Minggu, 03 Juni 2018

Pemerintah Tambah Subsidi Untuk Solar Rp1.500 per Liter

Menteri BUMN Rini Soemarno mencoba sepeda motor Satgas BBM di
TBBM Pengapon Semarang. 
Semarang-Pemerintah bakal menambah besaran subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar, dari sebelumnya Rp500 per liter menjadi Rp1.500 per liter. Sehingga, jumlah subsidi untuk Solar menjadi Rp2 ribu per liter.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan penambahan subsidi untuk Solar itu, setelah melihat perkembangan harga Indonesian Crude Price (IPC).

Menurutnya, pemerintah telah menetapkan kenaikan subsidi untuk Solar melalui kesepakatan rapat antara Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan yang juga melibatkan Pertamina.

Rini menjelaskan, tambahan subsidi dari pemerintah akan dibayarkan kepada Pertamina, setelah realisasi penyaluran sepanjang 2018 selesai. Dengan penetapan kenaikan subsidi itu, maka anggaran subsidi untuk Solar naik Rp9,3 triliun menjadi Rp32,46 triliun.

"Dan pada dasarnya kalau Premium harganya tetap sama, yang kita tingkatkan karena jauh kalkulasinya adalah Solar. Maka ada tambahan subsidi untuk Solar. Kalau dulu Solar disubsidi Rp500 per liter sekarang disubsidi Rp1.500 per liter, jadi sekarang Rp2 ribu per liter. Ini dengan APBN yang sekarang itu bisa dilakukan dengan rambu-rambu yang sudah diundangkan dari APBN 2018," kata Rini di Semarang.

Lebih lanjut Rini menjelaskan, dengan anggaran subsidi yang ditetapkan itu dipastikan tidak membebani APBN 2018. Sementara, untuk kuota Solar 2018 ditetapkan sebanyak 16,23 juta Kilo Liter (KL).

Sementara, Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, angka besaran subsidi sebesar Rp2 ribu per liter sudah dihitung bersama pemerintah.

"Kalau untuk Solar cukup. Kita sudah hitung bersama pemerintah angkanya," ujarnya. (K-08)

Siap Operasional 6 Juni, Angkasa Pura Gelar Simulasi di Bandara Ahmad Yani

Angkasa Pura I menggelar simulasi layaknya terminal baru Bandara
Ahmad Yani Semarang sudah beroperasi penuh. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Angkasa Pura I memastikan, pada 6 Juni 2018 terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang sudah siap operasional dan melayani penerbangan perdana.

Guna memaksimalkan kerja dan kesiapan para pekerja di bandara serta prasarana pendukung, Angkasa Pura I menggelar simulasi layaknya bandara sudah operasional, Minggu (3/6).

Direktur Operasi Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose mengatakan dalam rangka pengoperasional terminal baru di Bandara Ahmad Yani pada 6 Juni nanti, pihaknya menggelar simulasi layaknya bandara sedang beroperasi normal.

Sebagian besar petugas di Bandara Ahmad Yani, jelas Wendo, terlibat dalam simulasi tersebut. Mulai dari petugas parkir, aviation security, customer service, ground handling, duta bandara dan lain sebagainya.

Menurutnya, selain petugas yang bekerja sehari-hari juga diberikan simulasi yang melibatkan 100 karyawan Angkasa Pura I sebagai penimbul situasi dan berperan layaknya penumpang.

Menurutnya, masing-masing petugas sudah bisa menjalankan perannya di terminal yang baru.

"Simulasi ini kita bertujuan untuk memastikan bahwa mulai dari pelayanan SDM dan prasarana berfungsi dengan baik. Kemudian juga kita simulasikan bagaimana operasional check in biar siap. Kita pastikan seluruh kru yang ada di bandara sudah familiar dengan terminal yang baru," kata Wendo di Semarang.

Lebih lanjut Wendo menjelaskan, pada hari H operasional nanti, penerbangan perdana adalah Garuda Indonesia tujuan Jakarta pada jam 6 pagi. Dan nantinya berturut-turut sesuai jadwal biasanya.

Sementara, Penjabat sementara General Manager Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Indah Preastuty menambahkan, selain untuk melihat kesiapan petuga bandara juga untuk mencoba semua peralatan berjalan normal.

"Kita coba semua sesuai prosedur sebagaimana ketika bandara sudah beroperasi penuh," ujarnya. (K-08)

Belum Maksimal, Bandara Diminta Bisa Atur Volume Kendaraan di Gedung Parkir

Seorang petugas memerhatikan landasan pacu Bandara Ahmad Yani
yang dilengkapi dengan garbarata. 
Semarang-Kepala Satuan Kerja Proyek Bandara Ahmad Yani Tony Alam mengatakan sampai dengan saat ini, pembangunan terminal baru sudah mencapai 95 persen dan siap dioperasikan sebelum Lebaran. 

Sementara, jelas Tony, untuk gedung-gedung penunjang lainnya masih dalam tahap pembangunan dan belum rampung. Satu di antaranya adalah pembangunan gedung parkir.

Menurutnya, pembangunan gedung parkir sudah mencapai 23 persen lebih dan baru mencapai lantai dua.

Rencananya, jelas Tony, gedung parkir memiliki luas 43.633 meter persegi dan lebih dari dari tempat parkir bandara lama. Yakni hanya 8.805 meter persegi.

Bila gedung parkir yang baru sudah selesai terbangun, lanjut Tony, maka bisa menampung dua ribu kendaraan, baik sepeda motor ataupun mobil serta bus.  

Hanya saja, jelas Tony, karena belum selesai 100 persen maka pihak bandara harus melakukan pengaturan lalu lintas keluar maupun masuk kendaraan.

"Cuma nanti perlu ada pengaturan lalu lintas dari operasi cabang untuk kendaraan masuk dan keluar ke gedung yang baru. Karena memang saat in masih ada pengerjaan fisik dan harus diatur, sehingga tidak terjadi kemacetan pada saat operasi bandara. Saat ini masih terus dikebut karena untuk menampung semua kendaraan," kata Tony.

Lebih lanjut Tony menjelaskan, setelah masa arus mudik selesai maka pembangunan gedung parkir akan dilanjutkan kembali. Yakni pembangunan pengecoran di lantai ketiga.

Diwartakan sebelumnya, untuk menyambut arus mudik Lebaran tahun ini terminal baru Bandara Ahmad Yani sudah bisa dioperasikan.

Terminal baru yang didesain bisa menampung tujuh juta penumpang per tahunnya itu, setiap hari rerata mampu melayani 19 ribu penumpang. (K-08)