Rabu, 04 Juli 2018

Kapolda Perketat Penjagaan KPU Jateng Jelang Rekapitulasi Suara

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (kanan) bersama Ketua KPU
Jateng Joko Purnomo, memberikan keterangan kepada media usai ber-
diskusi mengenai tahapan rekapitulasi suara Pilgub 2018, Rabu (4/7).
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Rabu (4/7). Kedatangan orang nomor satu di kepolisian Jateng itu, terkait dengan akan dilakukannya tahapan rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) mulai 7-9 Juli 2018.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Ketua KPU Joko Purnomo, terkait dengan pengamanan yang akan dilakukan pada saat proses rekapitulasi.

Menurutnya, karena seluruh komisioner KPU kabupaten/kota se-Jateng diundang datang beserta para saksi dari masing-masing pasangan calon (paslon), maka upaya pengamanan diperlukan. Termasuk, rekayasa lalu lintas di depan kantor KPU Jateng Jalan Veteran jika menimbulkan ketersendatan.

Kapolda menjelaskan, pihaknya juga membahas tentang situasi keamanan setelah pilkada di beberapa daerah di Jateng. Khususnya, yang juga menyelenggarakan pilkada. Karena, ada beberapa daerah yang berpotensi kisruh akibat selisih dan penghitungan suara. Sehingga, kepolisian perlu membuat langkah-langkah antisipatif.

"Tegal Kota sudah selesai, dan Temanggung juga sudah selesai. Dua wilayah itu yang selama ini kita pertebal kekuatan, karena Tegal Kota itu selisihnya tipis. Kemudian di Temanggung juga isunya mau unjuk rasa besar-besaran, jadi kekuatannya kita pertebal di sana. Pengamanan tetap kita serahkan ke masing-masing polres, dengan kekuatan satu SSK," kata kapolda.

Lebih lanjut Condro menjelaskan, untuk proses selanjutnya diserahkan kepada mekanisme KPU Jateng sebagai badan penyelenggara. Namun demikian, bila ada pihak atau pasangan calon yang keberatan dengan hasil pilkada bisa menempuh jalur hukum.

"Silakan gunakan mekanisme hukum yang berlaku jika ingin menggugat hasil pilkada. Kami tetap meminta setiap pasangan, agar selalu menjaga iklim kondusif di Jateng," tandasnya. (K-08)

Kemenperin Dorong Produk Lokal Jualan Lewat Toko Online

Direktur IKM LMEA Endang Suwartini (tengah) didamping Kepala Dinas
Perdagangan Kota Semarang Nurjanah dan Kepala Dinperindag Jateng
Arif Sambodo, melihat hasil produksi dari pelaku IKM Jateng yang di-
pamerkan di Hotel All Stay Semarang, Rabu (4/7).
Semarang-Menjamurnya toko-toko online semisal Bukalapak.com maupun Tokopedia.com, harus bisa dimanfaatkan para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk menggaet calon pembeli. Hal itu ditekankan Direktur IKM LMEA Kementerian Perindustrian Endang Suwartini, ketika membuka Workshop e-Smart IKM di Hotel All Stay Semarang, Rabu (4/7).

Menurutnya, sudah waktunya para pelaku IKM Tanah Air mengambil peran untuk menguasai pasar dalam negeri. Khususnya untuk produk logam, mesin, elektronika dan alat angkut.

Endang menjelaskan, dengan keunggulan sebagai produk lokal maka masyarakat juga diajak untuk ikut mengangkat perekonomian daerah. Sehingga, pasar dalam negeri tidak dikuasai produk-produk impor.

Dengan mengundang sejumlah praktisi di bidang e-commerce, jelas Endang, para pelaku IKM bisa belajar tentang bisnis melalui toko online. Termasuk, nantinya juga bisa mengembangkan produknya melalui perbaikan proses bisnis dan mengenal aplikasi pencatatan keuangan dari Bank Indonesia.

"Banyak pelaku IKM bisa jualan online. Produknya bisa mendominasi produk-produk yang sekarang ada di online shop. Ya tentu saja pasarnya lebih luas, karena bisa diakses dari segala penjuru. Orang tinggal klik bisa tahu produknya. Jadi, kita dorong mereka karena ini produk lokal," kata Endang.

Lebih lanjut Endang menjelaskan, pihaknya juga mencoba mengedukasi pelaku IKM tentang pentingnya teknologi digital dan pemenuhan standar dari sebuah produk.

"Kita lakukan pendampingan dan juga bintek kepada para pelaku IKM. Harapannya, produk mereka bisa terjaga kualitas dan kuantitasnya. Kita juga coba satukan program pendampingan dari pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.

