|

Pasar Apartemen di Semarang Belum Jadi Tren

Seorang pengunjung di pameran perumahan bertanya tentang produk
apartemen kepada sales properti.
Semarang-Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah Prijanto mengatakan hunian vertikal atau apartemen, masih belum menjadi tren bagi masyarakat Kota Semarang. Meski beberapa pengembang mampu menjual unit, namun penjualannya tidak sebanyak hunian rumah tapak. 

Prijanto menjelaskan, beberapa pengembang apartemen di Kota Semarang yang mampu menjual unit apartemen cukup banyak. Sebut saja apartemen Alton di depan gerbang kampus Undip Tembalang, atau apartemen Cordova yang berada tepat di samping pintu gerbang tol Tembalang.

Namun, jelas Prijanto, banyak juga pengembang apartemen harus gigit jari dan menghentikan proyeknya karena tidak memiliki prospek pasar yang bagus. Padahal, lokasinya juga sama di kawasan Banyumanik di kota atas.

"Nampaknya, untuk apartemen juga terpengaruh secara nasional belum begitu bagus perkembangannya. Sehingga, rekan-rekan yang membangun di kota atas ini ada yang terhambat. Misalnya Paragon dan Abimanyu. Harapan kami, apartemen bisa mulai bangkit lagi dan pemasarannya bagus lagi," kata Prijanto, belum lama ini.

Prijanto lebih lanjut berharap, pada tahun depan pasar hunian vertikal atau apartemen bisa menggeliat. Sehingga, kebutuhan akan hunian vertikal akan menjadi tren pada 2020 mendatang. (K-08)

Posted by kilas9.com on Rabu, November 27, 2019. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Pasar Apartemen di Semarang Belum Jadi Tren"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added