Selasa, 03 Juli 2018

Lewat SBMPTN, Undip Jaring 3.569 Calon Mahasiswa

Semarang-Undip pada tahun ini menerima 3.569 calon mahasiswa. Calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur SBMPTN, pada tahun ini meningkat sebesar 14 persen jika dibanding tahun sebelumnya.

Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Muhamad Zaenuri mengatakan beberapa fakultas yang ada di Undip, menjadi fakultas favorit para pendaftar. Di antaranya adalah fakultas hukum, ekonomika dan bisnis serta psikologi menjadi fakultas yang paling banyak diminati untuk kelompok bidang ilmu sosial humaniora. Sementara fakultas kedokteran, kesehatan masyarakat dan teknik sipil menjadi fakultas yang paling banyak diminati untuk kelompok bidang ilmu sain dan tehnologi.

Menurutnya, tingkat peminatan berbeda dengan tingkat keketatan persaingan masuk. Semakin kecil angka persentasenya, maka semakin ketat persaingannya.

"Contoh prodi farmasi dalam SBMPTN tahun ini peminatnya 1.788 calon dan diterima 34 orang. Jadi, persentase keketatan masuk ke prodi itu sebesar 1,95 persen. Sedangkan fakultas perikanan dan ilmu kelautan prodi perikanan tangkap, persentase keketatannya agak longgar, yakni 12 persen. Sebab, jumlah peminat 350 calon dan diterima 42 orang," kata Zaenuri dikutip dari rilis yang diterima kilas9.com.

Lebih lanjut guru besar fakultas ilmu perikanan dan kelautan itu menjelaskan, bagi yang belum beruntung diterima melalui jalur SBMPTN masih ada kesempatan masuk melalui jalur Ujian Mandiri.

"Undip masih ada kuota 30 persen dari total calon mahasiswa yang akan diterima di jalur mandiri. Silakan belajar dan bersaing melalui jalur ini," ujarnya.

Sebelumnya, Undip telah menerima 2.929 calon mahasiswa dari jalur undangan atau SNMPTN. Dari 2.929 calon mahasiswa yang dinyatakan diterima di Undip, sebanyak 2.784 sudah melakukan daftar ulang.

"Mereka yang dinyatakan diterima melalui jalur SNMPTN dan tidak melakukan daftar ulang, mungkin diterima di akademi kedinasan atau tidak sesuai dengan fakultas/prodi pilihan pertamanya," pungkas Zaenuri. (K-08)

Go-Food Dorong Mitra Jadi Industri Kuliner

Sejumlah pengunjung memenuhi stan di Go-Food Festival yang diada-
kan di Pasaraya Sri Ratu Semarang, Selasa (3/7).
Semarang-Bisnis kuliner yang dilakukan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dalam beberapa tahun terakhir ini terus menunjukkan peningkatan. Bahkan, kuliner yang disajikan kepada masyarakat juga semakin bervariasi.

Munculnya aplikasi transportasi semacam Go-Jek yang menampilkan fitur Go-Food, ternyata mampu meningkatkan produk kuliner dari UMKM. Bahkan, kuliner tradisional yang diolah mengikuti tren semakin digandrungi masyarakat.

Vice President Operation and Business Development Go-Food Brata Santoso mengatakan saat ini ada lebih dari 80 persen mitranya yang merupakan pelaku UMKM, dan masuk kategori pengusaha kecil. Namun, keberadaan para pelaku UMKM kuliner tersebut menyimpan potensi untuk tumbuh menjadi bisnis yang lebih besar. 

Menurutnya, Go-Jek hanya menyediakan aplikasi saja sedangkan soal jaringan bisnis menjadi tantangan dari mitra. Sehingga, dengan bergabung dalam Go-Food diharapkan bisa menambah jaringan penjualan dan pelanggan baru.

Salah satu yang coba difasilitasi, jelas Brata, adalah dengan pembukaan outlet di luar lokasi bisnisnya. Yakni dengan mengikuti Go-Food Festival, yang diadakan di Sri Ratu Pemuda Semarang sepanjang 2018 ini.

"Kita ingin mengajak mitra-mitra Go-Food yang 80 persen adalah UMKM, bisa mengembangkan bisnisnya. Kita tertantang bagaimana caranya Go-Jek membantu mitranya secara offline dengan membuka cabang lewat Go-Food Festival secara cuma-cuma," kata Brata, Selasa (3/7).

Sementara, Vice President Central Region Go-Jek Delly Nugraha menambahkan, banyak dari mitranya yang memulai bisnis dari dapur rumahan.

Beberapa mitra yang sudah memutuskan bergabung, jelas Delly, rerata dalam setahun sudah merasakan dampak positif dengan adanya peningkatan pendapatan. Bahkan, dari hasil survei yang dilakukan, rerata kenaikan pendapatannya mencapai 60 persen.

Sehingga, lanjut Delly, pihaknya siap berkontribusi menjadikan pelaku UMKM itu naik kelas menjadi industri kuliner provinsi atau nasional.

"Di Jateng-DIY hampir merata pertumbuhan UMKM-nya. Yogya, Solo dan Semarang itu rerata pertumbuhannya hampir sama. Sebab, peningkatan jumlah UMKM juga berbarengan dengan program pemerintah," ujarnya.

Delly berharap, Go-Food Festival secara bertahap bisa menjadi agenda tahunan dan merambah ke daerah lainnya di seluruh Indonesia. (K-08)

Jateng Fair 2018 Usung Dieng Sebagai Tema Utama

Dirut PRPP Jateng Titah Listyorini (kanan) menunjukkan beberapa
kegiatan yang mendukung Jateng Fair 2018, Selasa (3/7).
Semarang-Agenda tahunan Jateng Fair 2018 kembali digelar, dan tahun ini mengusung "Magical Dieng" sebagai tema utamanya.

Direktur PRPP Jateng Titah Listyorini mengatakan dengan mengangkat salah satu obyek pariwisata unggulan, diharapkan bisa menarik kurang lebih satu juta pengunjung. Bahkan, dengan menginspirasi keindahan yang dimiliki Dieng itu akan mampu mencatatkan transaksi sebesar Rp200 miliar selama gelaran berlangsung.

Menurutnya, untuk Jateng Fair pada tahun ini masih bercerita tentang promosi produk pariwisata dan kerajinan serta perindustrian yang ada di provinsi ini. Hanya saja, untuk hiburannya akan menampilkan sesuatu yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.  

Titah menjelaskan, Jateng Fair 2018 yang akan dibuka pada 17 Agustus 2018 mendatang itu akan dilengkapi dengan kampung kopi. Yakni, produk-produk kopi yang berada di seluruh Indonesia.

"Mulai 17 Agustus sampai dengan 9 September, selama 24 hari penyelenggaraan Jateng Fair. Kali ini temanya adalah The Magical of Dieng. Kita usung salah satu obyek wisata unggulan di Jawa Tengah, yaitu Dieng. Sedangkan kabupaten ikonnya kita usung Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo karena kedua kabupaten itu Dieng berada," kata Titah kepada wartawan, Selasa (3/7).

Lebih lanjut Titah menjelaskan, guna menambah jumlah pengunjung, terutama anak-anak, pihaknya akan mendatangkan Doraemon Show. Tokoh kartun anak dari Jepang itu akan menyajikan tontotan aktraktif, dan menyediakan souvenir menarik.

"Nant ada yang baru dan kejutan di Jateng Fair 2018. Ada Doraemon di Jateng Fair. Masyarakat bisa nonton Doraemon Show dan membeli merchant yang dijual," ujarnya.

Sementara, untuk tiket masuk ke Jateng Fair, pengunjung cukup membayar Rp20 ribu dan untuk menikmati wahana dikenakan tarif bervariasi. (K-08)

Gubernur Klaim Sistem PPDB Dengan Zonasi Lebih Baik

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) ketika berbincang dengan se-
orang pedagang buah keliling di lingkungan Pemprov Jateng. 
Semarang-Tahun ini merupakan tahun kedua dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online, dan tahun pertama menerapkan sistem zonasi untuk sekolah menengah atas negeri (SMAN).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pada penyelenggaraan tahun pada pertama, masih banyak kekurangan yang menjadikan sistem tidak berjalan dengan baik. Saat itu, banyak calon siswa dan orang tua memilih mendaftar ke sekolah yang dianggap favorit. Sehingga, muncul persoalan klasik.

