Senin, 10 September 2018

Zen: Masyarakat Perlu Digerakkan Untuk Ikut Kampanyekan Germas

Anggota Komisi E DPRD Jateng Zen (kiri) mengikuti senam Germas
bersama anggota Fatayat NU Pati, Senin (10/9).
Pati-Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) telah disosialisasikan sejak awal tahun kemarin, dan di fase pertama melibatkan tokoh masyarakat. 

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zen mengatakan program Germas merupakan program kerja dari pemerintah, yang harus terus disosialisasikan dan dikampanyekan.

Menurutnya, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, pihaknya mempunyai peran serta untuk ikut menyukseskan program Germas di masyarakat. Yakni dengan menggandeng Dinas Kesehatan provinsi dan juga Dinkes setempat.

Saat ini, jelas Zen, di daerah-daerah sudah berjalan secara efektif bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan rutin, melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat. Sehingga, persoalan kesehatan di Pati khususnya dan Jateng pada umumnya akan lebih baik. Saya melihat ada empat poin penting dalam komponen Germas ini, yang pertama cek kesehatan rutin, makan sayur dan buah, pentingnya ASI dan harapannya jangan ada stunting," kata Zen di sela sosialisasi kampanye Germas kepada anggota Fatayat NU Pati, Senin (10/9).

Zen lebih lanjut menjelaskan, poin penting yang ada di Germas adalah menyampaikan betapa pentingnya kesehatan masyarakat, dan harapannya masyarakat terlibat secara aktif di dalam upaya memberikan informasi terkait kesehatan.

"Sosialisasi tentang Germas sebenarnya sudah gencar dilakukan, baik lewat media elektronik maupun di sejumlah spanduk di pinggir jalan. Namun diakui, memang tidak semua masyarakat mengetahuinya," pungkasnya. (K-08) 

Fatayat NU Pati Siap Kampanyekan Germas di Masyarakat

Fatayat NU mengikuti kampanye Germas yang diadakan Dinas
Kesehatan Jawa Tengah di Gedung NU Pati, Senin (10/9).
Pati-Sekretaris Umum Fatayat NU Pati Mujaidah mengatakan pihaknya siap ikut melakukan sosialisasi tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dengan mengampanyekan kepada masyarakat. Hal itu dikatakannya, ketika mengikuti kampanye Germas yang dilakukan Dinas Kesehatan Jawa Tengah di Gedung NU Pati, Senin (10/9).

Menurutnya, karena para anggota Fatayat NU mayoritas perempuan dan ibu rumah tangga, sehingga dipandang lebih efektif untuk menyosialisasikan Germas di masyarakat.

Sebagai organisasi sayap dari organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, kampanye Germas dengan menggandeng Fatayat NU sangat tepat. Sebab, anggota Fatayat NU tersebar di seluruh lapisan masyarakat.

Mujaidah menjelaskan, anggota Fatayat NU Pati tersebar di 21 kecamatan yang ada di kabupaten ini. Beberapa anggota Fatayat di antaranya, juga menjadi tokoh masyarakat di wilayanya masing-masing.

Oleh karena itu, lanjut Mujaidah, setelah kampanye Germas yang diberikan Dinas Kesehatan Jateng dan Dinkes Pati, pihaknya menularkan informasi tersebut ke anggota lainnya. Termasuk, kepada saudara dan tetangganya untuk mengetahui kampanye Germas.

"Melibatkan Fatayat NU ini sangat efektif sekali, karena anggota Fatayat itu kan mulai dari ranting, sampai se-kabupaten mengikuti semua. Dari pimpinan anak cabang bisa menyampaikan ke rantingnya masing-masing. Jadi, informasi Germas bisa sampai ke masyarakat," kata Mujaidah.

Mujaidah lebih lanjut menjelaskan, dengan menularkan kegiatan Germas kepada masyarakat, diharapkan budaya hidup sehat atau perilaku hidup sehat sejak dini sudah mulai diterapkan. Sehingga, masyarakat Pati sehat dan terhindar dari penyakit menular atau tidak menular. (K-08) 

Murtomo Senang Dikunjungi PLN Area Semarang di Hari Pelanggan

Murtomo (kiri) saat menerima kunjungan istimewa dari PLN Area
Semarang di Hari Pelanggan Nasional. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Murtomo warga Pandean Lamper Semarang yang didatangi tim PLN Area Semarang mengaku senang, mendapat kunjungan istimewa tersebut. 

