Rabu, 24 Oktober 2018

Dana Kelurahan Mau Dicairkan Jokowi, Sandi: Jangan Dipolitisasi Tapi Biarkan Masyarakat Yang Nilai

Cawapres Sandiaga Uno berdialog dengan Permak Bodi (Persatuan
Emak-emak Prabowo-Sandi di Kampung Sebandaran, Pecinan, Rabu
(24/10).
Semarang-Cawapres Salahuddin Sandiaga Uno tetap meminta masyarakat berprasangka baik terhadap program dana kelurahan yang akan dicairkan pemerintah.

Saat ditemui di Kampung Sebandaran, Kawasan Pecinan Semarang, Rabu (24/10), Sandiaga mengatakan bila dana kelurahan memang sudah direncanakan sejak lama, maka masyarakat cukup berprasangka baik saja. Namun, ia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilainya sendiri.

Menurutnya, sah saja bila pemerintah menggulirkan dana untuk kepentingan masyarakat. Hanya saja, mengenai pelaksanaan pencairan dana kelurahan yang berdekatan dengan tahun politik diserahkan masyarakat untuk menilainya. 

"Saya sudah sampaikan berkali-kali, bahwa selama niatnya membantu masyarakat tentunya layak diapresiasi. Tinggal masyarakat menilai sendiri apakah timingnya tepat dan perhitungannya sudah matang serta apakah sudah sumber dananya berkelanjutan. Saya tidak ingin mempolitisasi," kata Sandiaga.

Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, pihaknya mengapresiasi program yang diwacanakan pemerintah untuk kepentingan masyarakat tersebut. Sebab, sekarang masyarakat juga sudah cerdas dalam berpolitik.

Diwartakan sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan jika dana kelurahan sudah dimunculkan sejak tiga tahun lalu dan diusulkan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Menurutnya, tiga tahun lalu terakhir pemerintah sudah mengalokasikan dana desa kepada seluruh kabupaten di Indonesia.

"Karena di kota itu perlu dana membangun selokan, dana perbaikan di kampung, peningkatan latihan kerja SDM. Masukan itu diberikan lurah-lurah pada wali kota," jelas Jokowi.

Mengenai payung hukumnya, jelas Jokowi, bila disetujui DPR RI, maka yang digunakan adalah Undang-Undang APBN. (K-08)

Kepada Warga Sebandaran Semarang, Sandi Tawarkan Oke Oce

Cawapres Sandiaga Uno saat berdialog dengan warga Sebandaran di
Kawasan Pecinan, Rabu (24/10).
Semarang-Cawapres Salahuddin Sandiaga Uno mengatakan Program kebijakan ekonomi yang ada di DKI Jakarta, coba ditawarkan dan diterapkan di wilayah Jawa Tengah. Hal itu terungkap, saat berdialog dengan sejumlah warga di Kampung Sebandaran, Kawasan Pecinan, Rabu (24/10).

Menurut Sandiaga di depan warga yang mayoritas adalah Persatuan Emak-emak Prabowo-Sandi (Permak Bodi), Oke Oce yang digulirkan Gubernur Anis Baswedan dan dirinya saat menjabat sebagai wakil gubernur mulai diterapkan di Jawa Tengah.

Sandiaga menjelaskan, program Oke Oce akan menjadi pilot project dan sebagai program khusus Prabowo-Sandi untuk membuka lapangan kerja dengan menciptakan gerakan kewirausahaan. Sehingga, masyarakat tidak lagi mencari kerja tetapi menciptakan lapangan kerja baru.

"Kita memberi peluang usaha yang lebih baik lagi ke depan, sehingga usaha kecil dan menengah bisa berkembang. Kita ingin menghadirkan satu kebijakan yang mengambil alih kendali ekonomi Indonesia untuk kepentingan bangsa. Untuk membuka lapangan usaha seluas-luasnya, tidak terlalu terdikte dengan kepentingan-kepentingan yang di luar kepentingan bangsa. Kita ingin harga-harga terjangkau dan kebijakan kita tidak terlalu memanjakan impor," kata Sandiaga.

