Kamis, 20 September 2018

Pebalap Nasional Bagi Tips Safety Driving ke Mahasiswa Undip

Pebalap nasional wanita Indonesia, Alinka Hardianti saat memberikan
materi tentang safety driving di kampus Undip Tembalang, kemarin.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Faktor human error atau kesalahan yang dimulai dari pelanggaran, menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan raya. Hal itu terjadi, karena kurangnya informasi yang benar tentang keselamatan dalam berkendara atau safety driving.

Pebalap nasional Indonesia, Alinka Hardianti mengatakan dibutuhkan keterampilan dan pemahaman tentang informasi yang benar, mengenai safety driving. Hal itu dikatakan pebalap wanita, ketika memberikan tips menyetir mobil yang aman di kampus Universitas Diponegoro (Undip), kemarin.

Menurut Alinka, sebelum memulai mengemudi, ada baiknya jika melakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh. Bahkan, postur atau posisi mengemudi juga harus benar.

Alinka menjelaskan, sangat penting untuk lebih mengutamakan keselamatan berkendara daripada sekadar bisa menyetir mobil. 

Dari penjelasannya tentang safety driving itu, lanjut Alinka, ternyata mahasiswa sangat antusias dan ingin tahu lebih banyak tentang keselamatan dalam berkendara.

"Antusias masyarakat terutama mahasiswa Undip, sangat bagus. Mereka sangat pengen tahu tentang apa itu safety driving. Karena, safety driving yang mereka dapat itu belum tentu benar. Makanya, dengan adanya informasi safety driving ini mereka sangat senang," kata Alinka, kemarin.

Alinka lebih lanjut menjelaskan, dengan sudah memahami tentang safety driving, diharapkan para mahasiswa nantinya tidak asal menyetir mobil meski sudah memiliki surat izin mengemudi (SIM). 

Sementara, Executive General Manager Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto menambahkan, kampanye safety driving memang dikhususkan kepada mahasiswa karena rerata sudah banyak yang membawa kendaraan. Tidak hanya di Undip, acara serupa juga digelar di Universitas Indonesia, UPN Surabaya, ITENAS Bandung dan Unpad Bandung.

"Target kita memang para generasi muda, khususnya mahasiswa. Kami berharap, para generasi muda ini jadi pelopor keselamatan berlalu lintas," ujarnya. (K-08)

PP Properti Terus Garap Pasar Eksekutif Muda Untuk Tawarkan Apartemen di Semarang

Project Director PP Properti Siswady Djamaluddin menjelaskan progres
pembangunan Amartha View Avartment di kota lama, Kamis (20/9).
Semarang-Pengembangan properti, khususnya apartemen di Kota Semarang mengalami perkembangan cukup pesat. Hal itu tidak lepas, karena wilayah industri yang ada di Semarang juga turut memutar roda perekonomian sekitarnya.

Project Director PP Properti Siswady Djamaluddin mengatakan proyek apartemen di Semarang yang sedang dikerjakan, yakni Amartha View Avartment di Ngaliyan Semarang dan The Alton Apartement di Tembalang.

Menurutnya, karena kebutuhan hunian vertikal di Semarang cukup tinggi, maka pihaknya terus berupaya menggaet calon konsumen dengan target pasangan muda atau eksekutif muda. 

Siswady menjelaskan, upayanya menggaet calon konsumen untuk pasar Amartha View Avartment semakin lebar, karena adanya pembangunan jalan tol Semarang-Batang. Sebab, salah satu pintu keluar jalan tol itu berada di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan. Sehingga, akan memermudah akses jalan ke wilayah kawasan industri.

"Bagi pasangan muda atau eksekutif muda yang menjadi sasaran dari market apartemen. Dengan berkembangnya apartemen ini, tentunya bisa menambah perekonomian di daerah sekitarnya. Kami berharap, dengan fungsionalnya tol Semarang-Batang akan membuat kawasan di sekitar Ngaliyan khususnya di apartemen ini bisa jadi daya tarik tersendiri bagi investor maupun para investor di sekitar kawasan industri," kata Siswadi, Kamis (20/9).

