Rabu, 06 Juni 2018

Polda Jateng Siagakan 4 Ambulan Motor di Jalur Mudik

Sejumlah anggota Bid Dokkes Polda Jateng melihat ambulan motor
yang akan dipakai untuk pertebalan pasukan di jalur mudik. 
Semarang-Untuk kali pertama, Bid Dokkes Polda Jawa Tengah menyiagakan empat sepeda motor ambulan di titik-titik jalur mudik tahun ini. Sepeda motor ambulan itu disiagakan, sebagai pertolongan pertama bagi pemudik yang membutuhkan.

Kasubdit Bid Dokkes Polda Jateng AKBP dr. Ratna Relawati mengatakan unit ambulan motor yang disiagakan itu, sebagai layanan kesehatan untuk bisa menembus kemacetan di jalur mudik. Terutama, jalur-jalur mudik yang diprediksi mengalami kepadatan kendaraan.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya, terutama di wilayah Brebes Timur saat Lebaran 2016 lalu, sepeda motor menjadi solusinya. Sebab, jika menggunakan mobil tidak akan mampu menembus kemacetan.

Ratna menjelaskan, setiap polres di Jateng juga sudah menyiagakan ambulan motor dengan jumlah yang bervariasi. Sehingga, pihaknya hanya memertebal di wilayah yang belum dijangkau polres terdekat.

"Jadi, sebetulnya ambulan motor yang ada di Bid Dokes ini sifatnya hanya penebala. Kalau di masing-masing polres sudah ada. Bid Dokes Polda Jateng menyiapkan empat ambulan motor, dua ditempatkan di Manyaran, dan masing-masing satu di Slawi dan Gandulan. Tujuannya tentu untuk memberikan pertolongan, karena kita antisipasi kalau macet," kata dr. Ratna, Rabu (6/6).

Lebih lanjut Ratna menjelaskan, ambulan motor akan memberikan pertolongan pertama kepada pemudik yang membutuhkan. Misalnya pertolongan yang hanya bersifat assessment, baik keluhan sakit ringan maupun tabung oksigen jika diperlukan.

"Motor ini lebih cepat menolongg korban kecelakaan atau pelayanan kesehatan lainnya," ujarnya.

Selain menyiagakan ambulan motor, lanjut Ratna, Bid Dokkes Polda Jateng juga menyiapkan mobil ambulan di setiap pospam di sepanjang jalur mudik. (K-08)

Sudirman: Kalau Saya Sudah Punya Otoritas, Gerakan Ayo Obah Tinggal Diteruskan ke Permodalan

Cagub Sudirman Said menjelaskan mengenai progres gerakan Ayo Obah
yang sudah berjalan di 35 kabupaten/kota di Jateng. 
Semarang-Pasangan calon (paslon) Sudirman Said-Ida Fauziyah mencanangkan gerakan "Ayo Obah", untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Gerakan "Ayo Obah" itu merupakan duplikasi dari "OKE OCE" milik Anies-Sandi di Jakarta.

Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said mengatakan gerakan "Ayo Obah" sudah melakukan pelatihan kewirausahaan di 573 kecamatan di seluruh Jateng secara serentak, dan tindak lanjut dari kegiatan Training of Trainers yang sudah terselenggara di 35 kabupaten/kota di provinsi ini.

Menurutnya, kegiatan pelatihan kewirausahaan ditargetkan sudah terjadi di 8.599 desa di Jateng hingga mendekati Lebaran tahun ini.

Sudirman menjelaskan, gerakan "Ayo Obah" merupakan program pengorganisasian, partisipasi dan konsolidasi potensi usaha masyarakat. Terutama, untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi sasaran dari gerakan "Ayo Obah".

Hingga saat ini, jelas mantan menteri ESDM itu, sudah ada tiga rribuan pelaku UMKM yang tergabung di gerakan "Ayo Obah".  

"Yang paling penting adalah membangkitkan minat, sudah itu dicari solusi teknisnya. Saat ini saya belum punya otoritas. Tapi nanti setelah duduk sebagai gubernur dan wagub, kita tinggal menjalankan saja karena programnya sudah terbentuk. Yang kita berikan tentu saja adalah pendampingan, permodalan, pemasaran sampai pada pembangunan pusat logistik," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut Sudirman mengajak kepada masyarakat di Jateng yang memiliki usaha atau keinginan untuk berwirausaha, bisa bergabung di gerakan "Ayo Obah". Sebab, ada manfaat yang bisa didapat dari gerakan tersebut.

"Gerakan ini Insya Allah akan membawa Jateng menuju perubahan, karena memerbaiki kondisi provinsi ini menjadi lebih baik. Ayo Obah mengajak seluruh komponen masyarakat bergerak menuju kesejahteraan bersama," pungkasnya. (K-08)

Ganjar Minta Penanganan Arus Mudik Lebaran Seperti Tahun Lalu

Cagub Ganjar Pranowo (kanan) mendengar penjelasan dari petugas
proyek di tol Batang-Semarang. Foto: ISTIMEWA 
Kendal-Meskipun sedang mengambil cuti di luar tanggungan negara karena ikut kampanye, Gubernur Jawa Tengah nonaktif Ganjar Pranowo meminta seluruh jajaran terkait untuk menangani arus mudik dan balik Lebaran tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni dengan satu komando pengarahan di tangan kakorlantas Polri, sedangkan monitoring kegiatan terpusat di Wisma Perdamaian. Pernyataan itu dikatakan Ganjar, ketika melihat jalan tol fungsional Batang-Semarang, kemarin.

Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo mengatakan masih ada beberapa upaya pembenahan di ruas tol fungsional Batang-Semarang, sebelum nanti dilewati pemudik. Di antaranya soal lampu penerangan ketika malam hari, serta penambahan rambu berupa "tolo-tolo" di sepanjang jalur tol fungsional Batang-Semarang yang dianggap sebagai titik rawan.

