sebelum Lebaran kita sediakan satu unit dulu, khusus yang penerbangan internasional. Target dua unit garbarata lagi di bulan Agustus sudah bisa terpasang. Jadi, tidak terlalu lama," kata Ketut.

Lebih lanjut Ketut menjelaskan, direncanakan di terminal Bandara Ahmad Yani akan ada lima garbarata yang disiapkan. Yang baru akan terpasang masih tiga unit garbarata dan dua sisanya dikerjakan setelah bandara hampir selesai 100 persen. 

"Harapannya, penumpang tidak perlu keluar ruangan dan naik turun pesawat tidak perlu menggunakan tangga bantuan," ujarnya.

Sementara itu, berkaitan dengan kesiapan Bandara Ahmad Yani menyambut arus mudik dan balik Lebaran tahun ini terminal penumpang sudah bisa difungsionalkan. Yakni, dengan menyiapkan perabot teknis berupa ruang pemeriksaan, check in, kelengkapan data, tata suara hingga ruang pemeriksaan kedua.

Sedangkan untuk ruang tunggu penumpang, lanjut Ketut, juga sudah disiapkan outlet untuk berjualan makanan para tenant. Apabila belum siap, maka akan dipasang booth di ruang tunggu.

"Khusus untuk ATC kalau belum siap, kita pakai tower yang lama dulu," tandasnya. (K-08)

Ida: Kami Akan Atur APBD Jateng Pro Rakyat Kecil

Cawagub Ida Fauziyah akan membuat postur APBD Jateng lebih pada
pro rakyat dan kaum perempuan. Foto:ISTIMEWA 
Semarang-Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Ida Fauziyah akan berjanji, kelak jika memimpin Jawa Tengah akan mengatur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pro kepada rakyat kecil atau pengembangan manusia. Sebab, provinsi ini memiliki sejarah dan identitas yang kaya dan harus dibangun dari bawah.

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, semua pengembangan manusia di Jateng akan menjadi fokus utama dalam bekerja. Sehingga, apa yang dibutuhkan masyarakat akan coba didorong untuk bisa dipenuhi.

Ida menjelaskan, mulai dari kalangan masyarakat miskin, kaum perempuan hingga komunitas santri juga akan mendapat porsi yang sama dan dibiayai APBD. Sehingga, postur APBD Jateng akan lebih diarahkan untuk pengembangan manusia secara keseluruhan. 

Dirinya bersama pasangannya, Sudirman Siad sudah berkomtmen untuk membentuk postur APBD yang fokus kepada masyarakat kecil. Termasuk, kepada kaum perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

"Jadi kami punya komitmen APBD yang pro pada pembangunan sumber daya manusia, perempuan dan wong cilik serta santri. Kalau kita komitmen pada APBD yang pro pada pengembangan manusia, saya kira pembangunan SDM harus kita sadari sepenuhnya bahwa yang dilakukan negara masih sebagian kecil dan yang besar sudah diambil kelompok-kelompok masyarakat," kata Ida di Semarang.

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, selain kepada kelompok perempuan, postur APBD Jateng juga menyasar kalangan santri di pondok pesantren. Sebab, pondok pesantren sudah berkontribusi terhadap pembangun. Sehingga, harus mendapat perhatian dari pemerintah.

"Saya bersama Pak Dirman berkomitmen menurunkan angka kemiskinan di Jateng menjadi enam persen," pungkasnya. (K-08)

Ganjar: Kalau Mau Tekan Kerusakan Jalan Karena Tonase Truk, Buat Perda di Tiap Daerah

Cagub Ganjar Pranowo (dua dari kiri) bersepeda didampingi para pen-
dukungnya keliling Kabupaten Cilacap, belum lama ini. Foto:ISTIMEWA 
Cilacap-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo saat kunjungan ke Cilacap di masa kampanye, mendapat curhatan dari warga sekitar. Yakni tentang kerusakan jalan di Desa Keleng.

Menurut sejumlah warga, kondisi jalan yang rusak parah tersebut mengganggu aktivitas perekonomian warga. Sehingga, pemerintah harus turun tangan untuk mengatasinya.

Ganjar mengatakan memang kerusakan jalan di Desa Keleng sudah sangat parah, dan harus segera diperbaiki. Sebab, jalan itu menghubungkan empat desa sekitar.

Oleh karena itu, perlu ada upaya perbaikan segera agar aktivitas perekonomian warga tidak terganggu.

Menurutnya, kerusakan jalan yang menjadi akses satu-satunya bagi warga desa itu disebabkan sering dilintasi truk-truk pembawa material batu. Dugaannya, muatan truk tersebut melebihi tonase.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, pemerintah daerah setempat, yaitu Pemkab Cilacap harus segera menjawab keluhan warga terkait kerusakan jalan tersebut. Sebab, jalan desa itu merupakan tanggung jawab dari Pemkab Cilacap.

"Maka truk ini harus diatur tonasenya tertentu. Harapan saya diatur pemerintah daerah setempat menggunakan perda tentang batasan tonase, sehingga jalannya akan awet," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, apabila kerusakan jalan dinilai parah dan Pemkab Cilacap tidak mampu memerbaiki karena keterbatasan anggaran, maka bisa mengusulkan ke Pemprov Jateng untuk meminta bantuan. 

Namun untuk jangka panjangnya, jelas Ganjar, setiap pemerintah daerah perlu mengatur tonase kendaraan yang melintas di jalan kabupaten. Sehingga, kondisi jalan tetap awet. (K-08)