Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Kemenristek Dikti Ajukan 400 Ribu Beasiswa KIP Mahasiswa Tidak Mampu Untuk Tahun Depan

M Nasir
Menteri Riset, Teknologi dan Dikti
Semarang-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun depan akan menyediakan 400 ribu kuota bagi mahasiswa miskin. Sehingga, beasiswa dari Bidikmisi bisa dinikmati mahasiswa berprestasi kurang mampu dan mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menristek Dikti M Nasir mengatakan pada tahun depan, pemerintah akan meningkatkan kuota beasiswa Bidikmisi. Sehingga, cakupannya diperluas melalui KIP kuliah.

Menurutnya, pada tahun ini ada 130 ribu mahasiswa tidak mampu yang memeroleh beasiswa.

Nasir menjelaskan, bagi calon mahasiswa pemegang KIP kuliah akan difasilitasi beasiswa Bidikmisi dan tidak hanya untuk yang diterima di perguruan tinggi negeri saja tapi juga swasta. Sehingga, pemegang KIP kuliah yang diterima di perguruan tinggi bisa melanjutkan pendidikan.

"Kami sudah anggaran di tahun 2020 adalah dari 130 ribu menjadi 400 ribu. Total beasiswa yang kami berikan untuk KIP kuliah, dari 380 ribu ditambah 400 ribu menjadi 780 ribu. Ini akan dilakukan secara masif, karena target di akhir pemerintahan Bapak Presiden Jokowi di tahun 2024 itu sekitar dua juta yang harus kita salurkan beasiswanya," kata Nasir saat di Semarang.

Nasir lebih lanjut menjelaskan, pemerintah menambah anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk perluasan program beasiswa KIP kuliah. Hal itu dilakukan, dalam upaya meningkatkan akses siswa keluarga tidak mampu bisa menikmati pendidikan tinggi.

"Beasiswa untuk mahasiswa dengan prestasi akademik dan beasiswa peningkatan prestasi akademik dihapus dihapus setelah ada KIP kuliah," jelasnya.

Diwartakan, KIP kuliah condong pada jurusan vokasional sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan lulusan perguruan tinggi bisa langsung kerja. Sementara, saat ini baru ada 10 persen anak dari keluarga tidak mampu yang bisa kuliah. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar