|

Animo Petani Jateng Ikut Asuransi Masih Rendah

Semarang-Program asuransi bagi petani, ternyata belum mendapat sambutan positif. Terbukti, petani di wilayah Jawa Tengah yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih rendah.

Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jateng Herawati Prarastyani mengatakan sebenarnya, pemerintah menargetkan 207 ribu hektare lahan pertanian masuk AUTP dan dibiayai APBN. Namun, hingga Mei 2019 baru 4.236 hektare atau 2,05 persen saja yang telah mengikuti asuransi.

Menurutnya, kondisi yang sama juga terjadi pada program milik Pemprov Jateng. Dari 45 ribu hektare yang akan dibiayai APBD, hanya 15 ribu hektare saja sudah menjadi peserta asuransi.

Herawati menjelaskan, masih rendahnya animo petani ikut asuransi pertanian karena sikap petani menganggap kurang penting. Padahal, premi asuransinya cukup murah dan terjangkau serta mendapat subsidi dari pemerintah.

"Dari 45 ribu hektare ini, baru 15 ribu hektare. Artinya, baru 30 persen. Petani ini sebetulnya bagi saya, Rp36 ribu per hektare tidak banyak, tapi kita tidak tahu kondisi mereka. Di samping eman-eman uangnya, mereka merasa tidak mengalami kerugian pada saat panen karena seperti biasa. Hal ini sudah dianggap biasa," kata Herawati, belum lama ini.

Lebih lanjut Herawati menjelaskan, sebenarnya pemprov sudah mengalokasikan dana untuk asuransi pertanian. Terutama, bagi lahan pertanian yang masuk zona merah kemiskinan dengan kepemilikan lahan maksimal 0,3 hektare.

"Kami terus mendorong pemanfaatan asuransi ini, karena ketika terjadi bencana akan mendapat ganti rugi. Ganti ruginya cukup besar," tandasnya. (K-08)

Posted by kilas9.com on Kamis, Juli 18, 2019. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Animo Petani Jateng Ikut Asuransi Masih Rendah"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added