|

Proyek Tol Solo-Yogya, Jateng Hindari Trabas Lahan Hijau

Sejumlah mobil melintas di Gerbang Tol Kalikangkung.
Semarang-Proyek jalan tol Solo-Yogya dilelang pada akhir Juli 2019 kemarin, hal itu menyusul setelah selesainya trase jalan tol tersebut dan disetujui dua gubernur setempat. Sehingga, pada akhir tahun ini bisa dikerjakan pembangunannya. 

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Hanung Triyono mengatakan trase jalan tol Solo-Yogya, menghindari lahan hijau atau lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Sehingga, potensi konflik sengketa lahan bisa dihindari.

Menurutnya, proyek jalan tol Solo-Yogya akan dimulai dari Jateng dengan titik awal ruas Kartasura-Prambanan sepanjang 35,18 kilometer. Kemudian diteruskan ke seksi Kartasura-Karanganom/Delanggu, Klaten dan Prambanan-Manisrenggo.

"Tol Solo-Yogya untuk Jawa Tengah, surat usulan panlok dari pak gubernur sudah berproses dari Kementerian PUPR. Kita akan lakukan percepatan untuk penyelesaian itu, dan tentunya kita akan menghindari masalah pembebasan tanah. Untuk trasenya saya tidak begitu hapal, tapi lewatnya Kartasura terus ke arah selatan Klaten. Dari Klaten itu di Jatinom sampai Manisrenggo," kata Hanung belum lama ini.

Hanung lebih lanjut menjelaskan, keberadaan jalan tol Solo-Yogya diharapkan bisa menghidupkan kawasan Yogya-Solo-Semarang. Terutama, dari sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Diketahui, pembangunan jalan tol Solo-Yogya membutuhkan anggaran sekira Rp16,01 triliun dengan panjang 40,49 kilometer. Rencananya, pada 2021 mendatang pembangunan jalan tol Solo-Yogya selesai dikerjakan. (K-08)

Posted by kilas9.com on Rabu, Agustus 07, 2019. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Proyek Tol Solo-Yogya, Jateng Hindari Trabas Lahan Hijau"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added