|

Ganjar: Mainan Anak Tradisional Harus Terus Dilestarikan

Gubernur Ganjar Pranowo memerhatikan sejumlah anak bermain
teklek di Desa Dolanan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan banyak ragam dari permainan tradisional anak-anak, yang di beberapa daerah di provinsi ini masih dimainkan. Satu di antaranya adalah di Desa Dolanan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. 

Ganjar menyebutkan, di daerah itu masih banyak anak yang memainkan permainan tradisional semacam balap karung, engklek dan tarik tambang. Anak-anak di desa itu sangat antusias, dan berebut aneka dolanan tradisional.

"Ketika kemudian dunia kita didorong, dipaksa dan bahkan diintimidasi dengan mainan-mainan gadget. Ternyata di Sidowayah, Klaten ada permainan yang menarik dan itu di usia kita. Apa itu? Mainan anak-anak. Mereka masih bermain tarik tambang, ada permainan teklek racing dan itu mereka bersentuhan. Jatuh bareng, tertawa bareng dan mereka bersentuhan. Kita berbahagia, karena itu masih ada di tempat kita," kata Ganjar di Solo, kemarin.

Dorong Jateng Jadi Provinsi Ramah Anak

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo menyatakan, pemprov bersama dengan kabupaten/kota terus mengoptimalkan ruang-ruang yang lebih banyak pada anak. Karena, anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang perlu perhatian lebih khusus dan afirmasi.

Ganjar menjelaskan, memang belum 100 persen maksimal dan optimal setiap kabupaten/kota di provinsi ini menerapkan kebijakan sebagai daerah ramah anak. Namun, sedikit demi sedikit dan melibatkan anak-anak dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) setiap tahunnya akan memberikan warna dalam pengambilan keputusan.

"Kita harapkan ramah anak itu tidak hanya menjadi sekadar aturan, ramah hanya tidak hanya sekadar menjadi jargon. Atau, ramah anak hanya menenuhi target-target saja. Tapi, ramah anak adalah sesuatu yang bisa diberikan dan si anak menikmati betul. Ramah anak adalah tidak ada bullying, maka ramah anak adalah berteman. Yang senior, guru dan orang tua saling menemani untuk memberikan peringatan atau mengajarkan budi pekerti," ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, di dalam setiap gelaran musrenbang yang diadakan selalu kelompok anak-anak pertama menyampaikan masukan terhadap perencanaan pembangunan. Karena, bukan lagi zamannya segala sesuatu tentang anak disuarakan para orang tua. (K-08)

Posted by kilas9.com on Kamis, November 21, 2019. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Ganjar: Mainan Anak Tradisional Harus Terus Dilestarikan"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added