Jumat, 10 Agustus 2018

Mampu Wujudkan K3 Bidang Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS, Pertamina MOR IV Dapat Penghargaan Dari Menaker

GM Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto (kanan) menerima peng-
hargaan dari Kementerian Tenaga Kerja, kemarin. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, pada Acara K3 Awards 2018 untuk kategori Platinum di bidang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan kerja, kemarin. Penghargaan diterima langsung General Manager Pertamina MOR IV, Yanuar Budi Hartanto. 

GM Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto mengatakan Pertamina dalam mengimplementasikan Porgram Penanggulangan HIV/AIDS (P2HA), tidak hanya menjangkau pekerja Pertamina sebagai sasarannya saja tetapi juga masyarakat umum dan anak sekolah. Sebagai contoh kegiatan donor darah, ceramah kesehatan dan juga konseling serta tes HIV sukarela (Voluntary Counseling and Testing).

Menurutnya, pencapaian penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja menyatakan bahwa Pertamina MOR IV berkomitmen kuat dalam perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. (K3). Termasuk, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

"Penghargaan yang diberikan Kementerian Tenaga Kerja dalam acara K3 Award, merupakan bentuk pengakuan bahwa Pertamina telah mengimplementasikan P2HA secara baik dan menyeluruh. Diharapkan, penghargaan ini menjadi pemberi semangat kami, agar di tahun selanjutnya kami mampu lebih baik lagi dalam implementasi P2HA," kata Yanuar dikutip dari rilis.

Sementara itu, Menaker Hanif Dhakiri menjelaskan, K3 Awards merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap pengusaha dan pemerintah daerah, yang berhasil menyelenggarakan dan menerapkan K3 dengan baik. 

Menurutnya, penganugerahan yang diberikan meliputi kategori penghargaan nihil kecelakaan kerja, penghargaan SMK3, penghargaan program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di tempat kerja serta pembina K3. 

"Salah satu indikator dalam pembangunan ketenagakerjaan adalah peningkatan perlindungan keselamatan dan kesehatan(K3). Secara filosofi, K3 ditujukan untuk melindungi para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya," ujar menaker. (K-08) 

MUI Jateng Sebut Pasangan Jokowi-Ma'ruf Bisa Hilangkan Dikotomi Ulama dan Umara

Ketua MUI Jateng K.H Ahmad Darodji menyebut jika pasangan Jokowi
dan K.H Ma'ruf Amin merupakan pasangan yang mewakili nasionalis
dan religius. 
Semarang-Pasangan bakal calon presiden dan wakil Presiden Joko Widodo dan K.H Ma'ruf Amin resmi mendaftarkan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jumat (10/8). 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H Ahmad Darodji mengatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah pasangan yang mewakili kaum nasional dan religius, sebagai perwakilan maju di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menurutnya, sebagai perwakilan nasional dan religius, maka keduanya sudah on the track atau berjalan pada koridor yang benar.

Darodji menjelaskan, Presiden Jokowi merupakan seorang nasionalis yang baik karena juga muslim baik. Demikian juga Kiai Ma'ruf Amin adalah ulama yang jiwa Indonesianya betul-betul nasionalis tulen.

"Sehingga di sini seharusnya nanti, dikotomi antara ulama dan umara itu harus semakin tipis. Bahkan, kalau bisa itu tidak ada dikotomi lagi. Seorang ulama yang benar ya ulama Indonesia itu adalah negarawan. Seorang yang dikatakan nasionalis itu juga dia orang religius, dan percaya pada Tuhan Yang Maha Esa," kata Darodji saat ditemui di kantornya, Jumat (10/8).

Lebih lanjut Darodji menjelaskan, sebagai seorang ulama yang menjadi panutan, maka tidak boleh menyendiri atau mengasingkan diri dan tidak mau tahu tentang Pancasila.

"Dengan terpilihnya Kiai Ma'ruf Amin, dalam tanda petik mewakili ulama. Jadi, hendaknya dikotomi semakin dipertipis. Seorang ulama harus nasionalis yang baik dan orang nasional juga harus religius," ujarnya.

Sementara, disinggung tentang lembaga MUI akan terseret ke ranah politik, Darodji menampiknya. Sebab, orang-orang atau pengurus MUI paham betul di dalam membedakan antara politik dan beragama. 

"MUI tidak berpolitik praktis, orangnya silakan. Masing-masing punya aspirasi politiknya sendiri. Tapi kalau sudah berada di MUI, lepas baju politiknya itu," tegasnya.

Saat ini, di kelembagaan MUI belum bersuara tentang kemunduran Kiai Ma'ruf sebagai ketua. MUI menunggu sampai adanya tahapan pemilihan nanti. (K-08)

BPBD Jateng Ingatkan Ancaman Kebakaran Hutan Saat Musim Kemarau

Petugas Pemadam Kebakaran usai memadamkan kebakaran lahan per-
tanian. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Kebakaran di daerah hutan atau lereng gunung kerap terjadi, terutama di musim kemarau sekarang ini. Sehingga, upaya antisipatif untuk mencegah bencana kebakaran hutan dan gunung perlu dilakukan.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan dibutuhkan adanya koordinasi dan kerja sama serta pemahaman bersama, mengenai bahaya kebakaran hutan dan lereng gunung saat musim kemarau.