Siswady lebih lanjut menjelaskan, khusus untuk pembangunan Amartha View Avartment sudah mencapai 90 persen untuk tower pertama. Sedangkan tower kedua, direncanakan akan dimulai pembangunannya pada Oktober 2018.

"Yang tower kedua sudah terjual 25 persen unit, kalau yang tower pertama sold out," tandasnya. (K-08)

Tingkatkan Konsumsi Pertamax Turbo, Pertamina Tambah Titik Distribusi di Semarang

GM Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto (kanan) menuangkan air
kendi ke armada truk tangki pengangkut BBM Pertamax Turbo di TBBM
Semarang Pengapon, Kamis (20/9).
Semarang-Salah satu produk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi andalan dari Pertamina, yakni Pertamax Turbo, cukup banyak diminati masyarakat pengguna kendaraan dengan spesifikasi mesin berstandar Euro 4 atau berteknologi supercharger dan turbocharger. Bahkan, untuk wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 4, BBM berangka oktan 98 ini cukup banyak peminatnya.

General Manger Pertamina MOR 4 Yanuar Budi Hartanto mengatakan selama ini, untuk menyuplai BBM Pertamax Turbo di wilayahnya harus mendatangkan pasokan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Surabaya Group dan Balongan. Sehingga, ketika pasokan mengalami kendala dan di SPBU tidak tersedia, para konsumen terpaksa membeli BBM di bawah kelas Pertamax Turbo. Hal itu dikatakannya, ketika membuka pengiriman perdana Pertamax Turbo di TBBM Semarang Pengapon, Kamis (20/9).

Oleh karena itu, jelas Yanuar, guna memenuhi kebutuhan Pertamax Turbo yang terus meningkat di wilayah Jateng-DIY, pihaknya menambah titik distribusi Pertamax Turbo di TBBM Semarang Group. Sehingga, TBBM Semarang Group menjadi TBBM ke-15 yang mendistribusikan Pertamax Turbo dari 116 TBBM di seluruh Indonesia.

Menurutnya, selama ini pasokan Pertamax Turbo yang didatangkan dari TBBM Surabaya Group dan Balongan itu rerata 21,5 Kilo Liter per hari. Dengan tersedianya Pertamax Turbo di TBBM Semarang Group, piihaknya menargetkan bisa terserap 40 KL per hari di wilayah MOR 4.

"Tingkat konsumsi Pertamax Turbo lebih kurang 1.200 KL per bulan di wilayah MOR 4. Untuk SPBU yang sudah menjual Pertamax Turbo total 92 unit awalnya, dan kita tambahi delapan unit pada 1 September kemarin sehingga total 100 SPBU di seluruh wilayah MOR 4," kata Yanuar.

Yanuar lebih lanjut menjelaskan, dengan penambahan titik distribusi Pertamax Turbo di Semarang, diharapkan tingkat konsumsi Pertamax Turbo bisa naik dua kali lipat dari sebelumnya. Karena, TBBM Semarang Group sekarang bisa mengirim langsung ke SPBU di wilayah Semarang hingga Pekalongan sampai Rembang.

Menurutnya, kapasitas tangki Pertamax Turbo di TBBM Semarang Group mencapai 350 KL dan bisa membantu meningkatkan layanan kepada pelanggan. Sehingga, tidak ada lagi keterlambatan pengiriman Pertamax Turbo ke SPBU.

"Akan kami lihat potensi pasarnya, kalau perlu ditambah lagi jumlah SPBU yang menjual Pertamax Turbo akn kita lakukan. Diharapkan, setiap kabupaten/kota di wilayah Jawa Tengah dan DIY ini ada SPBU yang menyediakan Pertamax Turbo," pungkasnya. (K-08)

Saat Reses, Legislator Boyolali Sosialisasikan Germas ke Masyarakat

Sejumlah kader kesehatan sedang mengikuti olahraga bersama untuk
sosialisasi Germas. 
Semarang-Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan pemerintah pusat, harus digencarkan dan terus dikampanyekan kepada seluruh masyarakat. Terutama, kepada masyarakat Boyolali. Hal itu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Boyolali Agung Supardi, saat menjadi narasumber di Warung Germas Dinas Kesehatan Jawa Tengah, belum lama ini.

Menurutnya, berbagai cara harus dilakukan untuk mendukung program Germas dari pemerintah pusat. 

Oleh karena itu, jelas Agung, pihaknya sebagai legislator berupaya untuk ikut mengampanyekan Germas kepada masyarakat Boyolali. Yakni melalui kegiatan reses ke daerah, dengan melakukan sosialisasi gemar makan ikan, rajin berolahraga dan menghindari rokok.

Pihaknya juga memfasilitasi pemkab, melalui penganggaran di APBD. 

"Kita di legislatif pasti mendukung dan untuk Germas ini sudah dianggarkan Rp2,490 miliar. Yang sekitar Rp870 juta itu untuk lima kecamatan. Karena ini juga sudah petunjuk dari pemerintah pusat, ya serta ada kepres dan pergubnya juga. Sehingga, kitaa harus serius menyukseskan Germas di masyarakat Boyolali," kata Agung.

Agung lebih lanjut menjelaskan, di dalam mendukung program Germas di masyarakat Boyolali, pihaknya juga menyarankan masyarakat rutin mengadakan senam Germas dan mengolah bahan makanan lokal.
 
"Germas tidak hanya diketahui masyarakat kota saja, tapi sampai lapisan bawah dan ke desa-desa. Saatnya kita gaungkan hidup sehat," tandasnya. (K-08) 

PLN Ajak ICW Kunjungi Balkondes Ngadiharjo

Presiden ICW Kim Jung Sook menanam bibit pohon di Desa Ngadiharjo
bersama PLN. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-International Council of Woman (ICW) mendapat kesempatan berharga, mengunjungi Desa Wisata Ngadiharjo, Kabupaten Magelang, saat diajak PLN baru-baru ini. 

Sebanyak 250 orang berada di Balai Ekonomi dan Desa (Balkondes) PLN Ngadiharjo, untuk ikut serta melestarikan alam sekaligus mengenal kebijakan lokal. 

Direktur Human Capital Managemen PLN Muhamad Ali mengatakan lima delegasi mendapat kesempatan pertama, untuk menanam bibit pohon di lingkungan desa wisata. Salah satunya adalah Presiden ICW, Kim Jung Sook. Lima bibit pohon yang ditanam adalah nangka, kelengkeng, mangga, jambu air dan jambu biji.

Ali menjelaskan, para delegasi ICW juga diajak belajar membatik dan menganyam bambu. Hal itu dilakukan, agar para delegasi selalu mengingat kekayaan ragam kesenian di Yogjakarta. 

"Meningkatkan ekonomi dan memberikan nilai lebih untuk satu daerah, adalah salah satu tujuan kami dalam membangun Balkondes Ngadiharjo. Kami ingin warga bisa menikmati dan merasakan dampak positif, dengan adanya Balkondes PLN Ngadiharjo ini," kata Muhamad Ali dikutip dari rilis. 

Dirinya berharap, dengan adanya kegiatan tersebut juga semakin meningkatkan kunjungan wisatawan yang datang." Siapa tahu mereka datang lagi di lain waktu sambil membawa keluarganya," ujar Ali. 

Presiden ICW Kim Jung Sook mengaku senang, bisa mengikuti kegiatan yang diselenggarakan PLN. 

Kim mengungkapkan apresiasinya, terkait apa yang telah dilakukan PLN di Balkondes Ngadiharjo untuk warga. Bahkan, pelayanan dan keramahan yang diberikan warga Balkondes Ngadiharjo dianggap cukup memuaskan. 

"Adanya Balkondes Ngadiharjo sangat membantu warga, terutama dalam bidang ekonomi. Selain itu, PLN juga membantu lingkungan setempat seperti sekolah yang berada tepat di depan Balkondes," jelas Kim. (K-08)