Rabu, 10 Oktober 2018

Selama IMF, Pertamina Jamin Pasokan BBM Lancar

Semarang-Unit Manager Communication & CSR MOR V Rifky Rakhman Yusuf mengatakan Pertamina siap mendukung kelancaran pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, 10-12 Oktober 2018. Yakni, dengan menjamin ketersediaan suplai bahan bakar minyak (BBM) di SPBU menuju lokasi acara.

Pihaknya, jelas Rifky, telah menyusun berbagai strategi, dan memastikan kehandalan suplai BBM di tujuh SPBU di jalur bandara menuju lokasi acara IMF 2018 di Nusa Dua, Kabupaten Badung.

Menurutnya, SPBU tersebut menjual berbagai jenis BBM yang diperkirakan akan terjadi peningkatkan cukup tinggi mulai H-7 sampai H+7.

Guna memerkuat suplai di SPBU eksisting, jelas Rifky, Pertamina mengoperasikan empat unit mobil tanki atau SPBU kantong dan satu unit mobil tanki cadangan yang akan ditempatkan di SPBU dengan daya tahan stok rendah. SPBU Kantong tersebut akan menyediakan Premium, Pertalite dan Pertamax. 

"Kami menyiagakan mobil tanki, yang dilengkapi dengan fasilitas dispenser untuk mendukung di tiga SPBU dengan stok rendah. Sementara SPBU lainnya diperkuat daya tahannya, agar pasokannya tetap mencukupi untuk kendaraan," kata Rifky.

Lebih lanjut Rifky menjelaskan, selama pertemuan IMF, Pertamina juga akan melakukan alih suplai BBM untuk dua SPBU serta 18 SPBU areal Nusa Dua yang sebelumnya dari TBBM Manggis menjadi dari TBBM Sanggaran.

"Khusus untuk produk unggulan Pertamax Turbo dan Pertamina Dex, kami sediakan tiga mobil tanki yang dilengkapi dengan meteran dan dispenser yang akan berada di SPBU dan Dermaga Pink. Keseluruhan mobil tanki yang kami sediakan berkapasitas 16 ribu liter. Fasilitas tambahan ini akan berada di lokasi SPBU sepekan sebelum dan sesudah event IMF," pungkasnya. (K-08) 

Indosat Sebut Jaringan Komunikasi 90 Persen Sudah Pulih di Palu Dan Donggala

Warga Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah memanfaatkan layanan
komunikasi yang diberikan Indosat Ooredoo. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Layanan komunikasi Indosat Ooredoo di wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah sudah mulai pulih. Lebih dari 90 persen dari total BTS di kedua wilayah tersebut sudah beroperasi normal, dan bisa melayani masyarakat dengan baik.

Group Head Network Operations Umar Hadi dalam rilis mengatakan jaringan Indosat Ooredoo yang sudah pulih, di antaranya berada di areal publik vital semisal pelabuhan, bandara, rumah sakit dan kantor pemerintah sejak 1 Oktober 2018.

Selain wilayah Palu dan Donggala, jelas Umar, jaringan Indosat Ooredoo juga tetap operasional di beberapa kabupaten sekitar lokasi utama bencana. Yakni di Mamuju Utara dan Sigi. 

Menurutnya, hal itu tidak lepas dari kerja keras tim teknis jaringan yang terus berupaya mengatasi kendala di lapangan beberapa saat setelah bencana terjadi. 

Umar menjelaskan, proses pemulihan BTS membutuhkan waktu, terutama ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk generator set BTS. 

"Kami bersama tim di lapangan masih terus bekerja keras, untuk memulihkan jaringan sepenuhnya. Kami menyadari, komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk berkoordinasi dan berkirim kabar di tengah kondisi darurat serta masa pemulihan bencana. Kami berharap, kondisi pemulihan jaringan bisa segera selesai dalam waktu dekat," kata Umar. 

Lebih lanjut Umar menjelaskan, untuk mendukung kelancaran berkomunikasi bagi masyarakat sekitar lokasi bencana, pihaknya memberikan bantuan telepon dan SMS gratis ke semua operator. Fasilitas ini disediakan hingga 14 Oktober 2018, dan bisa dinikmati pelanggan yang berada di wilayah bencana.  

"Kami juga menyalurkan bantuan lain berupa mobil klinik kesehatan, bagi warga di sekitar lokasi bencana. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan serta trauma healing bagi anak-anak," pungkasnya. (K-08) 

Angka Pasung di Jateng Masih Tinggi

Kepala Seksi P2PTM Dinkes Jateng Arfian Nevi saat jadi pembicara di
diskusi Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Kantor Dinkes Jateng, Rabu (
10/10)
Semarang-Kepala Seksi P2PTM Dinas Kesehatan Jateng Arfian Nevi mengatakan sebanyak 400 orang yang ada di provinsi ini mengalami gangguang jiwa berat, dan terpaksa harus dipasung keluarganya karena dikhawatirkan akan mengganggu orang lain. Hal itu dikatakannya, di sela diskusi Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Kantor Dinkes Jateng, Rabu (10/10).

Menurut Arfian, masih banyak warga Jateng yang mengalami gangguan kejiwaan dan harus dipasung keluarganya. Hal itu dikarenakan, gangguan kejiwaan yang dialami sudah cukup akut.