Menurutnya, pemicu dari kebakaran hutan dan di lereng gunung bisa bermacam-macam. Namun yang paling sering adalah membuang puntung rokok sembarangan dengan api belum padam, dan meninggalkan bekas api unggun dengan sedikit bara.

Sarwa menjelaskan, potensi-potensi tersebut mudah menyulut terjadinya kebakaran hutan. Sebab, saat musim kemarau tiupan angin menjadi sangat kencang dan banyak daun kering yang beterbangan.

Selain itu, jika sudah terjadi kebakaran hutan atau di lereng gunung akan sulit upaya pemadamannya. Karena, hanya bisa dengan cara manual di titik-titik sebaran api.

Bahkan, pemadaman dengan heli juga tidak mungkin dilakukan akibat tidak cukupnya pasokan air untuk pemadaman.

"Yang kita antisipasi adalah bagaimana mengimbau kepada seluruh penjaga kawasan gunung, terutama pos pendakian untuk hati-hati saat membuka api unggun. Biasanya, pendaki itu bekal air minumnya terbatas dan tiupan angin juga kencang. Juga imbauan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan," kata Sarwa, Jumat (10/8).

Lebih lanjut Sarwa juga mengimbau kepada masyarakat petani, terutama yang dekat dengan kawasan hutan untuk tidak membakar jerami tanpa diawasi. Sebab, jerami yang terbakar akan mudah tertiup angin dan kemudian jatuh di tumpukan daun kering di kawasan hutan.

"Di Kudus itu sudah tiga kali ada laporan kebakaran di areal lahan tebu. Kita belum tahu, itu sengaja dibakar atau terbakar. Tapi mobil damkar kita sudah standby di Kudus untuk membantu," pungkasnya. (K-08)

Tanam 5 Ribu Mangrove, PLN Semarang Ajak Siswa SD dan Warga Hijaukan Pesisir Pantai Kendal

PLN Area Semarang bersama siswa SDN 3 Blender memanfaatkan
barang bekas untuk bisa dipakai kembali. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-PLN Area Semarang menanam lima ribu pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Kendal, Kamis (9/8) kemarin. Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Kendal itu, melibatkan pelajar SDN 3 Blender dan juga warga sekitar. 

Manager PLN Area Semarang Donny Adriansyah mengatakan bersama dengan pelajar dan warga, pihaknya ingin melakukan konservasi lingkungan sekitar tetap lestari. Yakni lewat kegiatan penanaman lima ribu mangrove. 

Penanaman lima ribu mangrove di pesisir Desa Kartika Jaya jelas Donny, adalah langkah awal dari serangkaian kegiatan Sinergi Pemberdayaan Potensi Eko Wisata Kawasan Mangrove di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. 

"Kegiatan penghijauan ini rutin kami lakukan setiap semester, dan pada kesempatan ini bersamaan dengan program CSR. Kami menanam lima ribu bibit mangrove, untuk mencegah abrasi yang mengancam permukiman Desa Kartika Jaya," kata Donny dikutip dari rilis. 

Lebih lanjut Donny menjelaskan, selain penanaman mangrove, siswa SDN 3 Bleder dan warga Desa Kartika Jaya juga diajak mengenai program 3R. Yakni reduce, reuse dan recycle atau memanfaatkan limbah yang masih bisa digunakan. 

Sementara itu, Kepala SDN 3 Bleder Tumonjono menambahkan, dengan mengajarkan kegiatan 3R kepada seluruh siswa, bisa memberi pengetahuan berharga jangka panjang.

"Kami harap, kegiatan ini menjadi pemicu semangat anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan hidup. Baik lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya," ucap Tumonjono. (K-08) 

Pemprov Jateng Akan Siapkan Bantuan Cadangan Benih Jika Terjadi Darurat Kekeringan Akibat Puso

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menunjukkan buah melon yang siap
dipanen di Karanganyar, kemarin. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Pemprov Jawa Tengah terus melakukan monitoring dan pengawasan, terhadap ketersediaan pangan terutama beras, bagi warga di Jateng.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan saat ini sudah memasuki musim kemarau, dan beberapa daerah di provinsi ini sudah mengalami kekeringan.

Menurutnya, pada musim kemarau sekarang kebutuhan hidup masyarakat terus dipantau. Terutama, untuk areal pertanian padi agar tidak terancam gagal panen atau puso. Sehingga, perlu dilakukan pendataan secara valid apabila ada daerah yang lahan pertaniannya sudah terdampak karena kekeringan.

Ganjar menjelaskan, dengan adanya monitoring dan pendataan yang valid tentang dampak dari kekeringan di daerah, maka pemprov akan mudah untuk langkah strategis bantuan yang diupayakan.

"Berapa nanti yang diprediksi akan puso, agar kita bisa menyiapkan antisipasinya. Setelah itu mau kita bantu cadangan benih, biar kita bantu aspek sosial jika sudah berdampak pada kehidupan sehari-ihari. Sehingga, kebutuhan pangannya tidak terganggu dan bisa kita antisipasi dan seterusnya," kata Ganjar, Jumat (10/8).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pihaknya juga akan meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan pendataan lahan pertania produktif. Sehingga, bantuan yang akan diberikan kepada petani sesuai dengan kebutuhannya.

"Petakan lahan pertanian mana yang puso, jadi nanti penanganannya sesuai kondisi atau kebutuhan di lapangan," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Ganjar, di beberapa daerah di Jateng lahan pertaniannya masih bisa diandalkan ketika sudah memasuki musim kemarau. (K-08)