Kamis, 24 Mei 2018

Sekda Jateng Optimistis Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Bisa Operasional 2 Juni

Sekda Jateng Sri Puryono didampingi manajemen PT Angkasa Pura I
Bandara Ahmad Yani Semarang meninjau terminal baru yang akan di-
operasionalkan pada 2 Juni nanti. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Operasional terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang yang dijadwalkan pada 2 Juni 2018 bakal terealisasi. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono, ketika meninjau terminal baru, Rabu (24/5) sore kemarin.

Menurutnya, pembanguan terminal baru Bandara Ahmad Yani ini akan mampu menampung 6-7 juta penumpang per tahun. 

Saat ini, jelas sekda, untuk menguji kelayakan terminal baru itu sedang dilakukan verifikasi. Tim verifikasi dari Kementerian Perhubungan, sekarang sedang turun ke lapangan melakukan pengecekan.

Dari pemeriksaan tim verifikasi itu, lanjut Sri Puryono, pihaknya juga telah diberi tahu catatan untuk perbaikan dan harus segera ditindaklanjuti.

"Saya melihat kalau itu nanti dioperasionalkan tanggal 2 Juni, insyaallah bisa. Sekarang nunggu verifikasi dan simulasinya. Kalau ini tadi saya lihat sudah semua siap, dan tinggal yang minor-minor saja perbaikan dan penyelesaiannya. Deadline tanggal 30 Mei harus sudah selesailah. Jadi, kalau tanggal 2 Juni dioperasikan bisa untuk mudik Lebaran," kata Sri Puryono.

Lebih lanjut Sri Puryono menjelaskan, apabila terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang sudah beroperasi maka akan siap untuk menyambut pemudik yang menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Bahkan, di terminal baru itu nantinya akan dilengkapi piranti check-in elektronik.

"Saya berharap, dengan keberadaa terminal baru masyarakat bisa menikmati dengan lebih aman dan nyaman," pungkasnya. (K-08)

33 Ribu Ton Beras Sudah Terserap di Masyarakat Lewat Operasi Pasar

Kepala Perum Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari menyerahkan paket
sembako murah dalam acara pasar murah yang diadakan TPID Jateng.
Semarang-Sepanjang Januari hingga pertengahan Mei 2018 ini, Perum Bulog Divre Jawa Tengah sudah menyalurkan 33 ribu beras melalui operasi pasar di sejumlah daerah se-Jateng.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari mengatakan operasi pasar yang dilakukan itu, memang bertujuan untuk mengendalikan harga beras di masyarakat.

Menurutnya, beras yang disalurkan melalui operasi pasar adalah jenis beras medium dan banyak dikonsumsi masyarakat. Sedangkan beras premium, kebanyakan dikonsumsi masyarakat menengah ke atas.

Djoni menjelaskan, target operasi pasar beras yang dilakukan sepanjang Januari hingga Mei 2018 ditujukan ke-15 pasar tradisional penyumbang inflasi terbesar dan tersebar di 35 kabupaten/kota. Di antaranya adalah Pasar Johar di Kota Semarang, Brebes dan juga Wonogiri.

Selain menggelar operasi pasar, lanjut Djoni, pihaknya juga menyiagakan dan menyebar tim khusus dengan mobil pengangkut beras ke 322 titik se-Jateng. 

"Total operasi pasar dari bulan Januari sudah 33 ribu ton yang digelontorkan sampai Mei ini. Operasi pasarnya kita lakukan di semua kabupaten/kota di Jateng," kata Djoni.

Lebih lanjut Djoni menjelaskan, pihaknya pada masa Ramadan ini akan terus memantau kebutuhan beras di masyarakat Jateng. Sehingga, di bulan puasa ini masyarakat tidak kesulitan mendapatkan beras dengan harga murah dan berkualitas.

"Intinya, kami siap mengamankan beras hingga Lebaran bagi warga Jateng," pungkasnya. (K-08)

Jasa Marga Semarang Tunggu Putusan Kementerian PUPR Terkait Penerapan Sistem Pentarifan Merata

Gerbang Tol Jatingaleh salah satu gerbang tol yang ditambah untuk
penerapan sistem pentarifan merata di jalan tol Semarang Seksi A-B-C. 
Semarang-General Manager Jasa Marga Cabang Semarang Johannes Mancelly mengatakan sistem pentarifan merata di ruas jala tol Semarang Seksi A-B-C memang akan segera diberlakukan, namun masih menunggu arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menurutnya, sistem pentarifan merata itu nantinya akan meningkatkan pelayanan transaksi kepada pengguna jalan tol. 

