Jumat, 28 Juni 2019

Semarang Great Sale Tahun Ini Target Transaksi Capai Rp300 Miliar

Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu melakukan pembayaran non tunai
di Pasar Peterongan mengawali pelaksanaan Semarang Great Sale.
Semarang-Gelaran tahunan Semarang Great Sale kembali dihelat, dengan hadiah utamanya sebuah mobil. Semarang Great Sale dimulai pada 28 Juni hingga 28 Juli 2019.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang Arnaz Andarasmara mengatakan Semarang Great Sale melibatkan 1.289 peserta, yang terdiri dari pelaku usaha ritel sampai dengan pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang di pasar tradisional.

Menurutnya, Semarang Great Sale lebih mengutamakan pembayaran dengan sistem nontunai atau cashless. Yakni, sebagai upaya mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dari Bank Indonesia.

Arnaz menjelaskan, selama pelaksanaan kegiatan seluruh transaksi akan terpantau lewat aplikasi Semarang Great Sale ini yang bisa diunduh di gawai untuk mendapatkan kupon undian. Apabila menggunakan pembayaran nontunai dan aplikasi OVO, maka kupon akan dikalikan tiga. 

"Saya yakin pasti tinggi, sekitar Rp250 miliar-Rp300 miliar. Kita sudah sosialisasi sejak tahun kemarin. Dan satu lagi, trafiknya dari seluruh transaksi akan bisa dilihat. Jadi, kita penyelenggara tidak bisa memanipulasi atau asal bicara omzetnya berapa karena nanti transaksinya akan terlihat jelas dengan aplikasi," kata Arnaz saat mendampingi Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu penempelen stiker Semarang Great Sale di Pasar Peterongan, Jumat (28/6).

Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan, kegiatan Semarang Great Sale punya tujuan yang baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terutama bagi pedagang pasar dan PLK.

Terlebih lagi, jelas Mbak Ita, Semarang Great Sale bisa menjadi magnet untuk menarik tamu ke Kota Semarang. 

"Pada tahun ini akan meningkat omzet penjualannya, dan ternyata pada bulan Juli ini Kota Semarang ada event-event besar. Kita harapkan, para tamu diarahkan belanja. Karena di mal, toko ritel dan pasar tradisional semua mengikuti Semarang Great Sale," ujar Mbak Ita.

Dirinya berharap, para pedagang pasar tradisional dan juga PKL di Kota Semarang bisa merasakan dampak dari pelaksanaan Semarang Great Sale. (K-08)

Pemprov Minta Peternak Ayam di Jateng Rembugan Dengan Dinas Terkait Persoalan Harga Yang Anjlok

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Para peternak ayam yang ada di Jawa Tengah diminta bertemu dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk mencari persoalan utama mengenai anjloknya harga. Hal itu ditegaskan Gubernur Ganjar Pranowo ketika mengetahui persoalan yang dihadapi para peternak ayam di Puri Gedeh, Kamis (27/6) malam.

Ganjar Pranowo mengatakan persoalan utama dari masalah yang dihadapi peternak ayam di Jateng harus ditemukan, untuk bisa segera diambil tindakan untuk penyelesaiannya. Karena, persoalan harga ayam yang anjlok itu dirinya sudah menghubungi sejumlah pihak termasuk peternak ayam, untuk duduk bersama mencari solusi permasalahannya.

Menurutnya, banyak peternak ayam di Jateng yang teriak-teriak soal harga ayam hidup anjlok. Sedangkan persoalan utamanya mengenai harga ayam anjlok, belum ditemukan secara pasti.

Ganjar menjelaskan, persoalan utama yang menjadi penyebabnya harus diidentifikasi bersama untuk memetakan dan mencari solusinya. Apakah memang karena persoalan oversupply atau ada penyebab lainnya.

"Hari ini atau besok silakan ketemu dengan dinas, biar kita rapatkan. Problemmu itu apa. Kalau hari ini problemnya harga dan sebagainya, mari kita bicara. Hari ini harga jatuh karena apa? Mereka yang paling tahu, apa karena oversupply? Kalau itu bisa kita identifikasi, satu harapan yang ingin kita sampaikan adalah bagaimana kita carikan roadmap untuk menyelesaikannya," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, untuk ke depan pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap peternak ayam di Jateng. Sehingga, ada data yang bisa dijadikan acuan untuk menghindari terjadinya oversupply.

"Itu sudah terjadi pada bawang merah dan cabai kemarin-kemarin, kan. Pemerintah ingin mendata mereka, agar kondisi seperti ini tidak terjadi lagi. Ketika kami mau data, mereka tidak mau," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, asosiasi peternak ayam yang ada di wilayah Jateng-Yogyakarta membagikan sekira 27 ribu ekor ayam hidup kepada masyarakat di Kota Semarang, Surakarta dan Yogyakarta. (K-08)

Pemprov Jateng Kembali Ingatkan Orang Tua Tak Palsukan Surat Domisili


Gubernur Ganjar Pranowo mengancam orang tua yang ketahuan me-
malsukan surat domisili untuk daftar sekolah.
Semarang-Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK negeri tahun ajaran 2019/2020 akan dimulai pada 1-5 Juli nanti, setelah seluruh calon peserta didik melakukan proses verifikasi berkas mulai 24-28 Juni untuk SMA dan untuk SMK pada 17-28 Juni.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengingatkan kepada para calon orang tua siswa, agar tidak menipu apalagi melakukan pemalsuan terhadap surat domisili. Sebab, jika diketahui ada penipuan pada saat membuat surat domisili, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan si anak akan dikeluarkan dari sekolah.

Menurutnya, PPDB ini juga dalam upaya mengajak masyarakat untuk berinvestasi kejujuran.

Ganjar menjelaskan, apabila persoalan zonasi dikeluhkan dengan alasan kualitas guru dan sekolah dianggap kurang, maka pemprov akan melakukan rotasi guru. Apabila terkait sarana prasarana dari sekolahnya, maka pemerintah akan memerbaiki dan menambahnya.

"Tolong untuk domisili jangan ada yang menipu, karena pasti kena sanksi. Saya ingatkan sekarang, ya. Yang menipu surat domisili kena sanksi, dan bisa saya keluarkan. Maka, pada orang tua jujur saja karena ini investasinya juga untuk fase kejujuran. Kita akan bantu, agar proses belajarnya lebih baik. Kan, pendaftarannya mulai 1 Juli nanti. Mudah-mudahan dengan zonasi, kualitasnya bisa terjaga," kata Ganjar, Kamis (27/6) malam di Puri Gedeh.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, memang cukup banyak komplain dan aduan dari masyarakat terkait dengan sistem di PPDB. Satu di antaranya juga berkaitan dengan prestasi juara, karena Jateng tetap menerapkan urutan jenjang prestasi calon siswa.

