Selasa, 31 Desember 2019

Presiden Jokowi Inginkan BLK Cetak Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Presiden Jokowi saat membuka BLK Komunitas di Kendal, kemarin.
Kendal-Presiden Joko Widodo meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota yang mengelola Balai Latihan Kerja (BLK), bisa menyiapkan tenaga kerja yang diserap langsung industri dan dibutuhkan pasar kerja. Pernyataan itu dikatakannya usai meresmikan BLK Komunitas di Pondok Pesantren Al Fadlu 2, Senin (30/12).

Presiden Jokowi mengatakan penentuan jurusan kejuruan yang dipilih, harus tersambung dengan kebutuhan dunia industri. Karena, selama ini lulusan kejuruan belum sesuai dengan kebutuhan industri.

Jokowi memberi contoh perbankan dan lembaga keuangan, yang saat ini membutuhkan banyak teknisi coding dan programming. Namun, sumber daya manusianya nyaris tidak ada karena pelatihan di bidang tersebut minim.

Oleh sebab itu, jelas Jokowi, keberadaan BLK Komunitas diharapkan bisa menyambungkan antara skil SDM dengan kebutuhan industri. BLK Komunitas harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan industri, untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja. Setelah mengetahui kebutuhan industri, baru BLK Komunitas menentukan jurusan kejuruan yang dibuka. 

"Coba tanya bank, berapa butuh teknisi coding? Tidak ada yang menyiapkan ke sana. Tanya butuhnya teknisi programming berapa? Banyak yang butuh, tapi ndak ada yang menyiapkan," kata Jokowi.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan, sebelum melatih calon tenaga kerja tersebut perlu ditanyakan kepada calon penggunanya (industri).

"Ajarkan sesuai yang dibutuhkan industri, sehingga nyambung. Jangan diajari semuanya," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menambahkan, keberadaan BLK Komunitas untuk mendekatkan sarana keterampilan kerja dengan manusia yang perlu dilatih. Serta, memertemukan akses pelatihan dengan calon peserta.

Saat ini, Ida, total ada 10 program pelatihan vokasi yang dikembangkan. Pelatihan vokasi itu di antaranya adalah teknik otomotif, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, teknik listrik dan teknologi informasi komputer. 

"Kementerian Ketenagakerjaan juga sudah menyiapkan program, untuk melatih tenaga instruktur dan pengolah BLK Komunitas agar mereka mampu mengelola BLK dengan baik. Penentuan kejuruan, ditentukan sendiri dari lembaga penerima bantuan BLK Komunitas," ucap Ida.

Diketahui, sejak 2017 Kementerian Ketenagakerjaan mendirikan BLK Komunitas di pondok pesantren di seluruh Indonesia. Hingga 2019, sudah ada 1.113 BLK Komunitas yang didirikan. (K-08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar