Senin, 17 Desember 2018

Akhir Tahun, Lenovo Lepas 2 Produk Teranyarnya ke Pasar

Consumer Retail Lead Lenovo Indonesia Indra Gunawan (kanan) me-
nunjukkan produk laptop Lenovo terbaru belum lama ini.
Semarang-Lenovo Indonesia memerkenalkan dua produk teranyarnya yang mulai dijual akhir tahun, di wilayah Jawa Tengah. Dua laptop yang diperkenalkan di pasar Jateng itu, terdiri dari Lenovo Yoga 730 dan Legion Y530.

Consumer Retail Lead Lenovo Indonesia Indra Gunawan mengatakan kedua produk baru itu, ditujukan untuk segmen profesional muda dan para pecandu permainan online atau gamer. Kedua segmen tersebut, merupakan pangsa pasar terbesar yang tengah dibidik Lenovo.

Menurutnya, kedua laptop itu memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan keinginan penggunanya.

Indra menjelaskan, untuk Lenovo Yoga 730 memiliki bentang layar 13 inci dengan dukungan prosesor Inter Core i7 generasi kedelapan. Lenovo Yoga 730 memiliki varian RAM 4GB, 8GB dan 16 GB. Sedangkan Lenovo Y530 memiliki bentang layar lebih lebar, yakni 15 inci dan prosesornya sama dengan Yoga 730. 

"Di mana teknologi sekarang ini kan berkembang makin lama makin canggih. Notebooknya makin ringan, dan makin tipis tapi kinerjanya semakin cepat dan juga daya tahan baterainya semakin tinggi. Tetap powerfull juga, dan lebih banyak fitur. Serta juga bisa memenuhi kebutuhan gamer-gamer saat ini," kata Indra baru-baru ini.

Lebih lanjut Indra menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan hiburan, kedua produk Lenovo terbaru ini memiliki baterai yang tahan menyala hingga 11,5 jam dan bila mengisi baterai selama 15 menit bisa dipakai selama dua jam.

"Yang untuk kalangan profesional sudah dilengkapi stylus. Jadi, yang hobi gambar atau desain, Lenovo Yoga 730 cocok dan praktis digunakan," ucap Indra.

Mengenai harga jual, Indra memberi bocoran kedua laptop ini bakal dijual mulai harga Rp16 jutaan untuk Lenovo Legion Y530 dan Rp21 jutaan Lenovo Yoga 730. (K-08)

Sandiaga Siapkan Mobil Kampanye Untuk Terjun ke Desa

Cawapres Sandiaga Uno (di dalam mobil) didampingi Direktur Materi
Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said meluncurkan mobil untuk
kampanye hingga ke pelosok, Minggu (16/12).
Semarang-Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kampanye secara masif ke Jawa Tengah harus terus dilakukan, agar masyarakat paham dengan calon yang akan dipilihnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Hal itu dikatakannya di sela peluncuran mobil branding kampanye Pilpres 2019 di Semarang, Minggu (16/12) kemarin.

Menurutnya, mobil kampanye itu merupakan sumbangan dari para relawan yang akan digunakan untuk mengangkut atribut alat peraga kampanye (APK) sampai ke pelosok desa.

Sandi menjelaskan, mulai Januari 2019 mobil kampanye ini akan berkeliling Jateng hingga ke seluruh desa.

"Ini mobil operasional kampanye dari relawan untuk relawan. Semua ini dari relawan untuk relawan. Memastikan ini kerja kolosal, kerja bareng," kata Sandi.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan, mobil kampanye itu akan digunakan untuk meraih dukungan suara dari masyarakat Jateng. Karena, masih banyak yang belum mengenal Prabowo-Sandi besera visi dan misinya.

"Jateng ini penting untuk memenangkan Indonesia. Saya berkomitmen untuk lebih banyak habiskan waktu di Jateng, mulai Januari besok," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said menambahkan, mobil tipe SUV itu itu mudah dikenali dengan tulisan "Harga Murah, Cari Kerja Mudah, Hidup Tak Lagi Susah". Dengan mobil branding, maka menjadi kampanye paling efektif memerkenalkan capres dan cawapresnya.

"Peluncuran mobil kampanye ini juga bagian dari agenda kita, memindahkan markas perjuangan ke Jateng. Kita memulainya dari Jateng, selanjutnya ke berbagai daerah lain di Indonesia," ujar Sudirman.

Menurutnya, sudah banyak permintaan dari relawan yang ingin mobil pribadinya digunakan untuk kepentingan perjuangan Prabowo-Sandi di Jateng.

"Harapannya nanti, tiap desa ada satu mobil kampanye," tegas Sudirman. (K-08)

Pertamina MOR IV Siapkan 11 Titik KiosK Pertamax di Ruas Tol Baru

Jembatan Kalikenteng di ruas tol Salatiga-Kartasura yang merupakan
rute tol Semarang-Solo yang akan dibuka Presiden Jokowi akhir tahun
Ini 
Semarang-Ruas tol Trans Jawa yang dibuka pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), akan menjadi magnet bagi masyarakat yang akan bepergian dengan menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga, kebutuhan sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan masyarakat perlu disiapkan jauh hari. Salah satunya adalah kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

General Manager Pertamina MOR IV Tengku Fernanda mengatakan masyarakat yang melalui jalan tol baru tidak perlu khawatir, karena kebutuhan BBM akan disiapkan. Terutama, di jalan tol yang belum tersedia rest area permanen. Yakni, dengan mendirikan KiosK Pertamax.

Menurutnya, Pertamina MOR IV sudah membentuk Satgas Nataru dan mulai melayani para pemudik libur Nataru pada 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 mendatang.

Fernanda menjelaskan, untuk melayani kebutuhan BBM di jalan tol Trans Jawa yang melintas di Jateng-DIY, pihaknya menyiapkan 11 titik KiosK Pertamax. Yakni, dengan dilengkapi mobile dispenser dan BBM kemasan.

Tidak hanya di jalan tol yang baru, lanjut Fernanda, Pertamina juga menyiapkan fasilitas pengisian BBM di jalur-jalur wisata rawan kepadatan. Setidaknya ada 32 SPBU Kantong atau moblie storage, untuk memerpendek jarak dan waktu tempuh bagi mobil tangki menuju ke SPBU untuk menyuplai BBM. 

"Jalan tol dari Jakarta ke Jawa Timur akan segera digunakan. Ini merupakan tantangan tersendiri, karena berbeda dengan tahun lalu. Untuk melayani BBM masyarakat di wilayah jalan tol ini, kita sudah menyiapkan tempat pengisian BBM di 11 titik. Enam titik ada di jalur A, yaitu dari barat ke timur dan lima titik di jalir baliknya. Dari Jawa Timur ke arah Jakarta. Titik-titik ini diharapkan akan siap untuk melayani masyarakat, mulai 21 Desember nanti," kata Fernanda, Senin (17/12).

Lebih lanjut Fernanda menjelaskan, untuk libur Nataru ini, pihaknya memerkirakan ada kenaikan konsumsi BBM di atas rerata harian normal. Sehingga, pihaknya menyiagakan 11 persen stok BBM dari kebutuhan normal harian.

"Kalau jenis Gasoline seperti Pertamax series dan Premium stoknya 11.754 KL, di hari normal itu hanya 10.561 KL. Sedangkan Gasoil karena ada pembatasan kendaraan berat, konsumsinya diperkirakan turun lima persen dari rerata normal. Dari 6.059 KL menjadi 5.778 KL," ucapnya.

Sementara itu, jelas Fernanda, terkait kebutuhan elpiji di akhir tahun atau awal tahun nanti juga akan disiapkan dengan penambahan stok sebesar 10 persen. Yakni 3.206 MT menjadi 3.511 MT. (K-08)

BBPOM di Semarang Terus Dampingi Pelaku UMKM Untuk Hasilkan Produk Legal

Kepala BBPOM di Semarang Syafriansyah (dua dari kanan) memberi
keterangan ke media hasil operasi pemberantasan obat dan makanan
ilegal di Kota Surakarta dan Kabupaten Jepara, Senin (17/12).
Semarang-Produk-produk ilegal berupa jamu atau kosmetik, masih ditemukan beredar di sekitar masyarakat. Terutama, di pasar-pasar tradisional.

Padahal, keberadaan jamu dan kosmetik ilegal yang beredar di masyarakat itu mengandung bahan kimia berbahaya.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang Syafriansyah mengatakan menjelang tutup tahun ini, pihaknya kembali menemukan produk dan kosmetik ilegal, yang masih beredar luas di pasaran. Produk-produk jamu dan kosmetik ilegal itu, diduga mengandung bahan kimia berbahaya jika dikonsumsi masyarakat.

Menurutnya, Tim Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal Jateng mengungkap dua lokasi produksi jamu dan kosmetik ilegal. Yakni di Kota Surakarta dan Kabupaten Jepara.

Syafriansyah menjelaskan, dari kedua lokasi itu petugas menyita 366 produk jamu dan kosmetik ilegal yang belum dipasarkan dengan nilai Rp750 juta. Tidak hanya melakukan penyitaan, tim satgas juga menangkap pemilik usahanya dan diamankan di Kantor BBPOM di Semarang.

Karena masih banyak produk jamu dan kosmetik ilegal, lanjut Syafriansyah, maka pihaknya akan secara intens melakukan sosialisasi dan edukasi serta pendampingan kepada pelaku usaha, agar memproduksi produk secara baik dan benar. Serta, melengkapi produknya dengan izin edar. 

"Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal ini ada bidang cegah tangkal, dan ada bidang penindakan. Memang kita harapkan ada pembinaan yang kontinyu secara terus menerus kepada pelaku usaha, agar mereka berusaha dengan benar dan menerapkan cara pembuatan atau produksi yang baik. Itu terus kita lakukan melalui pendampingan para pelaku usaha, mulai dari menyiapkan sarana produksi sampai mendaftarkan produknya kita dampingi," kata Syafriansyah di sela gelar perkara di Hotel Harris Semarang, Senin (17/12).

Lebih lanjut Syafriansyah menjelaskan, untuk bisa meminimalkan peredaran jamu dan kosmetik ilegal di wilayah Jateng, pihaknya berupaya membentuk tim satgas di masing-masing kabupaten/kota. Sampai saat ini baru terbentuk 14 tim satgas kabupaten/kota, sedangkan enam kabupaten/kota lainnya dalam proses pembentukan.

"Diharapkan, akan semakin ada peningkatan pengawasan obat dan makanan di daerah. Sehingga, mampu membersihkan produk ilegal di masyarakat dan tujuannya masyarakat semakin terlindungi," tandasnya. (K-08)