"Jawa Tengah tetap menerapkan urutan prestasi yang berjenjang, mulai dari juara kabupaten hingga nasional semua akan diverifikasi. Jangan sampai ada sertifikat prestasi yang sengaj dimunculkan, karena kementerian sudah mengatur ketentuannya," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng merivisi petunjuk teknis PPDB 2019. Untuk jalur prestasi calon siswa luar zonasi menjadi 15 persen, dan kuota jalur zonasi menjadi 80 persen. Sedangkan jalur pindahan tetap lima persen.

Selain itu, ada aturan tambahan kuota jalur zonasi berdasar prestasi sebesar 20 persen, dan siswanya berdasar jarak kantor desa atau kelurahan setempat dengan sekolah yang dituju. (K-08)

Kamis, 27 Juni 2019

BPJS Kesehatan Jateng-DIY Uji Coba Finger Print di RS Yang Punya Poli Jantung, Mata dan Rehab Medis

Semarang-Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Kanwil Regional Jawa Tengah-DIY melayani rekam sidik jari atau finger print sebagai validasi kepesertaan.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kanwil Regional Jateng-DIY Aris Jatmiko mengatakan layanan terbaru dari BPJS Kesehatan itu, berguna untuk memermudah proses pendaftaran pelayanan di rumah sakit. Sehingga, peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir kartu BPJS Kesehatannya ketinggalan karena dengan finger print sudah bisa melakukan pendaftaran di rumah sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Menurutnya, layanan finger print merupakan inovasi single identity number yang telah dibangun Kementerian Dalam Negeri.

Aris menjelaskan, pelayanan kesehatan di rumah sakit yang bisa menggunakan finger print dari peserta JKN-KIS masih dibatasi bagi rumah yang memiliki tiga poliklinik. Yakni poliklinik rehabilitasi medis, poliklinik mata dan poliklinik jantung. 

"Kita untuk program finger print itu kan sebagai pemanfaatan teknologi. Kita uji coba di rumah sakit yang ada poliklinik rehabilitasi medis, poliklinik mata dan poliklinik jantung. Seluruh rumah sakit yang kerja sama dengan kami yang ada tiga poliklinik tersebut, kita sudah uji cobakan semua. Secara keseluruhan kita uji cobakan. Ini baru proses perekaman, dan nanti kalau perekaman selesai tinggal pakai finger print saja. Jadi, kalau lupa bawa kartu BPJS Kesehatan tinggal pakai finger print," kata Aris, belum lama ini.

Lebih lanjut Aris menjelaskan, finger print juga dimaksudkan untuk meminimalkan kasus kepesertaan ganda dan mengarah pada penyalahgunaan data JKN-KIS.

"Perekaman sidik jari pertama dilakukan pada 2018 untuk pasien HD. Rumah sakit tidak perlu memasukkan banyak data," pungkasnya. (K-08)

Dua Kabupaten di Jateng Dibidik Pengembang Perumahan

Seorang sales perumahan menawarkan produk rumah kepada calon
konsumen di sebuah pameran perumahan.
Semarang-Meski penjualan rumah masih belum sebaik di tahun-tahun sebelumnya, namun ada dua kabupaten di Jawa Tengah potensial dibidik para pengembang perumahan.

Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jateng Prijanto mengatakan kedua daerah di provinsi ini yang potensial dibidik para pengembang perumahan, karena saat ini kedua wilayah ini juga menjadi incaran para investor. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir ini banyak perusahaan atau pabrik baru berdiri dan menyerap banyak tenaga kerja.

Menurutnya, tenaga kerja yang terserap di perusahaan atau pabrik itu tidak hanya warga lokal tapi juga ada yang berasal dari luar kota.

Prijanto menjelaskan, Kabupaten Jepara dan Boyolali menjadi bidikan baru para pengembang perumahan untuk memasarkan produknya.

"Pengembangan properti yang bagus ini di Jepara, karena banyak pabrik. Mungkin, teman-teman pengembang akan membangun ribuan unit rumah di Jepara. Kemudian di daerah lain yang masuk banyak industri, di Boyolali. Teman-teman pengembang juga banyak yang akan membangun di sana," kata Prijanto, belum lama ini.

Lebih lanjut Prijanto menjelaskan, para pengembang perumahan itu akan memasarkan produk rumah kategori rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Yakni, dengan harga sekira Rp137 juta.

"Tentunya yang dibangun adalah rumah murah, karena menyasarnya kelas pekerja," jelasnya.

Diketahui, sepanjang 2019 ini DPD REI Jateng akan membangun sekira 10 ribu unit rumah dan 60 persennya dialokasikan untuk kelas MBR. Sedangkan sisanya adalah rumah komersial, dan pembangunan apartemen.

Saat ini, masih terjadi backlog atau defisit ketersediaan rumah di Jateng sekira 700 ribu unit dan terus bertambah setiap tahunnya. (K-08)

Izin Prinsip Didapat, Pemprov Jateng Matangkan Masterplan Rest Area Tlogo Wening

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Peni Rahayu menjelaskan
saat ini pemprov sedang menyelesaikan masterplan untuk rest area
tipe A di ruas jalan tol Semarang-Solo.
Semarang-Pemprov Jawa Tengah akhirnya mendapatkan izin prinsip dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terkait pembangunan pembangunan rest area tipe A di ruas jalan tol Semarang-Solo. Saat ini, pemprov sedangkan mematangkan masterplan rest area tipe A yang akan dipadukan dengan Obyek Wisata Tlogo Wening tersebut.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Peni Rahayu mengatakan apabila masterplan sudah matang dan telah mendapatkan sejumlah investor, maka pembangunan bisa dilakukan akhir tahun ini dan selesai pada 2020 mendatang.

Menurutnya, pemprov menilai ada banyak keuntungan yang didapat dari rest area di Tlogo Wening tersebut. Sebab, jalan tol Semarang-Solo membelah obyek wisata itu, sehingga rest area bisa dibuat dua sisi.

Peni menjelaskan, rest area tipe A di Tlogo Wening itu apabila sudah jadi dan beroperasi akan menjadi satu-satunya rest area yang dikelola Pemprov Jateng.

"Tlogo karena kebetulan menyatu dengan obyek wisata kita, maka sudah dengan arahan pak gubernur diminta membuat rest area plus. Plusnya apa? Plusnya wisata. Jadi, kita sekarang masih dalam penyusunan masterplan. Tidak hanya rest area tipe A, kita akan hubungkan dengan Obyek Wisata Tlogo. Dengan kendaraan-kendaraan kecil, bisa diantar keliling ke Tlogo," kata Peni baru-baru ini.

Peni lebih lanjut menjelaskan, pembangunan rest area tipe A di atas lahan seluas tujuh hektare milik pemprov ini rencananya akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan rest area tipe A, dengan nilai investasi sekira Rp80 miliar. Sedangkan tahap keduanya yang memadukan dengan Obyek Wisata Tlogo Wening, ditawarkan ke BUMD Jateng sebagai bentuk sinergitas.

