Senin, 24 September 2018

Hipertensi Jadi Penyakit Yang Mengancam Warga Perkotaan

Seorang warga sedang memeriksakan tekanan darahnya saat acara
pemeriksaan kesehatan yang diadakan Dinas Kesehatan Jawa Tengah.
Semarang-Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang Lilik Farida mengatakan warga perkotaan dengan kebiasaan yang instan dan terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji, paling rentan terkena penyakit hipertensi. Hal itu dipicu karena kebiasaan warga kota dengan pola hidup yang instan dan tidak sehat.

Bila dilihat angka hipertensi di Kota Semarang, jelas Lilik, masih mendomisasi sebagai penyakit tidak menular yang diidap masyarakat perkotaan.

Menurutnya, penyakit hipertensi tidak bisa disembuhkan. Pasien atau orang yang terkena hipertensi, maka harus rutin selalu minum obat.

Lilik menjelaskan, apabila penderita hipertensi tidak berobat dan minum obat secara teratur akan terjadi komplikasi. Sehingga, komplikasi penyakit itu akan membebani biaya perawatannya.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang selalu mengimbau masyarakat untuk menghindari pola atau gaya hidup tidak sehat.

"Hipertensi yang tidak terkendali akan menjadi gagal ginjal. Gagal ginjal, harus cuci darah secara rutin terus menerus. Sehingga, menyebabkan pembiayaan tinggi. Tapi, kalau hipertensi terkontrol dengan baik yang diimbangi konsumsi obat secara teratur dan berperilaku hidup sehat, harapannya komplikasi tidak terjadi," kata Lilik, Senin (24/9).

Lllik lebih lanjut menjelaskan, hipertensi yang tidak terkontrol juga bisa berakibat munculnya penyakit jantung. Akibatnya, produktivitas seseorang menjadi menurun. (K-08) 

Ganjar Lantik Kepala Daerah Terpilih Sambil Titip Pesan Pembangunan Wilayah Masing-masing

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyematkan tanda pangkat kepada
Bupati Kudus Tamzil, di Gradhika Bhakti Praja, Senin (24/7).
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik tiga pasangan bupati dan wakil bupati terpilih serta wali Kota Tegal terpilih periode 2018-2023. Yakni Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein-Sadewo Tri Lastiono, Bupati dan Wakil Bupati Temanggung Al Khadiq-Heri Ibnu Wibowo, Bupati dan Wakil Bupati Kudus Muhammad Tamzil-HM Hartopo dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh, di Gradhika Bhakti Praja, Senin (24/9).

Ganjar Pranowo mengatakan ada banyak pesan dan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, bagi masing-masing kepala daerah terpilih. Mulai dari infrastruktur, ekonomi kreatif maupun reformasi birokrasinya.

Menurutnya, tidak hanya kepada para kepala daerah yang baru dilantik saja, tetapi PR tersebut juga harus dikerjakan seluruh kepala daerah di Jateng. 

Ganjar menjelaskan, beberapa yang perlu dikerjakan adalah pintu investasi. Karena, wilayah Jateng menjadi idola bagi para investor yang ingin mengembangkan usahanya.

"PR Jawa Tengah tentu besar. Banyumas masih banyak yang protes tentang infrastruktur, mudah-mudahan politik anggarannya bisa prioritas di situ. Temanggung, infrastruktur relatif baik tapi tembakaunya itu yang perlu diperhatikan. Kudus ya sudah di atas rata-rata, dan industrinya besar. Kota Tegal itu kotanya kecil tapi PR-nya besar, yaitu reform betul-betul," kata Ganjar.

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, penataan aspek lingkungan di daerah juga tetap harus diperhatikan, agar calon investor tertarik. Upayanya, dengan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang disinergikan dari pusat sampai kabupaten/kot.

"Pengelolaan lingkungan perlu inovasi dan teknologi, sehingga dibutuhkan dukungan dari para akademisi untuk menciptakan inovasi teknologi tepat guna," ujarnya.

Ganjar juga mengingatkan, agar pengelolaan lingkungan harus ditata dengan tepat. Sehingga, persoalan sampah tidak menjadi kendala bagi calon investor. (K-08)

Bawaslu Jateng Ingatkan 3 Hal Tak Boleh Dilanggar Selama Pemilu 2019

Fajar SAKA
Ketua Bawaslu Jateng 
Semarang-Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar SAKA mengingatkan kepada para peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, baik partai politik (parpol) maupun para calon anggota legisltif (caleg) tdak melanggar tidak hal saat kampanye. Hal itu ditegaskan Fajar, saat menggelar rapat koordinasi evaluasi pengawasan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah 2018 di Patra Convention and Hotel, Senin (24/9).

Menurutnya, ketiga hal yang harus diperhatikan para peserta Pemilu 2019 adalah mengenai politik uang, kampanye hitam dan netralitas aparatur sipil negara (ASN).

Fajar menjelaskan, untuk aturan politik uang secara tegas akan ditindak . Baik pemberi maupun yang menerimanya.

Pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Jateng, jelas Fajar, beberapa kasus yang terindikasi politik uang sudah diproses secara hukum. Ada tiga kasus politik uang yang memeroleh keputusan hukum tetap dari pengadilan.

Beberapa persoalan lain yang perlu diwaspadai, lanjut Fajar, adalah tempat pemungutan suara (TPS) rawan penyimpangan.

