|

Musim Kemarau, Waspadai Penyakit Lingkungan

Sejumlah warga harus antre untuk mendapatkan air bersih.
Semarang-Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Messy Widiastuti mengatakan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota di provinsi ini, harus segera turun ke lapangan untuk selalu memantau kesehatan warga yang terdampak kekeringan di musim kemarau. Karena, kebutuhan dasar masyarakat di musim kemarau adalah pasokan air bersih yang cukup.

Menurutnya, jika di musim kemarau warga kekurangan air bersih, maka akan membawa dampak pada kesehatan lingkungan.

Oleh karena itu, jelas Messy, menghadapi musim kemarau sekarang ini, pemerintah daerah setempat harus bisa tanggap terhadap kondisi yang ada. Terutama, soal kebutuhan air bersih bagi warga yang lingkungannya kekurangan pasokan air.

"Yang lebih urgent adalah kesehatan, sehingga droping air bersih itu kami berharap bisa dilakukan di seluruh kabupaten di Jawa Tengah yang membutuhkan. Kalau kurang air bersih dan mengonsumsi air tidak bersih, bisa menimbulkan penyakit. Ini tentu saja merugikan rakyat kita. Kita tahu kasus yang ada di Pacitan Jawa Timur, satu kecamatan warganya kena hepatitis A," kata Messy belum lama ini.

Lebih lanjut Messy menjelaskan, musim kemarau dengan pasokan air bersih yang terbatas atau bahkan tidak ada akan menyebabkan timbul penyakit lainnya. Misalnya disentri dan kolera.

Oleh karenanya, pemerintah daerah juga perlu antisipatif dengan kemunculan penyakitan lingkungan yang diakibatkan karena kekurangan air bersih.

"Penyakit yang berkaitan dengan air bersih atau dampak lingkungan kotor ada beberapa macam. Salah satunya adalah hepatitis A, dan kasus ini muncul di Pacitan Jawa Timur," tandasnya. (K-08)

Posted by kilas9.com on Selasa, Juli 16, 2019. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Musim Kemarau, Waspadai Penyakit Lingkungan"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added