Arfian menjelaskan, 400 orang yang dipasung di Jateng itu berdasarkan data per Juni 2018. Namun, dari jumlah itu sebagian di antaranya sudah dilepaskan dan mendapat perawatan secara intensif.

Oleh karena itu, jelas Arfian, Dinkes Jateng mengajak para lintas sektor di provinsi ini untuk membebaskan orang yang masih dipasung dan diupayakan perawatan secara maksimal. Sebab, persoalan pasung tidak hanya milik Dinas Sosial bekerjasama dengan Dinkes saja tetapi semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada.

"Memang masih ada 400 orang di Jateng yang dipasung. Ini PR kita untuk membebaskan mereka. Bukan berarti dilepaskan begitu saja tanpa pengawasan, tapi juga harus dikendalikan dan diobati secara teratur," kata Arfian.

Lebih lanjut Arfian menjelaskan, gangguan jiwa akut atau berat harus ada pengobatan yang teratur dan tidak boleh dipasung.

"Permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia dan Jateng harus ditangani secara sistemik, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar," tandasnya. (K-08) 

Batik Rifa'iah Batang Siap Jadi Komoditas Ekspor

Gubernur Ganjar Pranowo melihat perajin batik Rifa'iah Batang yang
sedang menyelesaikan prose nyanting. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Kabupaten Batang menyimpan salah satu produk unggulan yang siap untuk menembus pasar ekspor. Yakni kain batik Rifa'iah.

Salah satu perajin batik Rifa'iah, Mutmainah mengatakan kain batik Rifa'iah diproduksi orang-orang penganut Rifa'iah. 

Menurutnya, keunggulan dari kain batik Rifa'iah adalah penggunaan teknik kuno di dalam pembuatannya. Bahkan, para perajin kerap kali membaca salawat di saat proses pembuatannya. 

Mutmainah menjelaskan, keistimewaan dari batik Rifa'iah adalah motif yang dipakai hanya berupa tumbuhan atau bunga tidak ada motif hewan. 

"Kalau kami itu masih menggunakan teknik-teknik kuno, motifnya juga masih klasik. Keunggulan dari batik ini nyantingnya bolak balik di dua sisi. Batik-batik Rifa'iah itu warnanya juga kuat dan bisa tahan sampai puluhan tahun," kata Mutmainah, Rabu (10/10).

Lebih lanjut Mutmainah menjelaskan, untuk menyelesaikan selembar kain batik Rifa'iah dibutuhkan waktu antara 3-6 bulan. Sedangkan harga kain batik Rifa'iah, dijual mulai harga Rp500 ribu hingga Rp3 juta.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku jika batik Rifa'iah bisa menembus pasar ekspor. Bahkan, ia juga memamerkan batik Rifa'iah di acara Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, awal pekan kemarin.

Menurutnya, batik Rifa'iah tidak sekadar coretan malam di kain tanpa makna. Karena, pembuatnya membacakan salawat dalam setiap prosesnya.

"Kalau bisa ditampilkan akan menjadi keunggulan bagi Batang yang akan kita jual. Kalau nanti masuk, maka kita akan punya potensi komoditas ekspor. Kita bisa mendukung promosnya, pemasarannya dan kalau keterbatasan anggaran bisa kita dukung bantuan permodalnya," ujar Ganjar.

Oleh karena itu, lanjut Ganjar, pemprov akan mencoba memfasilitasi para perajin batik Rifa'iah Batang untuk memasarkan produknya ke luar negeri. Namun, syarat yang harus dipenuhi perajin harus bisa meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas batiknya. (K-08)

PPP Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jateng

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin saat menggelar jumpa pers di
Jakarta beberapa waktu lalu. Foto: ISTIMEWA
Semarang-Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masrukan Syamsuri mengatakan pihaknya akan berupaya, untuk ikut memenangkan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di wilayah Jateng.

Menurutnya, upaya pemenangan hampir sama ketika Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 kemarin, saat PPP ikut mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Masrukan menjelaskan, Santri Gayeng juga akan kembali dikerahkan untuk mendulang suara demi kemenangan pasangan nomor urut satu tersebut. Terlebih lagi, wakil gubernur yang juga kader PPP akan menambah amunisi untuk menyumbangkan suara bagi kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. 

"Dengan gerakan santri gayeng itu cukup efektif di dalam rangka melakukan pendekatan terhadap kaum santri. Kaum santri itu artinya ya anak turunnya NU dan Muhammadiyah atau paling tidak orang yang deket dengan tradisi-tradisi santri kayak kelompok pengajian dan kelompok tahlilan," kata Masrukan, Rabu (10/10).

Lebih lanjut Masrukan menjelaskan, pihaknya tentu juga bersama partai politik (parpol) yang masuk dalam satu koalisi akan bekerja untuk pemenangan Jokowi-Makruf di Jateng. 

Menurutnya, sesuai dengan instruksi dari jajaran pengurus struktural pusat sudah menginstruksikan untuk bergerak bersama dan bergotong royong dalam memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kami siap mengamankan dan berjuang dalam Pilpres 2019 dengan cara-cara masing-masing dan tidak bertentangan dengan undang-undang atau SARA," pungkasnya. (K-08)