Sabtu, 22 Desember 2018

Jasa Marga Gandeng 2 Perusahaan Properti Kembangkan Kawasan di Koridor Jalan Tol

Jasamarga Properti dan Puradelta Lestari menjalin kerja sama untuk
pengembangan kawasan di koridor jalan tol Jakarta-Cikampek Selatan.
Semarang-Guna mengembangkan kawasan di koridor jalan tol, Jasa Marga melalui anak usahanya, Jasamarga Properti (JMP) menjalin kerja sama dengan Puradelta Lestari dan HK Realtindo. Dengan Puradelta Lestari, Jasa Marga menjalin kerja sama pengembangan kawasan di Koridor jalan tol Jakarta-Cikampek Selatan.

Sedangkan dengan HK Realtindo, Jasa Marga kerja sama untuk pengembangan kawasan di koridor jalan tol Jagorawi. Yakni di daerah Sentul, Bogor dengan potensi areal pengembangan seluas kurang lebih 120 hektare.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Pengembangan Jasa Marga Adrian Priohutomo dengan Presiden Direktur Puradelta Lestari, Hongky Jeffry Nantung dan Kuasa dari Wakil Presiden Direktur Puradelta Lestari, Yota Hino. Sedangkan bersama HK Realtindo, penandatanganan dilakukan Direktur Utama JMP Irwan Artigyo Sumadiyo dengan Direktur Utama HK Realtindo, Ari Widiyantoro.

Direktur Pengembangan Jasa Marga Adrian Priohutomo mengatakan kerja sama ini bertujuan, untuk menggali potensi masing-masing perusahaan sesuai kompetensinya melalui sinergi. Baik dengan BUMN maupun dengan perusahaan pengembang swasta.

Menurutnya, kerja sama ini bisa menciptakan traffic generation bagi pengembangan kawasan di koridor jalan tol.

"Kami selaku holding selalu mendukung penuh, baik dalam bentuk pendanaan maupun konsep. Kami juga berharap Jasamarga Properti bisa segera mengeksekusi dan merealisasikan kerja sama ini," kata Adrian dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Adrian menjelaskan, kesepakatan tersebut juga menjadi komitmen Jasa Marga dalam melaksanakan pengembangan kawasan di koridor jalan tol sesuai dengan misi perusahaan. Yakni memaksimalkan pengembangan kawasan, untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan pendapatan perusahaan.

"Kami juga tengah mengembangkan kawasan properti di koridor jalan tol lainnya, misal di koridor jalan tol Pandaan-Malang, Depok-Antasari dan koridor potensial lainnya," pungkasnya. (K-08)

Sapa Pelanggan Jadi Cara Efektif PLN Edukasi Warga Bayar Listrik Tepat Waktu


Petugas PLN mendatangi rumah warga pelanggan PLN dan mengingat
kan untuk membayar tagihan listrik tepat waktu.
Semarang-General Manager PLN UID Jawa Tengah-DIY Agung Nugraha mengatakan guna mengajak pelanggan membayarkan tagihan listriknya tepat waktu, pihaknya mengunjungi para pelanggan ke rumah masing-masing, Jumat (21/12) kemarin. Sebanyak 1.028 karyawan PLN menyambangi rumah pelanggan di dua provinsi di bawah PLN UID Jateng-DIY.

Kegiatan tersebut, jelas Agung, dalam rangka "Sapa Pelanggan" yang memiliki tujuan untuk mengedukasi pelanggan membayar tagihan listriknya  tepat waktu. Kegiatan itu menyasar semua lapisan pelanggan pascabayar, baik segmen rumah tangga, bisnis dan industri. 

"Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi pelanggan bisa membayar tagihan tepat waktu. Di samping itu, PLN juga ingin mendapatkan feedback terkait layanan PLN. Kegiatan itu sekaligus sebagai upaya PLN mendekatkan diri dengan pelanggannya," kata Agung dikutip dari rilis.

