|

Puncak Musim Kemarau, Daerah Terdampak Kekeringan Bertambah

Sudaryanto
Kalahar BPBD Jateng
Semarang-Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sudaryanto mengatakan tercatat sudah ada 896 desa, yang terdampak kekeringan pada tahun ini.

Menurutnya, sudah ada 30 kabupaten/kota yang melakukan droping air bersih dan beberapa di antaranya juga meminta bantuan ke pemprov.

"Sampai hari ini sudah ada 28 kabupaten, yang melakukan droping air bersih. Ada tujuh kabupaten yang minta ke provinsi untuk bantuan air bersih yaitu Temanggung, Pati, Wonogiri, Grobogan, Kendal dan Banjarnegara. Sedangkan Purbalingga itu paling banyak, ada 1.500an tangki lebih. Sedangkan data desa yang terdampak kekeringan, dari prediksi 1.259 desa itu hanya 800an desa," kata Sudaryanto, kemarin.

Sudaryanto lebih lanjut menjelaskan, untuk mengatasi kekeringan yang ada di Jateng digelontorkan 11.898 tangki air bersih atau setara dengan 57,5 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat. Pemprov, menganggarkan Rp320 juta, untuk droping air bersih guna mengatasi kekeringan tahun ini.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan BNPB, jika memang dana droping air bersih provinsi menipis. Namun, sejauh ini masih bisa dilakukan pemprov," tandasnya. (K-08)

Posted by kilas9.com on Selasa, September 10, 2019. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Puncak Musim Kemarau, Daerah Terdampak Kekeringan Bertambah"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added