Johannes menjelaskan, dengan perubahan sistem pentarifan tersebut, para pengguna jalan tol yang melintas di Seksi A-B-C hanya cukup melakukan satu kali transaksi saja di gerbang masuk. Yaitu, pada saat memasuki jalan tol atau on ramp pay.

Dengan adanya sistem pentarifan merata tu, lanjut Johannes, maka tidak ada lagi transaksi pada akses keluar di gerbang tol. Bahkan, pihaknya juga harus menambah gerbang tol baru pada beberapa lokasi. Penambahan gerbang tol baru itu berada di Gerbang Tol Srondol arah Jangli, Gerbang Tol Jatingaleh arah Krapyak dan arah Jangli serta Gerbang Tol Tembalang arah Jangli.

Hanya saja, jelas Johannes, dalam penerapan sistem pemerataan dengan tarif tunggal itu masih menunggu keputusan dari Kementerian PUPR.

"Kalau penerapannya masih menunggu keputusan atau penerapan dari Kementerian PUPR. Kalau di jalur, kami sudah pasan spanduk sosialisasi. Untuk tarif juga kami menunggu penerapannya," kata Johannes.

Lebih lanjut Johannes menjelaskan, nantinya dengan penerapan tarif tunggal di jalan tol Seksi A-B-C akan mengurangi titik transaksi bagi pengguna jalan tol lintas seksi yang semula dua kali transaksi menjadi satu kali transaksi.

"Harapan kami, akan berdampak pada efisiensi waktu tempuh," tandasnya. (K-08)

Pemprov Jateng Siapkan 75 Bus Untuk Mudik Gratis

Sekda Jateng Sri Puryono berjabat tangan dengan sejumlah wakapolres
se-Jateng usai mengikuti rakor persiapan Lebaran di Gradhika Bhakti
Praja. 
Semarang-Pemprov Jawa Tengah menyediakan armada bus mudik gratis, dan juga kereta api untuk mengangkut warga Jateng yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya. 

Sekretaris Daerah Jateng Sri Puryono mengatakan rencananya, titik kumpul pemberangkatan dari Museum Purna Bhakti Pertiwi di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu 10 Juni 2018 mendatang.

Sementara, untuk mudik gratis dengan moda angkutan kereta api akan diberangkatkan pada Selasa 12 Juni 2018 dari Stasiun Pasar Senin tujuan Kutoarjo, Purwosari dan Semarang.

Menurut sekda, masyarakat Jateng yang akan memanfaatkan layanan mudik gratis dengan kereta api disediakan tiga kereta. Yakni KA Gajah Wong, Jaka Tingkir dan Menoreh.

Sri Puryono menjelaskan, bagi warga Jateng yang berada di Jakarta dan ingin mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan pemprov bisa melakukan pendaftaran mulai dari 7 Mei 2018. Pendaftaran dilakukan di Kantor Badan Penghubung Pemprov Jateng di Jakarta.

Pihak pemprov, lanjut sekda, sudah menyediakan 75 armada bus gratis dan 55 bus gratis bantuan dari Bank Jateng. 

"Layanan mudik gratis dengan moda bus, Pemprov Jateng akan menggelar mudik bersama kurang lebih sembilan ribu orang. Nanti akan diberangkatkan dari Jakarta pada 10 Juni 2018. Kita siapkan 75 bus mudik gratis sumbangan dari pemprov dan pemkab/pemkot se-Jateng. Masih ditambah lagi 55 bus mudik gratis dari Bank Jateng," kata Sri Puryono.

Lebih lanjut Sri Puryono menjelaskan, bagi warga Jateng yang berminat bisa mengisi formulir dan menyertakan dokumen pendukung, misalnya fotokopi KTP atau Kartu Keluarga. Namun demikian, program mudik gratis hanya ditujukan kepada masyarakat Jateng yang bekerja di Jakarta sebagai asisten rumah tangga, pedagang, buruh bangunan dan pabrik serta pengemudi ojek atau bajaj. (K-08)