Sandiaga lebih lanjut menjelaskan, pihaknya akan membuka peluang kewirausahaan untuk para mahasiswa yang memiliki keterampilan. Sehingga, diharapkan setelah kuliah tidak lagi berpikir mencari pekerjaan tetapi sudah membuka usaha baru dan menciptakan lapangan kerja baru. (K-08)

Mahasiswa Beri Uang Kampanye ke Sandiaga

Cawapres Sandiaga Uno saat kampanye di Kampung Sebandaran, Kota
Semarang, Rabu (24/10).
Semarang-Aliansi Mahasiswa Semarang Raya menyerahkan uang sumbangan kepada calon wakil presiden (cawapres) Salahuddin Sandiaga Uno di sebuah rumah makan, Rabu (24/10). 

Cawapres Sandiaga mengaku terkejut, saat menerima kedatangan sejumlah mahasiswa saat dirinya berkampanye di Semarang.

Menurutnya, dana sumbangan yang diterima merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi elemen masyarakat untuk berjuang di Pemilihan Presiden 2019.

Sandiaga menjelaskan, sumbangan dari mahasiswa merupakan kali pertama yang diterimanya. Sebelumnya, ada perwakilan emak-emak milenial di daerah lain juga memberikan dana sumbangan untuk kampanye.

"Dan ternyata ada suprise-surprise, mereka mengumpulkan segenap uang dari mahasiswa. Itu sangat menyentuh hati dan sangat terharu. Mereka ingin ikut dalam perjuangan, dan uangnya itu Rp5 ribuan dan Rp10 ribuan. Kita akan hitung sebagai transparansi nanti, dan sudah dicatat KTP-nya dari mahasiswa yang mengumbang tadi. Ini adalah bentuk partisipatif kolaboratif, kami tidak merencanakannya," kata Sandiaga.

Sandiaga lebih lanjut menjelaskan, uang yang diterima dari mahasiswa itu merupakan hal istimewa. Sebab, uang itu disebutkan hasil iuran dari para mahasiswa di Semarang.

"Uangnya ada pecahan Rp5 ribuan dan Rp10 ribuan sampai Rp20 ribuan dan dimasukkan di amplop. Ini akan kita hitung dan laporkan ke KPU," tandasnya. (K-08)

Daya Beli Rumah Mewah di Semarang Mulai Naik

Dibya Hidayat
Ketua Property Expo Semarang
Semarang-Ketua Property Expo Semarang Dibya Hidayat mengatakan kondisi pasar properti di Semarang mengalami pergeseran, bila dibandingkan dengan penjualan di awal tahun atau semester pertama 2018.

Menurutnya, Menjelang akhir tahun penjualan rumah mewah sedikit terkerek naik. Hal itu terlihat dari potensi penjualan di pameran Property Expo Semarang ke-10 di Atrium Mal Paragon, Oktober 2018 ini.

Dibya menjelaskan, ada indikasikan jika daya beli masyarakat Semarang untuk rumah dengan harga Rp750 juta ke atas masih ada.

"Yang menarik adalah potensi penjualan terbanyak di rumah menengah ke atas. Di atas Rp750 juta itu ada 10 unit penjualannya dari total keseluruhan unit yang terjual di pameran terakhir itu. Ini adalah satu angka yang menarik bahwa sekarang momen yang lagi punya potensi adalah di atas Rp750 juta," kata Dibya, Rabu (24/10).

Lebih lanjut Dibya menjelaskan, selama ini di setiap penjualan rumah di pameran yang masih bergerak adalah rumah dengan harga Rp650 juta ke bawah. 

"Biasanya kan yang masih laku itu rumah dengan harga di bawah Rp650 juta," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Dibya, pihaknya akan terus berupa menggenjot penjualan rumah hingga akhir tahun.

"Kurang dua bulan lagi, kita akan pacu penjualan rumah lewat pameran terakhir di akhir tahun," pungkasnya. (K-08)

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Perkuat Jaringan Listrik di Semarang

Tim PDKB sedang melakukan perkuatan jaringan listrik di sejumlah
titik di Kota Semarang.
Semarang-Memeringati Hari Listrik Nasional tahun ini, PLN Distribusi Wilayah Jawa Tengah-Yogyakarta menggelar Apel Bhakti PDKB di Kota Semarang, Rabu (24/10).

Senior Manager Distribusi Unit Induk Jateng-DIY Budiono mengatakan untuk memerkuat jaringan dan pasokan listrik serta kehandalannya, 12 tim PDKB se-Jateng dan DIY melakukan pengecekan di 44 titik di Kota Semarang. Yakni, untuk mencegah terjadinya gangguan pasokan kelistrikan.