"Sudah banyak yang mau berinvestasi, tapi kita masih menyeleksi dulu. Kita masih pastikan dulu masterplannya," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, jika rest area tipe A Tlogo Wening di ruas jalan tol Semarang-Solo sudah beroperasi, maka pelaku UMKM akan diberi akses memasarkan dagangannya dengan kuota 30 persen dari seluruh stan yang ada. (K-08)

Dinporapar Jateng Siapkan Festival 17-8-45

Kadinporapar Jateng Sinoeng Rachmadi saat menunjuk-
kan piala juara umum yang diraih atlet pelajar asal Jateng.
Semarang-Menyambut peringatan hari ulang tahun Indonesia tahun ini, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwiaata Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah agenda wisata penting untuk dikunjungi. 

Kepala Dinporapar Jateng Sinoeng N Rachmadi mengatakan sepanjang 2019 ini, pihaknya sudah menyiapkan 70an agenda wisata yang terbagi dalam tiga kategori. Ketiga kategori itu, merupakan adopsi konsep Festival Pusaka Indonesia yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.

Menurutnya, dari 70an agenda wisata yang telah disusun itu ada angka unik diselipkan. Yakni 17-8-45, sebagai simbol hari lahir bangsa Indonesia.

Sinoeng menjelaskan, 17 agenda wisata itu berkaitan dengan ritus sosial kebangsaan dan delapan festival berhubungan dengan waktu peralihan, serta 45 festival melambangkan keragaman budaya Jateng.

"Ada 70an festival pusaka Jawa Tengah yang terbagi dalam tiga kategori event, disesuaikan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Meliputi 17 festival atau upacara yang menampilkan simbol dan karakter bangsa sebagai budaya lokal. Ada delapan festival yang berhubungan dengan waktu peralihan, dan 45 festival yang mewakili peradaban budaya Jawa Tengah. Jadi, kita sesuaikan dengan 17-8-45," kata Sinoeng belum lama ini.

Lebih lanjut Sinoeng menjelaskan, puluhan agenda wisata yang disiapkan itu memang memiliki tujuan khusus. Yakni, mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara hingga 1,2 juta orang sampai akhir tahun ini.

"Secara statistik, tren kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah menunjukkan peningkatan positif. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini, wisatawan mancanegara tumbuh rata-rata sebesar 10,05 persen dan 10,76 persen untuk wisatawan Nusantara," jelasnya.

Sinoeng berharap, dengan banyaknya agenda wisata yang telah disusun itu bisa semakin banyak wisatawan yang datang ke Jateng. (K-08)

Rabu, 26 Juni 2019

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Siap Matangkan Sistem Zonasi di Pendaftaran Sekolah Mendatang

Jumeri
Kadisdikbud Jateng
Semarang-Pemprov Jawa Tengah akan terus mematangkan pendaftaran sekolah dengan sistem zonasi, di masa-masa mendatang. Terutama, untuk 425 SMA negeri yang ada di provinsi ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri mengatakan sampai dengan saat ini, kapasitas SMA negeri di provinsi ini hanya 45 persen dari seluruh lulusan SMP dan MTs. Sisanya, tertampung di sekolah-sekolah swasta di Jateng.

Menurutnya, jika semua calon siswa atau orang tua calon menginginkan bersekolah di negeri, maka daya tampungnya tidak mencukupi. Sehingga, sistem zonasi yang menjadi dasar penerimaan siswa akan terus diperbarui dan ditingkatkan kualitasnya.

Jumeri menjelaskan, pihaknya terus memerjuangkan sistem zonasi untuk pendaftaran peserta didik, sehingga calon siswa akan mempunyai kesempatan sama bisa bersekolah negeri di dekat rumahnya.

"Ke depan, semua pengembangan dasarnya adalah zonasi. Jadi, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan ikhtiar untuk menaikkan mutu sekolah. Memang tetap ada yang kecewa, karena kapasitas kita di SMAN/SMKN itu hanya 45 persen tidak bisa menampung seluruh lulusan SMP/MTs di seluruh Jawa Tengah. Zonasi akan terus kita perjuangkan, karena inilah yang memenuhi rasa keadilan masyarakat. Misal di Kabupaten Semarang sudah banyak sekolah di pinggiran, yang dulu tidak favoriy sekarang punya siswa berprestasi di desa sekitar. Dan anak-anak desa yang berprestasi itu, meningkatkan kualitas sekolah-sekolah di sekitar rumahnya," kata Jumeri, Rabu (26/6).

Lebih lanjut Jumeri menjelaskan, sistem zonasi juga membantu sekolah-sekolah swasta mendapatkan siswa.

"Sekarang banyak sekolah swasta yang hebat, dan berperan dalam mencerdaskan anak bangsa," jelasnya.

Diketahui, pendaftaran peserta didik baru (PPDB) menganut sistem zonasi sudah diterapkan dua tahun kemarin dan dikeluhkan para orang tua calon siswa. Terutama, yang menginginkan masuk ke sekolah favorit. (K-08)

Pemprov Jateng Kirim 16 Peserta Seleknas ASEAN Skill Competition

Peserta selekda ASEAN Skill Competition tingkat Jateng yang lolos ke
Jakarta.
Semarang-Pemprov Jawa Tengah mengirimkan 16 orang perwakilannya, untuk mengikuti seleksi nasional (seleknas) ASEAN Skill Competition di Jakarta pada Agustus 2019 mendatang. Ke-16 orang itu sebelumnya sudah dinyatakan lolos seleksi daerah (selekda) tingkat provinsi yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng.

Kepala Dinakertrans Jateng Wika Bintang mengatakan ASEAN Skill Competition merupakan ajang mempromosikan pengembangan lembanga pendidikan kejuruan dan pelatihan kerja, untuk meningkatkan profesionalisme bagi angkatan kerja muda di negara-negara anggota ASEAN.

Menurutnya, dari delapan kejuruan yang diujikan itu lima di antaranya merupakan kejuruan baru. Yakni kejuruan fashion technology, beauty therapy, hair dressing, mechanical engineering CAD, refrigeration and air conditioning.

"Kompetisi keterampilan di tingkat ASEAN, yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Ini adalah ajang untuk meningkatkan kualitas keterampilan, bagi pemuda-pemuda atau tenaga kerja muda di kawasan ASEAN. Untuk tahun ini, Jawa Tengah dalam upaya untuk seleksi daerah kita mendapatkan kesempatan ikut serta di delapan kejuruan. Dan lima di antaranya itu masih baru," kata Wika, Rabu (26/6).

Wika lebih lanjut menjelaskan, bagi peserta yang dinyatakan lolos seleknas akan mengikuti seleksi lagi di Singapura pada Juli 2020.

"Tahun sebelumnya dari Jawa Tengah ada tujuh peserta yang ikut ASEAN Skill Competition, dan mendapat dua emas, dua perak dan satu perunggu," jelasnya.

