|

GO-JEK dan Pemkot Semarang Berkolaborasi Bangun Inovasi Pelayanan Publik

VP Regional Public Policy&Government Relation GOJEK Damar Juniato
(kiri) bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) berdiskusi
tentang kolaborasi pemerintah dengan swasta.
Semarang-Menjadikan layanan yang lebih mudah, cepat dan transparan akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Sehingga, kualitas pelayanan publik yang diinginkan masyarakat di era digital saat ini bisa dirasakan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pemerintah daerah sekarang ini dihadapkan pada sejumlah tantangan, untuk mewujudkan keinginan masyarakat. Sehingga, untuk mewujudkannya dibutuhkan kolaborasi dengan pihak swasta yang memiliki kemajuan teknologi.

Menurutnya, sudah banyak kota atau kabupaten yang berhasil bersinergi dengan swasta untuk menghadirkan layanan publik berkualitas. 

Hendi menjelaskan, Kota Yogyakarta sukses mewujudkan Jogja Smart Service, Kota Bandung dengan Minilab Food Security dan inovasi dari Kota Depok tentang mereduksi sampah organik menggunakan black soldier fly.

"Salah satu alasan utama kolaborasi dengan swasta, karena pengembangan kota metropolitan tidak hanya bisa mengandalkan APBD kota masing-masing semata. Mengenai pengembangan smart city, dari sisi anggaran, APBD kita tidak sepadan dengan Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Untuk itu, dalam upaya membangun sebuah kota metropolitan, pemerintah harus bisa memfasilitasi perusahaan swasta untuk berkolaborasi. Ibarat mobil, kita harus bisa bergerak sama," kata Hendi. 

Oleh karena itu, jelas Hendi, dengan menggandeng GOJEK sebagai layanan on-demand, pihaknya berupaya berkolaborasi dalam membangun inovasi digital di bidang pelayanan publik.

Vice President Regional Public Policy & Government Relation GO-JEK, Damar Juniarto menambahkan, kolaborasi dengan Pemkot Semarang telah dilakukan sejak 2018. Tidak hanya dari sisi pelayanan publik saja, tetapi juga membantu pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang.

"Melalui ekosistem kami, GO-JEK percaya bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkegiatan sehari-hari, tetapi juga bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Misalnya layanan publik yang lebih murah, cepat dan transparan serta berkembangnya ekonomi kerakyatan," ujar Damar.

Damar menjelaskan, beberapa contoh konkrit kerja sama yang telah dilakukan bersama Pemkot Semarang adalah cashless payment di Bus Rapid Transit (BRT) Trans-Semarang dengan menggunakan GO-PAY. Kemudian juga ada pelatihan UMKM binaan Pemkot Semarang, dan pembayaran PBB secara nontunai. (K-08)

Posted by kilas9.com on Minggu, April 07, 2019. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "GO-JEK dan Pemkot Semarang Berkolaborasi Bangun Inovasi Pelayanan Publik"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added