"Seluruh area se-Jawa Tengah dan Yogyakarta dikumpulkan di sini untuk melakukan Bhakti PDKB di Semarang. Tujuannya untuk titik-titik yang ada gangguan listrik kita tingkatkan kehandalannya dan tidak lagi terjadi pemadaman," kata Budiono.

Lebih lanjut Budiono menjelaskan, selama dua hari dimulai 24-25 Oktober 2018, pihaknya melaksanakan kegiatan Bhakti PDKB dengan perkiraan pelanggan yang diselamatkan tidak padam sekira 235.980 pelanggan. Sedangkan energi yang terselamatkan mencapai 407.985 kWh. (Bud)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan, Kota Semarang terus berkembang menjadi kota besar metropolitan dengan konsep "Smart City", sehingga kebutuhan listrik tanpa gangguan sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, dibutuhkan kinerja dari PLN untuk memberi jaminan kehandalan pasokan listrik tanpa melakukan pemadaman. 

Menurut Mbak Ita, panggilan akrabnya, untuk menjaga pasokan energi listrik di wilayah Kota Semarang, maka perlu disinergikan dengan pemerintah daerah setempat. Yakni, upayanya dengan melakukan pemeliharaan jaringan tanpa pemadaman.

Mbak Ita menjelaskan, di dalam melakukan pemeliharaan, pihaknya melalui Dinas Pertamanan dan Permukiman siap membantu di dalam pemangkasan dahan atau ranting pohon yang melintang di atas jaringan listrik. 
"Tiada hari tanpa pemadaman istilahnya, sehingga kita harapkan peran serta dari PLN ini kita manfaatkan sebaik-baiknya dalam arti terkait dengan gangguan, pemasangan dan sebagainya. Dalam dua hari ini kita manfaatkan untuk bersinergi dengan PLN," kata Mbak Ita. (K-08)


Duh, Masih Banyak Rumah Makan Pakai Gas Bersubsidi

Tim Monitoring LPG 3Kg melakukan sidak di Kabupaten Semarang dan
menemukan pemilik rumah makan masih menggunakan elpiji subsidi.
Semarang-Tim Monitoring Pengunaan LPG 3Kg melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kabupaten Semarang, Senin (22/10) kemarin. Sidak di rumah makan dan katering di wilayah Ungaran dan Bawen, di antaranya adalah Sop Ayam Pak Min Klaten, Catering Kusuma Sari, Padang Putri Minang dan RM Bebek Pak Eko.

Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan Disperindag Kabupaten Semarang Witri Relawati mengatakan dalam sidak tersebut, pihaknya kembali menemukan 78 tabung elpiji bersubsidi yang dipergunakan para pedagang makanan skala menengah. Inspeksi yang dilakukan bersama Polres Semarang, Disperindag Kabupaten Semarang dan Hiswana tersebut menarik 76 tabung elpiji bersubsiri dan ditukar dengan 38 tabung Bright Gas ukuran 5,5 kilogram.

"Kami berharap sidak ini bisa berjalan secara rutin setiap bulannya, agar memberikan efek jera bagi masyarakat mampu dan tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi. Sehingga, penyaluran distribusi elpiji tiga kilogram bisa terjaga dengan baik," kata Witri dikutip dari rilis.

Kanit 2 Sat Intelkam Polres Semarang Aiptu Sapto Hermawan yang ikut mendampingi menjelaskan, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin timnya untuk memantau pengunaan elpiji tepat sasaran.

Terpisah, Unit Manager Communication and CSR MOR IV Andar titi lestari menyatakan dari kegiatan ini yang dilakukan Tim Monitoring Penggunaan LPG 3 Kg di Kabupaten Semarang bisa menghemat kuota elpiji bersubsidi selama sebulan sebesar 375 tabung bersubsidi.

"Kami kembali meminta kesadaran para pelaku usaha dan rumah tangga menengah, untuk menggunakan elpiji nonsubsidi, agar kuota elpiji tiga kilogram bisa tepat digunakan sesuai peruntukannya. Yakni untuk Rumah Tangga Kategori Miskin dan UMKM," jelas Andar. (K-08)