Menurutnya, persoalan menganggap sekolah favorit adalah unggulan ini menjadikan banyak sekolah lain kekurangan siswa. Bahkan, pada waktu itu muncul surat keterangan tidak mampu (SKTM) asli tapi palsu dengan mengaku sebagai orang miskin untuk mendaftar sekolah.

Ganjar menyebutkan, akibat dari kasus SKTM aspal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng mencoret 168 calon siswa yang sebenarnya bukan kategori keluarga miskin. Sehingga, ia menyebut jika saat itu terjadi demoralisasi yang dilakukan calon siswa atau orang tua siswa.

Oleh karena itu, pada tahun ini dengan menerapkan sistem zonasi seluruh sistem PPDB online diperbaiki.

"Dari persoalan-persoalan itu, kita coba perbaiki. Di samping cara online untuk menginput data, di PPDB kedua ini kita sempurnakan semuanya. Rayonisasi diganti dengan zona, lebih pada kedekatan jarak sekolah dengan tempat tinggal calon siswa," kata Ganjar usai mengisi acara di Puri Gedeh, Selasa (3/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, yang masih ditemukan di hari kedua pendaftaran sekolah adalah mengenai skoring dari piagam penghargaan milik calon siswa. Dirinya sempat mendatangi SMAN 3 Semarang dan menemukan ada calon siswa yang meminta prioritas pendaftaran, dengan alasan memiliki banyak piagam.

"Kalau piagam memang tidak menjadi prioritas utama, karena sekarang sistemnya zonasi. Tapi kalau penilaian, prestasi tingkat internasional sudah pasti ada poin khusus, demikian juga juara tingkat nasional," pungkasnya. (K-08)

60 Persen Pelanggan PLN Yang Ajukan Tambah Daya Adalah Rumah Ibadah

Petugas PLN Distribusi Jateng-DIY ketika sedang melakukan perbaikan
tanpa melakukan pemadaman listrik. 
Semarang-Sepanjang bulan puasa kemarin, PT PLN Distribusi Jawa Tengah-DIY melayani masyarakat yang mengajukan penambahan daya. Khususnya adalah kategori tegangan rendah. Dari seluruh pelanggan PLN yang ada di wilayah Jateng-DIY, ada 34 ribuan pelanggan mengajukan tambah daya mulai dari 450 VA ke 950 VA dan 1.300 VA.

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jateng-DIY Hardian Sakti Laksana mengatakan program yang dinamakan "Gemerlap Lebaran 2018" kemarin itu, terbukti mampu menarik minat masyarakat pelanggan PLN yang ingin menaikkan daya sambungannya. Terutama, untuk tegangan rendah.

Menurutnya, program yang berakhir pada 30 Juni 2018 tersebut kebanyakan diikuti para pengurus rumah ibadah yang membutuhkan penambahan daya. Sebab, PLN menggratiskan biaya bagi pengurus rumah ibadah yang mengajuan penambahan daya. 

Sementara untuk pelanggan rumah tangga, jelas Sakti, cukup membayar 50 persen dari biaya yang dibebankan.

"Untuk Jateng-DIY ada 34 ribu pelanggan yang mengajukan tambah data, tahun kemarin ada 25 ribu pelanggan. Ternyata, animonya cukup banyak dan meningkat dari tahun kemarin. Yang paling banyak adalah rumah ibadah, mungkin sekitar 60 persenan. Jadi mulai dari 900 ke 1.300 hingga 197 kVA," kata Sakti di sela halal bihalal karyawan PLN Distribusi Jateng-DIY dengan para sesepuh, Selasa (3/7).

Lebih lanjut Sakti menjelaskan, secara nasional program tersebut memang mampu menarik minat masyarakat. Tercatat, ada 245 ribu pelanggan yang mengajukan tambah daya. Sedangkan tahun sebelumnya, hanya sebesar 225 ribu pelanggan.

"Mudah-mudahan kita bisa berikan program-program promo lainnya kepada pelanggan," ujarnya.

Diketahui, selain melayani tambah daya para masa Ramadan hingga Lebaran kemarin, PLN juga menerima layanan ekspres satu hari bukan sambungan baru di luar program tersebut. (K-08)