Diketahui, ASEAN Skill Competition bertujuan meningkatkan profesionalisme angkatan kerja muda dan meningkatkan kerja sama antarlembaga kejuruan serta pelatihan kerja di negara-negara anggota ASEAN. (K-08)

Persiapan Jateng Fair 2019 Terus Dikebut

Dua pekerja menyelesaikan pembuatan lampion berbentuk stupa untuk
pembukaan Jateng Fair 2019.
Semarang-Tinggal dua hari lagi perhelatan Jateng Fair 2019 akan digelar, dan pihak PT PRPP sebagai penyelenggara terus melakukan percepatan penataan sejumlah wahana serta stan yang ada. Tahun ini, Jateng Fair mengangkat tema "Glourious Borobudur".

Direktur PT PRPP Titah Listyorini mengatakan, Jateng Fair 2019 akan dimulai pada 28 Juni dan berakhir 14 Juli mendatang. Event tahunan itu akan memunculkan sejumlah hiburan dan wahana rekreasi bagi keluarga di Jawa Tengah, dan yang terbaru adalah Futuria, kera bareng dengan PT SPJT dan TelkomSigma.

Menurutnya, Jateng Fair 2019 akan memadukan rekreasi dan hiburan bagi para pengunjung yang datang.

Titah menjelaskan, untuk memersiapkan segala sesuatu sesuai dengan target yang ditetapkan, sejumlah pekerja dikerahkan untuk merampungkan seluruh pekerjaan.

"Semua sarana prasarana sudah 80 persen, semua stan juga hampir selesai 95 persen. Sekarang kita sudah mulai setting panggung, serta wahana yang lainnya. Tahun ini juga bergabung PHRI Kota Semarang, yang menempati 20 stan. Untuk rekreasi di tahun ini, ada beberapa tambahan andalan yang kami setting. Yang pertama ada laser show, ada snow park dan ada satu lagi yang merupakan kerja sama antara PT PRPP, PT SPJT dengan PT TelkomSigma anak perusahaan BUMN membuat wahana IT. Yaitu memadukan antara culture dengan teknologi dan akan menarik untuk milenial," kata Titah, Rabu (26/6).

Lebih lanjut Titah menjelaskan, pada tahun ini ditargetkan jumlah pengunjung bisa mencapai 500 ribu orang sepanjang acara digelar. Jumlah itu diyakini bisa tercapai, karena bertepatan dengan masa liburan sekolah.

"Banyaknya wahana yang ada dan beberapa di antaranya baru itu, diharapkan mampu menarik pengunjung pada musim liburan sekolah saat ini," jelasnya.

Sepanjang perhelatan Jateng Fair 2019 digelar, lanjut Titah, para pengunjung akan dihibur dengan penampilan artis-artis nasional maupun lokal. Di antaranya Nella Kharisma, Ita Purnamasari, Jihan Audy dan NDX AKA. Sedangkan untuk harga tiket masuk dibanderol dengan harga Rp15 ribu (Senin-Kamis) dan Rp20 ribu (Jumat-Minggu). (K-08)

Oversupply, Terdeteksi Ada 40 Juta Ayam Potong di Jateng Siap Jual

Seorang petugas menyemprotkan desinfektan ke kandang ayam yang
akan dibagikan kepada warga.
Semarang-Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian sudah mengindikasi adanya oversupply atau kelebihan pasokan sejak Maret 2019 kemarin, dan mulai terbukti dengan penurunan harga ayam secara tajam. Untuk di kabupaten/kota di Jawa Tengah, harga ayam tingkat peternak antara Rp6 ribu-Rp7 ribu per kilogramnya. Sedangkan di tingkat pedagang di pasar tradisional, harga ayam di atas Rp30 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Lalu M. Syafriadi mengatakan oversupply yang ada di provinsi ini mengindikasikan banyaknya peternak ayam ilegal, sehingga populasi ayam potong menjadi berlebih.

Menurutnya, data yang masuk menyebutkan jika ada sekira 40 juta ekor ayam potong siap jual di Jateng. Sehingga, hal itu menyebabkan harga ayam potong anjlok.

Lalu menjelaskan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Satgas Pangan Polda Jateng dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) serta Lembaga Perlindungan Konsumen untuk menertibkan peternak-peternak tidak berizin di Jateng. Termasuk, pengawasan peredaran day old chick atau ayam baru menetas dari para integrator yang diberi izin. 

"Di dalam Permentan Nomor 31 di Pasal 12 disebutkan bahwa 50 persen hasil day old chick tadi, diserahkan ke masyarakat. Kuncinya di situ. Diserahkan ke masyarakat inilah yang tidak terdeteksi, karena izin tadi ada di kabupaten/kota. Di sinilah problemnya, mas. Banyak peternak yang tidak teridentifikasi. Dan teridentifikasi ada 40 juta ayam potong yang siap jual, dan ini membanjiri Jawa Tengah," kata Lalu saat dihubungi, Selasa (25/6) malam.

Saat ini, lanjut Lalu, untuk mengurangi populasi ayam potong di Jateng dengan membagi kepada masyarakat yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar dan peternak ayam bekerjasama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng. Dari hasil kesepakatannya, jumlah ayam yang dibagikan sebanyak kurang lebih 30 ribu ekor.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Jateng Parjuni mengaku kecewa dengan kebijakan dari Kementerian Pertanian yang menyebabkan provinsi ini oversupply ayam potong. Kelebihan pasokan itu dimulai dari tingkat pembibitan, hingga sampai ke pasar tradisional.

"Kebijakan yang diambil Kementan itu keliru, dan membuat kelebihan pasokan ayam tidak terkendali. Banyak ayam dari peternak yang tidak terserap pasar," ucap Parjuni.

Menurutnya, para peternak ayam harus menanggung kerugian hingga miliaran rupiah karena kebijakan keliru dari Kementan tersebut. (K-08)

Selasa, 25 Juni 2019

Pelaku Maritim Jateng Minta Pemangku Kebijakan Perhatikan Kedalaman Dermaga Sandar

Sebuah kapal pengangkut peti kemas sedang merapat di Pelabuhan
Tanjung Emas Semarang.
Semarang-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang berbeda dengan pelabuhan lainnya di Pulau Jawa, misalnya Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya. Salah satu perbedaannya adalah mengenai persoalan endapan lumpur, yang terbawa aliran air dari daerah pegunungan.

Wakil Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Maritim Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Ari Wibowo mengatakan dermaga sandar di pelabuhan penuh dengan endapan lumpur, sehingga menyulitkan kapal-kapal besar merapat.

Menurutnya, idealnya dermaga sandar di pelabuhan untuk bisa disandari kapal besar kedalamannya adalah 12 meter. Sedangkan dermaga sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hanya sembilan meter, dan penuh endapan lumpur.

Oleh karena itu, jelas Ari, pihaknya meminta kepada pemangku kebijakan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk bisa melakukan pengerukan secara rutin di dermaga sandar.

"Kendala kita dengan air rob di pelabuhan, dan endapan lumpur. Meski sudah diupayakan KSOP dan Pelindo Tanjung Emas, tapi belum efektif dan masih sering terjadi. Oleh karena itu harus dikeruk secara kontinyu. Sekarang kan minus sembilan meter, untuk kapal-kapal besar seharusnya minus 12 meter," kata Ari di sela halal bihalal dengan pelaku usaha pelabuhan di Patra Convention and Hotel Semarang, Selasa (25/6).

