Kamis, 29 November 2018

Gandeng Perempuan, Bawaslu Jateng Ingin Wujudkan Pemilu 2019 Berintegritas

Sejumlah kelompok perempuan mendapat pembekalan dari Bawaslu
Jawa Tengah tentang pengawasan partisipatif di Patra Hotel and Con-
vention Semarang, Kamis (29/11).
Semarang-Bawaslu Jawa Tengah menilai, para pemilih di provinsi ini paling adalah kaum perempuan. Yakni mencapai 14.038.958 orang, sedangkan laki-lakinya hanya 13.922.728 orang.

Komisioner Bawaslu Jateng Divisi Pengawasan Anik Solihatun mengatakan dengan cukup banyaknya pemilih perempuan di provinsi ini, maka menjadi bekal yang cukup bagi pihaknya untuk melibatkan dalam pengawasan partisipatif. Sehingga, Bawaslu mampu mengintensifkan pengawasan pelaksanaan Pemilu 2019 dengan tujuan mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bermartabat.

Menurutnya, perempuan menjadi mitra yang strategis dalam program pengawasan partisipatif. Sebab, kaum perempuan akan menjadi sasaran sosialisasi dari partai politik (parpol) maupun para calon anggota legislatif (caleg) serta tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Anik menjelaskan, para perempuan juga memiliki peran penting di dalam menentukan kualitas pemilihan. 

"Bawaslu melihat, perempuan ini adalah modal sosial yang besar untuk mengawal dan menjaga agar proses pemilu kita ini berintegritas. Kita punya pemilih perempuan yang 50 persen lebih besar daripada laki-laki. Bawaslu berharap, karena ada pengawasan partisipatif, maka perempuan menjadi pilihan yang strategis untuk menjaga dan mengawal agar hasil pemilu baik dan sukses," kata Anik dalam sosialisasi pengawasan tahapan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden/wakil presiden ddi Patra Semarang Hotel and Convention, Kamis (29/11).

Lebih lanjut Anik menjelaskan, dengan mengajak dan melibatkan kaum perempuan dalam pengawasan partisipatif, maka Bawaslu di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi akan lebih mudah menindaklanjuti ketika mendapat laporan adanya pelanggaran pidana pemilu.

"Titik krusial dalam pelaksanaan pemilu adalah politik uang, netralitas ASN, kampanye hitam dan pelanggaran APK. Untuk pengawasan itu semua, kami perlu keterlibatan masyarakat," ujarnya.

Saat ini, jelas Anik, sudah terdaftar 24.939 pengawas pemilu perempuan di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) hingga provinsi. (K-08)

Kemegahan Stadion Jatidiri Siap Tandingi GBK

Sejumlah pekerja terlihat sedang menyelesaikan pembuatan tribun di
Stadion Jatidiri, belum lama ini.
Semarang-Stadion Jatidiri yang saat ini sedang dalam tahap renovasi, ditargetkan akhir tahun depan sudah bisa dipakai untuk kepentingan olahraga warga Jawa Tengah. Sampai dengan saat ini, progres renovasinya sudah mencapai 86 persen.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng Urip Sihabudin mengatakan Stadion Jatidiri bila sudah rampung proses renovasinya, kemegahannya akan mengalahkan Stadion Jakabaring di Palembang.

Menurutnya, untuk proses renovasi Stadion Jatidiri menelan biaya proyek sebesar Rp1,1 triliun. Karena, renovasinya menyeluruh hingga bagian interiornya.

Urip menjelaskan, pembangunan atau seluruh renovasi Stadion Jatidiri diperkirakan akan selesai 2021 mendatang. Rencananya, Stadion Jatidiri mampu menampung 45 ribu penonton. 
"Kalau secara keseluruhan, mudah-mudahan 2021 sudah bisa kita selesaikan. Jadi, tahun ini kita selesaikan. Untuk stadion, dalam penggunaan lapangannya sudah bisa dipakai, tapi saya belum bisa kasih izin karena masih dalam masa pemeliharaan. Untuk tahun depan penyelesaiannya atap, lintasan atletik dan asesorisnya," kata Urip, Kamis (29/11).

Lebih lanjut Urip menjelaskan, kawasan Stadion Jatidiri yang sedang dalam tahap renovasi itu, akan memiliki kolam renang indoor, lapangan tenis standar internasional, lapangan voli pasir, asrama dan sekolah kejuruan olahraga (SKO). Nantinya, untuk lapangan sepak bola akan memakai lampu seperti di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta dan rumput lapangan menggunakan rumput dari Italia.

"Eksteriornya Stadion Jatidiri akan merepresentasikan budaya Jawa, dan ini yang menjadi pembeda dengan stadion lain di seluruh Indonesia. Stadion ini satu tingkat di atas Jakabaring, dan sedikit di bawah GBK," ujarnya.

