|

1.100 Hektare Lahan di Jateng Terbakar

Tiga personel berupaya memadamkan api di padang ilalang yang telah
mengering di Semarang.
Semarang-Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan kebakaran hutan maupun di sekitar lereng gunung yang ada di provinsi ini sepanjang musim kemarau luasannya mencapai 1.100 hektare. Tersebar di sejumlah wilayah, dan paling banyak terjadi di savana yang mengering.

Dari seluruh luasan hutan yang terbakar itu, jelas Teguh, hampir 90 persen karena faktor kesengajaan atau dari manusia. Baik karena sengaja membakar hutan untuk membuka lahan, ataupun membuang puntung rokok dan meninggalkan jejak api unggun yang belum padam.

Menurutnya, api yang cepat membesar itu disebabkan karena tiupan angin kencang di musim kemarai dan tidak terpantau petugas pengawas lapangan.

Teguh menjelaskan, beberapa lereng gunung di Jateng yang terbakar itu di antaranya adalah Gunung Merbabu. Luasan lahan yang terbakar di lereng Gunung Merbabu sudah mencapai 468 hektare, dan cukup sulit untuk dipadamkan. 

"Dan Jawa itu sebetulnya yang terjadi bukan karena alam, tapi karena faktor kelalaian dari manusia. Tanaman yang terbakar itu musiman, dan yang perlu diingat yang terbakar memang sebagian besar adalah savana atau padang rumput yang kering dan mudah terbakar. Dan memang, ada sebagian hutan pinus. Kenapa terbakarnya lama? Karena pinus punya sifat menghasilkan minyak Gondorukem," kata Teguh, kemarin.

Dari kejadian kebakaran hutan di Jateng, lanjut Teguh, seorang warga meninggal dunia karena terjebak kobaran api. Warga di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten itu tewas di pekarangan rumahnya karena tidak bisa menyelamatkan diri saat kawasan perbatasan hutan terbakar. (K-08)

Posted by kilas9.com on Kamis, Oktober 31, 2019. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "1.100 Hektare Lahan di Jateng Terbakar"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added