Ari lebih lanjut menjelaskan, pihaknya dari seluruh pelaku usaha maritim di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang akan mendukung cita-cita dan harapan menjadikan pelabuhan di Semarang bisa bersanding dengan pelabuhan lain di Pulau Jawa.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, pihaknya akan mendorong KSOP dan Pelindo III Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk bisa mendengarkan aspirasi dari pelaku usaha maritim di Jawa Tengah. Terutama, yang berkaitan dengan upaya mendongkrak perekonomian melalui jalur laut.

"Semuanya mau untuk duduk satu meja, rembukable terkait dengan hal-hal memajukan wilayah Pelabuhan Tanjung Emas. Saya yakin dan optimistis, Tanjung Emas sesuai namanya akan mampu menyalip Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Jadi, ada sebuah optimisme tinggal promosi, marketing dan juga upaya mendorong pengusaha Jawa Tengah memakai Pelabuhan Tanjung Emas," ucap Hendi.

Hendi mengaku cukup senang, karena Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sekarang kondisinya jauh berbeda dengan puluhan tahun silam. Bahkan, fasilitasnya hampir setara dengan di bandara. (K-08)

Hari Pertama Verifikasi Berkas PPDB Tingkat SMA di Jateng Lancar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri melihat saat
proses verifikasi sertifikat prestasi calon siswa di SMAN 1 Semarang.
Semarang-Tahapan verifikasi berkas pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA di Jawa Tengah, pada hari pertama berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri saat melakukan pemantauan PPDB 2019 di SMAN 1 Semarang, Selasa (25/6).

Jumeri mengatakan pada pelaksanaan PPDB 2019 di hari pertama berjalan lancar, hanya saja beberapa panitia PPDB 2019 di masing-masing sekolah mengalami kesulitan karena banyak calon siswa datang di hari pertama. 

Pada hari kedua, jelas Jumeri, kondisinya jauh lebih normal dan cenderung sepi dari antrean. Hanya beberapa calon siswa ditemani orang tuanya datang menyerahkan berkas, dan kemudian mendapatkan akun untuk mendaftar secara online mulai 1-5 Juli 2019.

Menurutnya, hal itu terjadi karena banyak siswa mendatangi sekolah di hari pertama karena masih banyak informasi yang simpang siur. Terutama, soal siapa cepat melakukan pendaftaran. Padahal, 24-28 Juni 2019 masih tahapan verifikasi berkas dan pengambilan akun pendaftaran saja.

"Secara umum lancar, mas. Hanya permasalahan terkni kecil-kecil dari kepanitiaan, mungkin belum mudeng sistem dan sebagainya. Tapi sudah kita jelaskan semua. Secara umum lancar, ya. Sebagian besar memang dari kemarin daftar atau verifikasinya, dan hari ini tinggal sisa-sisa. Mudah-mudahan nanti sampai 28 Juni sudah tuntas semua tidak ada satu pun calon siswa yang tidak tahu bahwa mereka harus hadir di saat verifikasi. Jangan sampai malah datangnya ke sekolah tanggal 1 Juli," kata Jumeri.

Lebih lanjut Jumeri menjelaskan, pihaknya juga tidak mendengar adanya kendala server. Sebab, PPDB online 2019 tingkat SMA di Jateng dibantu PT Telkom dan telah disiapkan 114 server.

"Intinya Jawa Tengah siap menggelar PPDB online 2019 ini, karena ada bantuan maksimal dari Telkom," jelasnya.

Sementara itu, terkait perubahan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) soal PPDB 2019 akan diikuti dengan revisi peraturan gubernur (pergub).

"Mudah-mudahan sore ini pergub turun, dan ditindaklanjuti dengan juknis yang baru. Jawa Tengah intinya taat dengan permendikbud," pungkasnya. (K-08)

Kuasa Hukum Taufik Kurniawan Siapkan Nota Pembelaan di Sidang Berikutnya

Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik Kurniawan mengaku sudah menyiap
kan nota pembelaan untuk menangkis tuntutan JPU dari KPK.
Semarang-Tim penasehat hukum dari terdakwa Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik Kurniawan, akan menyusun nota pembelaan untuk dibacakan pada sidang berikutnya pada 1 Juli 2019 mendatang. Sebelumnya, jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa hukuman pidana penjara delapan tahun.

Taufik Kurniawan mengatakan dirinya bersama tim kuasa hukum, menghormati yang telah disampaikan jaksa penuntut umum dari KPK. Namun, dirinya sebagai manusia akan tetap melakukan pembelaan dan mencari keadilan.

Menurutnya, nota pembelaan akan segera disusun untuk mematahkan tuntutan dari jaksa penuntut umum dari KPK tersebut.

Salah satu kuasa hukum Taufik Kurniawan, Fidli Galan Syarif menyatakan, tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum dari KPK itu tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta persidangan.

"Dan hampir semua fakta persidangan, tidak ada yang memerkuat konstruksi tuntutan. Semua fakta dan saksi menyatakan, tidak ada persoalan. Bahkan, kalau Anda mengikuti dari awal soal DAK Purbalingga, tidak ada proposalnya. Itu salah satunya. Kemudian, wewenang sebagai wakil ketua DPR memengaruhi komisi-komisi di bawahnya. Sudah jelas fakta persidangan tidak bisa. Tidak ada hubungan pertanggungjawaban vertikal, antara wakil ketua DPR dengan komisi-komisi di bawahnya," ujar Fidli usai ditemui di persidangan, kemarin.

Menurut Fidli, keterangan dari saksi-saksi tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Selain itu, fakta di persidangan juga tidak ada yang menjadi dasar tuntutan.

"Kita akan jawab semuanya itu nanti di persidangan berikutnya. Kita hormati persidangan," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, jaksa penuntut umum dari KPK menuntut terdakwa Taufik Kurniawan hukuman delapan tahun penjara atas dugaan menerima suap penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Purbalingga dan Kebumen dari APBN Perubahan 2016 dan 2017. Selain itu, terdakwa juga dituntut denda sebesar Rp200 juta subsider penjara enam bulan. (K-08)

Pemprov Jateng Akan Masif Kelola Sampah Dari Hulu Sampai Hilir

Peni Rahayu
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda
Semarang-Persoalan sampah hampir terjadi di semua daerah dan semua bangsa, sehingga penanganannya harus secara masif dan profesional. Hal itu juga yang mendasari Pemprov Jawa Tengah, untuk mengatasi persoalan sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Peni Rahayu mengatakan untuk mengelola berbagai macam sampah, pihaknya akan secara masif memulainya dari hulu ke hilir. 

Menurutnya, gerakan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi juga akan dilakukan. Termasuk, dengan melibatkan rumah tangga sebagai salah satu bagian terkecil dari masyarakat yang ikut menyumbang sampah.

Peni menjelaskan, pemprov akan menginisiasi adanya kongres tentang sampah untuk tingkat nasional. Sehingga, nantinya persoalan sampah berikut solusi penanganannya bisa diwujudkan bersama.

