Sabtu, 20 Oktober 2018

Jokowi Inginkan Model Kampanye Door to Door di Jateng

Capres Jokowi saat blusukan di Pasar Karangayu Semarang, Sabtu
(20/10).
Semarang-Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah di Pulau Jawa yang diharapkan bisa mendulang suara di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Hal itu dikatakan Capres Joko Widodo usai menghadiri pembentukan Tim Kampanye Daerah Jateng di Panti Marhaen, Sabtu (20/10).

Joko Widodo meminta kepada para pengurus dan kader serta simpatisan di Jateng, agar bekerja maksimal selama pelaksanaan Pilpres 2019. Salah satu upaya yang efektif dilakukan, yakni melalui kampanye door to door mendatangi masyarakat hingga ke pelosok daerah. 

Menurut Jokowi, untuk Jateng dirinya mematok target perolehan suara antara 78-82 persen. Angka itu dinilai valid, dan bukan angka yang mengada-ada. 

Jokowi menjelaskan, angka 78-82 persen didapat dari kalkulasi tren kandidat calon. Baik calon presiden-wakil presiden dan calon legislatif. 

"Intinya bahwa pilpres dan pileg 2019 harus kita lalui dengan sebuah etika politik dan sopan santun yang baik. Selain itu juga apa yang harus kita hindari, dan pesan-pesan apa yang harus disampaikan kepada masyarakat," kata Jokowi. 

Mantan gubernur DKI itu menyatakan, sumbangan suara dari Jateng angat diperlukan untuk menutup kecenderungan menurunnya tren kemenangan di wilayah lain. 

"Kemenangan di Jateng mutlak harus bisa diraih. Sehingga, sembilan partai pendukung harus bisa menggerakkan mesin politiknya," pungkasnya. (K-08) 

Jokowi: Dana Kelurahan Cair Tak Ada Hubungannya Dengan Tahun Politik

Presiden Jokowi saat mengunjungi Ponpes Al Itqon Pedurungan, Sabtu
(20/10).
Semarang-Pada Januari 2019 mendatang, dana kelurahan akan cair. Hal itu ditegaskan Presiden Joko Widodo usai mengunjungi Pondok Pesantren Al Itqon Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (20/10).

Menurutnya, rencana pencairan dana kelurahan pada Januari 2019 mendatang tidak ada hubungannya dengan tahun politik. Pencairan dana kelurahan tersebut juga harus melalui persetujuan dewan, dan jatuh pada 2019.

Presiden Jokowi menjelaskan, dana kelurahan merupakan masukan dari para wali kota/bupati yang juga mendapatkan masukan dari pihak kelurahan. 

"Kalau saya lihat, itu masukan-masukan para wali kota. Yang dapat masukan dari desa/kelurahan untuk bisa mendapatkannya (dana). Karena kebutuhan di desa/kelurahan tidak sama setiap daerah, dan belum tentu wilayahbkota lebih baik dari di perdesaan," kata Jokowi. 

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, pencairan dana kelurahan tersebut terlontar saat menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) 2018 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Jumat (19/10).

Sementara itu, saat berada di Ponpes Al Itqon Pedurungan Semarang, Presiden Jokowi meminta para santri tidak mudah terpancing isu hoax. Termasuk, isu hoax yang menyerang dirinya. 

"Jelang pemilihan wali kota, pemilihan bupati, gubernur, presiden, yang namanya di medsos bertebaran hoax, fitnah, saling mencela. Itu bukan tata krama Indonesia, bukan etika Indonesia, bukan etika Islami kita," jelas Jokowi. 

Ketua Yayasan Al-Wathoniyah Ponpes Al Itqon, KH Ubaidullah Shodaqoh mengaku bangga dengan sikap Presiden Jokowi. Meski diterpa banyak hoax dan fitnah, namun tetap terlihat sabar dan tegar. 

"Kami bangga, meski banyak fitnah dan rintangan, beliau tetap sabar dan lembut kasih sayang kepada rakyatnya. Ini kehormatan baru pertama kali ada presiden ke sini," ucapnya. (K-08) 

Gus Yasin Optimistis Santri Jateng Gayeng Solid Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Taj Yasin menyatakan jika Santri Jateng Gayeng solid untuk memenang
kan pasangan calon Jokowi-Ma'ruf Amin di Jateng, Sabtu (20/10). 
Semarang-Tokoh Santri Jateng Gayeng Taj Yasin mengatakan pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Jawa Tengah sudah bulat dan solid, hingga April 2019 mendatang. Hal itu ditegaskannya, sebelum mengikuti kegiatan internal PDIP Jateng di MAC, Sabtu (20/10).

Menurut Taj Yasin yang juga Wakil Gubernur Jateng, seluruh elemen di provinsi ini yang berada di dalam partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin tetap solid untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Taj Yasin menjelaskan, para kalangan santri yang tergabung dalam Santri Jateng Gayeng juga solid untuk ikut mengantarkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

"Kita untuk melanjutkan perjuangan di Jawa Tengah, diperintahkan untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di pencalonan capres-cawapres. Insya Allah kita solid, kemarin dua pekan yang lalu kita sudah mengadakan rakor dan 35 kabupaten/kota sudah dikumpulkan. Mereka sudah bergerak bekerja untuk pemenangan Pak Jokowi di daerah masing-masing, dan itu santri jayeng kita kumpulkan semua," kata Gus Yasin.

Sementara itu, menanggapi informasi dari kubu sebelah yang menyebutkan Capres Prabowo Subianto diramalkan KH Maimoen Zubair memimpin Indonesia, Gus Yasin tidak bisa membenarkan. Sebab, saat itu ia tidak mendengarkan secara langsung.

Bahkan, jelas Gus Yasin, ia menolak anggapan jika Prabowo menjadi istimewa ketika diajak ke kamar khusus Mbah Maimoen.

"Memang Pak Prabowo sempat silaturahim ke kediaman Mbah Maimoen di Sarang, Rembang dan sempat diajak ke kamar khusus. Namun, kamar tersebut seluruh keluarga pernah masuk, baik diajak maupun tidak. Jadi tidak benar, kalau anak-anak beliau tidak pernah masuk ke ruangan itu," tandasnya. (K-08)