Selasa, 22 Mei 2018

KPU Jateng Akan Siapkan Tema Untuk Debat Ketiga

Cagub Ganjar Pranowo dan Cagub Sudirman Said berjabat tangan saat
bertemu di salah satu angkringan di Kota Semarang. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Joko Purnomo mengatakan tahap ketiga debat kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, saat ini sedang dalam tahap pematangan rumusan tema yang akan diangkat.

Menurutnya, sebagai pamungkas dari debat kandidat di Pilgub Jateng 2018 nanti para kandidat akan diberikan kesempatan untuk adu gagasan atau ide membangun provinsi ini dalam lima tahun ke depan.

Joko menjelaskan, pada dua tahapan debat kandidat sebelumnya masih ada kecenderungan saling menyerang dengan tema yang sama. Padahal, pertanyaan yang diajukan sudah berbeda.

Mantan ketua KPU Wonogiri itu menjelaskan, untuk debat ketiga pihaknya berupaya semaksimal mungkin menjaga iklim kondusif di Jateng. Bahkan, di dua debat kandidat sebelumnya berjalan dengan aman walaupun sedikit "panas" di antara para pendukung pasangan.

"Rencana debat ketiga nanti di Patra, tapi ini belum deal tempatnya. Yang pasti di Semarang. Pelaksanaannya direncanakan 21 Juni setelah curi bersama selesai persis, maka persiapannya nanti akan kita lakukan sebelumnya. Untu tema masih kita rumuskan dengan teman-teman, termasuk evaluasi dari debat sebelumnya," kata Joko di Semarang.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, di debat ketiga nanti pihaknya akan mengumpulkan tim kampanye masing-masing pasangan calon (paslon). Bahkan, untuk di debat ketiga pihaknya akan memertimbangkan menghilangkan kesempatan bagi setiap paslon memberikan closig statement. Karena, di dua debat sebelumnya closing statement selalu digunakan paslon untuk mencuri poin dari lawannya.

"Kami juga dapat masukan dari sejumlah elemen masyarakat tentang isu lingkungan hidup dan antropologi budaya belum dimasukkan. Jadi, mungkin di tema ketiga nanti akan sedikit banyak meleset dari debat sebelumnya," pungkasnya. (K-08)

Dinperindag Jateng Akan Minta 2 Distributor Utama Pasok Telur dan Daging Ayam di Pasaran

Seorang peternak mengumpulkan telur ayam sebelum dijual ke pasar.
Foto: ANTARA
Semarang-Dalam beberapa pekan ini, harga telur ayam dan daging ayam ras mengalami kenaikan harga. Bahkan, pergerakan harganya terus fluktuatif memasuki bulan puasa ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Arief Sambodo mengatakan kedua komoditas tersebut dalam dua tahun terakhir, memang diakui ada kecenderungan mengalami fluktuasi. Sebab, dalam dua tahun terakhir harganya dilepas dan tidak dikontrol.

Menurutnya, hal itu karena telur ayam dan daging ayam ras bukan masuk kategori barang bersubsidi. Sehingga, baik pemerintah pusat maupun daerah tidak mempunyai kontrol terhadap harga telur ayam dan daging ayam ras.

Arief menjelaskan, berdasarkan kondisi tersebut Kementerian Perdagangan sudah mengeluarkan Permendag Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Tujuannya, ada batas atas dan bawah untuk komoditas telur ayam dan daging ayam ras.

Nantinya, untuk menstabilkan harga telur ayam dan daging ayam ras yang sudah naik di pasaran, pihaknya akan memanggil dua distributor utama untuk membanjiri pasaran. Satu di antaranya adalah PT Japfa. 

"Kita akan undang para integrator seizin kementerian untuk membanjiri produk telur dan daging ayam. Dua integrator utama itu adalah Cheron dan Japfa diundang untuk membanjiri pasar. Karena, telur dan daging ayam ini kan tidak subsidi berbeda dengan beras, minyak goreng maupun gula pasir. Sehingga, yang diundang adalah para distributor," kata Arief.

Arief berharap, dengan kebijakan tersebut maka harga telur ayam dan daging ayam ras stabil dan terjangkau masyarakat hingga menjelang Lebaran.

"Saat ini harga telur ayam Rp22.500 per kilogram dan daging ayam Rp35 ribu per kilogram dan masih kita anggap wajar ya," tandasnya. (K-08)

Ida: Budaya Ketoprak Kita Luar Biasa dan Jadi Pelajaran Bagi Generasi Muda

Cawagub Ida Fauziyah menyapa nelayan di Kabupaten Pati
belum lama ini. Foto: ISTIMEWA 
Pati-Budaya ketoprak sampai dengan saat ini, masih diminati dan mendapat tempat di hati masyarakat. Sehingga, budaya ketoprak sangat cocok sebagai wahana di dalam pembelajaran bagi generasi muda sekarang.

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Ida Fauziyah mengatakan bahwa seni budaya leluhur yang sampai sekarang masih dipertahankan, sangat penting bagi generasi muda. Pernyataan itu dikatakannya, ketika menghadiri sedekah laut di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, belum lama ini.

Menurutnya, seni budaya ketoprak bukan kesenian sembarangan. Sebab, dari seni budaya ketoprak bisa belajar tentang nilai-nilai kearifan kepahlawanan.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menjelaskan, pemerintah daerah juga sudah seharusnya memberikan ruang kepada grup-grup ketoprak yang masih eksis untuk terus berkarya dan menghibur masyarakat.

Oleh karena itu, jelas Ida, ia mengapresiasi Pemkab Pati yang masih memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk bisa menikmati budaya ketoprak.