"Kita ke depan akan memerangi sampah. Kita tahu bawah, sekarang budaya orang membuang sampah itu masih belum bisa memberikan contoh yang baik. Kita akan melakukan terobosan, bahkan kita diminta membuat kongres sampah. Untuk sampah ini, kita ingin menjadi inisiator dari gerakan bagaimana kita gerakan membuang sampah. Jadi, sampah atas arahan bapak gubernur, kita akan secara masif dari hulu," kata Peni baru-baru ini.

Lebih lanjut Peni menjelaskan, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan di dalam upaya penanganan persoalan sampah. Karena, masyarakat juga bisa dilibatkan untuk mengelola sampah menjadi sumber energi.

"Dengan teknologi yang ada, sampah bisa diolah menjadi energi. Kan potensi sampah luar biasa, sehingga ini bisa dimanfaatkan," jelasnya.

Namun demikian, lanjut Peni, yang terpenting saat ini adalah mengubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Di samping itu juga, memilah sampah yang bisa didaur ulang atau langsung dibuang ke tempat sampah. (K-08)

Senin, 24 Juni 2019

Penjualan Listrik Naik 6,48 Persen di Triwulan I 2019

Dua petugas PLN sedang melayani penyambungan baru di rumah salah
satu pelanggan.
Semarang-Senior Manager General Affairs PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah-Yogyakarta Audi Damal mengatakan pada triwulan pertama 2019 ini, pihaknya berhasil meningkatkan penjualan sebesar 6,48 persen. Peningkatan itu tidak lepas, dari upaya PLN di dalam memudahkan masyarakat calon pelanggan dalam mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja operasi.

Audi menyebutkan, pertumbuhannya meningkat sebesar 2.591.927 MWH dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan pertumbuhan dan penjualan listrik ini bisa terealisasi karena kemudahan dan kecepatan layanan yang diberikan PLN kepada masyarakat. 

Audi menjelaskan, seiring dengan pertumbuhan dan penjualan listrik ini diharapkan juga diikuti dengan pertumbuhan roda perekonomian di wilayah Jateng-DIY.

"PLN sebagai penyedia tenaga listrik terus berkomitmen, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Salah satunya adalah dengan menyediakan pelayanan penyambungan yang mudah dan cepat," kata Audi, Senin (24/6).

Lebih lanjut Audi menjelaskan, beberapa strategi yang dilakukan PLN UID Jateng-DIY dalam memercepat penyambungan di antaranya dengan mengeksekusi tuntas penyambungan baru, mengendalikan daftar tunggu dan memertahankan sinergi dengan mitra kerja.

Selain itu, jelas Audi, pertumbuhan dan penjualan listrik bisa dicapai juga dengan promo diskon tambah daya. Tercatat, sampai dengan Juni 2019 ini sebanyak 25.058 pelanggan se-Jateng-DIY telah memanfaatkan Promo Menembus Batas. (K-08)

Festival Sastra Jateng Ramai Diikuti Sastrawan Muda

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri ikut baca
puisi di acara Festival Sastra Jateng di Auditorium RRI Semarang.
Semarang-Direktur Anantaka Cultural Trust Anton Sudibyo mengatakan Festival Sastra Jawa Tengah digelar dengan tema "Jawa Tengah Rumahku" di Auditorium RRI Semarang, Sabtu (22/6) malam. Festival Sastra Jawa Tengah ini baru kali pertama digelar, dan dihadiri puluhan sastrawan muda.

Anton menjelaskan, pada masa pendaftaran peserta Festival Sastra dibuka, antusiasmenya sudah luar biasa dan di luar ekspektasi penyelenggara. Sebagai contoh adalah peserta baca puisi yang membludak hingga 170 orang, padahal panitia memberi batasan hanya 80 orang saja mengingat durasi waktu.

Menurutnya, karena banyaknya peserta yang mendaftar menjadikan panitia bekerja keras memfilternya. Sehingga, dari seluruh peserta yang mendaftar disaring dan merepresentasi dari 35 kabupaten/kota di Jateng.

Anton menjelaskan, dari sisi antusiasme pendaftaran peserta bisa dikatakan berhasil dan tahun depan menjadi dasar pelaksanaan berikutnya yang lebih baik lagi. Karena inti dari pelaksanaan kegiatan tersebut banyak sedikitnya peserta, tetapi peningkatan kualitas setiap tahunnya yang berkelanjutan.

"Kita ingin pembinaan seni sastra dilakukan secara berjenjang sejak dini, dari SD sampai mahasiswa dan komunitas yang bergerak di bidang sastra. Kenapa kita sasar usia muda antara 22-30 tahun, karena ini usia belajar dan belum matang," kata Anton.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri yang hadir dalam acara tersebut menyatakan jika kegiatan sastra melatih ketajaman hati dan kehalusan budi.

Menurutnya, Festival Sastra merupakan sebuah kebutuhan untuk merangsang gairah berkreasi, dan harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahunnya.

"Ini merupakan kegiatan yang sangat penting, karena sastra sebagai bagian dari kebudayaan. Sebab, sering kali sastra dianggap tidak penting. Padahal, di era sekarang ini ketika kita hanya mengejar keunggulan dalam menghadapi revolusi industri, orang hanya mengejar target-target matematis. Tapi hal bersifat kualitatif yang berkaitan kejiwaan sering dilupakan," ucap Jumeri.

Oleh karena itu, lanjut Jumeri, pihaknya akan lebih memerdalam sastra di kurikulum sekolah melalui pelajaran Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. (K-08)

Komite Mata Nasional Audiensi Dengan Dinas Kesehatan Jateng Soal Angka Prevalensi Kebutaan

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo berdiskusi dengan Ketua Mata
Nasional Andy F Noya di kantor Dinkes Jateng, Senin (24/6).
Semarang-Guna menuju Indonesia Vision 2020-The Right to Sight, dibentuk Komite Mata Nasional, untuk menurunkan prevalensi gangguan penglihatan dan kebutaan di Tanah Air.

Ketua Komite Mata Nasional Andy Flores Noya mengatakan pihaknya mendapat tugas dari Kementerian Kesehatan, untuk menurunkan angka gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia. Dengan misi yang diemban Komatnas itu, pihaknya mengajak dan menggandeng sejumlah pihak lebih banyak menggelar operasi katarak guna menurunkan angka kebutaan.

"Bahwa tingkat kebutaan di Indonesia itu, yang tertinggi kedua di dunia setelah Etiopia. Dengan kondisi seperti itu, maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan merasa harus fokus pada upaya menurunkan angka kebutaan. Karena ternyata dari angka kebutaam yang ada itu, 80 persen diakibatkan katarak," kata Andy Noya saat melakukan audiensi ke Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Selasa (24/6).

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menambahkan, data prevalensi kebutaan di provinsi ini mencapai 2,7 persen dengan penyebab kebutaan tertingginya adalah katarak sebesar 73,8 persen dari hasil survei Rapid Assesment of Avoidable Blindness (RAAB).