Senior Manager General Affairs Audi Damal menambahkan, kegiatan Sapa Pelanggan menyasar 1.251.263 pelanggan pascabayar dari 7.102.558 pelanggan pascabayar di seluruh wilayah Jateng-DIY. Sapa Pelanggan diprioritaskan yang tercatat belum melakukan pembayaran listrik, terhitung 21 Desember 2018, pukul 07.00 WIB.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan sekaligus mengedukasi pelanggan pasca bayar, terkait bayar listrik tepat waktu, yakni di awal bulan atau sebelum tanggal 20 setiap bulannya," ucap Audi.

Menurutnya, tidak hanya edukasi tentang bayar listrik tepat waktu dan sosialisasi PLN Mobile, PLN juga memberikan informasi terkait Contact Center PLN 123.

Audi berharap, dengan kegiatan Sapa Pelanggan ini pihaknya bisa semakin dekat dengan pelanggan. Sehingga, mampu mengajak pelanggan lebih sadar dan tidak lupa memerhatikan batas waktu pembayaran listrik. (K-08)

Kumpulkan Botol Bekas,Warga Genuksari Menyulapnya Jadi Gapura Hias

Business Unit Manager PT CS2 Pola Sehat Antonius Haliman (kiri) foto
bersama para pemenang Go Green Village Gapura Hias di Santika Hotel
Semarang, kemarin.
Semarang-Warga Kampung Putat Permai RT 04 RW 01, Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang punya cara unik mengolah limbah sampah plastik. Hal itu dilakukan,  karena cukup banyak sampah plastik di sekitar perumahan.

Ketua RT 04 Kampung Putat Permai Handoyo mengatakan banyaknya sampah botol atau gelas minuman plastik bekas, memantik warganya berkreasi mengolah limbah sampah plastik.

Setelah melalui rapat RT, jelas Handoyo, maka sampah-sampah plastik yang dikumpulkan warga itu dikreasi menjadi gapura hias kampung. Ratusan botol dan gelas plastik bekas dibentuk menempel di dinding gapura lama, sehingga menambah cantik kampung.

"Kalau limbah plastik memang cukup banyak. Ada sampah plastik berupa botol atau gelas plastik kemasan, kita ambil. Setelah terkumpul dapat 4-5 karung limbah sampah plastik" kata Handoyo, kemarin.

Sementara itu, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group Harianus Zebua menyatakan, pihaknya berupaya mengedukasi masyarakat untuk selalu mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah plastik. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, maka sampah plastik atau barang bekas lainnya bisa diubah atau diolah menjadi sesuatu yang berguna. Salah satunya dengan Gapura Go Green. 

"Kita ingin mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan, dengan cara menggunakan kemasan yang sudah tidak digunakan lagi. Dari kemasan yang tidak berguna, bisa menjadi berguna. Pelan-pelan mengedukasi masyarakat, untuk bisa memanfaatkan sampah plastik yang tidak digunakan lagi," ucap Harianus. (K-08)

Sekda: Wartawan Itu Profesi Penuh Risiko, Jadi Harus Bisa Lindungi Diri Lewat Asuransi Jiwa

Sekda Jateng Sri Puryono (dua dari kanan) secara simbolis menyerah
kan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada Ketua FWPJT
Jateng Damar Sinuko, kemarin.
Semarang-Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan perlindungan jiwa melalui jaminan keselamatan kerja, sangat diperlukan bagi siapa saja. Termasuk juga profesi jurnalis. Sebab, tidak jarang pekerjaan wartawan harus berhadapan dengan tantangan di lapangan. Hal itu dikatakannya di sela diskusi bertema "Berebut Suara Milenial di Pemilu 2019" di Lobi Kantor Gubernuran, kemarin.

Menurutnya, Forum Wartawan Provinsi dan DPRD yang secara mandiri mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan patut mendapat apresiasi. Karena, tidak sedikit wartawan yang meliput di lingkungan Pemprov Jateng merupakan kontributor. 

Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, jelas Sri, maka para wartawan tidak lagi khawatir dengan jaminan sosial yang akan ditanggung ketika berhadapan dengan risiko pekerjaan.

"Karena risiko sebagai wartawan itu tidak ringan, yang penting dia mendapatkan berita secara aktual, benar dan valid. Dia berani menempuh dengan berbagai cara. Kalau tidak ada asuransikan menurut saya kurang memberikan ketenangan. Walaupun kita tidak ingin celaka, tapi kan kalau sudah ada jaminan lebih tenang," kata sekda.

Sementara itu, Penata Madya Kesejahteraan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda Hersya Aditya menambahkan, memang saat ini pihaknya sedang menjalin dan membangun kemitraan dengan paguyuban atau kelompok pekerja informal. Karena, jumlah pekerja informal cukup banyak dan rerata tidak mendapat perlindungan jaminan sosial.

"Khususnya pekerja informal itu memang sektornya sangat luas. Salah satu contohnya adalah wartawan, dan banyak pekerja informal lainnya yang belum terlindungi. Jadi, BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai perlindungan untuk pekerja, baik sektor formal maupun informal," ucap Hersya. (K-08)

BI Jateng Siapkan Rp4,6 T Kebutuhan Uang Tunai di Libur Akhir Tahun

Warga menunjukkan sejumlah uang saat melakukan penukaran uang
dalam pecahan kecil di mobil kas keliling milik KPw BI Jateng saat
liburan Lebaran lalu.
Semarang-Kebutuhan uang tunai di masa liburan, baik libur Lebaran maupun akhir tahun sangat diperlukan masyarakat. Terutama, yang melakukan perjalanan ke kampung halaman bertemu dengan sanak keluarga di rumah.

Guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang kartal, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah telah memproyeksikan jumlah kebutuhan uang tunai dari perbankan maupun masyarakat selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPw BI Jateng Noor Yudanto mengatakan berdasarkan informasi dan pengajuan kebutuhan uang kartal dari perbankan yang ada di Jateng, maka pihaknya menyiapkan Rp4,69 triliun.

Menurutnya, kebutuhan uang kartal itu kebanyakan untuk pengisian di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Noor menjelaskan, kebutuhan uang kartal tahun ini lebih banyak dibanding periode libur akhir tahun sebelumnya. Pada 2017, kebutuhan uang kartal mencapai 2,75 tiliun. Artinya, ada peningkatan kebutuhan uang kartal sebesar 70 persen.

"Bahwa untuk menyambut Natal dan liburan akhir tahun, BI KPw Jawa Tengah menyediakan uang kartal Rp4,69 triliun. Tahun ini proyeksi itu didasarkan pada kebutuhan perbankan. Mereka sekarang banyak mesin ATM bertambah. Kalau diambil secara makro, banyak dari infrastruktur sangat positif bagi perekonomian daerah setempat," kata Noor, kemarin.

Meningkatnya kebutuhan uang kartal di tahun ini, lanjut Noor, juga tidak lepas sudah tersambungnya jalan tol Trans Jawa yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2018. Di samping itu, libur akhir tahun ini juga berbarengan di liburan sekolah.

"Jadi, liburan akhir tahun ini juga cukup banyak. Sehingga, masyarakat banyak memanfaatkannya untuk pulang ke kampung halaman atau mengisi liburan dengan mengunjungi tempat wisata," ujarnya.

Sementara itu, jelas Noor, kebutuhan uang kartal akhir tahun ini di seluruh Jateng-DIY jika ditotal mencapai Rp13,28 triliun. Rinciannya adalah KPw BI Jateng Rp4,69 triliun, BI Solo Rp1,70 triliun, BI Purwokerto Rp1,61 trilun, BI Tegal Rp2,91 triliun dan BI Yogyakarta Rp2,35 triliun. (K-08)