Rabu, 26 September 2018

Sukseskan Imunisasi, Ganjar Minta Warga Tak Menolaknya

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Program imunisasi yang sedang digalakkan Dinas Kesehatan Jawa Tengah, harus mendapat dukungan dari masyarakat di Jateng. Hal itu dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang meminta kepada semua masyarakat, agar ikut menyukseskan program imunisasi yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Jateng.

Menurut Ganjar, program imunisasi merupakan langkah nyata di dalam menanggulangi dan mencegah terjadinya wabah penyakit sejak usia dini.

Ganjar menjelaskan, banyak hal baik di dalam program pemberian imunisasi. Salah satunya melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang sudah dilaksanakan sejak Agustus dan berakhir hingga November 2018 nanti.

Politikus PDIP itu menyatakan, imunisasi yang diberikan kepada anak-anak usia sekolah dasar (SD) kelas 1-2 tersebut untuk mencegah penyakit Rubella dan Campak. 

"Termasuk kita bicara soal imunisasi, dan Jawa Tengah tidak akan menolak imunisasi. Kalau ada yang menolak imunisasi, bahaya itu. Dan problemnya biasanya soal gizi, tapi beberapa sudah kita deteksi daerahnya," kata Ganjar belum lama ini.

Sebelumnya, Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinkes Jateng Subur Hadi Marhaento menambahkan, program BIAS dilaksanakan kepada puskesmas di masing-masing daerah dan mendatangi tiap sekolah.

Menurut Subur, Kementerian Kesehatan menargetkan Dinkes Jateng capaian program BIAS tahun ini bisa tercapai 98 persen. 

"Pada 2017, program BIAS kam mencapai 99,61 persen dan selalu melampaui target. Memang masih ada kendala orang yang menolak anaknya diimunisasi, tapi itu tidak banyak," ujarnya. (K-08) 

Menteri Yohana Pastikan 2 Pelaku Penganiayaan Suporter Hingga Tewas Ditangani Dengan UU Perlindungan Anak

Menteri PPPA Yohana Yembise meminta polisi menerapkan Undang-
Undang Perlindungan Anak, saat menangani dua tersangka kasus
pengeroyokan suporter Persija Jakarta. 
Semarang-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan dua tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya suporter Persija Jakarta, akan ditangani sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Hal itu dilakukan, karena dua orang tersangka tersebut diketahui masih di bawah umur.

Menurutnya, kasus tersebut sudah ditangani sesuai prosedur. Bahkan, unit pelayanan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga mendampingi untuk memastikan penyidikan hukumnya sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.  

Pihaknya, jelas Yohana, juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang menangani kasus tersebut.

"Yang jelas kan pasti sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, karena definisi anak antara 0-18 tahun. Jadi, saya sudah dengar seperti itu dari unit pelayanan kami dan sudah ditangani sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak," kata Yohana usai memberi kuliah umum mahasiswa baru di kampus Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, kemarin.

Yohana lebih lanjut menjelaskan, setiap kasus hukum yang melibatkan pelaku di bawah umur, maka harus mendapat perlakuan khusus sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Diketahui, salah satu suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, dikeroyok hingga tewas saat mendukung timnya berlaga di Stadion GBLA, Minggu (23/9) kemarin.

Polrestabes Bandung yang menangani kasus tersebut, sudah mengamankan 16 orang terkait kejadian itu. Dari 16 orang itu, delapan orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

Polisi bakal menjerat para tersangka dengan Pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (K-08)

Siapkan SDM ke Dunia Kerja, Patra Jasa Bekali Mahasiswa Keterampilan Perhotelan

Staf Patra Hotel and Convention Semarang sedang memberi materi
tentang table manner kepada siswa SMKN 6 dan mahasiswa Udinus
serta Stiepari yang mengikuti program CSR, Rabu (26/9).
Semarang-Guna menghadapi dunia kerja yang membutuhkan keterampilan lebih, Pertamina bersama Patra Jasa memberikan keterampilan perhotelan kepada siswa SMKN 6 Semarang, mahasiswa Stiepari dan Udinus, Rabu (26/9). 

Keterampilan perhotelan yang diberikan itu merupakan program corporate social responsibility (CSR), dengan melibatkan 60 orang siswaa dan mahasiswa.

General Manager Patra Hotel and Convention Semarang I Gusti Made Juniarta mengatakan pembekalan keterampilan tentang pendidikan dasar perhotelan dan pariwisata itu, meliputi dasar ilmu perhotelan dan selalu rutin dilakukan setiap tahun.

Menurutnya, pembekalan ilmu perhotelan dasar yang diberikan kepada siswa dan mahasiswa itu merupakan kontribusi Patra Jasa sebagai pelaku perhotelan. Sehingga, pihaknya berupaya mengembangkan cikal bakal insan pariwisata yang berkualitas. 

"Di mana temen-temen kita memberikan pendidikan kepada anak sekolah dan mahasiswa. Memberikan pemahaman dasar tentang perhotelan, dunia hotel itu seperti apa sih tentunya. Mahasiswa dan pelajar yang diajak itu memang jujuran perhotelan dan pariwisata. Mereka kita beri pembekalan tambahn tentang perhotelan. Jadi, harapannya ketika terjun ke dunia kerja mereka sudah lebih siap," kata Juniarta.

Juniarta lebih lanjut menjelaskan, kegiatan yang dilakukan Pertamina bersama Patra Jasa digelar tidak hanya di Semarang tapi juga di Bandung, Bali, Anyer, Parapat dan Palembang. 


Menurutnya, program CSR tahun ini tidak hanya memberi pembekalan keterampilan perhotelan tapi juga tentang pengelolaan limbah sampah rumah tangga yang melibatkan warga sekitar Patra Jasa Semarang.

"Tiga kelurahan yang dekat dengan hotel kita libatkan. Ada Kelurahan Wonotingal, Candi dan Jomblang. Mereka kita ajari tentang pengolahan sampah menjadi kompos," ujarnya.

Pihaknya, lanjut Juniarta, juga memerhatikan kesehatan ibu hamil di lingkungan sekitar dengan pelatihan senam hamil melalui yoga pre-natal. Kegiatan tersebut akan diikuti 40 ibu hamil, dari tiga kelurahan terdekat. (K-08)