Menurutnya, upaya pencegahan gangguan penglihatan dan kebutaan di Jateng dimulai dari pengobatan rutin sampai dengan rehabilitasi.

"Dari sisi prevalensi gangguan penglihatan terutama kebutaan ini, memang Jawa Tengah salah satu provinsi yang cukup tinggi. Dan dari sisi jumlah, juga banyak karena penduduknya Jawa Tengah banyak. Secara prevalensi sekitar 2,7 persen penduduk yang umurnya di atas 50 tahun, yang rentan terjadi gangguan penglihatan dan kebutaan," ucap Yulianto.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan kepada masyarakat. (K-08)

Jaksa KPK Tuntut Taufik Kurniawan Pidana Penjara 8 Tahun

Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik Kurniawan saat memberikan kete-
rangan kepada media usia mendengarkan tuntutan dari JPU KPK.
Semarang-Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pidana penjara penjara selama delapan tahun kepada Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik Kurniawan di sidang lanjutan di Pengadilan Tipikir Semarang, Senin (24/6). Taufik dituntut hukuman delapan tahun penjara, atas dugaan menerima suap penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Purbalingga dan Kebumen dari perubahan APBN 2016 dan 2017.

JPU dari KPK Joko Hermawan mengatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor  31 Tahun 1999 yang diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurutnya, tuntutan yang diajukan JPU terhadap terdakwa Taufik Kurniawan itu atas pertimbangan bahwa terdakwa menerima fee untuk pengurusan DAK dua kabupaten tersebut senilai Rp4,85 miliar.

Joko menjelaskan, uang fee yang diterima Taufik dari Bupati Kebumen Yahya Fuad sebesar Rp3,65 miliar. Sedangkan dari Bupati Purbalingga, Tasdi, terdakwa menerima Rp1,2 miliar.

"Mengajukan tuntutan pidana penjara kepada terdakwa selama delapan tahun, dikurangi selama terdakwa ditahan dan terdakwa tetap ditahan. Pidana denda sebesar Rp200 juta, subsider enam bulan penjara," kata Joko.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, selain menuntut pidana penjara delapan tahun kepada terdakwa, JPU  KPK  juga menuntut denda sebesar Rp200 juta subsider penjara enam bulan.

"Selain itu, terdakwa juga diharuskan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp4,24 miliar yang dihitung berdasarkan uang Rp4,24 yang dititipkan KPK dan dirampas negara untuk pengganti," jelasnya.

Nantinya, sidang akan dilanjutkan dengan pembelaan terdakwa yang dilakukan pada 1 Juli 2019 mendatang. (K-08)

DPRD Jateng Sebut Masyarakat Belum Bisa Lepas Dari Stigma Sekolah Favorit

Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen saat menjadi pembicara di
acara diskusi "Menuju Pemerataan Pendidikan Berkualitas" di Hotel
Noormans Semarang, Senin (24/6).
Semarang-Hari pertama pengambilan token dan verifikasi berkas pendaftaran sekolah tingkat SMA negeri sudah dimulai, dan beberapa sekolah favorit negeri di Kota Semarang diserbu pendaftar. Sedangkan pendaftaran online untuk pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online, akan dilakukan pada 1-5 Juli 2019. Salah satunya terlihat di SMA Negeri 2 Semarang yang ramai didatangi pendaftar, tidak hanya calon siswa tapi juga orang tuanya.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zen mengatakan pihaknya sudah pernah memanggil dan beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, terkait dengan pelaksanaan PPDB online 2019 tingkat SMA. 

Menurutnya, yang terjadi sekarang ini karena ada kekhawatiran dari masyarakat terutama para orang tua calon siswa tidak mendapatkan sekolah favorit. Padahal, saat ini penerapannya adalah berdasarkan zonasi untuk pemerataan peserta didik dan kualitas pendidikannya.

Zen menjelaskan, kekhawatiran orang tua calon siswa ini masih mengacu pada stigma sekolah favorit selama ini.  

"Saya melihat ada kekhawatiran saja dari beberapa masyarakat, terkait dengan sistem PPDB terbaru ini. Dan harapan kami, kekhawatiran masyarakat yang seperti ini tidak sampai mengganggu proses PPDB yang sebetulnya tersosialisasi sudah cukup lama. Ini kan efek dari media sosial yang selama ini kadang-kadang membuat situasi kurang tenang. Akhirnya, kekhawatiran itu menurut saya tidak beralasan," kata Zen di sebuah diskusi mengenai "Menuju Pemerataan Kualitas Pendidikan" di Hotel Noormans Semarang, Senin (24/6).

Lebih lanjut Zen menjelaskan, para orang tua atau calon siswa bisa memilih jalur pendaftaran yang diinginkan ke sekolah-sekolah negeri. Baik menggunakan jalur zonasi, jalur berprestasi maupun jalur kepindahan orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri menambahkan, memang banyak informasi tidak bertanggung jawab yang menyebutkan siapa tercepat mendaftar akan diterima ke sekolah negeri untuk jenjang SMA. 

"Jadi, tidak perlu resah dan datang ke sekolah dini hari karena ingin cepat. Ini masih verifikasi berkas sampai 28 Juni, dan pendaftarannya itu 1-5 Juli," ucap Jumeri.

Sementara itu, jelas Jumeri, untuk kelancaran PPDB online tingkat SMA/SMK negeri, pihaknya menggandeng Telkom guna menyiapkan aplikasi dan jaringan yang memadai. Setidaknya ada 114 server dengan 536 CPU sebagai pengolah data, dan kapasitas jaringan 3G untuk mengantisipasi lonjakan trafik saat pendaftaran online. (K-08)

Sabtu, 22 Juni 2019

Kembangkan On Farm, Bulog Bersama UNS Berdayakan Petani Kartasura

Dirut Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau lahan padi hasil kerja
sama on farm dengan UNS Surakarta, Jumat (21/6).
Semarang-Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Jalal Wiwoho melakukan panen perdana padi hasil kerja sama on farm di Desa Makam Haji, Kartasura, Kota Surakarta, Jumat (21/6) kemarin.

Panen padi perdana di lahan seluas dua hektare yang diperkirakan mencapai tujuh ton per hektare itu, hasil panennya dibeli langsung Bulog dengan harga Rp4.070 kilogram sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Selanjutnya, gabah akan diolah di Unit Pengolahan Bulog Grogol, Solo.

Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya bersama UNS) memang bersepakat melakukan kerja sama pengembangan pangan di Surakarta, untuk pemberdayaan petani eks karesidenan Surakarta dan memudahkan akses pasar bagi para petani dengan menerapkan prinsip saling menguntungkan.

Dengan kerja sama dengan UNS Solo itu, jelas Buwas, diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat. Yakni melalui pemanfaatan potensi lahan, teknologi dan manajemen budidaya serta penyediaan modal usaha pertanian.

