Kamis, 06 Desember 2018

Pemprov Jateng Siap Jadikan Wonogiri Jadi Sentra Sapi

Gubernur Ganjar Pranowo saat menyerahkan bantuan KUR khusus
peternakan rakyat di Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/12).
Semarang-Kabupaten Wonogiri akan dijadikan sentra peternakan sapi rakyat di Jawa Tengah, sekaligus sebagai model pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan di Indonesia. Hal itu dikatakan Gubernur Ganjar Pranowo di sela peluncuran KUR khusus peternakan rakyat di Wonogiri yang dihadiri Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kamis (6/12).

Menurut Ganjar, di Jateng sebenarnya ada beberapa titik sektor peternakan yang sudah siap dan terlatih serta berjalan cukup lama.

Ganjar menjelaskan, para peternak di Wonogiri sebelumnya mendapat bantuan 20 ekor sapi dan sekarang berkembang menjadi 90 ekor sapi. Hal itu membuktikan, jika usaha peternakan rakyat binaan pemprov berjalan dengan baik. 

"Wonogiri mau kita jadikan sentra. Yang dari NTB juga datang ke sini, dan dijadikan model untuk Indonesia. Maka, setelah ini KUR-nya turun bisnisnya menjadi model yang bagus silakan saling belajar. Dalam rangka bisnis sapi, yang dari Australia sudah ngobrol dengan saya. Bertanya tentang cara memelihara sapi yang baik, memberi pakan yang baik dan manajemen yang baik," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pemprov juga telah menjalin kerja sama dengan Australia tentang bagaimana beternak sapi dengan baik hingga pemasarannya.

"Setelah akses permodalan beres dengan KUR ini dan dengan kerja sama pihak luar negeri, maka bisnis peternakan di Jawa Tengah akan  semakin baik," ujarnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, manajemen dan sistem beternak sapi di Wonogiri akan dijadikan model di tingkat nasional.

"Konsep KUR khusus peternakan rakyat di Wonogiri ini akan kami jadikan role model nasional," ucap Darmin.

Dengan adanya penyaluran KUR khusus peternakan ini, lanjut Darmin, maka peternak terbantu dalam mendapatkan modal. Sebab, selama ini bidang peternakan belum pernah tersentuh perbankan. (K-08)

Akhir Tahun, Smartfren Manjakan Pengguna Dengan Paket Internet Murah

Dua karyawan Smartfren menunjukkan produk Andromax yang
bisa dimanfaatkan masyarakat di akhir tahun dengan kuota
internet murah dan jaringan luas.
Semarang-Smartfren terus melakukan penetrasi pasar kepada masyarakat, dengan menghadirkan perangkat Andromax dengan harga terjangkau. Yakni Andromax Bse dan Andromax A2, dengan harga hanya Rp599 ribu.
Regional Head Northen Central Java Smartfren Telecom Litoco Gunawan dalam rilis mengatakan masyarakat yang membeli Andromax Bse dan Andromax A2, dengan harga Rp599 ribu, sudah termasuk paket unilimited selama 30 hari.
Menurutnya, Andromax Bse memiliki bentang layar 4,5 inchi IPS dan menggunakan teknologi SVI. Sehingga, mampu memberikan kenyamanan menikmati berbagai hiburan favorit walau berada di bawah sinar matahari.
Selain itu, Andromax Bse sudah disematkan OS Android Marshmallow, RAM 2 GB dan ROM 16 GB dengan prosesor Snapdragon 210 dan sangat cocok bagi pecinta Smart Game.
Sedangkan Andromax A2, jelas Litoco, merupakan salah satu Smartphone yang bisa diandalkan. Hadir dengan layar 4,5 inchi dan OS Android 7.0 (Nougat) sudah dilengkapi dengan fitur fast charging.
Selain itu, RAM 1 GB dan ROM 8 GB dengan kamera belakang 5 MP dan autofocus serta LED Flash. Tersedia juga kamera depan 5 MP, dengan dukungan beautify untuk hasil selfie yang maksimal.
"Andromax A2 ini sangat cocok digunakan yang suka online dan chatting, karena memiliki performa yang cukup lumayan. Menggunakan chipset Snapdragon 212 yang dipadukan dengan prosesor Quad-Core berkecepatan 1,3 GHz. Kini harganya Rp599 ribu saja, dengan paket unlimited selama 30 hari," kata Litoco.
Selain itu, lanjut Litoco, Andromax Prime dengan paket unlimited full 24 jam di jaringan 4G LTE Advance juga bisa digunakan sebagai modem wifi. Masyarakat bisa membelinya dengan harga Rp149 Ribu saja.
"Andromax Prime merupakan modem wifi yang bisa dipakai  generasi milenilas, khususnya yang ingin menikmati jaringan 4G LTE gull selama 24 jam," ujarnya.

Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra (tiga dari kiri) bersama
pegiat cosplay.
Smartfren Adu Mobile Legend
Sementara itu, melihat semakin berkembangnya dunia eSports di Indonesia, Smartfren Telecom bekerjasama dengan perusahaan pengembang games "Mobile Legend", Moonton dan Yamisok tech Indonesia menyelenggarakan Smartfren National Mobile Legend daily tournament 2018 di Jakarta.
Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra menjelaskan, para gamers yang masih dalam kategori pemula dan menengah bisa bersaing satu sama lain yang setara kemampuannya. Selain itu, para pemain juga nantinya bisa mengukur kemampuan, dan mampu mengembangkan diri serta timnya jika kalah bersaing.
"Kami juga memiliki pandangan, bahwa yang paling dibutuhkan gamer untuk mengembangkan dirinya selain berkompetisi dengan kemampuan seimbang, mereka juga perlu merasakan kehandalan dan stabilnya jaringan Smartfren," ujarnya.
Guna mendukung dan memberikan pengalaman bermain game yang berbeda, jelas Roberto, Smartfren menghadirkan paket data "Super 4G Kuota". Yakni, para gamers bisa menikmati bermain game sepuasnya selama satu bulan penuh tanpa khawatir kehabisan kuotanya. (K-08)

RSUD Tugurejo Terus Tingkatkan Layanan ke Masyarakat Lewat Aplikasi Online

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tugurejo dr Yuswanti menunjukkan
piagam penghargaan dari KemenPAN-RB karena dinilai terbaik dalam
pelayanan kepada masyarakat.
Semarang-Kemajuan teknologi sekarang ini tidak bisa dihindari, dan harus diikuti agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Hal itu juga yang dilakukan RSUD Tugurejo, rumah sakit milik Pemprov Jateng.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tugurejo dr Yuswanti mengatakan salah satu upaya mengikuti perkembangan zaman, dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui aplikasi online.

Menurutnya, inovasi dan kreasi dalam memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan di RSUD Tugurejo adalah sistem pendaftaran pasien rawat jalan maupun rawat inap.

Yuswanti menjelaskan, masyarakat tidak perlu lagi antre saat akan mendaftar untuk mendapat pelayanan kesehatan. Karena, pendaftaran bisa dilakukan melalui online. Baik lewat SMS atau aplikasi RSUD Tugurejo Booking Online.

Dengan teknologi itu, jelas Yuswanti, maka masyarakat bisa mengetahui kapan waktunya datang ke rumah sakit. Bahkan, dengan kemudahan pelayanan yang diberikan itu, RSUD Tugurejo juga mendapat penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, belum lama ini.

"Dapat penghargaan pelayanan publik sesuai dengan standar dari Kementerian PAN-RB. Ya contohnya memercepat pelayanan, misalnya pendaftaran. Kita ada pendaftaran melalui SMS dan bisa juga melalui online diakses lewat Android," kata Yuwanti.

Lebih lanjut Yuswanti menjelaskan, penghargaan yang diberikan itu karena RSUD Tugurejo dianggap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tingkat nasional.

"Kami dapat nilai A untuk rumah sakit dengan pelayanan terbaik di tingkat nasional. Ini satu-satunya di Indonesia," ujarnya.

Menurut Yuswanti, untuk mendapatkan nilai A di bidang pelayanan dari Kementerian PAN-RB, pihaknya memiliki standar prosedur yang telah ditetapkan. Sehingga, semua karyawan wajib menjalankan SOP tersebut. (K-08)

Dinkop Akan Kembali Bubarkan Ribuan Koperasi di Jateng

Kadinkop dan UMKM Jateng Emma Rachmawati menyebut ada ribuan
koperasi yang akan dibubarkan tahun ini, karena dianggap tidak lagi
menjalankan usahanya lebih dari dua tahun.
Semarang-Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah akan kembali membubarkan koperasi-koperasi di provinsi ini, yang sudah tidak aktif menjalankan usahanya lebih dari dua tahun.

Kepala Dinkop dan UMKM Jateng Emma Rachmawati mengatakan sebelumnya pada 2017, pihaknya juga telah membubarkan sekira 3.700an koperasi dari 28 ribuan koperasi di 2016 menjadi 25 ribuan koperasi.

Tahun ini, jelas Emma, pihaknya berencana membubarkan sekira tiga ribuan koperasi di Jateng. Kebanyakan merupakan koperasi simpan pinjam (KSP).

Saat ini, Dinkop dan UMKM Jateng tengah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi untuk membubarkan ribuan koperasi yang sudah tidak aktif tersebut.

"Kayaknya kita juga akan membubarkan lagi sekitar tiga ribuan. Jadi, yang dari 25.996 koperasi aktifnya hanya 21.455 unit. Masih ada potensi untuk dibubarkan tiga ribuan lebih di 2018 ini. Ini masih proses terus. Jadi, Kabupaten Wonosobo itu kan hampir separuh sendiri. Misal dari 800an menjadi 400an koperasi. Wonogiri juga sama akan banyak yang kita nonaktifkan," kata Ema, belum lama ini.

Lebih lanjut Emma menjelaskan, alasan lainnya membubarkan koperasi itu adalah tidak lagi menggelar rapat anggota tahunan (RAT) selama dua tahun berturut-turut dan tidak menjalankan usahanya.

"Yang paling banyak jenis KSP, kalau koperasi ritel masih bertahan. Dulu kan membentuk KSP sangat mudah, dan ada banyak bantuan untuk mendirikan koperasi," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Emma, ke depan, pihaknya akan melakukan pendampingan kepada koperasi yang akan berdiri. Yakni, dengan melakukan pendampingan sebelum koperasi tersebut berdiri dan menjalankan usahanya.

"Kami akan usulkan ke pusat, perlu ada pendampingan bagi yang akan mendirikan koperasi," pungkasnya. (K-08)