Selasa, 14 Agustus 2018

Ajarkan Senam Ringan Selama 5 Menit, Dinkes Kota Pekalongan Sosialisasi Germas ke OPD

Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz (berdiri) membuka sosialisasi
Germas kepada seluruh OPD di lingkungan Pemkot Pekalongan, Selasa
(14/8).
Pekalongan-Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dr Tuti Widayanti mengatakan pihaknya terus menggalakkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dengan mengajak pegawai di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Pekalongan. Sosialisasi dilakukan, dengan mengajak melakukan senam ringan setiap pukul 10 pagi dan pukul 14 siang. Pernyataan itu dikatakannya di selal sosialisasi Germas di kantor Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Selasa (14/8).

Tuti menjelaskan, dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin maka tubuh menjadi sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Terutama penyakit tidak menular, di antaranya penyakit jantung, kolesterol dan hipertensi.

Tuti menjelaskan, dengan mengajak pegawai OPD mengenal kegiatan Germas lewat senam ringan, maka diiimbau untuk bisa menerapkan di tempat kerjanya. Setelah semua pegawai OPD menerapkan pola hidup sehat, maka giliran masyarakat yang dilakukan sosialisasi.

"Setiap hari melakukan kegiatan Germas dengan cara melakukan aktivitas fisik setiap pukul 10.00 pagi dan pukul 14.00. Kalau di Dinas Kesehatan setiap pukul 10.00 itu ada sirine, kemudian kerjaan kita berhenti dan melakukan senam fisik atau olahraga ringan di tempat duduk. Sebentar saja hanya lima menit, setelah itu kembali bekerja. Nanti diulangi lagi pukul 14.00," kata Tuti.

Sementara, Wali Kota Saelany Machfudz menambahkan, melalui kegiatan Germas ini diharapkan kesehatan masyarakat Kota Pekalongan semakin meningkat. Terlebih lagi, sekarang ini tren penyakit tidak menular semakin banyak.

"Harapannya karena ini sebuah gerakan nasional, pemerintah daerah harus turut menyosialisasikan yang namanya gerakan hidup sehat. Karena, dulu banyak penyakit yang biasa diderita orang kaya sekarang semua bisa kena. Jantung dan hipertensi misalnya. Harapannya ini bisa menjadikan masyarakat yang sehat," ujar wali kota. (K-08) 

Ganjar: Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga Akan Tingkatkan Ekonomi Sekitar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) meresmikan penggunaan
armada BRT koridor Purwokerto-Purbalingga, Senin (13/8) kemarin.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng koridor Purwokerto-Purbalingga baru saja diresmikan, Senin (13/8) kemarin. 

BRT Purwokerto-Purbalingga ini merupakan yang kedua, setelah Trans Jateng koridor Kedungsepur rute Stasun Tawang-Terminal Bawen pada 7 Juli 2018. Rute BRT Purwokerto-Purbalingga dimulai dari Terminal Bulu Pitu Purwokerto ini berjarak 26,4 kilometer. Sedangkan rute sebaliknya dari Purbalingga ke Purwokerto, berjarak 39 kilometer.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan BRT Purwokerto-Purbalingga melengkapi moda transportasi masal, dan mendorong pertumbuhan perekonomian sekitarnya.

Menurutnya, karena perkembangan wilayah di selatan Jateng itu berkembang pesat, maka perlu ada dukungan moda transportasi penunjang.

Oleh karena itu, lanjut Ganjar, dengan adanya transportasi penunjang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat setempat. Terutama untuk pelajar dan pekerja.

"Ini bagaimana infrastruktur dukungan kita baik. Jalan sudah baik, kereta api dengan double track sudah jalan, bandara kita perbaiki dan sekarang perhubungan antarkota yang memang membutuhkan kita bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan. Sehingga, kita memfasilitasi agar mudah. Kalau angkutan umumnya baik, layanannya baik dan jam operasionalnya baik, maka moda transportasi juga baik," kata Ganjar.

Dirinya berpesan kepada pengelola BRT koridor Purwokerto-Purbalingga, untuk selalu memastikan standar kualits pelayanan dan kenyamanan penumpang. Selain itu, juga jadwal keberangkatan dan kedatangan juga harus dipastikan tepat waktu.

"Nanti enam bulan ke depan kita evaluasi.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat menambahkan, tarif BRT koridor Purwokerto-Purbalingga sebesar Rp4 ribu untuk umum dan Rp2 rbu untuk pelajar. Sedangkan jam operasionalnya, dimulai dari pukul 05.30 sampai 19.00.

