Minggu, 04 November 2018

Undip Buat Aplikasi Kalender Air Pasang

Banjir rob saat melanda Jalan Kaligawe beberapa waktu lalu dan me-
ngakibatkan jalur transportasi darat mengalami kemacetan.
Semarang-Pusat Kajian Mitigasi Bencana dan Rehabilitasi Pesisir (PKMBRP) Undip Semarang membuat aplikasi kalender air pasang atau rob, yang mampu memberikan informasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir langganan rob.

Peneliti senior PKMBRP Undip Denny Nugroho mengatakan aplikasi kalender air pasang itu dibuat, untuk memberikan informasi kepada masyarakat pesisir mengenai ketinggian air laut. Sebab, dampak dari air rob mengakibatkan kerusakan di daerah pesisir laut di Pulau Jawa.

Menurutnya, aplikasi yang berbasis Android itu sudah bisa diunduh secara gratis di Apps Store.

Denny menjelaskan, aplikasi kalender rob tersebut bisa menjadi semacam early warning system atau peringatan dini bagi masyarakat pesisir tentang air pasang. Sehingga, masyarakat yang tinggal di daerah kawasan pantai bisa melakukan antisipasi untuk keselamatan dan keamanan. 

"Fungsinya untuk melihat ketinggian air laut. Jadi, manfaat bagi masyarakat itu terutama masyarakat yang sudah langganan terhadap bencana banjir air pasang itu bisa memprediksikan kira-kira pada jam dan tanggal berapa akan ada banjir pasang atau rob. Sehingga, bisa diantisipasi. Jadi, kalau rob apa yang harus mereka lakukan. Misal memindahkan barang-barangnya," kata Denny, Minggu (4/11).

Lebih lanjut Denny menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan verifikasi data ke sekitar masyarakat Tanjung Emas Semarang sebagai pilot project.

Dengan mitigasi bencana sejak dini, lanjut Denny, maka masyarakat bisa semakin dimudahkan tentang informasi kebencanaan.

Sementara itu, Analis Cuaca Stasiun Maritim Ahmad Yani, Ganis Erucahyo memerkirakan jika kawasan Pantura Jawa Tengah mewaspadai peningkatan air pasang selama November 2018. 

Menurutnya, peningkatan rob pada November bisa mencapai 1,1 meter dan berpotensi memicu banjir ketika curah hujan tinggi.

"Masyarakat yang tinggal di daerah rawan rob, misal Kaligawe Semarang dan Sayung Demak, harus waspada sejak awal. Puncak maksimal rob akan muncul pada pukul 01.00 dini hari hingga 05.00 pagi," ucap Ganis.

Ganis memerkirakan, peningkatan air pasang akan terjadi merata dari ujung Kabupaten Rembang hingga Pekalongan dan sekitarnya. (K-08)

Hadirkan Wi-Box, Smartfren Incar Segmen Internet Rumahan

Seorang pegawai Smartfren memerlihatkan produk
Smartfren Wi-Box 4G Internet Home. Foto: IST
Semarang-Sebagai provider layanan komunikasi jaringan internet yang murah dan menjangkau semua wilayah, Smartfren menghadirkan Wi-Box. Produk terbaru itu, digadang-gadang mampu memberikan koneksi internet yang lebih luas dan stabil. Sasarannya adalah semua perangkat komunikasi di dalam rumah.

Regional Head Smartfren North Central Java Litoco Gunawan mengatakan melihat tingginya kebutuhan akan konektivitas jaringan internet, pihaknya menghadirkan produk baru yang menyasar kelompok rumahan. Yakni Wi-Box 4G Home Internet.

Sesuai dengan namanya, jelas Litoco, produk ini dihadirkan khusus untuk memenuhi kebutuhan akan konektivitas jaringan internet di dalam rumah.

Menurutnya, Wi-Box 4G Internet Home dijamin bisa memberikan pengalaman internet dalam rumah yang berbeda. Terutama, untuk menunjang penggunaan smarthome yang membutuhkan koneksi internet stabil dan handal karena dilengkapi dua buah antena external, sehingga membuat penerimaan sinyal menjadi lebih baik.  

"Berdasarkan data yang kami miliki, penetrasi internet di rumah tangga Indonesia masih tergolong kecil. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Di antaranya adalah keterbatasan jaringan fiber optik yang hanya tersedia di beberapa areal. Karena itu, kami hadirkan produk ini, agar para pelanggan di daerah yang belum terjangkau fiber optik bisa menikmati konektivitas internet 4G dari Smartfren," kata Litoco dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Litoco menjelaskan, selain penerimaan sinyal yang lebih baik, Wi-Box 4G juga memiliki jangkauan WiFi hingga sejauh 50 meter di dalam rumah, dan 80 meter di luar rumah. Di samping itu, Wi-Box 4G juga bisa digunakan hingga 32 pengguna secara bersamaan.

"Wi-Box 4G bisa standby selama 24 jam, sehingga bisa menemani aktivitas pengguna lebih lama tanpa khawatir koneksi internet terputus," jelasnya.

Bagi masyarakat atau pelanggan Smartfren yang menginginkan Wi-Box 4G Internet Home bisa memeroleh di seluruh Galeri Smartfren yang tersebar di Indonesia. Atau juga bisa melalui partner modern channel Smartfren.

Smartfren Wi-Box 4G Internet Home, lanjut Litoco, ditawarkan dalam berbagai skema langganan. Mulai dari Rp1,2 juta selama sebulan dengan total kuota 120 GB, terdiri dari 60GB kuota utama dan 60GB kuota malam. Serta paket Rp2,6 juta dengan total kuota 1.200GB, dengan rincian 100GB per bulan 50GB kuota utama dan 50GB kuota malam selama 12 bulan penuh. (K-08)