Senin, 28 Mei 2018

Ganjar Minta Pendukungnya Tak Ikut Sebar Berita Hoax Pilkada

Cagub Ganjar Pranowo melakukan selfi di depan ribuan pendukungnya
saat menggelar kampanye terbuka. Foto: ISTIMEWA 
Sukoharjo-Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo meminta kepada para kader, simpatisan dan pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan tidak terpuji. Yakni dengan tidak menyebarkan berita hoax atau fitnah, selama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 yang bisa menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, baik pasangan maupun para pendukung boleh saling bersaing, tetapi bisa menampilkan data yang positif dan tidak menyebar berita fitnah.

Ganjar menjelaskan, untuk menetralisir berita-berita hoax, dirinya sudah menyiapkan tim khusus di dunia maya. Namun demikian, imbauan untuk tidak menggunakan ujaran kebencian atau fitnah selama pilkada tidak dianjurkan. Karena, cara-cara itu akan membelah masyarakat menjadi dua kelompok.

"Bahwa pendukung Ganjar-Yasin harus pakai martabat, pakai etika. Jangan nge-hoax, jangan fitnah dan jangan memecah belah. Agar kemudian tidak terlalu dipolitisasi apalagi pada sebuah karya seni atau statement-statement saya," kata Ganjar di Sukoharjo.

Lebih lanjut politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, berita hoax atau fitnah jangan sampai menjadi arus utama informasi yang diterima masyarakat selama pilkada. Sehingga, hoax harus diantisipasi dan diatasii agar tidak menyebar dan memengaruhi masyarakat. 

"Jika sudah percaya hoax dan tidak ada klarifikasi, maka akan berdampak negatif pada masyarakat," ujarnya.

Perlawanan berita hoax, lanjut Ganjar, harus dilakukan secara masif. Sehingga, masyarakat tidak akan mudah terprovokasi dan terpecah belah. (K-08)

Sudirman: Program Ayo Obah Ajak Warga Jateng Menuju Perubahan

Pasangan Sudirman-Ida ketika menggelar kampanye terbuka belum
lama ini. Keduanya mengklaim, Program Ayo Obah sudah menunjukkan
hasil positif. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Program Ayo Obah yang digagas pasangan nomor urut dua, Sudirman Said-Ida Fauziyah dan merupakan aplikasi dari OKE OCE Anis-Sandi saat kampanye di Jakarta mulai menunjukkan hasil postf. Program itu diklaim sudah melatih lebih dari lima ribu wirausahawan di Jawa Tengah.

Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said mengatakan Gerakan Ayo Obah sudah menjalar di separuh wilayah Jateng, dan terus menyebar ke-35 kabupaten/kota di provinsi ini.

Menurutnya, Gerakan Ayo Obah merupakan program yang dicanangkan untuk mengentaskan kemiskinan dan membuka peluang usaha bagi pemuda Jateng. Ayo Obah merupakan program pengorganisasian, partisipasi dan konsolidasi potensi usaha masyarakat, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sudirman menjelaskan, Gerakan Ayo Obah akan terus memberikan pelatihan, pendampingan dan pemanfaatan teknologi kepada wirausahawan yang mengikuti program tersebut. Program tersebut menyokong 22 janji kerjanya yang akan memberikan lima juta lapangan kerja, jika terpilih sebagai gubernur Jateng periode 2018-2023.

"Terus menggelorakan gerakan Ayo Obah. Saya kira sudah separuh dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah menyelenggarakan training bagi masyarakat. Ini terus didorong dan Insya Allah dalam waktu dekat akan ada gerakan yang lebih luas. Tujuannya kan memang menjadi solusi bagi lapangan kerja dan tentu saja bagi kemiskinan. Tapi ini akan menjadi satu payung besar bagi gerakan perubahan di Jawa Tengah. Makanya namanya Ayo Obah," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut mantan menteri ESDM itu menjelaskan, Gerakan Ayo Obah menjadi kunci mengentaskan angka kemiskinan di Jateng hingga enam persen selama lima tahun. Caranya, dengan menciptakan pengusaha-pengusaha baru di Jateng.

"Menciptakan lapangan kerja adalah cara yang paling cepat mengurangii kemiskinan. Menciptakan pengusaha, program itu di tangan orang tepat, digawangi penggerak aktivis," tandasnya. (K-08)

Jalan Alternatif di Jateng Bisa Dilalui Pemudik, Tapi Hanya di Siang Hari Saja

Hanung Triyono
Plt Kepala Dinas Bina Marga
Semarang-Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga, Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Jawa Tengah Hanung Triyono mengatakan menjelang arus mudik Lebaran ini, sejumlah ruas jalan milik provinsi dilakukan perbaikan dan peningkatan. Sehingga, pada H-10 Lebaran nanti sudah selesai atau dihentikan sementara untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang melintas.

Menurutnya, untuk memecah kemacetan dan mengurai kepadatan di jalur utama mudik sudah siap jalan provinsi sebagai jalur alternatif. Mulai dari jalur tengah maupun selatan, dengan kondisi jalan yang memadai untuk dilalui pemudik.

Hanung menjelaskan, untuk jalur alternatif lintas utama pantura dari Jabar ke Jateng dmulai dari Losari sampai perbatasan Jating di daerah Rembang-Tuban. Sedangkan jalur tengah dimulai dari Semarang, Gubug, Purwodadi sampai Blora dan mengarah ke Bojonegoro, Jatim.

Sementara lintas selatan-selatan, lanjut Hanung, mulai dari Banyumas dan Cilacap. Ruas itu menghubungkan Patimuan sampai batas Yogyakarta. 

"Untuk di jalan-jalan provinsi kan kalau Lebaran menjadi jalur alternatif. Misalnya di sejajar Pantura dari Banjarsari-Pejagan-Ketanggunan-Slawi-Pekalonan-Pemalang-Batang-Boja-Ungaran," kata Hanung.

Lebih lanjut Hanung menjelaskan, yang saat ini perlu diperhatikan adalah penambahan rambu petunjuk jalan menuju jalur alternatif. Sehingga, para pemudik yang akan mengambil jalur altenatif tidak tersesat.

"Kalau kondisi jalannya bagus, tapi memang perlu ada rambu petunjuk jalan. Kalau kami sarankan, lewat jalan alternatif saat siang hari saja, karena kalau malam minim penerangan," pungkasnya. (K-08)