"Waktu tempuh jarak antarbus sekitar 10-15 menit waktu normal, dan 15-20 menit saat jam sepi dengan waktu berhenti 30 detik di setiap halte," ujar Satriyo. (K-08)

58 Atlet Jateng Ikut Asian Games, Pemprov Akan Siapkan Bonus Bagi Peraih Medali

Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabudin mengaku sudah menyiapkan
bonus bagi atlet yang meraih medali di ajak Asian Games 2018. 
Semarang-Sebanyak 58 atlet asal Jawa Tengah dari sejumlah cabang olahraga, ikut berkontribusi dalam gelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Dari 58 atlet itu, nantinya akan bertanding di 23 cabang olahraga dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Urip Sihabudin mengatakan para atlet yang berangkat itu, akan mengikuti pertandingan anggar, balap sepeda, dayung, bulu tangkis, loncat indah dan panjat tebing. Selain itu juga ada yang bergabung dalam tim bola basket, bola voli, sepak takraw dan juga renang.

Menurutnya, pada ajang Asian Games 2018 ini Jateng mampu menyumbangkan atlet di 50 persen lebih cabang olahraga yang dipertandingkan.

"58 atlet Jateng dilibatkan dalam Asian Games. Kalau dari 58 di antara 400 atlet kan, saya kira sangat bagus karena pasukan Indonesia itu ada yang diperkuat dari Jawa Tengah. Jadi, saya perkirakan 70 persen bisa mentes untuk 16 cabang olahraga dan 58 atlet kita ada di situ," kata Urip, kemarin.

Lebih lanjut Urip menjelaskan, atlet Jateng itu tersebar dari 35 kabupaten/kota di provinsi ini. Sehingga, setiap perwakilan atlet daerah di Jateng yang mempunyai prestasi mendapatkan kesempatan sama.

Disinggung soal pemberian bonus, Urip mengaku sudah menyiapkannya dan diusulkan dalam anggaran perubahan. Bahkan, hal itu juga sudah dibicarakan dengan Gubernur Ganjar Pranowo.  

"Nanti, yang dapat medali diusulkan bonus dan Insya Allah atlet Jateng bisa tersenyum agak lebar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Jateng Subroto menambahkan, untuk masuk di 10 besar nantinya tergantung kerja keras dan semangat para atlet.

"Kita ada target emas di 16 cabang olahraga dan atlet Jateng ada di situ semua," ucapnya.

Menurutnya, untuk cabang olahraga yang diunggulkan dan Jateng bisa menyumbangkan emas adalah pencak silat dan sepak takraw. (K-08)

REI Jateng Buka Kesempatan Bagi Pensiunan Untuk Punya Rumah Sendiri

Dua pegawai salah satu perumahan sedang menunggu calon pembeli
di pameran properti di Mal Ciputra belum lama ini. 
Semarang-DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah menyebutkan, masih banyak pensiunan yang belum mempunyai rumah sendiri. Baik pensiunan aparatur sipil negara (ASN), maupun pensiunan TNI/Polri.

Ketua REI Jateng MR Prijanto mengatakan bagi pegawai yang sudah pensiun dan belum memiliki rumah, sekarang ada kesempatan untuk mendapatkan tempat tinggal. Yakni dengan mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), dan masa kredit hingga 30 tahun.

Menurutnya, dengan kemudahan para pensiunan untuk mendapatkan rumah akan semakin mendongkrak penjualan properti di wilayah Jateng.

Prijanto menjelaskan, para pensiunan dengan umur 70 tahun dan 75 tahun untuk kasus tertentu, bisa mengajukan KPR ke perbankan. Rinciannya, jika mengajukan KPR di usia 55 tahun maka akan mengangsur kredit rumah selama 15 tahun. Sedangkan jika diusia 70 tahun mengambil kredit rumah, masa angsurannya 10 tahun.

Pengajuan kredit rumah itu, jelas Prijanto, berlaku untuk rumah bersubsidi maupun nonsubsidi.

"Bahwa sekarang pensiunan bisa mengambil KPR, dulu engga bisa. Sekarang bisa ambil KPR sampai umur 70 tahun, bahkan 75 tahun yang khusus. Nanti akan dijelola Taspen. Selain itu, ASN dan TNI/Polri jangka waktu KPR-nya yang dulu hanya 20 tahun sekarang bisa 30 tahun," kata Prijanto, Selasa (14/8).

Lebih lanjut Prijanto menjelaskan, pembiayaan KPR akan dikelola PT Taspen dan nantinya juga akan dibantu PT Jamkrindo untuk penyaluran KPR. Hanya saja, sampai saat ini masih digodog aturannya itu.

"Subsidi KPR-nya lima persen dan uang muka antara 0-1 persen. Kalau maksimal plafon kreditnya Rp75 juta," tandasnya. (K-08)