Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Kemenhub Turunkan Tim Periksa Pesawat Boeing di Indonesia

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan, pesawat Boeing 737-MAX 8
yang adaadi Indonesia akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
Semarang-Setelah melakukan grounded sementara terhadap pesawat jenis Boeing 737-MAX 8 di Indonesia, Kementerian Perhubungan akan menurunkan tim untuk pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pesawat. Pemeriksaan seluruh pesawat Boeing 737-MAX 8, membutuhkan waktu hingga sepekan ke depan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan nantinya, hasil inspeksi selama grounded sementara itu juga akan diinformasikan kepada pihak Boeing. Sehingga, akan menjadi bahan masukan terhadap pabrikan pesawat terbesar di dunia itu.

Menurutnya, di Indonesia pesawat jenis Boeing 737-MAX 8 dioperasikan dua maskapai penerbangan di Tanah Air. Yakni Lion Air 10 armada, dan Garuda Indonesia hanya satu armada.

Budi Karya menjelaskan, upaya pemeriksaan terhadap pesawat jenis Boeing 737-MAX 8 itu diambil karena terjadi dua peristiwa kecelakaan dalam lima bulan terakhir. Kasus terakhir, menimpa pesawat Lion Air JT-610. 

"Setelah kita meneliti dengan seksama dan mengantisipasi adanya satu kemungkinan, maka Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Udara melakukan grounded sementara terhadap pesawat 737-MAX yang ada di Indonesia. Bersamaan dengan itu, kami akan menurunkan tim melakukan observasi dan penelitian terhadap pesawat-pesawat yang ada. Apabila tim itu tidak menemukan sesuatu, maka pesawat bisa terbang kembali," kata Budi Karya usai menghadiri seminar dan dialog nasional Kesiapan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0 di Hotel PO Semarang, Selasa (12/3).

Lebih lanjut Budi menjelaskan, tim inspeksi yang diturunkan Kemenhub itu tidak mendatangkan pihak Boeing dan hanya KNKT saja. Tetapi, soal hasil inspeksi tetap akan diinformasikan.

"Tim yang turun jika tidak menemukan hal janggal, pesawat bisa terbang kembali. Tapi, apabila ditemukan hal yang tidak sesuai maka ada suatu keputusan yang harus dilakukan," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737-MAX 8 ET 302 jatuh di tanah kosong dekat Desa Tulu Fara, Kota Bishoftu, tak jauh dari Ibukota Addis Ababa, Minggu (10/3) kemarin. 157 penumpang dan awak pesawat dinyatakan tewas, serta satu warga negara Indonesia (WNI) juga ikut menjadi korban. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar