Senin, 04 Februari 2019

BNNP Jateng Ungkap TPPU Senilai Rp4,8 Miliar Dari Transaksi Narkoba

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Muhammad Nur (dua dari kanan) me-
nunjukkan uang yang diduga merupakan tindak pencucian uang dari
peredaran narkoba.
Semarang-Kasus peredaran narkotika tidak lepas dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dari hasil penjualan obat-obatan terlarang itu. Salah satu kasus peredaran narkoba diikuti dengan TPPU berhasil diungkap jajaran BNN Provinsi Jawa Tengah, dan menangkap seorang pelaku bernama Deden alias Wahyudi. Pelaku diduga kuat masuk dalam jaringan peredaran narkotika Sancai.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Muhammad Nur mengatakan pihaknya berhasil mengamankan uang sebesar Rp4,8 miliar, yang diduga merupakan hasil pencucian uang dari peredaran narkoba. Uang sebanyak itu, disita dari empat rekening dengan nama atau identitas palsu yang dibuat tersangka.

Menurutnya, pengungkapan TPPU itu merupakan kelanjutan dari kasus yang ditangani pada 2018 dari jaringan Sancai atau Cahyono Adi Satriyanto.

Nur menjelaskan, pencucian uang dari hasil peredaran narkoba itu tergolong modus baru dan nyaris sulit dilacak. Sebab, tersangka membuat surat keterangan pengganti elektronik KTP atau Kartu Keluarga (KK) palsu. Sehingga, tersangka dengan mudah bisa membuka rekening baru di empat bank berbeda untuk menyimpan uang hasil transaksi narkoba. 

"Ada KTP dengan NIK palsu dan nama banyak, juga ada KK yang dipalsukan. Ini jadi masukan buat kita untuk mencegah tindak pidana pencucian uang, dari hasil transaksi narkoba. Saya juga minta pihak perbankan, jangan mudah memberikan akses kepada orang untuk membuka rekening baru tanpa KTP asli," kata Nuh dalam gelar perkara TPPU di kantornya, Senin (4/2).

Lebih lanjut Nur menjelaskan, jaringan Sancai cukup berbahaya dan bisa mengelabui sejumlah bank nasional untuk membuka rekening sebagai piranti transaksi narkoba dalam jumlah besar. Sehingga, dengan modus baru yang terungkap ini bisa menjadi pelajaran bagi sejumlah pihak.

"Sancai ini merupakan napi narkotika yang berkali-kali terungkap mengedarkan narkoba jenis sabu. Saat ini, Sancai masih mendekam di Lapas Batu Nusakambangan," pungkasnya. (K-08)

Wujudkan Zero Accident, PLN Jateng-DIY Komitmen Wujudkan Budaya K3

GM PLN UID Jateng-DIY Agung Nugraha (baju batik) saat mendengar-
kan penjelasan dari petugas PDKB mengenai peralatan keselamatan.
Semarang-PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah-Yogyakarta dalam upaya mewujudkan komitmen kerja yang aman sesuai dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menggelar Apel Akbar Bulan K3 Nasional 2019 di halaman Kantor Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan Semarang, Senin (4/2).

General Manager PLN UID Jateng-DIY Agung Nugraha mengatakan pada apel K3 tersebut, mengangkat tema "Peduli, Taat, Tanggap". Tujuannya, untuk menanamkan budaya K3 kepada seluruh insan PLN dan para mitra kerjanya. Kegiatan tersebut diikuti sekira 250 petugas, dari seluruh unit gabungan PLN se-wilayah Jateng-DIY.

Menurutnya, peringatan bulan K3 nasional tahun ini juga diisi berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat. Di antaranya workshop K3 dan sosialisasi program K3 ke instansi pendidikan. 

Agung menjelaskan, untuk sosialisasi program K3 dilakukan di tiga sekolah yang ada di wilayah Jateng-DIY. Yakni SDN Rowosari 1, SMP 19 dan SMA 15 Semarang. Materinya disampaikan Pejabat Pelaksana K3L dari UP3 Semarang, Lilik Sudaryanti bersama pejabat pelaksana dari UP3 Salatiga, UP3 Demak dan UP2D Jateng-DIY. 

"Mari kita tingkatkan kesadaran pentingnya K3 serta pengawasan, karena kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materiil, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga bisa memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan," kata Agung dikutip dari rilis.

Dengan diadakan apel K3 di lingkungan PLN UID Jateng-DIY, lanjut Agung, diharapkan petugas PLN akan terus meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Yakni, dengan melakukan langkah-langkah komprehensif guna mencegah terjadinya kecelakaan yang bisa merugikan pekerja.

"Apel akbar bulan K3 nasional adalah salah satu kegiatan rutin tahunan PLN, sebagai bentuk konsistensi PLN dalam implementasi budaya K3 dan zero accident," pungkasnya. (K-08)

Pemprov Minta Dinas Terkait Segera Perbaiki Jalan Rusak Saat Cuaca Cerah

Gubernur Ganjar Pranowo meminta jalan berlubang di Jateng harus
segera diperbaiki, agar tidak jatuh korban jiwa.
Semarang-Musim hujan yang datang tidak hanya menimbulkan bencana alam, tapi juga membuat jalanan menjadi rusak. Sebab, jalan yang terus menerus tergenang air membuat aspal mengelupas dan berakibat lubang jalan. Sehingga, Pemprov Jateng meminta dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan jalan ketika cuaca cerah.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya sudah meminta perbaikan jalan rusak, dengan cara penambalan sementara yang dilakukan dengan maraton. Sehingga, jalan rusak tidak semakin melebar dan menimbulkan jatuh korban jiwa.

Menurutnya, penambalan yang dilakukan itu diprioritaskan pada jalur-jalur distribusi barang dan jasa serta mobilitas masyarakat. Sehingga, tidak menimbulkan kemacetan panjang karena jalan rusak.

Ganjar menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Wilayah Jateng-DIY untuk melakukan patroli jalan rusak.  

"Lagi saya minta Balai Besar Jalan Nasional untuk melakukan patroli jalan, dan sehingga mulai dikerjakan. Berdasarkan laporan-laporan dari masyarakat memang cukup banyak sekali, dan Alhamdulillah langsung direspon dengan sangat cepat. Memang tantangannya dengan hujan, ya, sehingga kalau ditaruh dengan aspal tidak bisa. Jadi, saat tidak hujan bisa dikebut," kata Ganjar, Senin (4/1).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, perbaikan jalan rusak diharapkan bisa lebih tahan lama. Sebab, musim hujan masih diprediksi hingga Maret 2019 nanti.

"Jalan rusak yang bisa langsung ditambal, ya ditambal jangan nunggu lama. Ketika kering, pengerjaannya dipercepat," ujarnya.

Sementara, terkait dengan pengerjaan jalan rusak yang masuk wewenang pemerintah pusat, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan lelang perbaikan. Salah satunya yang ada di wilayah selatan, yakni wilayah Wangon, Kebumen, Purworejo sampai Yogyakarta. (K-08)

Pemprov Jateng Kucurkan Rp17 Miliar Untuk Perbaikan Jembatan Kali Keruh Yang Roboh

Jembatan Kali Keruh sebagai menghubungkan Kabupaten Pekalongan
dengan Kabupaten Pemalang roboh saat banjir beberapa hari lalu.
Semarang-Beberapa waktu lalu, jembatan Kali Keruh di Kabupaten Pekalongan roboh dan menyebabkan aktivitas warga setempat terganggu. Padahal, jembatan itu menjadi satu-satunya akses warga desa sekitar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau jembatan Kali Keruh mengatakan pemkab setempat bersama dinas terkait, untuk segera membuat jembatan darurat yang terbuat dari besi atau jembata bailey. Dengan jembatan darurat itu, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkannya kembali dengan nyaman dan aman.

Menurutnya, pembangunan jembatan darurat diharapkan bisa selesai dalam waktu sebulan.

Ganjar menjelaskan, untuk langkah berikutnya, pemprov akan mengucurkan anggaran pembangunan jembatan yang baru tahun ini. Pemprov akan memberikan anggaran sebesar Rp17 miliar, untuk membangun jembatan penghubung Kabupaten Pekalongan dengan Pemalang itu. 

"Sudah kita anggarkan Rp17 miliar dari kebutuhan Rp18 miliar, yang Rp1 miliar biar digenepi dari kabupaten. Prinsipnya begini, setiap kondisi darurat seperti kita berharap semua langsung gotong royong membuat jembatan darurat dan tindakan darurat, agar masyarakat bisa melewati fungsi itu dengan baik. Intinya, kita butuh bantuan dari pemerintah kabupaten untuk melakukan itu agar segera koordinasikan untuk ambil tindakan yang cepat," kata Ganjar, Senin (4/2).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pembangunan jembatan Kali Keruh akan menjadi skala prioritas dan masuk di tahun anggaran 2019. Hanya saja, meski pembangunannya dipercepat, namun tetap harus memerhatikan struktur bangunan agar kuat.