Menurutnya, agar pemudik aman dan nyaman selama berkendara di jalan tol fungsional Batang-Semarang perlu ada informasi untuk memacu kendaraan dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jamnya. Sebab, jalan yang dilalui belum 100 persen selesai.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, dengan berfungsinya ruas tol Batang-Semarang secara fungsional, maka diperkirakan tidak ada kemacetan di jalur Pantura. Namun, ia tetap meminta pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat, untuk selalu meningkatkan patroli di jalur-jalur mudik di Jateng.

"Kalau pengendaliannya seperti tahun lalu dalam satu komando di kakorlantas, Insya Allah beres. Jadi, tidak per daerah. Kalau pengalaman dulu yang macet sampai panjang itu kan karena pengendaliannya per daerah," kata Ganjar di Kendal.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, secara umum memang jalan tol fungsional Batang-Semarang sudah siap menyambut para pemudik dari Jakarta, Bandung dan sekitarnya yang akan ke Jateng atau menuju Jawa Timur.

"Kalau saya lihat fasilitas di tol fungsional ini sudah memadai, ya. Saya hitung ada lima rest area dan setiap 10 kilometer disediakan depo BBM," pungkasnya. (K-08)

Dinkes Jateng Siapkan 195 Posko Kesehatan di Jalur Mudik

Yulianto Prabowo
Kepala Dinkes Jawa Tengah
Semarang-Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan pada masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, pihaknya menyiapkan posko kesehatan yang disebar ke sejumlah titik.

Menurutnya, posko kesehatan yang disiapkan Dinkes Jateng sebanyak 195 titik. Posko kesehatan itu disebar di jalan-jalan yang dilalui pemudik, baik jalan tol operasional dan fungsional serta jalan reguler di jalur pantura, selatan dan tengah.

Yulianto menjelaskan, dari 195 posko kesehatan yang didirikan itu, 30 posko di antaranya berada di jalan tol operasional dan fungsional. Selain itu, posko kesehatan juga didirikan di sejumlah titik rawan kemacetan di ruas tol fungsional.

Yulianto mengimbau kepada pemudik yang melintas di Jateng, agar bisa memanfaatkan rest area yang disediakan. Baik milik Dinkes Jateng maupun instansi atau lembaga lainnya. Tujuannya, agar tidak lelah saat menempuh perjalanan jauh.

"Kita ini menyiapkan tidak hanya di jalan tol saja, tapi juga di jalan pantura, jalur tengah dan selatan. Di luar jalan tol yang sudah operasional dan fungsional, kita sudah siapkan 195 posko kesehatan di semua jalur mudik. Yang disiapkan di posko kesehatan di jalan tol fungsional sama, standarnya sama. Ada dokter, ada paramedis, mobil ambulan dan sopirny plus obat-obatan," kata Yulianto.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, selain mendirikan posko kesehatan, pihaknya juga menyiapkan 136 rumah sakit yang tersebar di jalur mudik. Baik rumah sakit swasta maupun negeri, sehingga siap melayani para pemudik. Serta, masih ditambah 154 puskesmas yang melayani rawat jalan atau unt gawat darurat (UGD). 

"Kami juga kerja sama dengan PMI di masing-masing kabupaten/kota, terkait dengan ketersediaan kantung darah," pungkasnya. (K-08)

Menhub: Bandara Bagus Servisnya Juga Harus Bagus

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencoba melewati pintu
metal detector di terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa
(5/6) petang. 
Semarang-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku bangga dan puas, ketika berkeliling di terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (5/6) petang.

Dengan dibangunnya terminal baru Bandara Ahmad Yani ini, jelas Budi Karya, maka luasannya sembilan kali lebih luas dari bandara lama. Sehingga, bila bandara lama dikatakan tidak layak melayani calon penumpang, sekarang sudah jauh dari layak.

Namun demikian, lanjut Budi Karya, meski terminal baru sudah terbangun, orang-orang yang ada di Bandara Ahmad Yani harus bisa memberikan pelayanan lebih kepada para calon penumpang. Sehingga, bandara yang berada di ibukota Jawa Tengah ini layak untuk bisa dibanggakan.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, untuk bisa meningkatkan pelayanan kepada calon penumpang secara maksimal.

"Secara umum, saya merasa puas hasil karya yang baik dan semuanya adalah hasil karya anak bangsa. Tadi dilihat flownya, arsitektunya, jenis makanannya banyak makanan dalam negeri. Lokal dan kearifan lokal. Saya bangga dengan apa yang ditampilkan. Yang harus kita perhatikan adalah rohnya berupa servis. Dengan bandara yang bagus kalau servisnya kurang itu akan tidak maksimal. Oleh karenanya saya minta Pak Faik persiapkan dengan baik," kata Budi Karya.

Lebih lanjut Budi Karya menjelaskan, nantinya dengan operasional terminal baru Bandara Ahmad Yani akan membuka potensi rute baru dari yang saat ini sudah ada. Baik rute domestik maupun internasional.

"Kalau kita letakkan gula, pasti akan banyak yang datang ke sini," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Angkasa Pura I melakukan pembangunan terminal baru di Bandara Ahmad Yani Semarang. Total investasi yang dikucurkan untuk pembangunan terminal baru dan bangunan pendukungnya, mencapai Rp2,2 triliun.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani itu akan mampu menampung tujuh juta penumpang setiap tahun, dari sebelumnya yang over kapasitas karena melayani hingga empat juta penumpang per tahun. Padahal, kapasitas terminal di bandara lama hanya mencapai 800 ribu per tahunnya. (K-08)