|

Musim Kemarau, Banyak Waduk di Jateng Kekeringan

Waduk Gunung Rowo di Kabupaten Pati dengan debit air yang menga-
lami penyusutan di musim kemarau. Foto: ISTIMEWA
Semarang-Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Jateng Eko Yunianto mengatakan musim kemarau tahun ini, dirasakan cukup panjang dan berdampak pada penurunan elevasi air di waduk atau bendungan di provinsi ini. Beberapa di antaranya, bahkan ada yang kosong atau kekeringan.

Dari semua waduk yang ada di Jateng, jelas Eko, hampir semuanya mengalami penurunan volume air yang bervariasi. Hanya ada dua waduk besar yang kondisi atau debit airnya masih stabil, yaitu Cacaban di Tegal dan Jatibarang Semarang di atas rencana.

"Berdasarkan volume waduk ini bisa kita hitung. Artinya, rekomendasi ke daerah irigasi itu sudah terstruktur. Di dalam MT-1, MT-2 dan MT-3 dan sekarang kita berada di MT-3. Masa tanam 3 itu pasti di dalam konsep irigasi, tidak ada yang padi tapi tanam polowijo. Hanya kenyataan di lapangan, kadang-kadang masih ada yang tanam padi," kata Eko, Selasa (10/9).

Lebih lanjut Eko menjelaskan, berdasarkan pantauan yang dilakukan dari 41 bendungan di provinsi ini sampai akhir Agustus dan pekan pertama September 2019 kondisinya memang mengalami penyusutan. Bahkan, untuk waduk kecil dalam keadaan kering atau tidak ada air sama sekali. Yaitu Waduk Tempuran Blora, Waduk Sangeh Purwodadi, Waduk Ngancar Wonogiri dan Waduk Botok Sragen.

"Kami juga meminta kepada warga, terutama kelompok tani, untuk ikut memantau aliran air waduk. Tujuannya, untuk memastikan aliran air bisa merata ke areal persawahan," pungkasnya. (K-08)

Posted by kilas9.com on Selasa, September 10, 2019. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Musim Kemarau, Banyak Waduk di Jateng Kekeringan"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added