Urip berharap, dengan selesainya renovasi kawasan Stadion Jatidiri, maka akan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia olahraga. Selain itu, juga diharapkan bisa memunculkan bibit-bibit atlet berprestasi di Jateng. (K-08)

Peduli Pendidikan, Nasmoco Beri Bantuan Beasiswa Bagi 4 SD di Kota Semarang

Jajaran manajemen Nasmoco Group berpoto bersama usai memberi-
kan bantuan pendidikan beasiswa untuk empat sekolah dasar negeri di
Kota Semarang, belum lama ini. 
Semarang-Dalam rangka mendukung pemerintah dalam bidang pendidikan, Nasmoco Group memberikan beasiswa atau bantuan pendidikan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Yakni, bantuan beasiswa dan sarana prasarana pendidikan kepada sekolah dasar binaan, belum lama ini.

HR & GA Division Head Nasmoco Group Agus Dwi Parwoko mengatakan sekolah binaan Nasmoco merupakan program pilot project, untuk meningkatkan kualitas sekolah dan pengembangan kualitas anak didik.

Menurutnya, program tersebut sudah dimulai pada 2010 di SD Negeri Kembangsari 1 dan SD Negeri Kembangsari 2 serta SD N Karanganyar 1 pada 2013 menjadi SD Binaan Nasmoco. Sementara untuk SD Pedurungan Lor 1, baru menerima bantuan sarana dan prasarana pendidikan pada 2017. Sedangkan tahun ini, Nasmoco Group kembali menyalurkan bantuan kepada empat SD negeri binaan.

Agus menjelaskan, bantuan yang diberikan manajemen Nasmoco Group kepada masing-masing kepala sekolah berupa beasiswa sebesar Rp50 juta bagi 220 siswa. Selain itu, bantuan lainnya adalah sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp150 juta berupa pengadaan alat peraga pendidikan, pembenahan sarana perpustakaan, fasilitas kelas idaman dilengkapi sarana multimedia untuk menunjang kreativitas siswa.

"Program CSR ini merupakan bentuk komitmen dari Nasmoco, sebagai bagian dari PT Bintraco Dharma untuk berkontribusi di dunia pendidikan guna peningkatan kualitas pengajaran di sekolah. Harapan kami, dengan adanya bantuan beasiswa dan bantuan fasilitas pembelajaran, pihak sekolah semakin mudah untuk berakselerasi dalam upaya peningkatkan kompetensi guru dan siswa. Hal ini selaras dengan dengan program pemerintah melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat, dan dunia usaha memiliki peran di dalamnya," kata Agus dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, bantuan lain yang diberikan Nasmoco Group adalah kegiatan peningkatan kompetensi guru dan penguatan karakter murid. Yakni melalui pelatihan guru, benchmark, reward kepada guru dan murid berprestasi, serta melalui peningkatan ekstrakulikuler sekolah.

"Keseluruhan program tersebut dan program-program CSR Nasmoco lainnya, merupakan upaya Nasmoco Group dalam mewujudkan salah satu misi perusahaan yaitu ikut berperan dalam kepedulian lingkungan dan sosial. Nasmoco berharap, bisa menjadi perusahaan yang memiliki arti dan manfaat bagi masyarakat luas," jelasnya.

Diketahui, program beasiswa Nasmoco Group telah berlangsung sejak 2007 lalu dan berkelanjutan sampai saat ini. Tercatat, ada lebih dari seribu siswa telah mendapat bantuan beasiswa dari Nasmoco Group dengan nilai mencapai lebih dari Rp300 juta setiap tahunnya. (K-08)


Ganjar: Korpri Harus Mampu Tunjukkan Integritasnya di Pilpres 2019

Para aparatur sipil di lingkungan Pemprov Jateng mengikuti upacara
HUT ke-47 Korpri, Kamis (29/11).
Semarang-Korps Pengawai Republik Indonesia (Korpri) menjadi pengikat dalam memerkokoh persaudaraan dan kesatuan nasional, dalam keberagaman. Para aparatur negara menjadi garda terdepan, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pernyataan itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di HUT ke-47 Korpri, Kamis (29/11).

Menurut Ganjar, para abdi negara  harus bisa menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme.

Ganjar juga berpesan kepada para ASN di Jateng, agar tetap memegang teguh integritas dan netralitas menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. 

"Kita dalam HUT Korpri ini, kita ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat. Kita juga ingin meneguhkan kembali ASN/PNS atau Korpri, agar baik perilakunya dan berintegritas melayani masyarakat dengan tulus. Sehingga, bersih dan melayani ini menjadi nilai yang kita pegang. Khusus di pilpres nanti kembali saya tekankan, bahwa Korpri harus netral meskipun mereka punya hak pilih," kata Ganjar. 

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat di era modernisasi dan digital, ASN juga harus ikut berbenah diri. Melalui pemanfaatan teknologi, para abdi negara juga harus mengalami perubahan kerja.

"Maka ASN harus selalu open mind, terus melakukan inovasi dan menyederhanakan proses kerja. Mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berkolaborasi dengan pihak terkait," ujarnya.

Oleh karena itu, jelas Ganjar, kepada para ASN di daerah bisa memerkuat diri menjadi agen transmormasi penguatan sumber daya manusia dan menjadi agen transformasi dalam membangun talenta anak bangsa. (K-08)