"Saya turut bangga, turut bahagia karena di Pati ini termasuk kabupaten yang luar biasa memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk bisa menikmati budaya yang sangat luar biasa. Budaya kita jauh luar biasa dibanding negara lain. Kalau belajar tentang kepahlawanan bisa dari cerita-cerita ketoprak," kata Ida di Pati.

Lebih lanjut, pasangan dari Sudirman Said itu menjelaskan, keberadaan grup-grup ketoprak yang masih aktif bisa menjadi bagian untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Bahkan, juga bisa mengikis budaya luar yang belum tentu baik untuk generasi muda sekarang.

"Budaya-budaya luar Indonesia sudah banyak yang masuk, tentu kita harus memertahankan budaya yang kita miliki," tandasnya. (K-08)

Ganjar: Tinggal Usaha Kita Wujudkan Kemenangan Mutlak di Pilkada

Pasangan Ganjar-Yasin sedang berdiskusi tentang strategi kampanye.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Hasil survei dari Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 12-21 Maret 2018, menempatkan pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Taj Yasin unggul daripada Sudirman Said-Ida Fauziyah dengan 72,4 persen. Sedangkan pasangan nomor urut dua, hanya mendapat 21 persen.

Menyikapi hasil survei itu, Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo mengaku akan berupa untuk menjaga dan merawat angka tersebut sampai di hari pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018.

Menurutnya, angka tersebut bisa disebut hampir mendekati kenyataan di lapangan sesuai dengan target yang dipasang para relawan dan partai politik (parpol) pengusung serta pendukung di kabupaten/kota di Jateng.

Ganjar menjelaskan, meskipun hampir mendekati akurasi dengan target di lapangan, namun tetap saja angka tersebut masih berpeluang berubah hingga hari pemungutan suara. Sehingga, tugas dirinya dan pasangannya serta seluruh kader dan relawa untuk merawat potential voters tetap berada di posisinya.

"Dari hasil survei terbaru, kita membandingkan tiga survei sebelumnya. Alhamdulillah di seluruuh kabupaten/kota pasangan Ganjar-Yasin masih menang mutlak, ya. Ya semua di atas 62 persen, maka tinggal pergerakan kita dari rata-rata target di kabupaten/kota mereka minta 70 persen. Sekarang, tinggal mereka senam untuk angka 70 persen. Ya bergeraknya 6-7 pesen untuk menambah effort yang ada," kata Ganjar di Semarang.

Lebih lanjut politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, target kemenangan yang mutlak ini sekarang menguatkan semangat dari kader dan relawan untuk bekerja. 

Menurutnya, tugas yang berat memang menjaga antara kesesuaian hasil survei dengan kondisi riil di lapangan. Sehingga, jangan sampai hasil survei justru membuat lengah dan malas bekerja.

"Mudah-mudahan semua kader dan relawan terus bekerja sampai hari pemungutan," ujarnya.

Diketahui, selain menang mutlak, survei Indikator Politik Indonesia juga menunjukkan 88,8 persen responden mengaku suka dengan sosok Ganjar Pranowo. Sedangkan 68,7 persen responden yang disurvei, mengaku suka dengan profil Sudirman Said. (K-08)

4 Ribu Paket Sembako Murah Dibagikan Untuk Warga Rejosari

TPID Jateng menggelar pasar murah di Kelurahan Rejosari, Semarang
Rejosari, Selasa (22/5).
Semarang-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah bekerjasama Badan Musyarawarah Perbankan Daerah (BMPD) menggelar pasar murah di Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Selasa (22/5). Sebanyak empat ribu paket sembako disiapkan, untuk warga kurang mampu di wilayah tersebut agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Ramadan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Hamid Ponco Wibowo mengatakan dipilihnya Kelurahan Rejosari, karena lokasinya yang berdekatan dengan dua pasar tradisional di Kota Semarang. Yaitu Pasar Gayamsari dan Relokasi Pasar Johar.

Menurutnya, paket-paket sembako yang disediakan di pasar murah itu bisa ditebus dengan harga Rp25 ribu dari harga normal sebesar Rp51 ribu.

Ponco menjelaskan, setiap paket yang dijual di pasar murah di Kelurahan Rejosari berisi 2,5 kilogram beras, satu kilogram gula pasir dan satu liter minyak goreng. Dipilihnya ketiga komoditas itu, karena memang ketiga kebutuhan pokok masyarakat tersebut paling dicari dan harganya selalu fluktuatif. Di samping itu juga merupakan kebutuhan utama dari masyarakat.

Untuk saat ini, jelas Ponco, Kota Semarang dan Kelurahan Rejosari adalah tempat pertama yang digelar pasar murah di wilayah Jateng. Nantinya, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di daerah lain, misalnya ke Kabupaten Demak.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari melayani salah satu
warga yang ikut mengantre pasar murah. 
"Nanti kita akan lihat di tempat-tempat lain, ya. Mungkin di daerah Demak kita aka lakukan seperti itu. Kami akan lihat daerah-daerah mana yang membutuhkan. Tentu tujuannya, biasanya menjelang hari raya keagamaan harga-harga komoditas ada kecenderungan naik. Jadi, kita ingin harga ini stabil dan kalau stabil inflasi bsa terkendali," kata Ponco.

Ponco berharap, dengan menjaga pasokan pangan dan harga yang stabil selama Ramadan hingga Lebaran tidak terjadi gejolak di masyarakat. Karena, di dua bulan pertama tahun ini laju inflasi masih terkendali.

"Harapannya di triwulan dua ini, kalau toh inflasi tidak terlalu besar," tandasnya. (K-08)