"Selain itu, Bawaslu dan jajaran juga identifikasi TPS-TPS rawan tetap kita lakukan. Evaluasi lain yang patut dipatuhi bersama adalah soal netralitas ASN. Karena, di pilgub atau pilkada serentak masih ada kejadian ASN yang tidak netral kepada salah satu pasangan calon," kata Fajar.

Oleh karena itu, jelas Fajar, dengan konteks Pemilu 2019 sekarang yang melibatkan banyak peserta, peluang untuk menggoda para ASN terbuka lebar. Bahkan, ada beberapa kepala daerah di Jateng yang menjadi pimpinan partai politik.

"Para caleg harus berhati-hati, jangan sampai main politik uang," pungkasnya. (K-08)

BPJS Kesehatan Kenalkan Fasilitas Rujukan Berjenjang Online Untuk Peserta JKN-KIS

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang Bimantoro
(kanan) saat menjelaskan tentang sistem rujukan berjenjang online,
Senin (24/9).
Semarang-BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang mulai menerapkan sistem digitalisasi rujukan, bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) secara online. 

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang Bimantoro mengatakan rujukan berjenjang secara online itu, sebenarnya sudah diujicobakan pada 15 Agustus 2018. Tujuannya, untuk memberikan kemudahan dan kepastian bagi peserta program JKN-KIS di dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, sistem rujukan berjenjang secara online itu juga mengacu pada peraturan Permenkes Nomor 001 Tahun 2018 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan. 

Bimo, panggilan akrabnya menjelaskan, antara fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dengan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) akan tersinergi semakin kuat. Sehingga, faskes tingkat pertama bisa membaca dan mengetahui informasi tentang pelayanan kesehatan di faskes rujukan untuk pasiennya.

"Setahun yang lalu sistem ini sudah diujicobakan. Rujukan berjenjang JKN-KIS dari faskes primer, sekunder dan tersier. Jadi, kami memerbaiki dengan sistem online untuk mengetahui layanan kesehatan yang dibutuhkan peserta JKN-KIS. Faskes primer bisa lihat kondisi secara online dengan menginventarisir tingkat pelayanan rujukan pada saat itu," kata Bimo, Senin (24/9).

Bimo menjelaskan, informasi yang didapatkan dari faskes pertama itu bisa diliihat melalui aplikasi health fasilities information system (HFIS) yang diinput dari masing-masing rumah sakit rujukan. 

"Termasuk jumlah ketersediaan kamar, dokter spesialis dan sebagainya," ujarnya. 

Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kota Semarang Lilik Farida menambahkan, masyarakat diharapkan bisa mengerti tentang sistem rujukan berjenjang secara online.

"Menjadi PR bagi kami terutama FKTP di 37 puskesmas, untuk bekerja sesuai aturan. Puskesmas harus mengomunikasikan kepada pasien yang biasanya langsung ke rumah sakt tipe B, karena ini menjawab tuntutan zaman dan memenuhi kebutuhan masyarakat," ucap Lilik. (K-08)

Sandiaga Uno Datangi Pasar Wonodri Semarang Dengarkan Keluhan Pedagang

Cawapres Sandiaga Uno saat menyapa sejumlah pedagang di Pasar
Wonodri, Senin (24/9).
Semarang-Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengunjungi Pasar Wonodri Semarang, Senin (24/9). Sandiaga datang ke Pasar Wonodri memakai pakaian kasual dan sepatu olahraga.

Bersama Zulhas, cawapres nomor urut dua itu berkeliling pasar dan melihat kondisi perekonomian masyarakat melalui aktivitas sehari-hari.

Sandiaga mengatakan banyak hal bisa diketahui lewat pasar tradisional, sehingga mampu untuk memetakan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, dengan melihat aktivitas masyarakat di pasar tradisional itu bisa mengetahui seberapa besar kemampuan daya beli warga. 

Ia juga memuji inovasi tempe yang dijual salah satu pedagang, dan dianggapnya sebuah kreativitas tinggi. Hal itu muncul, karena pasokan bahan baku pembuat tempe mahal dan masih tergantung impor.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan, dengan meninjau langsung pasar tradisional, maka bisa mendengarkan aspirasi dari masyarakat secara terbuka.

"Saya bersama Bang Zul ini selalu fokus pada dua hal isu pertama yang ada di masyarakat. Kenapa kita ke pasar, pertama adalah menjaga stabilitas harga bahan pokok dan harga bahan makan, agar harga tidak membebani masyarakat. Isu kedua adalah soal lapangan kerja harus tercipta. Karena memang di Semarang dan di seluruh wilayah Indonesia sekarang, mencari kerja susah. Jadi, kami hadir ke pasar menyoroti isu utama itu," kata Sandiaga.

Selama berada di Pasar Wonodri, Sandiaga menyempatkan berbelanja ikan panggang dan tempe mentah.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menambahkan, pihaknya memang sengaja mengunjungi pasar tradisional, tujuannya ingin melihat daya beli masyarakat di Semarang.

"Pertama soal harga-harga, dan kedua soal daya beli masyarakat. Karena itu semua menyangkut masyarakat juga. Sebetulnya, gambaran ekonomi di Indonesia itu ya di pasar," ujarnya.

Usai berkunjung ke Pasar Wonodri, Sandiaga dan Zulhas kemudian bersilaturahim dengan keluarga besar PW Muhammadiyah Jawa Tengah. (K-08)