Sabtu, 03 November 2018

Urip Optimistis Wisatawan Mancanegara ke Jateng Tembus 1 Juta Orang Tahun Ini

Salah satu destinasi wisata syariah yang ada di Jateng yakni Masjid
Menara Kudus, diharapkan bisa menarik wisatawan asal Malaysia.
Semarang-Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan pihaknya optimistis, jika kunjungan wisatawan mancanegara ke Jateng bisa tembus sampai satu juta orang.

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jateng pada 2017 kemarin mencapai 781 ribu orang. Sedangkan pada akhir September 2018 kemarin, sudah tercapai 700 ribu lebih wisatawan mancanegara.

Urip menjelaskan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jateng akan semakin naik mendekati libur Natal dan malam pergantian tahun. Untuk menggenjot pencapaian jumlah wisatawan mancanegara datang ke Jateng, sejumlah event berskala internasional sudah disiapkan. Di antaranya Tour de Borobudur pada 3-4 November, Jepara International Triathlon yang juga digelar 3-4 November di Pantai Bandengan dan Borobudur Marathon pada 18 November.

"Banyak event terus terang tahun ini. Kita mengandalkan event-event semisal Borobudur Interhash dengan peserta 1.600 orang, dan 90 persennya peserta dari luar negeri. Itu menurut saya cukup membantulah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Kita optimistislah, dan harus optimistis. Kan kalau target sudah lewat, tapi target dari pak menteri mintanya 1,2 juta di 2019," kata Urip, Sabtu (3/11).

Lebih lanjut Urip menjelaskan, untuk event yang berskala nasional namun diharapkan bisa menarik wisatawan mancanegara adalah Festival 27 Pulau di Karimunjawa. Saat ini, jadwal kegiatan sedang disusun untuk pelaksanaan November atau Desember nanti.

"Yang Festival 27 Pulau di Karimunjawa ini kan menindaklanjuti usulan dari pak gubernur yang menginginkan ada event besar dan berkelanjutan. Kan sayang kalau Karimunjawa sepi tanpa kegiatan wisata," tandasnya. (K-08)

Setengah Juta Pengunjung Coba Digaet Grand Maerokoco Hingga Akhir Tahun

Sejumlah pengunjung sedang menikmati tracking mangrove di Grand
Maerokoco di sore hari.
Semarang-Direktur Utama PT PRPP Jateng Titah Listyorini mengatakan sepanjang 2018 ini, pihaknya menargetkan jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke Grand Maerokoco bisa mencapai setengah juta orang. Jumlah kunjungan itu ditargetkan naik 25 persen, bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Guna memenuhi target jumlah kunjungan wisatawan yang datang, jelas Titah, pihaknya sudah melakukan beberapa perbaikan wahana dan menambah wahana. Perbaikan wahana paling mencolok dan menjadi magnet di Grand Maerokoco adalah tracking mangrove.

Titah menjelaskan, jika tracking mangrove sebelumnya menggunakan bambu sekarang sudah diganti menjadi kayu bengkirai. Kayu-kayu bengkirai tersebut, merupakan sumbangan dari 33 perusahaan kayu se-Jateng.

Selain itu, lanjut Titah, juga ada penambahan spot baru di weekend. Yakni floating market, yang berada di sebelah barat tracking mangrove. Di samping itu, di Anjung Pemalang juga akan dibuatkan wahana pantai pasir putih buatan untuk menambah daya tarik bagi wisatawan.

Titah Listyorini
Dirut PT PRPP Jateng
Menurutnya, karena masyarakat sudah menjadikan Grand Maeroko menjadi obyek wisata yang perlu dikunjungi, maka target yang ditetapkan hingga akhir tahun bisa tercapai.

"Pengunjungnya meningkat 300 persen dari tahun 2016. Pada 2016 total pengunjung setahun itu 131 ribu, dan di 2017 menjadi 421 ribu orang. Tahun ini, kami targetkan sekitar 525 ribu pengunjung atau naik 25 persen dari 2017 dan kami optimistis," kata Titah, Sabtu (3/11).

Lebih lanjut Titah menjelaskan, biasanya untuk puncak kunjungan wisatawan ke Grand Maerokoco terjadi di musim libur Lebaran.

"Pada Lebaran kemarin, pengunjungnya mencapai 37 ribu orang," pungkasnya.

Ganjar: Tour de Borobudur Pamerkan Progres Tol Semarang- Batang

Gubernur Ganjar Pranowo (paling kiri) dan Dirut BTN Maryono (kanan)
bersiap mengikuti Tour de Borobudur 2018 di halaman Balai Kota
Semarang, Sabtu (3/11).
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak dua ribuan lebih peserta Tour de Borobudur 2018 menyusuri jalan tol Semarang-Batang, dan Semarang-Magelang dengan garis finish di kompleks Candi Borobudur.

Menurutnya, event Tour de Borobudur 2018 dianggap momentum yang tepat, untuk mengajak peserta melihat infrastruktur di provinsi ini. Terlebih lagi lagi jalan tol Semarang-Batang, yang di akhir tahun nanti akan diresmikan Presiden Joko Widodo.

Para peserta yang berasal dari luar Jateng, jelas Ganjar, bisa melihat kesiapan infrastruktur di provinsi ini. Sehingga, bagi yang menjalankan bisnis di Jateng tidak ragu di dalam berinvestasi. Sedangkan yang membutuhkan akses perjalanan wisata ke Jateng, dukungan infrastruktur memadai akan mampu menarik minat orang semakin banyak datang berkunjung.

"Manfaat yang didapat Jawa Tengah adalah sport, kedua tourismnya dan ketiga kita pamer tematik. Dulu kita pamer wisata atau tourismnya, sekarang kita mau pamer infrastruktur. Makanya, acara Tour de Borobudur kali ini kita lewat tol, sehingga mereka bisa tahu progres tolnya kayak apa dan kelak seperti apa. harapan berikutnya, bisa menarik wisatawan datang ke Jawa Tengah dan mengembangkan atlit-atlit sepeda," kata Ganjar di sela melepas peserta Tour de Borobudur 2018 di halaman Balaikota Semarang, Sabtu (3/11).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, khusus rute yang menyusuri tol Semarang-Batang sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu, para peserta diajak melihat potensi wisata di pinggiran Semarang. Mulai dari Mijen, Bojam Taman Wisata Plantera Kendal dari berakhir di Jembatan Kalikutho ruas tol Semarang-Batang.

"Gelaran seperti ini sangat bagus dan bisa menarik wisatawan. Tidak hanya itu, Tour de Borobudur juga bisa turut mengembangkan para atlit sepeda yang potensial," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN, Maryono yang turut serta dalam event Tour de Borobudur menambahkan, kegiatan tersebut juga bisa mengajak berwisata murah meriah dan menyehatkan. Pihaknya sebagai pendukung kegiatan juga memberi apresiasi lebih, karena tidak hanya bersepeda saja tetapi ada bhakti sosial yang dilakukan.

"Kegiatannya juga diselingi penanaman 10 ribu pohon trembesi di sepanjang jalan tol Semarang-Batang," ucap Maryono. (K-08)