Menurutnya, nota kesepakatan itu akan berlaku sampai lima tahun ke depan dan meliputi ruang lingkup pengelolaan on farm, pemanfaatan teknologi pengolahan lahan dan budidaya modern serta manajemen dan penanganan pascapanen.

"Hal ini (penandatanganan nota kesepahaman) merupakan awal kerja sama yang akan ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih rinci. Diharapkan, bisa menghasilkan produk pangan berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat serta memberikan jaminan modal dan kepastian pasar bagi petani," kata Budi Waseso.

Lebih lanjut Buwas menjelaskan, untuk pengelolaan on farm melibatkan kelompok petani binaan UNS yang diwakili Fakultas Pertanian dan Perum Bulog dari Subdivre Surakarta dan telah dilakukan pada Februari 2019. (K-08)

Borobudur Marathon 2019 Peserta Dibatasi 10 Ribu Orang Saja

Seorang peserta melintas di garis finish Borobudur Marathon 2018.
Semarang-Borobudur Marathon tahun ini akan digelar pada 17 November 2019 mendatang, dan pendaftaran secara online sudah dibuka Juni ini, kemudian pengumuman peserta akan dilakukan pada Juli 2019.

Panitia Pelaksana Borobudur Marathon 2019 Lukminto Wibowo mengatakan event tersebut sudah ditunggu masyarakat, terutama para pelari dan komunitas pecinta lari. Pada tahun kemarin saja, ajang tersebut mampu menyedot puluhan ribu pelari lokal maupun mancanegara.

Menurutnya, pada tahun ini Borobudur Marathon 2019 menerapkan sistem undian kepada para pesertanya. Dari seluruh peserta yang mendaftar secara online, nanti akan diambil 10 ribu peserta saja setelah pengundian.

Lukminto menjelaskan, pihaknya memang membatasi total peserta 10 ribu orang karena berkaitan dengan venue. Apabila lebih dari 10 ribu peserta, maka pelari tidak enjoy dan dikhawatirkan menurunkan kualitasnya.

"Nanti peserta kita undi, karena merasa bahwa dulu banyak yang tidak terakomodir. Kita daftar lewat online semua. Jadi, semua boleh daftar dan nanti kita akan undi. Kami rasa itu paling adil dan marathon-marathon terbesar di dunia, hampir semuanya diundi supaya ngasih kesempatan. Yang kedua, kita berusaha mendatangkan pelari luar negeri yang banyak. Target kemarin tiga persen, dan tahun kita targetkan 12 persen," kata Lukminto, Sabtu (22/6).

Lebih lanjut Lukminto menjelaskan, event Borobudur Marathon 2019 diharapkan akan berdampak pada perekonomian dan pariwisata sekitar kawasan. Terutama, yang dilalui peserta Borobudur Marathon 2019. (K-08)

Dengan Aplikasi 5NG, Ibu Hamil Berisiko Tinggi Akan Dipantau

Semarang-Terlalu muda atau terlalu tua, dan terlalu sering dan terlalu banyak anak akan mengundang risiko kehamilan. Demikian juga bagi ibu hamil yang mengidap anemia atau kurang gizi serta hipertensi, merupakan tanda-tanda kehamilan berisiko tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan dalam upaya mengurangi atau mengeliminasi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Jawa Tengah, perlu diciptakan sebuah kondisi agar semua ibu hamil bisa terpantau. Sehingga, semua ibu hamil di provinsi ini mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan pada akhirnya ibu serta bayinya selamat dan sehat.

Guna memantau semua ibu hami di provinsi ini, jelas Yulianto, pihaknya telah menyediakan aplikasi khusus yang bisa dipakai untuk mencegah kasus AKI dan AKB. Yakni melalui aplikasi 5NG, atau JateNG GayeNG NginceNG woNG meteNG yang merupakan program inovasi unggulan dan masuk dalam nominasi Penghargaan Pembangunan Daerah 2019.

Menurutnya, aplikasi 5NG merupakan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mengeliminasi atau mengurangi kasus AKI dan AKB.

Yulianto menjelaskan, dengan aplikasi 5NG itu bidan desa atau bidan setempat melaksanakan pemantauan dalam empat fase. Yakni fase sebelum hami, kehamilan, persalinan dan nifas.

"Untuk mencatat semua ibu hamil yang ada di Jawa Tengah, by name by address. Lalu juga ada risiko tinggi atau tidak, dan yang risiko tinggi kita dampingi supaya selamat tidak ada halangan. Yang mengisi aplikasi 5NG adalah bidan desa atau bidang setempat, karena yang bisa memeriksa itu kan bidan. Ada sekitar 14 pemeriksaan yang dilakukan, nanti dimasukkan ke aplikasi itu," kata Yulianto belum lama ini.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengeliminasi atau mengurangi kasus AKI dan AKB di Jateng adalah memerhatikan beberapa hal kehamilan berisiko tinggi. Sehingga, para ibu hamil bisa terpantau dan segera dirujuk ke rumah sakit apabila diperlukan. (K-08)

Jumat, 21 Juni 2019

Penggunaan Data Smartfren Saat Lebaran Naik 30 Persen

Posko Lebaran milik Smartfren di pusat keramaian diserbu masyarakat
yang akan membeli paket kuota internet ataupun sekadar bertanya.
Semarang-Sepanjang libur Lebaran kemarin, terjadi kenaikan penggunaan data internet Smartfren dari hari biasanya. Terutama di layanan streaming dan aplikasi sosial media.

Head of Customer Experience and Analytic Smartfren Sharizan Zaki Pondren mengatakan setiap Ramadan dan Hari Raya Lebaran, operator telekomunikasi selalu mengalami kenaikan trafik data.

Smartfren, jelas Sharizan, mencatat adanya kenaikan trafik komunikasi melalui layanan streaming dan aplikasi sosial media.

Sharizan sudah memprediksikan, jika Ramadan dan Lebaran 2019 akan terjadi kenaikan lalu lintas data. Khususnya di layanan streaming video, dan media sosial. Namun, meski mengalami kenaikan penggunaan data internet itu, pihaknya sukses melayani dan memberikan kelancaran komunikasi bagi setiap pelanggannya.

"Berdasarkan data yang kami miliki, mobilitas pelanggan Smartfren selama mudik Lebaran paling banyak terjadi di Semarang, Medan, Makassar dan Palembang. Ada fenomena baru di tahun 2019 ini, yaitu terjadi peningkatan arus komunikasi dan data di sepanjang jalan tol Trans Jawa," kata Sharizan belum lama ini.

Lebih lanjut Sharizan menjelaskan, pihaknya sejak jauh hari sebelum masuk masa mudik Lebaran sudah melakukan langkah antisipasi. Yakni dengan menurunkan 180 Mobile BTS dan 76 kontainer di sepanjang jalur mudik balik Lebaran.

"Kami juga melakukan monitoring 24 jam dalam seminggu dari NOC di seluruh jalur mudik, lokasi publik dan kota tujuan. Sepanjang Ramadan, kami juga menghadirkan beragam pilihan paket kuota internet mulai dari unlimited hingga kuota super besar," pungkasnya. (K-08)