Sementara itu, kegiatan Workshop e-Smart IKM yang diadakan Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian itu diikuti pelaku IKM dari Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Pati dan Kudus. Kegiatan workshop berlangsung selama dua hari, dan merupakan program rutin untuk pendampingan pelaku IKM di daerah. (K-08)

Pemprov Siap Kirim 2 Ribu Tangki Air Bersih Untuk Daerah Rawan Kekeringan

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Pemprov Jawa Tengah siap mengantisipasi dampak dari bencana kekeringan, yang sudah dimulai sejak memasuki musim pancaroba.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan persiapan menghadapi bencana kekeringan dilakukan, agar dampak kekeringan tidak merugikan masyarakat.

Menurutnya, para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap kabupaten/kota hingga provinsi sudah menyiapkan semua keperluan terkait antisipasi bencana kekeringan.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, sudah ada langkah awal yang dikerjakan untuk mengantisipasi dampak dari bencana kekeringan. Yakni, dengan menyiapkan dua ribu tangki air bersih yang akan didistribusikan ke daerah terdampak kekeringan.

Sedangkan untuk anggaran kebencanaan, sudah ada Rp40 miliar dan baru terserap 30 persen untuk penanganan kedaruratan.

"Kurang lebih ada dua ribuan tangki air bersih yang kita siapkan untuk distribusikan. Pokoknya, yang darurat Insya Allah kita sudah siap. Anggaran saya punya dana Rp40 miliar, itu kurang lebih yang disiapkan untuk penanganan darurat sudah standby Rp600 juta," kata Ganjar, Rabu (4/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, untuk daerah-daerah yang berpotensi rawan kekeringan di Jateng sudah dipetakan BPBD Jateng. Setidaknya ada 18 daerah, yang diperkirakan rwan mengalami kekeringan pada pertengahan tahun ini. 

Oleh karena itu, lanjut Ganjar, ia meminta bupati/wali kota yang daerahnya terdampak kekeringan mengeluarkan semua potensi dan kebencanaan. Apabila masih kurang, bisa meminta ke provinsi.

"Kalau bicara daerah langganan kekeringan masih di Rembang, Klaten, Purwodadi dan Wonogiri," pungkasnya. (K-08)

Hari Ini KPU Jateng Buka Pendaftaran Caleg Tingkat Provinsi

Semarang-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah mulai membuka pendaftaran calon anggota legislatif tingkat provinsi untuk Pemilu 2019, Rabu (4/7). 

Komisioner KPU Jateng Hakim Junaedi mengatakan pihaknya sudah sejak lama melakukan sosialisasi kepada para pimpinan partai politik (parpol), mulai dari tahapan awal hingga persyaratan yang dibutuhkan. 

Menurutnya, KPU Jateng juga sudah menyiapkan tim untuk menerima pendaftaran para caleg tersebut di kantor. Setiap pendaftar yang datang, akan ditangani beberapa kelompok dari staf KPU.

Hakim menjelaskan, pendaftaran dimulai sejak 4 Juli sampai 17 Juli 2018 mendatang. Pihaknya juga memberikan kesempatan bagi parpol atau calegnya, untuk melakukan perbaikan bila dirasa ada yang kurang persyaratannya.

Yang membedakan pada proses pendaftaran caleg untuk Pemilu 2019 ini, jelas Hakim,  parpol dan caleg diwajibkan mengisi Sistem Informasi Calon (Silon). Calon bisa mengisi sendiri, atau datang ke kantor KPU Jateng untuk dibantu pengisiannya.

"Hal yang harus disiapkan oleh partai untuk pendaftaran calegnya itu sudah disosialisasikan lama. Kita ada aplikasi namanya Silon. Secara umum, setelah masing-masing caleg itu mengisi formulir yang ada dan wajib diinput ke Silon. Partai pada saat sosialisasi, mereka para caleg sudah punya password masing-masing parpol," kata Hakim, Rabu (4/7).

Lebih lanjut Hakim menjelaskan, pengecekan berkas dan formulir yang disyaratkan dan diserahkan itu nantinya akan dicocokkan dengan data dari Silon. Setiap persyaratan akan diteliti, termasuk syarat larangan eks koruptor maju sebagai caleg.

Melalui Sikon juga, lanjut Hakim, masyarakat juga bisa ikut mengawasi setiap caleg di daerah pemilihannya.

"Silon itu memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengecek ada siapa saja di dapilnya para caleg itu," tandasnya. (K-08)