Ia membenarkan, jika tagihan listrik selalu dibayarnya di awal bulan. Meskipun masuk kategori pelanggan dengan daya 450 VA, namun kewajiban membayar tagihan listrik tidak pernah dilupakan. 

"Saya itu merasa bahwa sudah disubsidi pemerintah, ya untuk menghormati itu saya bayar di awal-awal bulan. Ya sadar dengan kewajiban saya, kalau sampai terlambat itu ndak enak. Masa sudah dikasih mau nunggak-nunggak", ujar pria yang bekerja sebagai marbot masjid. 

Manajer PLN Area Semarang Donny Adriansyah mengatakan di dalam melayani pelanggan, petugas PLN kerap berhadapan dengan pekerjaan yang harus memerhatikan keselamatan. Namun demikian, pihaknya juga sering menemukan pelanggan yang loyal terhadap PLN karena mampu memenuhi kewajibannya di dalam membayar tagihan listrik di awal bulan. 

Menurutnya, masih dalam rangka memeringati Hari Pelanggan Nasional tahun ini, pihaknya mengusung tema "Senyum Pelanggan Indonesia Benderang" dan kegiatan "Sapa Pelanggan" pihaknya terus menjalin hubungan baik dan meningkatkan kedekatan dengan pelanggan.

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan PLN mampu memahami kebutuhan pelanggan serta meningkatkan pelayanan. Kami mohon doanya dan berharap, agar pelanggan selalu bisa mendukung PLN semaksimal mungkin, sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan," kata Donny dikutip dari rilis. 

Donny lebih lanjut menjelaskan, pihaknya terus meminta kepada masyarakat sebagai pelanggan PLN untuk memenuhi kewajibannya membayar tagihan listrik tepat waktu. (K-08) 

Bulog: Stok Beras di Jateng Masih Aman

Petugas Perum Bulog Jateng mengecek kondisi beras yang tersimpan
di gudang Bulog Palebon Semarang, Senin (10/9).
Semarang-Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah Sugit Tedjo Mulyono memastikan, jika pasokan beras di wilayahnya aman. Pihaknya juga menjamin, stok beras yang tersedia di gudang masih mencukupi hingga setahun ke depan.

Menurutnya, penyerapan beras yang dilakukan Bulog sudah mencapai 210 ribu ton. Karena, potensi pengadaan beras dari daerah yang memasuki masa panen saat ini ada di beberapa titik. Yakni di wilayah Sukoharjo, Sragen, Klaten dan Kendal. 

"Sampai saat ini beberapa daerah memasuki musim panen, sehingga penyerapan beras masih lancar dengan stok melimpah. Sedangkan luasan panen cukup besar di wilayah tersebut, dan akan terjadi pada akhir September ini," kata Sugit dikutip dari rilis.

Sugit lebih lanjut menjelaskan, terkait dengan harga beras di pasaran saat ini, tidak ada gejolak kenaikan harga. Pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng terus melakukan monitoring di sejumlah pasar tradisional, terutama di pasar pencatatan inflasi Badan Pusat Statistik (BPS).

"Dari hasil monitoring harian di sejumlah pasar tradisional, pasokan beras aman, dan harga masih relatif stabil. Tidak ada gejolak kenaikan harga," ujarnya.

Dari hasil monitoring Bulog Divre Jateng di Pasar Bulu, Pasar Johar, Pasar Peterongan, Pasar Karangayu dan Pasar Gayamsari Kota Semarang, jelas Sugit, diketahui harga beras jenis medium saat ini rerata masih di bawah harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp9 ribu per kilogramnya. Pihaknya juga siap mengambil langkah antisipatif, jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan harga melalui Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) sampai harga kembali stabil.

"Kami siap menggelar Kegiatan KPSH sampai dengan harga stabil," pungkasnya. (K-08)